
Setelah liburan sebentar di Bali akhirnya mereka sudah kembali ke Jakarta dan sudah ke rumah masing-masing.
Anna dan Aurelia sedang sarapan bersama sebelum memulai aktivitas mereka. Namun terlihat Aurelia yang terlihat fokus dengan handphonenya.
"Kakak kenapa. Kok Anna perhatikan kayak gelisah gitu?" tanya Anna yang melihat kakaknya tidak nyaman.
"Kakak hari ini seharusnya ada pertemuan dengan Bu Siwi. Desainer terkenal itu. Namun tiba-tiba dia membatalkannya dan kakak lagi menghubungi Derry. Kenapa bisa di batalkan secara tiba-tiba. Hanya saja Derry belum merespon sejak tadi chat kakak. Hal itu membuat kakak kepikiran dan kamu tau sendiri Bu Siwi itu adalah orang yang kakak tunggu selama ini untuk bekerja sama," ucap Aurelia yang menceritakan kegelisahannya.
"Mungkin saja Derry banyak pekerjaan. Jadi belum sempat untuk balas chat kakak," sahut Anna berpikiran positif sembari memakan sarapannya.
"Sesibuk apapun Derry. Dia tidak pernah lama membalas chat ku. Apa lagi tidak mengangkat telpon ku," sahut Aurelia.
"Ya buktinya dia tidak mengangkat telpon kakak. Itu berarti dia memang sibuk," ucap Anna.
"Kesibukannya hanya mengurusiku saja Anna. Mana mungkin Derry sibuk dengan hal lain," ucap Aurelia.
"Kak tidak ada alasan Derry untuk sibuk mengurusi kakak. Kakak dan dia tidak punya hubungan apa-apa dan iya mungkin saja Derry sibuk dengan hal lain. Aku aja sama Athar yang pacaran. Terkadang Athar lama membalas pesanku. Apa lagi kakak yang tidak ada hubungan apa-apa. Walau kakak dekat dengan Derry. Tetapi dia punya kesibukan sendiri. Karena mungkin menghabiskan waktu sia-sia," ucap Anna yang santai namun kata-kata Anna mampu membuat Aurelia berpikiran serius.
"Apa maksud kamu Anna?"tanya Aurelia. Anna mengangkat kepalanya melihat ke arah Aurelia.
"Maksud apa?" tanya Anna heran.
"Tidak ada lupakan," sahut Aurelia yang tidak ingin membahas hal itu.
"Kakak duluan!" ucap Aurelia langsung berdiri dengan mengambil tasnya dan langsung pergi meninggalkan meja makan.
"Maaf jika kata-kata ku membuat kakak tersinggung. Aku hanya ingin kakak menyadari bagaimana perasaan Derry kepada kakak dan seharusnya kakak tidak bertanya-tanya kenapa Derry mengacuhkan kakak dan memproitas kakak lagi. Aku juga ingin Derry tidak sia-sia dalam hidupnya," batin Anna yang sengaja menyinggung kakaknya agar kakaknya menyadarinya.
Anna juga sebenarnya heran dengan ke anehan Derry beberapa hari belakangan ini. Anna juga memperhatikan semuanya. Betapa ketusnya Derry pada Aurelia. Anna tidak mempertanyakan hal itu pada Derry. Karena Derry punya hak atas apa yang ingin di lakukannya.
"Di mana Aurelia Anna?" tiba-tiba Maya datang.
"Sudah berangkat duluan mah," jawab Anna.
"Kok tumben tidak menunggu Mahendra?" tanya Maya heran yang sudah duduk dan mengisi piring dengan nasi goreng.
"Aku juga tidak tau mah," jawab Anna yang malas berpikiran. Namun tiba-tiba Anna melihat sang mama yang mana Anna tiba-tiba memikirkan sesuatu.
"Hmmm, oh iya mah. Mama sudah kenal Mahendra berapa lama?" tanya Anna.
"Tumben kamu menanyakan hal itu," sahut Maya heran.
"Hanya ingin tau saja. Mama sangat percaya padanya pasti mama mengenalnya cukup lama," sahut Anna.
"Tidak juga Anna. Mama mengenal Mahendra baru 3 tahun sampai detik ini," jawab Maya.
"Lalu kenapa mempercayainya secepat itu yang memegang semua Perusahaan mama?" tanya Anna.
"Anna Mahendra itu datang ke Perusahaan mama dengan hanya menjadi karyawan saja. Namun mama melihat kinerjanya sangat bagus dan bahkan dia yang mengelolah Perusahaan mama dan dia lebih tau malahan dari pada mama ya sepertinya dia memang sangat cerdas," jelas Maya.
"Mama tau latar belakangnya?" tanya Anna.
"Waktu itu dia minta pekerjaan pada mama. Karena katanya tidak ingin menyusahkan orang tua. Jadi .Ama juga tidak tau begitu dalam tentangnya. Tetapi bagi mama dia sangat hebat dan ya Alhamdulillah Perusahaan kita bisa di jaga olehnya. Dia sudah seperti orang yang berpengalaman dalam mengurus Perusahaan. Padahal hanya karyawan biasa," jelas Maya sembari makan.
"Seperti berpengalaman. Kenapa aku berpikiran jika Mahendra bukan orang sembarangan. Tetapi jika dia bukan orang sembarangan kenapa mau menjadi bawahan mama dan jika ada niat untuk yang lain aku rasa tidak toh selama ini Perusahaan aman-aman saja. Huhhhhhh, sebenarnya siapa Mahendra dan hubungannya dengan Bu Jennie seperti apa. Kenapa aku jadi penasaran sekali," batin Anna yang kepikiran dengan Mahendra.
"Memang ada apa Anna?" tanya Maya yang melihat Anna bengong.
"Tidak apa-apa mah," jawab Anna bohong. Karena mama mungkin dia mengatakan ada sesuatu. Apa lagi masalah dengan Jennie.
"Atha belum datang?" tanya Maya.
"Mungkin sebentar lagi," jawab Anna.
"Hmmm, begitu rupanya," sahut Maya yang kembali melanjutkan makannya.
**********
__ADS_1
Aurelia berada di ruangannya yang sibuk mendesain beberapa pola di dalam buku gambarnya.
Tiba-tiba Aurelia memegang perutnya yang tiba-tiba saja keroncongan.
"Aku kok lapar ya," ucapnya melihat jam di tangannya pukul 2 siang.
"Pantesan lapar, sudah lewat jam makan siang. Tumben benget Derry tidak mengantarkan makanan kepadaku. Dia juga tidak ada bertanya hari ini aku sudah makan apa belum, sudah sarapan atau belum. Kok dia tidak mengabariku hari ini ya. Respon chat ku juga tidak di balas. Sebenarnya dia ngapain sih," gerutu Aurelia yang pusing sendiri.
Biasanya apa-apa Derry selalu mengisi hari-harinya dan sekarang tidak ada dan dia merasakan kekosongan dan seperti tidak terurus. Ya kalau bukan Derry yang mengingatkan dan memaksanya makan siang. Aurelia pasti tidak akan pernah makan dan contohnya saat ini. Baru dia kelaparan.
"Aku cari makan saja dulu baru melanjutkan semua ini," ucap Aurelia yang berdiri dari tempat duduknya dan langsung mengambil handphone dan tasnya. Lalu keluar dari ruangannya.
*********
Derry yang berada di ruangannya yang fokus pada laptopnya dengan jarinya yang cepat dalam mengetik. Derry menoleh kesampingnya melihat handphonnya di sampingnya.
"Apa dia sudah makan!" batin Derry yang ternyata kepikiran Aurelia.
Huhhhhh
"Tidak Derry. Berhenti memikirkan Aurelia..Dia menyukai orang lain dan tidak seharusnya kau berharap banyak kepadanya. Kau harus sadar diri dan berhentilah dalam mengurusinya," batin Derry yang kembali untuk fokus dan tidak mempedulikan Aurelia. Walau sebenarnya dia sangat memperdulikannya.
********
Perusahaan Glossi.
Anna sedang makan siang bersama Athar di dalam ruangan Athar.
"Jadi Bu Jennie sakit!" pekik Anna yang terkejut.
"Iya kamu benar. Semenjak pulang dari Bali kemari dia belum masuk sama sekali. Makanya pekerjaan ku sangat banyak," jawab Athar sembari mengunyah makannya.
"Hmmm aku juga melihat sih, kemarin dia kayak tidak bersemangat seperti itu. Ternyata Bu Jennie tidak baik-baik saja. Aku cukup kaget juga kalau orang seperti Bu Jennie ternyata bisa sakit juga," ucap Anna.
"Kamu itu ada-ada aja Anna. Memang Jennie Super Hiro, manusia baja sehingga tidak bisa sakit. Dia juga manusia bisa sakit," sahut Athar.
"Mungkin karena dia tenggelam,"sahut Athar.
"Anna mengkerutkan dahinya melihat ke arah Athar, " tenggelam maksudnya?" tanya Anna heran.
"Aku tadi menelponya dan ingin mengirim Dokter ke apartemennya. Tetapi dia menolak dan mengatakan tidak apa-apa. Itu semua hanya karena tenggelam kemarin," ucap Derry.
"Bu Jennie tenggelam kok bisa. Memang dia tidak bisa berenang?" tanya Anna dengan wajah shocknya.
"Bisa berenang Anna. Hanya saja Jennie ada trauma sedikit jadi mungkin bermasalah sampai kesana," jelas Athar.
"Trauma apa?" tanya Anna menjadi kepo.
"Taruma di masa kecilnya yang pada intinya. Jennie tidak tahan berlama-lama di dalam air," jawab Athar.
"Ya ampun kasian sekali Bu Jennie. Lalu bagaimana sekarang keradaannya?" tanya Anna yang menjadi khawatir.
"Kalau dia tadi menolak Dokter itu artinya dia baik-baik saja, walau aku tidak yakin sih. Tetapi dia tidak mau di urus. Jadi mana mungkin aku memaksanya," ucap Athar dengan mengangkat ke-2 bahunya.
"Dia juga di Apartemen sendiri, siapa yang mengurusnya. Kasian sekali," ucap Anna yang kepikiran.
"Jangan khawatir nanti pulang bekerja aku akan melihat ke adaannya dan akan merawatnya sebisaku," sahut Athar.
"Tidak bisa," sahut Anna dengan cepat membuat Athar terkejut yang hampir tersedak makanan.
"Enak aja kamu bilang mau merawatnya. Dia itu di Apartemen sendirian. Kamu mau kesana terus berduaan gitu. Enak aja. Nggak boleh," tegas Anna yang langsung posesif membuat Athar mendengus tersenyum.
"Jika bukan siapa lagi," sahut Athar.
"Isssss, pokoknya nggak boleh. Awas ya kalau kamu benar-benar pergi menemuinya. Apa lagi berduaan dengannya di Apartemen. Awas kamu," ucap Anna memberi ancaman pada Athar.
"Baiklah aku hanya akan menelponnya nanti untuk menayakan keradaannya," sahut Athar.
__ADS_1
"Iya. Awas aja kalau sampai kesana. Jika sendirian aku tidak mengijinkannya," ucap Anna.
"Iya sayang, jangan marah-marah mulu kenapa sih," ucap Athar mengusap-usap pipi Anna yang gembul. Karena Anna yang begitu cemberut.
***********
Aurelia ternyata tidak makan siang melainkan langsung ke Perusahaan Glossi untuk menemui Derry. Aurelia dengan langkahnya yang buru-buru berpapasan dengan Olive.
Olive melihatnya dengan sinis dan Aurelia tidak punya waktu untuk meladeni Olive dan memilih langsung pergi begitu saja.
"Issss, sombong sekali. Perusahaan ini emang dia pikir punya dia seenaknya datang. Issss, membuat mataku sakit saja melihatnya," umpat Olive dengan kesal.
Dia punya dendam kesumat dengan Aurelia. Hanya karena masalah Pria. Jadi mau bagaimanapun pasti bawaannya sangat kesal. kalau sudah bertemu dengan Aurelia.
Aurelia sendiri langsung menuju ruangan Derry yang memang Derry yang ingin di temuinya. Aurelia langsung memasuki ruangan Derry tanpa mengetuk pintu.
"Derry!" ucap Aurelia yang berdiri di depan ruangan Derry dengan napasnya yang naik turun.
"Ada apa. Kau membuatku terkejut saja," jawab Derry yang masih fokus pada laptopnya.
Aurelia menghela napasnya dan melangkah menghampiri Derry, "kenapa tidak mengangkat telpon ku. Kenapa mengabaikan ku, chat ku tidak di balas?" tanya Aurelia yang sudah berdiri di depan Derry.
"Pekerjaan ku banyak. Aku tidak pernah membuka handphonnya," jawab Derry ketus.
"Tetapi aku menelponmu dan handphone mu juga ada di sampingmu. Masa iya kau tidak mendengarnya," ucap Aurelia.
"Handphone ku slient. Aku sibuk dan tidak ingin di ganggu," sahut Derry.
"Derry aku hanya ingin bertanya masalah Bu Siwi. Kenapa dia membatalkan pertemuan denganku. Bukannya semuanya baik-baik saja?" tanya Aurelia.
Derry mengangkat kepalanya dan melihat Aurelia.
"Aurelia aku sudah berusaha untuk membuatmu bekerja sama dengannya. Jika tiba-tiba ada sesuatu. Kenapa harus menayakanku. Seharusnya kau tanya diri mu sendiri. Apa yang membuatnya membatalkan pertemuan dengamu," ucap Derry dengan penuh penekanan.
"Aku mana tau Derry. Kau yang berkomunikasi dengannya!" ucap Aurelia menguatkan Volume suaranya.
"Lalu apa itu urusanku," sahut Derry menguatkan suaranya membuat Aurelia cukup kaget.
"Aku sudah berusaha untukmu dan apa selebihnya aku harus tetap mengurusimu. Asal kau tau Bu Siwi bukan hanya membatalkan pertemuan denganmu tetapi juga tidak ingin kerja sama denganmu. Karena apa. Karena kau tidak konsisten. Kau tidak peduli dan menyuruhku untuk mengurus semuanya. Kau pikir aku bawahanmu atau justru kau menganggap aku babumu," ucap Derry yang sudah berdiri dan tidak bisa mengendalikan dirinya.
"Apa yang kau bicarakan Derry. Kenapa kau berkata seperti itu," ucap Aurelia.
"Sudahlah Aurelia. Sekarang kau sebaliknya keluar dari ruanganku. Perusahaan kita dan kau berbeda. Aku dan kau tidak ada kerja sama. Jadi tidak ada pertemuan dan masalahmu dan Bu Siwi aku sudah melakukan semampuku. Jadi sisanya kau yang mengurusnya. Aku tidak bisa terus mengurusimu yang membuat pekerjaan ku berantakan. Satu tahun sia-sia hanya untukmu yang tidak pernah peduli kepada orang lain," tegas Derry dengan penuh penekanan bicara kepada Aurelia.
Hal itu membuat Aurelia terkejut yang tidak percaya. Jika Derry bisa bicara seperti itu kepadanya.
"Apa yang kau katakan Derry. Apa kau menyesal sudah membantuku selama ini. Kita adalah teman. Kenapa kau sejahat ini," sahut Aurelia.
"Kau yang jahat bukan aku jadi jangan menggangguku lagi. Aku tidak mau berurusan dengamu. Kau sudah dewasa dan bisa menyelesaikan masalahmu sendiri," sahut Derry.
"Aku tidak tau apa salahku kepadamu Derry. Kau tiba-tiba cuek padaku. Kau melakukan ini itu, berbohong sana sini dan menghindariku. Dan kau sekarang berkata-kata. Seolah aku penjahatnya. Aku tidak tau apa salahku dan kenapa kau seperti kepadaku," ucap Aurelia yang tidak terasa air matanya keluar.
"Kesalahanmu karena tidak bisa menghargaiku," batin Derry yang tidak melihat Aurelia.
"Jika aku ada salah kepadamu. Aku mohon maaf. Tapi aku mohon jangan seperti ini kepadaku," ucap Aurelia.
"Keluarlah Aurelia. Aku banyak pekerjaan!" usir Derry.
"Derry!"lirih Aurelia. Derry diam dan kembali duduk melanjutkan pekerjaannya yang tidak peduli dengan Aurelia di depannya.
Ternyata keributan di ruangan Derry. Di perdengarkan oleh Anna yang tidak sengaja lewat dan mendengar semuanya.
"Kenapa Derry tiba-tiba seperti itu. Apa jangan-jangan Derry tau lagi kalau kak Aurelia tidak menyukainya dan makanya Derry sudah membatalkan semua rencana lamarannya dan terkesan menghindari kak Aurelia," batin Anna yang tiba-tiba kepikiran.
"Kak Aurelia juga sih. Kenapa tidak pekak-pekak. Padahal Derry sangat baik padanya," batin Anna yang hanya bisa menghela napasnya saja.
Bersambung
__ADS_1