Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 250


__ADS_3

Anna merasa ngeri dengan perkataan Athar yang membicarakan Gibran yang hanya demi kekuasaan bisa seperti itu.


" Ya ampun kejam sekali dia. Bukannya dia adalah saudara mu kenapa bisa sampai berbuat seperti itu. Seharunya walaupun saudara tiri tidak perlu seperti itu," ucap Anna yang tidak habis pikir dengan Gibran.


" Jika sudah berurusan dengan kekuasaan maka manusia bisa gelap mata dan kata saudara itu bahkan tidak ada lagi. Mau saudara kandung ataupun tiri. Begitu juga dengan apa yang akan sekarang di alami Gibran semua karena ambisinya yang bersaing denganku yang ingin mengambil posisi ku," jelas Athar.


" Apa dia ingin menjadi bos di Perusahaan?" tanya Anna.


" Bukan hanya ingin menjadi bos. Melainkan dia juga ingin memiliki perusahaan," ucap Athar.


" Sebegitunyya dia, padahalkan tidak seharusnya seperti itu. Lagian dia juga tidak punya kemampuan apa-apa. Seharusnya dia tidak sampai seperti itu," sahut Anna.


" Anna kekuasaan itu tidak berdasarkan kemampuan. Karena memang begitulah seseorang yang punya niat jahat dan serakah. Bukan berdasarkan kemampuan berdasarkan otak. Tetapi justru kemampuan berdasarkan akal yang jahat," ucap Athar dengan lembut menerangkan kepada Anna.


Apa yang di katakan Athar membuat Anna begitu ngeri. Sampai raut wajahnya sedih dan langsung memeluk Athar.


" Kalau begitu dia akan melakukan kejahatan terus dan kamu bisa kenapa-kenapa. Pasti dia akan melakukan hal yang jauh lebih parah lagi nanti," ucap Anna yang begitu khawatir pada Athar. Athar mengusap-usap punggung Anna yang mana kepala wanita itu berada di dadanya.


" Aku sudah mengatakan Anna aku tidak akan apa-apa. Aku hanya akan mengkhawatirkan mu," ucap Athar mengeratkan pelukannya pada Anna.


" Tapi aku tetap khawatir denganmu. Aku sangat tau bagaimana orang yang gila dengan harta. Tidak jauh dari papa yang juga ingin kehidupan yang enak. Sampai melakukan semuanya di luar nalar bahkan tidak peduli apapun. Seperti yang kamu bilang akan menjadi gelap mata. Sedangkan pada anak kandungnya saja bisa seperti itu. Apa lagi kamu hanya saudara tiri," ucap Anna yang memang sangat berpengalaman dengan hal itu. Karena orang di sekitarnya mengalami hal itu.


" Iya. Tapi kamu jangan khawatir aku benar-benar tidak akan apa-apa," ucap Athar.


Anna melonggarkan pelukannya dan melihat Athar.


" Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" tanya Anna yang ingin mengetahui tindakan Athar setelah ini.


Athar mengenal napasnya, " pertama aku akan terus berada di dekatmu. Aku tidak akan membiarkan kamu lolos dari pandanganku. Aku akan terus mengawasimu dan yang ke-2 aku tidak akan melakukan apa-apa. Aku akan menyelesaikan proyek itu dulu. Baru bertindak padanya yang pasti Jennie akan mengurus semuanya," jelas Athar.

__ADS_1


" Bukannya dia juga ingin mencelakai Bu Jennie. Jadi pasti Bu Jennie akan kenapa-kenapa. Kalau harus Bu Jennie yang melakukannya," ucap Anna yang mengkhawatirkan Jennie.


" Kamu terlalu meremehkannya. Asal kamu tau dia itu begitu pintar dan juga sangat hebat. Jadi dia tidak akan apa-apa. Masalah Gibran itu hal yang kecil untuknya," ucap Athar yang sudah tau bagaimana Jennie dan memang pasti bisa di andalkan nya.


" Kau tulus sekali memujinya," sahut Anna yang tiba-tiba kesal. Membuat Athar menautkan ke-2 alisnya menatap Anna dengan heran.


" Ada apa ini. Kenapa wajahmu tiba-tiba kesal?" tanya Athar.


" Tidak ada apa-apa. Dia mungkin sangat sempurna makanya bisa di puji olehmu dengan wajah yang begitu mengagumi ya tidak sepertiku yang ke ahliannya hanya bikin rusuh," ucap Anna tampak cemberut.


Athar mendengus kasar melihat Anna yang terlihat kesal membuat Athar memegang dagu itu mengarahkan wajah wanitanya untuk melihat wajahnya, " apa kau sedang cemburu?" tanya Athar.


" Tidak!" bantah Anna dengan mengelak.


" Anna, aku mengenal Jennie sudah sangat lama. Dia itu sahabat, dan juga rekan kerja. Jadi jelas aku tau semua keahliannya dan memang kerjanya sangat bagus," ucap Athar sedikit penjelasan.


" Jadi benar wanita cantik ini sedang cemburu," goda Athar dengan tersenyum menatap wajah Anna sembari mengusap pipinya.


" Siapa yang cemburu. Aku hanya menekankan kalau Pria dan wanita itu. Tidak akan bisa bersahabat. Dan tidak ada hubungannya denganku. Cemburu atau tidak," tegas Anna.


" Lalu bagaimana aku dengan Aurelia. Kami juga sahabat dan bahkan kuliah di tempat yang sama dan tinggal di gedung yang sama. Aku tidak mempunyai perasaan kepadanya," ucap Athar menyinggung Aurelia.


" Kak Aurelia beda. Kan dia bukan Bu Jennie," sahut Anna tampak membesarkan masalah dan ingin melepas pelukannya dari Athar karena terlihat kesal dengan Athar masih membela Jennie.


Namun Athar menariknya dan membuatnya kembali berada di dada bidangnya dengan wajah Anna yang begitu dekat dengan Athar.


" Anna aku tidak mempunyai perasaan apa-apa pada Jennie atau Aurelia. Sekali pun aku tidak bertemu denganmu. Ada Jennie dan Aurelia di sisiku. Kamu bisa melihat tidak satu dari mereka yang bisa membuatku jatuh cinta. Anna Jennie mungkin begitu sempurna dalam bidang ini dan itu. Tetapi bagiku kamu lah yang sempurna," ucap Athar.


" Bagaimana mungkin kamu mengatakan aku sempurna. Kemarin kamu mengatakan aku itu wanita yang tidak punya ke ahlian Semarang sempurna. Pintar sekali berbohong," sahut Anna sewot.

__ADS_1


" Keahlian itu dari bidang yang lain. Dan paling utamanya ke ahlian kamu berhasil memikat ku. Membuatku jatuh hati padamu. Nyaman bersamamu, itulah ke ahlianmu yang tidak di miliki siapapun," ucap Athar dengan tulus yang menatap dalam-dalam Anna. Namun kata-kata manis itu tampaknya tidak mempan untuk Anna.


" Jangan memikirkan apa-apa Anna. Aku sangat mencintaimu dan dengan kamu telah berada di hidupku, bisa membuat hidupku berwarna dan kamu juga adalah kesempurnaan hidupku," ucap Athar.


Anna hanya diam mendengarnya yang menatap mata Athar dalam-dalam.


Cup. Athar mengecup bibir Anna sekilas.


" Issss, kau ini!" kesal Anna mengusap bibirnya. Sepertinya Anna benar-benar begitu marah.


" Benar-benar marah?" tanya Athar melepas tangan yang mengusap bibir itu. Anna diam dan terlihat tidak peduli.


Cup Athar mengecup lagi.


" Aku hanya mencintaimu," ucap Athar setelah melepas ciuman itu.


Anna yang diam lama-lama tersenyum tipis.


" Aku mencintaimu Anna. Kau itu segalanya untukku," lanjut Athar yang terus mengungkap isi hatinya.


" Apa kau tidak mencintaiku?" tanya Athar menatap intes wanita di depannya. Anna menghela napasnya dengan mengusap pipi Athar yang tampak terluka.


" Aku juga mencintaimu," jawab Anna kembali memeluk Athar erat.


" Aku menyukai jika kamu cemburu seperti ini," ucap Athar.


" Aku tidak cemburu yang tadi hanya akting saja," sahut Anna dengan tersenyum di pelukan Athar.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2