Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 149 Gibran Anna ribut.


__ADS_3

Perusahaan Glossi sedang sibuk-sibuknya untuk menentukan 5 besar yang akan terpilih dalam pengeluaran produk dari perusahaan Glossi.


Athar juga sibuk dengan banyaknya pertemuan dengan beberapa kliennya dan juga rapat di Luar Negri yang mana Athar hanya pergi bersama Jennie untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya.


Namun sibuknya Athar pikirannya tidak fokus. Dia memikirkan pertunangan yang tidak bisa di kendalikan nya dan pasti itu akan terjadi dan di sisi lain tidak tau kenapa Athar memikirkan Anna.


Tiba-tiba saja Anna terlintas begitu saja di dalam pikirannya yang membuatnya tidak fokus dan beberapa kali Jennie harus menyenggol Athar untuk tetap fokus pada apa yang di bicarakan. Athar hanya menganggukkan saja kepalanya.


Sementara Anna di ruangannya tetap fokus pada laptopnya yang mana dia mulai serius dalam pekerjaannya dan mempersiapkan segala pekerjaan dengan cepat. Walau Anna mulai merasa sepi. Mungkin sudah beberapa hari ini tidak Athar yang menegurnya dan memarahinya dan sepertinya Anna merindukan momen-momen singkat itu.


Tapi Anna niatnya untuk bekerja dan tetap fokus pada pekerjaannya. Agar bisa memberikan yang terbaik. Dan dia berusaha menutupi sesuatu di dalam perasaannya yang tidak bisa di tebak dan belum dapat di mengerti olehnya.


**********


Banyaknya pekerjaan di perusahaan harus membuat Anna pulang larut malam dan Anna keluar dari ruangannya wajah dan tubuhnya yang sudah kelelahan dan langsung berpapasan dengan dengan Gibran yang sengaja berdiri di depan ruangannya dan sepertinya sedang menunggunya.


" Ada apa?" tanya Anna dengan ketus pada Gibran. Namun Gibran mendengus kasar melihat Anna dengan tersenyum sinis.


" Kenapa melihatku seperti itu. Matamu bisa ku colok," sahut Anna dengan kesal yang mengarahkan 2 jarinya pada Gibran.


" Aku hanya kasihan dengan wanita yang menyedihkan sepertimu. Apa hari-hari mu seburuk itu. Ya kau akan di sadarkan dengan kenyataan di mana kau harus tau diri. Jika selingkuhanmu itu akan bertunangan dengan wanita yang tidak selepel denganmu," ucap Gibran dengan tatapan mengejek pada Anna. Namun Anna membalas semua itu dengan senyuman yang santai.

__ADS_1


" Aku sudah menduga. Pendidikan yang kau ambil memang bukan untuk perusahan ini. Tetapi pendidikan yang kau ambil hanya untuk orang jalanan yang suka mengusik kehidupan orang lain. Aku tidak tau jika jurusan itu ada. Hmmm Namananya saja hanya sebagai Anak pertama. Nyatanya anak pertama yang tidak tidak anggap di perusahan ini. Adiknya jauh lebih unggul. Karena adiknya melakukan sesuatu pakai otak. Bukan seperti dirimy yang hanya bisa berkata-kata tidak jelas yang tidak sesuai dengan kata-kata yang tepat untuk seorang yang terpelajar," ucap Anna dengan sinis membalas ucapan Gibran dengan kata-kata yang santai. Yang pasti kata-kata itu membuat Gibran emosi.


" Apa yang kau bicarakan. Berani sekali kau membandingkan aku dengan anak haram itu," sahut Gibran menekan suaranya dengan penuh kemarahan.


" Anak haram katamu. Jika dia anak haram. Tidak mungkin dia menjadi seseorang pria yang hebat yang pasti dia lahir dari wanita yang berakhlak baik. Makanya anaknya seperti itu dan sama dengan Olive yang juga lahir dari wanita yang baik dan aku tidak tau wanita mana yang melahirkan mu sehingga menjadikan mu sebagai pria dengki seperti ini. Dia pasti sangat menyesal karena sudah melahirkan anak seperti mu. Kasihan ibumu yang melahirkan dirimu. Pak Derry sangat baik dan tidak sepertimu. Jadi aku sudah pastikan ibumu pasti sangat sedih melihat anaknya seperti ini," ucap Anna menekankan tanpa takut sedikitpun pada Gibran yang sudah naik darah.


" Anna berani sekali kau bicara seperti itu kepadaku!" teriak Gibran dengan menekan suaranya.


" Kenapa kau marah. Kau yang datang menemuiku dan mengataiku yang tidak-tidak. Baru di katakan begitu saja kau sudah marah. Apa perkataanku benar," sahut Anna dengan santai.


" Kau benar-benar selingkuhan yang paling hebat. Kau seakan seperti wanita yang suci. Namun kau bermain di belakang kakakmu sendiri. Dan sekarang berkata seperti ini. Kau tau kau itu wanita yang paling rendah, najis dan sangat hina. Kau bukan tandinganku wanita hina, jadi percuma aku bicara kepadamu," desis Gibran yang bicara dengan keji pada Anna dan Anna mendengarnya hanya mengepal tangannya.


Gibran meludah di samping Anna dengan membuat Anna sesak dengan napasnya yang naik turun. Dan Gibran langsung pergi.


" Aku sama sekali bukan selingkuhan Athar dan aku tidak sehina itu. Tetapi kau yang paling hina yang hanya demi kekuasaan kau ingin membunuh adikmu sendiri," ucap Anna membuat Gibran mendengarnya melotot yang terkejut dengan kata-kata Anna.


Gibran langsung membalikkan tubuhnya dan langsung mendekati Anna dengan mencengkram tangan Anna dengan kuat.


" Apa maksud bicaramu," ucap Gibran dengan menekan suaranya yang menatap Athar tajam.


" Kenapa kau sepanik ini. Ada apa denganmu, bukannya tadi kau sangat santai," sahut Anna dengan santai.

__ADS_1


" Jangan main-main denganku Anna," ucap Gibran yang seakan takut jika Anna yang seolah mengetahui apa yang di lakukan Gibran.


" Aku tidak takut tidak takut padamu. Kau yang mengusik hidupku. Jadi kau yang jangan main-main denganku," ucap Anna yang kembali mengancam Gibran.


Cengkraman tangan Gibran semakin kuat pada Anna dengan mata mereka yang saling menatap dengan menantang.


" Tidak mungkin wanita sialan ini tau," batin Gibran dengan paniknya.


" Lepaskan tanganku brengsek!" desis Anna yang melepaskan tangannya dari Gibran dan Anna mengusap pergelangan tangan yang sudah memerah itu.


" Bocah sepertimu jangan merasa paling hebat. Kau pikir aku takut kepadamu. Kau dengar ya wanita rendahan. Kau bukan tandinganku. Jadi jangan ikut-ikutan dalam urusanku. Jika tidak kau akan tau sendiri akibatnya," ucap Gibran memberi ancaman dan langsung pergi.


Kepergian Gibran membuat Anna menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dengan hembusan napas yang sama sekali tidak stabil.


" Apa dia pikir aku takut kepadanya dasar pengecut," ucap Anna yang mengatur napasnya dengan teratur. Dadanya terasa sesak dengan kata-kata Gibran yang mengatainya dengan seenaknya.


Ting.....Tiba-tiba pesan wa masuk kedalam hpnya.


..." Kau sama dengan anak haram itu. Ya kalian memang sangat cocok. Kau juga wanita yang lahir dari wanita yang tabiatnya sama denganmu. Pantesan Om Chandra menikah dengan Tante Amelia. Aku sudah menduga karekter ibu kandungmu pasti sepertimu. Dan pantas untuk di campakkan. Karena jauh lebih murahan. Ibumu yang murahan itu yang tidak ada apa-apanya di bandingkan Tante Amelia. Dan anaknya sama saja,"...


Pesan masuk dari Gibran membuat Anna rasanya ingin berhenti bernapas yang mana Gibran telah menghina ibunya dan membandingkanya dengan ibu tirinya. Air mata Anna menetes di layar ponsel itu.

__ADS_1


" Kurang ajar kau Gibran beraninya kau menghina ibuku. Kau boleh menghinaku. Tetapi tidak dengan ibuku," batin Anna yang tampak tidak terima dengan kata-kata Gibran yang melukai perasaannya.


Bersambung


__ADS_2