
Setelah semua acara selesai Anna dan Athar memasuki kamar yang mana ke-2 orang itu sudah sama-sama terlihat sangat lelah.
"Aku mandi duluan ya," ucap Anna yang pamit pada suaminya.
Athar menganggukan kepalanya dan Anna langsung memasukkan kamar mandi untuk bersih-bersih. Karena Anna memang sangat kucel jadi wajar kalau Anna harus mandi sebelum tidur.
Sementara Athar juga terlihat lelah yang langsung membaringkan diri di atas ranjang dengan ke-2 tangannya berada di bawah kepalanya dan menatap langit-langit kamar yang membuat matanya perlahan-lahan tertutup yang sepertinya Athar sangat lelah sampai harus tertidur segala.
Bagaimana tidak lelah, banyak yang harus di kerjakan belum lagi Anna dan maupun Athar selama seminggu ini selalu kurang tidur. Jadi sangat wajar kalau mereka sangat mengantuk sama dengan Athar yang seperti sekarang ini hanya tinggal rebahan saja langsung tertidur.
Tidak lama Anna pun akhirnya keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan bathrobe saja dengan rambutnya yang di basah yang terurai panjang dengan Anna yang keramas dan melihat suaminya yang sudah tepat membuat Anna menghela napasnya.
"Kamu pasti sangat lelah bukan," gumam Anna kasihan pada Athar yang tertidur saking Athar begitu lelahnya.
"Maafkan aku kamu banyak kurang tidur karena menemani ku, maafkan aku ya sayang," batin Anna yang sangat kasihan pada suaminya.
Anna menghela napasnya dan mendekati Athar, Anna membuka sepatu suaminya dengan sangat lembut yang takut Athar bangun. Karena Anna tidak mau mengganggu suaminya tersebut yang sangat kelelahan.
Setelah berhasil membuka sepatu Athar Anna kembali ke sisi Athar yang duduk di samping Athar.
Anna mengusap-usap rambut Athar membuat Athar mampu terbangun dengan memegang tangan Anna yang meletakkannya di dadanya.
"Maaf ya aku membuatmu terbangun," ucap Anna yang merasa bersalah karena gara-gara dia suaminya jadi terbangun.
__ADS_1
"Tidak apa-apa," sahut Athar dengan suara seraknya yang langsung meraih Anna untuk masuk kedalam pelukannya yang mana Anna dia atas tubuh Athar dengan memeluk Anna dengan erat. Anna mengangkat kepalanya dan saling bertatap wajah dengan suaminya.
"Sebentar saja sayang, tetaplah seperti ini," ucap Athar yang memeluk istrinya yang membuat Anna tersenyum yang mendapatkan pelukan dari suaminya yang dia tau suaminya pasti sangat lelah.
"Kamu sangat lelah?" tanya Anna, Athar menganggukkan kepalanya yang menang apa adanya jika dia begitu lelah dan bahkan lelahnya sampai tidak bisa di katakannya dan hanya menginginkan pelukan dari sang istri.
"Kamu tidak mau mandi lagi?" tanya Anna. Athar menggelengkan kepalanya, "tetapi jika ada yang memandikan ku. Maka akan aku pertimbangkan akan mandi atau tidak," seloroh Athar membuat Anna tersenyum.
"Maaf ya sayang aku sudah membuat kamu seperti ini. Maaf aku sudah mengambil waktu istirahat kamu yang sangat banyak dan terima kasih ya sayang kamu sudah menemaniku memberiku suport dan selalu ada di samping ku selama ini, makasih sudah bantuin acara pemakaman papa dan yang lainnya yang sudah kamu siapkan. Makasih sayang aku benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi dengan semua kebaikan kamu," ucap Anna yang sangat tulus mengucapkan terima kasih untuk suaminya.
Dengan perlahan Athar mengubah posisi mereka yang mana sekarang Athar berada di atas Anna dan Anna yang di bawah Atha dengan mereka yang saling menatap dengan dalam-dalam.
"Kamu tidak perlu berterima kasih apa yang aku lakukan tidak ada apa-apanya dan semua yang aku lakukan semuanya sudah kewajiban ku dan kamu tidak perlu berterima kasih," ucap Athar sembari mengusap-usap pipi istrinya dengan lembut
"Aku sangat mencintaimu," jawab Athar yang mencium lembut kening Anna.
"Sayang kamu sangat lelah. Kira-kira ada tidak ya obatnya supaya lelah kamu hilang?" tanya Anna dengan mengalungkan tangannya keleher Athar. Sepertinya apa yang di katakan memancing Athar dengan Anna yang manja-manjaan pada suaminya.
"Hmmm, hanya satu obatnya," ucap Athar dengan menaikkan 1 alisnya.
"Apa obatnya?" tanya Anna dengan menantang suaminya.
"Kamu sayang, kamu obatnya," sahut Athar dengan mencium pipi Anna dengan lembut.
__ADS_1
"Benarkah itu obatnya?" tanya Anna dengan menantang suaminya. Athar menganggukkan kepalanya dan ingin mencium bibir istrinya. Namun Anna menahannya dengan menutup mulut suaminya membuat Athar menaikkan 1 alisnya yang pasti bertanya-tanya kenapa dia ditolak seperti itu.
"Sayang bukannya kamu sangat lelah!" ucap Anna.
"Dan lelahku kamu obatnya," sahut Athar melepas tangan Anna dari mulut Athar dan lagi-lagi ingin mencium bibir Anna dan Anna kembali menghentikannya yang sekarang Anna menutup mulutnya sendiri.
"Sayang apa lagi sayang, aku memang lelah tapi obatnya itu kamu sayang," ucap Athar dengan kesal yang menekankan pada istrinya dengan suaranya yang begitu manja. Namun Anna menunjuk ke arah belakang Athar membuat Athar heran.
"Ada apa sayang?" tanya Athar heran.
"Aku tidak mungkin mengobati kamu dengan cara pintu yang masih terbuka," ucap Anna membuat Athar menghela napasnya dan menoleh ke belakangnya bisa-bisanya pintu kamar mereka belum di tutup membuat Athar mendengus sendiri.
"Jadi harus di tutup?" tanya Athar. Anna mengangguk kepalanya.
"Baiklah sayang kamu tunggu sebentar," ucap Athar yang langsung bangkit dari tubuh istrinya dan langsung menuju pintu untuk menutup pintu.
Dan Anna yang sangat jahil langsung menarik selimut dan menutup dirinya dengan selimut yang mana Anna pasti pura-pura tertidur. Saat Athar sudah selesai menutup pintu Athar melihat istrinya yang sangat jahil dan Athar langsung menghampiri ranjang dan berkacak pinggang yang menatap Anna dengan geleng-geleng kepalanya.
"Oh, sekarang kamu pengen main-main ya. Oke-oke aku ladeni," sahut Athar yang langsung menghempaskan diri ke ranjang dan langsung membuat Anna negeri di mana Athar menari selimut dari tubuh Anna dan langsung menggelitik Anna.
"Sayang ampun sayang, sayang ampun!" Anna mengeluh saat suaminya menggelitikinya sampai akhirnya berhenti menggelitiki Anna dengan mereka saling melihat dengan napas yang sama-sama naik turun yang ke-2nya terlihat sama-sama lelah dan akhirnya keduanya saling melihat bibir satu sama lain dan Athar langsung mencium bibir Anna dengan Anna yang memejamkan matanya.
Mereka berciuman dengan romantis dengan lembut yang pasti benar-benar Athar akan mengobati rasa lelah Athar dan di pastikan hubungan yang ada di atas ranjang itu pasti langsung berlanjut berhubungan ke-2nya sama-sama saling menginginkan dan apa lagi ini kali kedua mereka menghabiskan waktu. Karena beberapa hari ini penuh dengan duka.
__ADS_1
Bersambung