Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 241 Di selamatkan.


__ADS_3

Jennie yang begitu shock dengan matanya yang tertutup dengan napas yang naik turun karena hampir tertabrak. Jennie merasakan ada yang menahan pinggangnya yang mungkin yang menyelamatkannya. Dengan perlahan Jennie membuka matanya dan melihat tangan siapa yang menahan pinggangnya dan lengan kokoh siapa yang di pegangnya agar tidak jatuh.


Mahendra. Ternyata Mahendra yang menyelamatkan Jennie yang menarik Jennie dan sekarang ada di depannya. Menahan tubuh Jennie dengan satu tangannya memegang pinggang itu yang mana Jennie setengah kayang yang tangannya memegang lengan Mahendra dan wajah mereka yang saling berdekatan.


Jennie begitu terkejut melihat Pria tampan yang ada di hadapannya itu. Bahkan jantungnya lebih kencang berdetak saat melihat pria itu ketimbang saat dia hampir kecelakaan.


" Mahendra," batin Jennie yang tampaknya mengenal pria itu.


Pria yang mengeluarkan aura dingin yang menatap wajahnya tidak berkedip sama sekali.


Ke-2nya masih tetap saling menatap yang sepertinya memang ke-2nya saling mengenal. Lama saling melihat akhirnya membuat Jennie sadar dan dengan cepat menegakkan tubuhnya dan Mahendra pun melepaskan tangannya dari pinggang Jennie.


" Terima kasih!" ucap Jennie dengan suara gugupnya yang terlihat merapi- rapikan pakaiannya yang tidak berantakan.


" Kau tidak apa-apa?" tanya Mahendra dengan suara beratnya.


" Aku tidak apa-apa. Terima kasih sekali lagi. jawab Jennie dengan suara datar, " permisi!" ucap Jennie yang akhirnya pergi dari hadapan Mahendra yang sepertinya tidak ingin berlama-lama dengan Mahendra.


" Jennie!" panggil Mahendra dan Jennie yang mendengarnya tidak berhenti sama sekali. Malah semakin mempercepat jalannya menuju mobilnya dan Mahendra hanya melihat wanita itu yang sepertinya berusaha untuk menghindarinya.


" Kenapa kau pergi begitu saja. Seakan aku adalah penjahatnya sampai kau tidak mau bicara padaku sebentar saja," ucap Mahendra dengan wajah dinginnya yang melihat mobil Jennie melaju kencang.


" Siapa orang yang ingin mencelakaiinya. Aku jelas melihat mobil itu menunggunya. Masalah apa yang di hadapi Jennie sampai ada yang ingin mencelakainya," batin Mahendra yang terlihat begitu khawatir terlihat dari wajahnya.


" Lalu apa aku harus mencampurinya. Tidak aku tidak harus mencampurinya. Aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa. Kami sudah berakhir," ungkapnya tiba-tiba yang sepertinya ada pergejolakan dan saling membantah di dalam di hatinya.

__ADS_1


Mahendra mengusap wajahnya dengan kasar. Lalu meninggalkan tempat itu yang tidak ingin berpikir apa-apa.


***********


Apa yang terjadi tadi pada Jennie membuat Jennie kepikiran. Di mana sekarang dia sudah berada di dalam mobilnya yang menyetir dengan wajahnya yang kelihatan berpikir keras.


" Aku sudah menduganya. Semua ini ulah Gibran. Dia benar-benar ingin berperang denganku," umpat Jennie dengan kesal.


Dengan cepat Jennie memang mengetahui siapa yang sengaja ingin menabraknya. Ya Gibran yang memang perlakukannya. Namun tetap Gibran begitu bodoh sampai dengan mudah Jennie mengetahui dengan cepat.


" Kurang ajar kau Gibran. Aku benar-benar akan membuat perhitungan kepadamu. Kau benar-benar tidak bisa di ampuni," batin Jennie dengan penuh dendam pada Gibran.


" Untung aja aku selamat dan iya. Mahendra kenapa dia bisa ada di sini. Dia menyelamatkan ku," batin Jennie yang kepikiran Pria menyelamatkannya tadi dan bahkan mengingat tatapan Mahendra kepadanya.


" Argghhh, sudahlah Jennie kau jangan memikirkannya. Sebaiknya yang kau pikirkan menghadapi Gibran yang terus melewati batasnya. Pria kurang ajar. Pengecut," makinya dengan penuh emosi.


***********


" Sial, kenapa aku gagal menghabisinya. Wanita itu benar-benar banyak nyawa. Siapa yang menyelamatkannya. Jika seperti ini aku tidak akan pernah bisa Menyinggirkan nya. Dia sudah menghinaku. Menganggapku remeh. Aku tidak akan melepaskanmu Jennie. Kau lihat Jennie kali ini kau bisa lolos. Tetapi setelahnya kau akan melihat apa yang akan aku lakukan. Aku benar-benar akan mengirimku ke neraka jahanam," ucap Gibran dengan wajahnya yang penuh rencana. Sorot matanya yang tajam yang benar-benar mempunyai dendam besar pada Jennie.


" Aku harus mencari tau siapa Pria yang menyelamatkannya itu yang sudah membuat rencanaku berantakan. Dasar Pria pengganggu," umpatnya yang kembali memukul stir mobil beberapa kali.


**********


Jakarta.

__ADS_1


Akhirnya Athar dan Anna sudah kembali sampai di Jakarta. Merekapun berpisah. Anna yang pulang ke rumahnya dan Athar juga pulang ke rumahnya. Tadinya Athar tidak ingin kembali kerumah itu. Karena belum siap bertemu dan bicara dengan papanya.


Namun Anna menyuruhnya dan bicara pada Athar dengan kepala dingin mencoba menasehati Athar agar tidak egois dan harus menyelesaikan masalahnya dengan keluarganya.


Setelah mendapat pencerahan dari Anna. Athar pun menuruti Anna. Ya sangat jarang orang seperti Anna memberi orang motivasi dan mungkin Athar pertama kali yang mendengar kata-kata bijak dari wanita yang tidak pernah serius itu.


Akhirnya Athar hanya mengantarkan Anna pulang kerumahnya dan dia pulang kerumahnya.


Anna berdiri di depan perumahan itu dengan kepalanya mendongak ke atas melihat lantai demi lantai rumah susun itu. Dengan senyumnya yang menghiasi wajahnya.


" Aku benar-benar merindukan rumahku. Ya ampun sudah berapa lama ya aku tidak berada di dalam istana ku itu," gumamnya yang langsung berjalan cepat menaiki anak tangga yang begitu ingin cepat-cepat memasuki rumahnya dengan jalan yang melenggang kekanan dan kekiri yang tidak sabaran untuk memasuki rumahnya dan merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya.


Begitu sampai di depan rumahnya dengan semangatnya Anna langsung membuka pintu dengan cepat.


" Supraise," tiba-tiba Anna di kejutkan dengan kehadiran, Sana, Lisa dan Olive yang ricuh di depan pintu dengan meniup terompet membuat telinga Anna hampir pecah dan Sana yang berdiri di tengah dengan memegang kue lengkap dengan lilinnya yang perasaan dia tidak ulang tahun dan belum lagi ke-3 wanita itu memakai topi kerucut yang layaknya memang ada yang ulang tahun yang membuat Anna bingung.


" Welcome to Home," teriak Lisa dengan suara cemprengnya.


" Kalian kok ada di sini?" tanya Anna heran, " dan ini apaaan lagi. Kenapa ada kue-kue segala, memang siapa yang ulang tahun?" tanya Anna dengan kesal.


" Memang tidak ada yang ulang tahun ini itu penyambutan kamu karena sudah kembali ke istana yang indah oni dan juga ucapan selamat untuk kamu," sahut Olive.


" Selamat atas apa," sahut Anna dengan menautkan ke-2 alisnya dengan garuk-garuk kepala heran dengan teman-temannya itu.


" Sudah jangan banyak tanya, ayo masuk dan kita tiup lilin," Lisa langsung menarik Anna memasuki rumah tersebut. Yang mau tidak mau Anna mengikut saja. Walau dia masih bingung dengan teman-temannya yang juga sudah beberapa hari tidak di temuinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2