Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 245 Makanan untuk pacar.


__ADS_3

" Kamu ingin mengundurkan diri Anna," sahut Lisa tampak kaget yang memang tidak tau masalah itu.


" Siapa yang menyuruhmu masuk keruanganku," sahut Athar tampak marah pada Marko yang berani memasuki ruangannya.


" Jennie menyuruhku," sahut Marko apa adanya dengan santai. Athar langsung melihat Jennie dengan tajam.


" Aku hanya minta tolong padanya mengambilkan dokumen di mejamu," sahut Jennie langsung menjawab setelan mendapat tatapan itu.


" Apa kau tidak bisa mengambil sendiri?" tanya Athar dengan galaknya.


" Ya ampun kenapa sih pacarku ini marah-marah pagi-pagi gini," batin Anna.


" Aku ada pekerjaan. Jika tidak aku pasti mengambil sendiri," jawab Jennie.


" Alasan saja," sahut Athar. " Keruanganku sekarang!" titah Athar yang pergi begitu saja dengan merapikan jasnya dan terliahat dingin.


Jennie menghela napas dan akhirnya menyusul Athar.


" Begini resiko punya atasan yang super super dingin," ucap Marko geleng-geleng yang juga pergi tetapi lain arah.


Dan Anna sedari tadi melihat punggung Athar yang semakin lama semakin jauh dengan perasaannya yang takut jika Athar marah dan Lisa memperhatikan wajah Anna dengan penuh selidik.


" Ehemm!" Lisa berdehem membuat Anna tersentak kaget dan langsung melihat ke arah Lisa dengan tersenyum.


" Di liatin aja, kayak apa gitu," sindir Lisa.


" Apaan sih, orang aku lihatin bunga itu!" tunjuk Anna mengelak.


" Ohhhhh," sahut Lisa yang pasti tidak percaya.


" Oke Lisa, aku aku mau keruangan dulu. Bye," sahut Anna melambai tangannya dan pergi dari hadapan Lisa. Saat berjalan dia membuang napasnya lega dengan perlahan dan mengusap-usap dadanya.

__ADS_1


" Hmmm kita lihat aja sampai kapan dia akan tahan dengan menyembunyikan hubungan itu. Aku jelas-jelas yakin mereka itu pasti begitu dekat," batin Lisa.


*********


Athar berada di ruangannya terlihat begitu stres dengan pekerjaan yang begitu banyak. Maklumlah dia meninggalkan Perusahaan sudah beberapa hari dari menghampiri Anna ke desa sampai ke Bangkok yang cukup menghabiskan waktu yang begitu banyak hampir 1 Minggu. Walau Jennie mengatasi Perusahaan dengan baik.


Athar juga mengumpulkan banyak bukti-bukti untuk membongkar ke jahatan Gibran yang pasti dia tidak tinggal diam karena sudah menyangkut Anna.


Seperti sekarang ini. Athar melihat di layar laptopnya yang melihat beberapa foto yang di kerim Jennie kepadanya. Di mulai Jennie mendapatkan foto saat Gibran berbicara pada seorang pemuda yang masih di ingat Athar. Pemuda itu adalah yang ingin menusuk Anna saat di perumahan tempat Anna tinggal.


Selain itu banyak juga foto-foto lainnya dengan orang-orang suruhan Gibran mencelakai dirinya maupun Anna.


" Aku benar-benar tidak akan mengampuni mu kali ini. Persaudaraan tidak di libatkan dalam urusan seperti ini. Kau yang memulainya Gibran," umpat Athar dengan kesal dengan mengepal tangannya yang pasti begitu murka pada Gibran.


toko-tok-tok-tok.


" Masuk!" perintah Athar dengan suara sedikit kesal. Pintu di buka ternyata menampilkan Anna dengan wajah cemberutnya.


Athar menghela napasnya kedepan ," Kemarilah!!" Ajaknya dengan lembut.


Anna pun melangkah masuk walau masih begitu kesal dan Athar mematikan laptop itu. Athar mungkin tidak ingin Anna tau masalah tentang Gibran. Tetapi Athar tidak tau aja. Kalau Anna jutru duluan tau. Kalau Gibran itu otak di baliknya terjadi insiden belakangan ini.


" Kayak tidak ikhlas," ucap Anna dengan kesal berdiri di depan meja Athar.


" Siapa tidak ikhlas. Aku pikir siapa tadi," sahut Athar dengan lembut, " jangan cemberut seperti itu. Aku minta maaf kalau sedikit galak," ucap Athar yang mampu membuat Anna mengeluarkan senyum tipis.


" Baiklah, aku akan melupakannya. Sekarang aku datang kemari. Ingin makan siang bersamamu," ucap Anna menunjukkan bekal yang di bawanya. Athar mengkerutkan dahinya melihatnya.


" Itu bekal dari rumah?" tanya Athar. Anna menganggukkan kepalanya.


" Siapa yang memasaknya. Mama kan tidak ada di rumah?" tanya Athar heran. Karena Anjani memang tidak ada di rumah Athar. Jadi jelas dia harus bertanya.

__ADS_1


" Ya akulah yang masak," sahut Anna dengan pedenya.


Athar mendengarnya menelan salivanya dengan 1 alisnya yang naik, " kamu yang memasaknya?" tanyanya memastikan yang ngeri jika Anna masih mengatakan iya.


" Iya Athar, aku memasaknya khusus untuk kamu. Kamu makan ya," ucap Anna mendekati Athar.


Anna berdiri di samping Athar dengan meletakkan kotak bekal itu di atas meja Athar. Athar malah tampak takut melihat kotak bekal itu.


Tidak tau apa yang di masak Anna. Mengingat Anna begitu ceroboh dan sangat minus masalah masak memasak. Bahkan jenis sayuran saja Anna tidak lulus.


" Supraise," ucap Anna dengan semangatnya membuka kotak bekal itu yang membuat Athar semakin takut seperti melihat setan dengan matanya melihat isi bekal itu berupa nasi goreng berwarna hitam mungkin kebanyakan kecap. Denga telur dibilang dadar tidak di bilang mata sapi tidak dan ada pakai hiasan tomat dan timun yang di buat seperti bunga.


Bukannya selera Athar jutru takut memakannya. Athar harus mengingat ke jadian di desa bagaimana dia hampir gila jarena cara memasak Anna yang tidak tau dari planet mana.


Bayangan Athar bisa jadi nasi yang di dalam bekal itu di cuci dengan air sabun dan mungkin bahan lainnya juga iya.


" Kamu kenapa diam. Pasti kamu kagum ya melihat aku memasak ini," ucap Anna dengan percaya dirinya.


" Athar aku itu bangun pagi-pagi agar bisa memasak seperti ini untuk kamu. Aku lihat dari internet caranya. Aku beli sayurannya di pasar. Tadi pagi dan kamu tau tidak pasar itu begitu kotor," ucap Anna menceritakan usahanya itu.


" Berasnya kamu masak bagaimana caranya?" tanya Athar harus benar-benar harus tau komposisi semua bahan itu sebelum di makannya. Dia tidak mau mengambil resiko apa-apa untuk kesehatannya yang mungkin bisa keracunan.


" Oh, ini pakai nasi tetangga aku," jawab Anna santai.


Athar langsung melotot melihat Anna, nasi tetangga," pekik Athar.


" Iya benar, soalnya aku tidak bisa memasak nasi, aku tidak akan mengerti. Nanti kamu ajari aku ya tapi pelan-pelan. Jadi untuk membuat nasi goreng butuh nasi. Makanya aku minta pada tetangga dan katanya itu nasi kemarin. Tetapi untuk nasi goreng cocok katanya," jelas Anna lagi membuat Athar tersedak.


" Nasi kemarin?" tanya Athar lagi berusaha salah dengar.


" Iya Athar, tetapi masih bagus kok. Dan iya telurnya aku juga membuatnya susah payah. Sudah berapa banyak telur di rumah terbuang. Tidak bisa sesuai seperti di gambar ada kuningnya di tengah jadi hanya itu yang bisa. Tidak apa-apa lah dan lihat ukiran tomat dan timunnya. Cantik bukan. Aku berusaha membuatnya dengan mencetak pakai kertas," jelas Anna dengan pedenya menceritakan semua hasil kerjanya. Sementara Athar sampai tidak bisa berkata-kata lagi mendengarnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2