
Perjalanan sudah sampai sore hari dan lintasan mereka sekarang di jalanan raya yang berada di atas tebing yang mana di bawah sana terdapat lautan.
Keindahan tempat itu membuat para wanita itu membuka jendela kaca mobil masing-masing dan melihat indahnya jalan yang mereka lihat yang membuat mereka begitu takjub. Dengan wajah yang terlihat bahagia dan mata mereka yang berbinar-binar.
" Anna kita akan sampai?" tanya Olive.
" Hmmm, iya sebentar lagi kita sampai," jawab Anna.
" Wau indah sekali, apa tempatnya nanti juga ada laut seperti ini?" sahut Sana begitu takjub.
" Kalian benar, nanti akan ada pantainya," sahut Anna.
" Ya ampun seru sekali Anna," sahut Olive yang tidak menyangka.
" hanya alasan saja mencari bahan. Dia benar-benar ingin liburan," batin Athar kesal.
" Kak Athar buka atap mobilnya Dong. Biar kita bisa melihat dengan jelas pemandangannya sangat sayang mobilnya jika tidak di nikmati pemandangannya," ucap Olive memberikan ide.
" Benar ayo dong di buka. Lagian pengap juga," sahut Sana.
Athar ternyata tidak pelit dan dia membuka atap mobil dan langsung 4 wanita itu tersenyum lebar. Bahkan mereka sama-sama berdiri untuk menghirup udara dalam-dalam dengan tangan mereka yang sama-sama melentang yang benar-benar menikmati ke indahan di tempat itu. Dengan tiupan angin yang membuat rambut mereka menari-nari.
" Aaaaaaaa," teriak mereka yang begitu bahagianya. Pasti paling heboh, Anna, Olive dan Sana. Kalau Lisa masih pasang image.
Athar ternyata tidak menegur kericuhan di dalam mobil itu. Dia membiarkan begitu saja dan melihat ke arah Anna yang di sampingnya yang berdiri. Terlihat Anna begitu bahagia dengan senyum lepasnya yang tiba-tiba membuat Athar mendengus tersenyum.
" Ya ampun seriusan tempatnya sebagus ini," sahut Sana yang tidak percaya.
" Ini lebih liburan ke Luar Negri," sahut Olive keceplosan. Lisa menyenggol Olive menegur agar tidak keceplosan.
" Maksudnya menemani Anna mencari bahan sama dengan liburan," sahut Olive melarat kata-katanya. Athar hanya mengendus kasar mendengarnya yang sudah tau
Sudah tau sebenarnya. Tapi pura-pura tidak tau dan mengikuti saja alur Anna sampai mana akan terus berbohong untuk menipu Athar.
Tiba-tiba mobil Athar berhenti yang membuat para wanita cantik itu heran.
" Kenapa berhenti?" tanya Anna heran.
" Kok berhenti tiba-tiba kak?" tanya Olive lagi.
__ADS_1
Athar mencoba untuk menghidupkan mesinnya lagi dan ternyata benar-benarati.
" Ada apa?" tanya Anna yang kembali duduk di samping Athar.
" Kayaknya bensinnya habis," ucap Athar.
" Hah!" pekik mereka serentak dengan wajah kagetnya.
" Kok bisa," sambar Olive.
" Gimana sih, orang kaya tapi bensin bisa habis," sahut Sana dengan kesal yang asal bicara saja.
" Tau nih, jadi kita gimana?" sahut Anna semakin kesal.
" Ya aku mana tau. Tempat ini kan daerahmu ya kaulah yang mikir sendiri di mana penjual bensin," sahut Athar masa bodo.
" Issss, kenapa jadi aku sih. Makanya jangan sok-sokan buat ikut-ikutan, lihat jadi kami yang kesusahan," sahut Anna kesal.
" Turun!" perintah Athar membuat Anna kaget.
" Apa maksudmu," titah Athar.
" Kok gitu. Kakak mau turuni kita di tengah jalan. Tega amat," protes Olive.
" Kalian ber-4 turun dan dorong mobilnya," ucap Athar yang membuat mereka langsung terkejut
" Hahh!" teriak wanita-wanita cantik itu serentak yang membuat Athar menutup kupingnya mendengar suara cempreng itu.
" Apa yang kakak katakan. Itu mana mungkin! bisa-bisa tangan Olive lecet," sahut Olive.
" Benar apa-apaan sih. Pake nyuruh dorong-dorong segala. Nggak-nggak kami tidak mau, lagian kami itu cewek mana ada tenaga untuk mendorongnya," sahut Anna yang protes.
" Benar Bos Athar kami kan wanita. Mana mungkin kami mendorongnya mana ada tenaga kami," sahut Lisa yang menambahi lagi.
" Iya, kamu dong yang seharusnya dorong kan kamu pria," sahut sana.
" Jangan membantah aku bilang turun maka turun!" tegas Athar. " Kalian ber-4 dorong. Cepat!" teriak Athar dengan penuh emosi.
" Huhhh!" sahut mereka serentak yang mau tidak mau harus menuruti Athar mendorong mobil itu.
__ADS_1
" Aaaaaaaaa," teriak mereka yang mengeluarkan tenaga yang mendorong mobil Athar.
Namanya wanita tenaganya ya semana dan Athar memang ada-ada saja. Wanita-wanita di suruh untuk mendorong. Athar melihat dari kaca spion tersenyum melihat ke-4 wanita itu yang benar-benar begitu kasihan yang harus kewalahan mendorong dengan tenaga mereka.
" Aku yakin ini pasti akal-akalannya. Dia pasti ingin mengerjai kami," batin Anna yang begitu peka dengan instingnya pada Athar.
" Ayo dorong lagi. 1, 2 3," sahut Lisa memberikan arahan. Mereka sudah berteriak mengedan seperti orang melahirkan saat mendorong mobil itu. Tidak tau apakah mobilnya bergerak atau tidak. Tetapi bagi Athar yang tetap duduk di kursi pengemudi lumayan untuk hiburan.
" Ahhhh, capek sekali, aku tidak pernah mengerjakan hal seperti ini," keluh Olive mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya. Makslum mereka kepanasan dan juga sudah berkeringat.
" Ini namanya penindasan adanya unsur kesengajaan," sahut Anna dengan mengusap keringkannya di dahinya.
Sana tiba-tiba mengadakan tangannya ke atas langit yang tiba-tiba basah.
" Hujan!" Teriak Sana.
" Aaaaaaa, huja," mereka semuanya berteriak yang tiba-tiba hujan dan berlari memasuki mobil. Yang mana Athar dengan sengaja menutup atap mobil dan saat mereka membukanya Athar dengan jahatnya menutup pintu mobil.
" Buka pintunya," ucap Anna berteriak. Athar masa bodo.
" Bos Athar buka. Di luar sedang hujan. Bis Athar!" teriak Lisa .
" Hey buka kami bisa basah kuyup di sini. Cepat buka," teriak sana.
" Kak Athar buka. Olive bisa demam kalau terkena air hujan," teriak Olive.
Tidak satupun kata-kata itu di dengarkan Athar. Mereka menggedor-gedor pintu mobil. Namun Athar tidak membukanya sama sekali itu memang adalah kesengajaannya yang memberi pelajaran untuk Anna dan sekutunya.
" Siapa suru menipuku. Rasakan sendiri," batin Athar yang ingin memberi pelajaran untuk. Lisa, Sana, Olive dan terutama Anna.
Mereka semua tidak bisa berlindung dari derasnya air hujan yang datang tidak di undang. Karena sudah terlanjur basah akhirnya wanita-wanita itu mandi hujan. Malah mereka bermain hujan berputar-putar seakan tidak peduli basah kuyup atau tidak. Toh sudah kadung juga.
Layaknya seperti bocah di mana semuanya mencari-cari di bawah guyuran air hujan dengan saling bercandaan, berputar-putar saling tarik di belakang mobil Athar. Anna, Olive, Lisa dan Sana seperti tidak punya beban dan begitu menikmati bahagia kecil yang mereka lewati bersama.
Athar melihat dari kaca spionnya. Di antara ke-4 wanita itu, satu yang mencuri perhatiannya yang apa lagi jika bukan Anna. Di mana mata Athar hanya fokus pada Anna yang terlihat begitu berbeda.
Tidak tau kenapa matanya tidak bisa lepas untuk tidak menatap Anna yang terlihat bahagia. Yang bermain-main dengan air hujan. Bahkan terukir senyum tipis di wajah Athar karena hanya melihat Anna.
Tidak pernah terjadi. Ini terjadi sekali seumur hidupnya yang melihat terus Anna dan sepertinya Athar sedang bermain hati kali ini. Jika wajah itu bisa mengeluarkan senyum yang pasti ada hati yang di libatkan.
__ADS_1
Bersambung