Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 125 insiden mengerikan.


__ADS_3

Tiba-tiba Athar melihat ke arah Anna yang tetap berdiri di depan warung itu dengan meneguk minuman yang di beli Anna. Tetapi


Athar tiba-tiba Athar melihat 2 orang pemotor yang melintas kencang yang membawa senjata tajam berupa golok. Athar melihatnya kaget dengan matanya yang terbuka lebar. Yang mana 2 orang pemotor itu mengarah pada Anna.


" Anna!" lirih Athar yang langsung berdiri.


" Ada apa kak Athar?" tanya Olive heran dengan wajah kakaknya yang terlihat schok. Athar tidak menjawab dan bahkan langsung lari yang menyebrangi jalan.


" Kak Athar!" panggil Olive.


" Mau kemana dia?" tanya Sana yang heran dan mereka sama-sama melihat arah tujuan Athar lari yang mana pada arah Anna.


" Anna awas!" teriak Athar saat pemotor itu Hampir melewati Anna dan ingin menebaskan golok itu pada leher Anna. Mendengar teriakan Athar Anna hanya bengong.


Athar mengambil batu dan langsung melempar sang pengendara motor itu yang alhasil membuat motornya oleng dan jatuh tepat di depan Anna.


Anna langsung terkejut dengan 2 orang yang memakai penutup kepala tiba-tiba di depannya. Anna begitu terkejut sampai apa yang di pegangnya terjatuh.


" Menyinggir Anna!" teriak Athar dari sebrang sana yang terus lari. Pria yang jatuh itu mengambil golok yang jatuh dan langsung berdiri dan melangkah mengarah Anna. Anna yang melihat hal itu schock dengan matanya yang melotot hampir bola mata itu keluar.


" Aaaaaaa!" teriak Anna dengan menyilangkannya tangannya di wajahnya untuk melindungi dirinya.


" Anna!" teriak teman-temannya yang menyaksikan hal itu.


Teman-temannya berdiri begitu schock. Hampir saja golok itu menebas leher Anna dan untung Athar datang tepat waktu dan menepis golok itu dengan tangannya dengan menyebabkan telapak tangannya luka dan darah menetes.


Anna menyinggirkan tangannya dari wajahnya dan membuka matanya perlahan dan melihat apa yang terjadi yang ternyata Athar ada di depannya yang menangkis golong yang akan melukainya itu.


" Athar!" Lirih Anna dengan napasnya yang saling memburu.


" Kak Athar teriak Olive yang langsung berlari menghampiri Anna dan Athar yang di susul oleh yang lainnya.


Athar menendang perut Pria itu sehingga tersungkur di tanah. Temannya membantunya dan mereka langsung berdiri dengan cepat dan langsung menaiki motor dan pergi melajukan motor dengan cepat.


" Woy jangan lari," teriak Athar yang mengejar 2 orang itu.

__ADS_1


" Athar cukup!" Anna menghentikan Athar yang ingin mengejar 2 orang yang tidak di kenal.


" Jangan!" cegah Anna dengan wajah paniknya yang matanya fokus pada tangan Athar.


" Kamu tidak apa-apa Anna?" tanya Athar yang begitu panik. Tanpa mempedulikan tangannya yang berceceran darah yang lebih ingin tau bagaimana kondisi Anna. Anna hanya menggeleng yang tidak mengatakan dengan mata Anna fokus pada tangan itu.


" Kak Athar," sahut Olive panik, " ya ampun kak Athar kenapa bisa seperti ini, tangan kakak," ucap Olive panik.


" Aaaaaaa darah," sahut Lisa yang langsung menutup matanya yang sepertinya tidak bisa melihat darah.


" Biasa aja," sahut Sana yang sebenarnya juga begitu ngeri.


" Kamu terluka parah," ucap Anna.


" Aku tidak apa-apa. Ayo pergi dari sini. Tempat ini bahaya," ucap Athar dengan panik dengan menahan rasa sakit.


" Makanan kita bagaimana?" tanya Sana.


" Sudah jangan pikirin makan dulu kita mendingan pulang. Kak Athar juga terluka," sahut Olive yang begitu cemas.


" Ya sudah biar aku bayar makanan dulu," sahut Lisa yang mengambil tindakan dengan cepat dan langsung lari kesebrang jalan untuk membayar apa yang mereka makan. Setelah itu Athar dan yang lainnya buru-buru memasuki mobil.


Athar setuju dan duduk di bangku belakang, Anna juga pindah posisi dan Olive juga duduk di bangku belakang dan Sana duduk di samping Lisa. Athar yang duduk di tengah Olive dan Anna berada di kiri dan kanannya.


" Cepat Lisa," sahut Athar. Lisa mengangguk dan langsung menarik gas mobil dan langsung melaju dengan kecepatan tinggi.


" Apa tidak ada kotak P3K?" tanya Anna dengan panik.


" Ada, ini," sahut Sana yang mencari-cari dan langsung menemukannya dan memberikan pada Anna.


Anna langsung bertindak dengan panik dan serius mengobati tangan Athar yang di bantu oleh Olive. Dengan tangan yang bergetar Anna menumpahkan alkohol ketelapak tangan tangan itu.


" Ahhhhhhhhh," lirih Athar yang kepedihan.


" Kak, Athar tahan sedikit," ucap Olive yang terlihat ketakutan. Athar mengangguk dengan memejamkan matanya yang menahan perih pada luka itu.

__ADS_1


Anna jelas begitu panik. Karena tadi hampir dia yang kenak dan Athar menyelamatkannya.


" Olive ambilkan obat merah!" titah Anna.


Olive mengangguk dan langsung mencari apa yang di minta Anna dan memberikan pada Anna.


Athar terus memperhatikan wajah Anna yang seumur hidupnya baru kali ini melihat Anna dengan serius dan tidak ceroboh seperti biasanya.


" Tahanlah sedikit, ini tidak akan terlalu sakit aku hanya berusaha untuk menghentikan darahnya," ucap Anna yang tetap mengoceh kalau panik. Athar hanya diam dan terus memperhatikan Anna.


" Perbannya!" titah Anna. Olive mengangguk lagi. Dan melilitkan perban pada tangan Athar yang mana semua di lakukan Anna dengan sempurna dan begitu berhasil.


" Ya, ampun kak Athar kenapa bisa jadi seperti ini sih. Siapa mereka sebenarnya," ucap Olive panik.


" Mereka mungkin hanya rampok, jangan khawatir," sahut Athar yang mengarang cerita agar adiknya tidak panik.


" Olive tolong bantu guntingkan," sahut Anna. Olive mengangguk dan langsung mengguntingnya yang mana pekerjaan Anna selesai dengan sempurna yang mengobati luka Athar.


" Apa mereka sedang mengikuti kita!" ucap Sana tiba-tiba yang melihat dari kaca spion. Mendengar apa yang di katakan Sana membuat Athar, Anna, dan Olive melihat kebelakang.


Mereka kaget melihat beberapa pemotor yang melaju kencang dan salah satu orang yang mengendarai itu adalah orang yang tadi menyerang Anna. mereka begitu terkejut yang mana memang mobil mereka sedang di ikuti.


" Itu memang orang yang tadi," sahut Anna yang panik.


" Mereka mengejar kita," sahut Olive kepanikan.


" Lisa lebih kencang lagi!" titah Athar.


Lisa mengangguk dan menarik gas mobil menyetir dengan kecepatan tinggi untuk menghindari orang-orang itu.


" Siapa mereka, mana mungkin maling?" tanya Olive semakin panik.


" Jangan dilihat, perhatikan pintu di samping kalian dan pastikan terkunci dengan baik!" Perintah Athar dengan tegas.


Mereka mengangguk dan menuruti apa kata Athar. Anna juga memeriksa bagian pintu di sampingnya.

__ADS_1


" Sial, mereka benar-benar ingin menyerang, apa yang harus aku lakukan," batin Athar yang terlihat panik dan juga khawatir. Dia juga harus melindungi 4 wanita dan belum lagi tangannya bermasalah.


Bersambung


__ADS_2