Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 54 Melihatnya menangis.


__ADS_3

Anna harus meratapi nasibnya di tengah hujan deras Anna menagis senggugukan yang duduk di halte bis. Dia merasa di permainkan yang datang ketempat itu. Mendapat perlakuan buruk dan di hancurkan dengan keji di permalukan oleh papanya sendiri.


" Papa benar-benar sangat jahat. Papa jahat aku membenci papa. Dia benar-benar sudah tidak mengakui ku lagi. Dia sudah menghancurkan perasaanku. Aku membencinya. Mereka semua sengaja mempermainkan ku, aku datang kesana hanya untuk kesenangan mereka," ucap Anna menagis senggugukan yang merasa hatinya begitu hancur.


Menangis dengan suara yang kuat mungkin akan membuat kita lega. Apa lagi hujan deras. Tidak ada yang mendengar suara tangisan itu dan tidak ada juga orang di sana. Jadi Anna benar-benar menagis sejadi-jadinya.


Ternyata di sebrang jalan sana. Athar yang ada di mobilnya melihat ke arah Anna. Dia terus melihat Anna yang menangis dan mungkin ini pertama kali baginya melihat Anna menagis. Kerena selama ini Anna merupakan wanita yang sangat ceria dan bahkan tidak melihat air mata itu sama sekali.


Namun sekarang terlihat rapuh menangis terisak-isak dengan ke-2 tangannya menutup wajahnya. Athar juga mengingat kejadian yang baru terjadi di mana Anna yang di siram dan di pukul yang iya baru mengetahui. Bahwa Anna anak dari Chandra yang itu artinya adik dari Aurelia.


Tidak tau kenapa Athar bisa ada di sana dan tidak tau juga kenapa Athar memberhentikan mobilnya dan malah melihat Anna dengan sendu dari kejauhan.


Di tengah Athar yang melihati Anna, tiba ada 3 pria yang mengganggu Anna. Membuat pandangan mata Athar menjadi serius melihat ke arah Anna.


" Siapa kalian, pergi dari sini. Sebelum aku membunuh kalian semua," ucap Anna mengancam. Dia yang begitu marah bertambah marah dengan 3 pria yang mengganggunya.


" Aduh, neng lagi di putusin pacarnya ya makanya nangis-nangis gitu jangan sedih neng. Ayo ikut sama kita. Kita mending kita cari suasana baru supaya jangan nangis-nangis mulu, kita senang-senang bersama," sahut pria itu yang menggoda Anna.


" Tutup mulut kalian. Aku bilang pergi dari sini! aku tidak butuh kalian!" teriak Anna yang berdiri yang menghindar pegangan para lelaki yang mencoba untuk melecehkannya.


" Jangan menyentuhku, lepaskan aku, jangan kurang ajar kalian," teriak Anna yang terus menghindar. Ke-3 pria itu terus mengganggunya dengan mencoba memegangnya.


Tin-tin tin tin tin tin tin tin tin tin


Suara klakson dan sinar lampu mobil menerpa orang-orang yang mengganggu Anna. Cahaya mobil itu juga membuat mata Anna silau sampai meletakkan tangannya di wajahnya menghindari silau lampu tersebut.

__ADS_1


Athar pemilik mobil keluar dari mobil dengan membuka kancing lengan bajunya dan melipatnya, jalan Athar juga tampak cool namun menatap tajam pada Pria yang memandangnya heran.


" Dia!" Lirih Anna yang masih menyipitkan matanya yang memastikan itu Athar atau bukan.


" Siapa kau!" teriak salah seorang Pria dengan sinis melihat Athar.


" Kemari!" ajak Athar pada Anna dengan memanggil menggunakan tangannya. Anna terlihat bingung dengan Athar yang memanggilnya untuk menghampirinya.


" Kau masih tetap ingin di situ?" tanya Athar yang terlihat santai.


Anna meliaht orang-orang di dekatnya yang mengganggunya. Anna menghapus air matanya dan langsung berjalan menghampiri Athar.


" Mau kemana kamu!" sahut Pria yang satunya memegang tangan Anna untuk menghentikan Anna.


" Lepaskan!" Berontak Anna berusaha melepaskan tangannya dari Pria itu dan Anna yang memang terlihat kuat berhasil melepaskan diri dan mendorong pria itu sampai terjatuh dan Anna mempercepat jalannya mendekati Athar.


" Jangan buang waktu, cepat!" ucap Athar dengan tegas. Anna pun mau tidak mau menurut dan memasuki mobil Athar dan 3 Pria yang mengganggu Anna kelihatan begitu marah dan ingin mengejar Anna namun Athar langsung menghalangi dan tidak lama-lama Athar mmeberi pelajaran pada 3 pria itu.


Anna yang berada di dalam mobil hanya duduk melihat Athar berkelahi dengan 3 orang itu. Dan sampai akhirnya 3 Pria itu berhasil di lumpuhkan Athar. Athar membersih bersihkan bajunya dengan tangannya ketika berhasil menang. Lalu iya langsung memasuki mobil.


Saat Athar sudah ada di sampingnya Anna terlihat canggung dan mengalihkan pandangannya entah kemana-mana asal tidak melihat Athar. Mungkin karena Anna malu harus menangis di depan Athar. Atau juga Anna tadi sudah menjadi tontonan pertengkaran dengan papanya. Seakan Anna diam seribu bahasa yang tidak tau mau bicara apa. Bahkan mengucapkan terima kasih pun Anna tidak bisa mengucapkannya.


Athar menoleh ke arah Anna yang terlihat sudah tenang dan tidak menangis lagi.


" Di mana rumahmu?" tanya Athar dengan suara dinginnya.

__ADS_1


" Mau ngapain tanya-tanya," sahut Anna heran.


" Aku tidak mungkin bersamamu di dalam mobil sampai besok pagi. Aku bukan psikolog yang harus mendengarkan curhatmu atau menemanimu meratapi kesedihanmu. Jadi katakan di mana rumahmu," ucap Athar dengan dingin.


" Ishhh, siapa juga yang ingin curhat kepadamu," desis Anna.


" Sudah katakan rumahmu di mana, sebelum aku berubah pikiran," ucap Athar lagi.


Anna mengambil handphone dan langsung meletakkan di depan Athar. Athar menoleh memperlihatkan peta yang sudah di hubungkan Anna ke lokasi rumahnya.


" Kau pikir aku Taxi online," gerutu Athar kesal.


" Tadi bertanya sekarang marah," gumam Anna pelan. Athar yang terlihat kesal. Mau tidak mau Athar menyetir ke alamat yang di tujukan Anna. Dia memang harus membawa Anna pergi dari tempat itu.


Di dalam mobil Anna dan Athar tidak saling bicara sama sekali. Anna tidak seperti biasanya yang banyak protes kalau sudah bersama Athar dan Athar sendiri pun tidak menegur atau memulai pembicaraan apapun.


Mungkin tadi dia melihat Anna menagis dan merasa suasana hati Anna sedang tidak baik. Jadi Athar juga tidak berniat untuk mengganggunya atau sekedar basa-basi dengan Anna.


Athar berhenti di lampu merah dan menoleh ke arah Anna. Pantesan Anna diam ternyata dia sedang tertidur tanpa dosa. Tidur lelap dengan wajahnya ke arah jendela mobil. Athar membuang napasnya perlahan kedepan.


" Bisa-bisanya dia tidur. Dia memang menganggapku Taxi yang mengantarkannya. Wanita ini benar-benar," desis Athar geleng-geleng dengan kelakukan Anna.


Athar menoleh ke arah jok belakang, mengambil jaketnya dan menutupkan pada tubuh Anna bagian depan. Pakaian terbuka Anna pasti membuat Anna kedinginan. Athar dengan pelan melakukan hal itu dengan wajahnya yang menatap Anna yang tertidur.


Namun ada butir air mata yang tersisa di pipi Anna membuat Athar spontan mengusapnya. Athar membuang napasnya perlahan dan menjauh dari Anna. Tidak tau apa yang di lakukannya seakan dia peduli dengan Gadi yang selalu membuatnya darah tinggi itu sampai banyak hal spontan yang di lakukannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2