
Anna yang memang yang begitu happy terus berjalan dengan langkahnya lenggok kiri lenggok kekanan itu. Tidak sengaja Anna berpapasan dengan Jennie.
" Selamat pagi Bu Jennie," sapa Anna dengan senyum lebarnya.
" Selamat pagi Anna. Apa kamu baik-baik saja?" tanya Jennie.
" Hmmm, seperti yang ibu lihat saya itu baik-baik saja dan bahkan sangat baik," sahut Anna dengan semangatnya hari ini bekerja.
" Syukurlah kalau begitu. Kamu persiapkan juga kesehatan kamu untuk 2 hari kedepan. Kamu taukan kamu dan teman-temanmu kamu akan membuat desain dalam bentuk jadi harus benar-benar kamu persiapkan," ucap Jennie memberikan Anna saran.
" Siap Bu Jennie. Bu Jennie jangan khawatir semuanya akan aman terkendali," sahut Anna dengan mengajukan jempolnya.
" Bagus kalau begitu. Sukses ya untuk kamu. Saya permisi dulu," sahut Jennie menepuk bahu Anna. Anna mengangguk tersenyum dan langsung pergi.
" Hmmm, aku akan berusaha agar bisa menang dan paling tidak aku mendapatkan uang lagi," ucap Anna dengan semangatnya dan langsung melanjutkan langkah kakinya. Dia begitu bahagia.
Bagaimana Anna tidak begitu happy karena kantung begitu aman. Makanya suasana hatinya begitu bagus. Setiba di depan ruangannya tangannya memegang kenopi pintu dan langsung membuka pintu ruangannya dengan tersenyum lebar.
Namun seketika senyumnya hilang ketika melihat apa yang di depannya yang mana ada Aurelia di sana. Di mana Aurelia melihatnya dengan sinis dengan kedua tangan Aurelia di lipat di dadanya. Sorot mata Aurelia yang begitu tajam dengan menatap Anna seperti ingin menerkam Anna.
" Ngapain kau di sini?" tanya Anna heran dengan kehadiran kakaknya itu.
Aurelia yang terlihat marah melihat ada gelas di atas meja yang masih berisi air dan Aurelia langsung mengambil gelas itu dan menyiram ke wajah Anna.
Byurrrr.
Anna tersentak kaget yang harus mandi 2 kali. Dengan wajahnya yang sudah basah kuyup dan bahkan pakainnya yang juga basah karena perbuatan Aurelia yang tidak penuh dengan kemarahan.
__ADS_1
" Kau!" lirih Anna membuka matanya yang sempat terpejam karena tersiram air.
" Sampah!" teriak Aurelia yang penuh kemarahan di hadapan Anna.
" Apa yang kau lakukan dan kenapa seenaknya mengatakan ku sampah," sahut Anna dengan menekan suaranya dengan menatap tajam kakaknya itu.
" Kau memang sampah dan itu pantas kau dapatkan," sahut Aurelia menekan suaranya dengan menunjuk tepat di depan Anna.
" Apa maksudmu!" desis Anna dengan mengusap wajahnya yang basah.
" Kau masih bertanya kepadaku. Aku yang seharusnya bertanya kepadamu. Apa yang kau lakukan sehingga menjadi perempuan murahan. Kau semurahan itu dengan bersama tunangan orang lain, apa kau sudah mengubah profesi mu," sahut Aurelia berteriak di depan Anna dengan suaranya yang menggelar.
" Apa maksudnya? sahut Anna yang tidak mengerti. Dia hanya begitu kesal dengan Aurelia yang menyiramnya dengan suka-suka.
" Jangan berpura-pura bodoh Anna. Kau pikir aku tidak tau apa yang kau lakukan di belakangku hah! Kau sangat bangga dengan mengangkat telpon ku di hp Athar. Kenapa bisa handphonenya ada padamu. Kau tidur dengannya. Kau menjual tubuhmu padanya. Kau berusaha untuk mendekatinya, kau ingin menyaingi ku Anna!" teriak Aurelia yang membuat Anna tersentak kaget dengan mata Anna yang terbuka lebar. Napas Anna terlihat naik turun mendengar kata-kata pedas Aurelia.
" Kau ternyata jauh lebih hina dari pada yang aku bayangkan. Aku tidak percaya. Jika kau akan menggunakan hal serendah ini untuk mendekatinya!" teriak Aurelia.
Aurelia mendengus kasar mendengar jawaban Anna.
" Tidak menuduh katamu. Aku tidak akan bicara jika tanpa fakta. Kau sengaja memanfaatkan situasi saat aku pergi ke New York. Kau menggodanya. Apa kau ingin mengubah hidupmu dengan cara murahan!" teriak Aurelia.
" Aku tidak melakukan apa-apa, jangan berpikiran yang tidak-tidak kepadaku. Keluar dari ruanganku!" teriak Anna yang membantah tuduhan katanya dan langsung mengusir Aurelia. Emosinya juga terpancing dengan kata-kata Aurelia yang menghina dirinya.
" Munafik, kau berteriak seakan begitu sucinya," desis Aurelia.
" Aku tidak munafik," bantah Anna.
__ADS_1
" Benarkah!" sahut Aurelia yang mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya yang berupa lembaran foto dan langsung melempar foto-foto itu kewajah Anna membuat Anna tersentak kaget.
Foto-foto itu berjatuhan di lantai dan ada yang beberapa terbuka. Pandangan mata Anna turun dan melihat ke bawah di mana ternyata foto-foto dia dan Athar. Yang terlihat Anna memeluknya saat hujan di bawah payung. Foto-foto yang tidak sengaja di ambil seakan Anna dan Athar ada hubungan.
" Kau masih mau mengelak dengan semua ini. Apa semua ini Anna. Kau masih mau mengelak Anna. Lihat perbuatan binamu," ucap Aurelia.
Anna hanya diam dan hanya mengepal ke-2 tangannya dengan matanya yang masih melihat-lihat foto-foto itu.
" Kau ingin menang bersaing denganku dalam pengeluaran produk perusahaan ini. Dengan cara mendekatinya dan berharap kau bisa menang dengan instan, iya Anna!" teriak Aurelia
" Jangan bicara sembarangan. Aku tidak semurahan itu. Aku tidak perlu bersaing denganmu," sahut Anna mengangkat kepalanya dan menatap tajam Aurelia, mata Anna bergenang yang terlihat menahan agar air matanya tidak jatuh.
" Lalu apa yang kau jika bukan bertujuan untuk itu. Kau itu memang ******. Kau tau dia tunanganku dan kau sengaja melakukan itu. Kau itu murahan yang berusaha merebutnya dari ku!" teriak Aurelia semakin kehilangan kesabarannya menghadapi Anna.
" Cukup!" bentak Anna, " kau mengatakan aku ****** karena berpikiran mendekati tunagangan mu. Baiklah aku akan melakukan itu dan kau akan melihat aku ****** seperti apa dan tuduhanmu itu akan terbukti," sahut Anna yang tidak kalah berteriak seperti Aurelia.
Aurelia mendengarnya kaget yang semakin terpancing dengan kata-kata Anna yang semakin membuatnya emosi.
" Kau benar-benar melebihi batasmu mu Anna," ucap Aurelia menekan suaranya yang saling menatap tajam dengan Anna.
" Kau yang melebihi batasmu. Kau yang berani mencampuri urusanku dan juga mengikutiku. Kau tidak punyak untuk mengikutiku dan mengambil privasi ku," sahut Anna dengan merendahkan suaranya.
" Batasku adalah batas normal. Yang seharusnya di lakukan seorang tunangan. Tidak murahan sepertimu,"sahut Aurelia menekan suaranya.
" Kau yang murahan dan apa yang kau lakukan hah! kau pikir melakukan ini kepadaku tidak murahan. Kau jauh lebih hina mengejar laki-laki yang sama sekali tidak menyukaimu," sahut Anna dengan sinis. Aurelia melotot mendengarnya dengan tangannya yang mengepal.
" Apa yang kau katakan," teriak Aurelia dengan memegang ke-2 bahu Anna dengan penuh kemarahan.
__ADS_1
" Aku tidak mengulangi apa yang aku katakan. Apa yang aku katakan adalah kebenaranya. Kau yang sangat hina," sahut Anna menegaskan pada Aurelia.
Bersambung