Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 235 Terharu.


__ADS_3

Akhirnya Athar dan Anna sampai di sebuah rumah yang cukup besar. Anna sempat bertanya-tanya dengan rumah itu. Dia tidak yakin jika memang Anjani ada di sana. Bahkan sempat merasa salah alamat. Tetapi setelah bertanya kepada scurity yang kebetulan orang Indonesia akhirnya Anna kembali di yakinkan. Karena memang itu rumah Anjani.


Anna maupun Athar pasti terkejut. Namun tidak ada waktu untuk memikirkan masalah rumah itu. Kenapa Anjani punya rumah besar? siapa dia? dan ini itu. Bagi Anna dan Athar hanya ingin bertemu Anjani secepatnya.


Anna dan Athar bahkan di antar kan pelayan untuk menemui Anjani. Mereka juga berjalan cukup jauh menemui Anjani di salah satu ruangan maklumlah rumah itu sangat besar sama dengan tempat tinggal Athar.


Pelayan membukakan pintu rumah itu. Terlihat Anjani berdiri di jendela yang membelakangi pintu.


" Nyonya, nona Anjani sudah datang!" ucap pelayan. Pelayan itu sebelumnya menelpon Anjani memberi tahu kedatangan Anna. Makanya Anna di ijinkan masuk.


Anjani berbalik badan dengan tersenyum melihat ke hadiran Anna dan bahkan tidak percaya Athar ada bersama Anna yang mana Athar terus melihatnya dengan debaran jantung Athar yang tidak menentu.


" Terima kasih, kamu pergilah!" sahut Anjani menyuruh pelayan itu pergi. Pelayan menundukkan kepalanya dan langsung pergi.


" Anna, ibu tidak percaya jika kamu akhirnya datang," ucap Anjani melangkah mendekati Anna yang masih berdiri di depan pintu.


" Bukannya kamu bilang, tidak jadi datang," lanjut Anjani yang melangkah terus untuk memeluk Anna.


Athar yang sudah tidak sabaran melangkah dengan cepat dan langsung memeluk Anjani yang membuat Anjani kaget dengan langkahnya yang terhenti. Kala Pria berbadan besar itu telah memeluknya.


Sungguh Anjani langsung merasakan debaran aneh, pelukan kepada putranya yang tidak pernah di bayangkannya. Namun tetap dia bertanya-tanya kenapa Athar memeluknya.


Anna yang masih tetap pada posisinya meneteskan air matanya saat melihat Athar yang benar-benar begitu lemah di pelukan ibunya.


" Athar kamu kenapa?" tanya Anjani dengan suara tertahannya yang bingung dengan Athar. Anjani bahkan mendengar suara isakan tangis yang membuat hatinya terasa sesak. Dan bahkan dia ingin menangis.

__ADS_1


Athar melepas pelukan dari wanita yang ternyata ibu kandungnya itu. Bertatapan muka dengan wanita itu. Anjani dengan perasaannya yang tidak karuan melihat wajah itu sudah di penuhi dengan air mata.


" Kenapa tidak mengatakannya selama ini?


Kenapa harus diam-diam? Kenapa menyembunyikan semua ini dariku. Apa mama tidak ingin mengakui sebagai anak?" tanya Athar dengan suaranya yang tersedu-sedu.


Mendengar kata-kata Athar membuat air mata Anjani jatuh begitu saja. Mendengar kata mama dan juga mengakui anak membuatnya begitu terkejut.


" Jawab aku mah, kenapa bersembunyi selama ini. Aku ingin mendengar langsung dari mama. Katakan aku ini anak mama kan?" tanya Athar lagi.


" Athar kamu_ kamu_ tau dari mana?" tanya Anjani dengan terbata-bata yang merasa tidak mungkin tau hal itum


" Aku yang memberi taunya Bu," sahut Anna, membuat Anjani melihat kearah Anna yang juga sedang menangis


" Saat itu Anna Kerumah ibu dan tidak sengaja menemukan semua foto-foto dan juga tentang Athar. Anna langsung memberitahukan Athar semua itu dan kami juga langsung bertanya pada Bibi dan bibi menjelaskan semuanya. Jika dia juga selama ini mengetahui jika Athar anak ibu," jelas Anna dengan singkat.


" Mah, katakan pada Athar. Katakan jika Athar adalah anak mama. Anak kandung mama. Katakan pada Athar. Aku ingin mendengarnya," ucap Athar yang ingin kepastian dari wanita di hadapannya itu.


Anjani memegang pipi Athar dengan mengusap air mata putranya itu. Anjani mengangguk-anggukkan kepalanya, " kamu memang anak kandungku. Kamu putraku. Kamu anak yang lahir dari rahimku. Aku adalah ibumu," ucap Anjani membenarkan semuanya. Athar semakin mengeluarkan banyak air mata dan kembali memeluk Anjani.


" Maafkan mama Athar. Mama tidak berusaha untuk mengambilmu kembali saat itu. Maafkan mama. Mama sudah melakukan semua cara. Tetapi mama tidak punya kuasa untuk merebutmu. Maafkan mama," ucap Anjani yang merasa bersalah memeluk Athar yang sudah memanggilnya mama sejak tadi.


" Jangan menyalahkan diri mama. Mama tidak bersalah. Bukan itu kebenarannya. Mama sudah melakukan semuanya. Jadi jangan menyalahkan diri mama," ucap Athar yang begitu erat memeluk Anjani yang mana mereka berdua sama-sama menumpahkan rasa kerinduan yang 25 tahun terpisah.


Anna juga tidak hentinya mengeluarkan air mata yang merasa terharu melihat kebahagiaan Athar.

__ADS_1


" Ya Allah terima kasih. Akhirnya Athar menemukan ibu kandungnya. Aku sangat bahagia melihatnya begitu bahagia," batin Anna yang beberapa kali menyeka air matanya.


Athar dan Anjani sama-sama melepas pelukan itu dan Anjani mengusap air mata di pipi Athar.


" Terimakasih sudah mau mengakui ku sebagai ibumu," ucap Anjani.


" Aku yang berterimakasih karena telah mengakuiku sebagai anak. Memberiku banyak kesempatan untuk memeluk ibu yang selalu aku mimpikan selama ini," ucap Athar. Anjani hanya mengangguk-angguk saja.


" Mah, tetaplah selamanya seperti ini. Ijinkan aku menjadi anak yang membahagiakan mama yang bertanggung jawab pada mama. Ijinkan aku mah," ucap Athar yang memegang ke-2 tangan bergetar ibunya itu.


" Pasti, mama juga akan membahagiakan kamu," sahut Anjani. Athar mengangguk-angguk.


Anjani melihat ke arah Anna, " kemari Anna!" panggil Anjani. Anna menyeka air matanya dan langsung melangkah mendekati Anjani. Bahkan langsung memeluk Anjani dengan erat. Ya Anna juga sudah menganggap Anjani sebagai ibunya.


" Maafkan Anna Bu. Anna pernah mengatakan pada Athar jika ibu menyukai Athar. Mulut Anna memang kadang-kadang tidak bisa di kontrol, maafkan Anna Bu. Jika Anna sangat lancang yang merasa ibu menyukai Athar. Karena ibu sering curi-curi pandang pada Athar, Anna minta maaf," ucap Anna mengakui kesalahannya dulu.


Permintaan maaf Anna mampu membuat Athar tersenyum. Ya Anna memang bicara sembarangan. Bahkan mampu membuat Athar kesal. Saat Anna mengejek dirinya.


" Kamu tidak salah. Ibu berterima kasih pada kamu karena kamu sudah membuat ibu dan Athar saling mengetahui," ucap Anjani. Anna melepas pelukan itu dengan wajahnya yang begitu cemberut dengan air mata yang membasahi pipinya itu.


" Lalu apa ibu memaafkan Anna?" tanya Anna memastikan.


Anjani tersenyum dengan mengusap air mata itu, " kamu adalah jalan membuat ibu dekat dengan Athar. Jadi mana mungkin ibu tidak memaafkan kamu. Lagian kamu juga tidak bersalah. Jadi tidak ada yang harus di maafkan. Kamu anak yang baik dan sudah membuat ibu bersatu dengan Athar," ucap Anjani dengan tulus.


Anna tersenyum lebar mendengarnya. Dan Athar juga tersenyum dengan mengusap-usap rambut Anna. Athar tampaknya tidak canggung menunjukkan hal manis pada Anna di depan mamanya itu.

__ADS_1


" Anjani aku ada kabar bahagia untukmu," sahut Maya yang datang tiba-tiba yang berdiri di depan pintu.


Bersambung


__ADS_2