
" Kamu menguji kesabaran ku Anna!" teriak Chandra dengan penuh emosi kepada Anna.
" Aku sudah mengatakan tidak mau makan, jadi jangan menyalahkanku apa lagi memaksaku. Aku tidak sudi makan dari uang wanita itu," sahut Anna menekankan.
" Kamu benar-benar kurang ajar Anna, kamu berani membuang makanan di depanku dan sekarang kamu bicara yang tidak-tidak, kamu sungguh-sungguh kelewatan," tunjuk Chandra yang semakin marah.
Namun Anna diam dengan wajah yang menantang Chandra, " Kamu sudah berani membuang makanan itu. Jadi jangan harap aku akan memberimu makanan sebutirpun dan air setetespun sebelum kamu meminta maaf," teriak Chandra dengan penuh emosi.
" Aku tidak sudi meminta maaf. Karena aku tidak pernah salah dan aku juga tidak akan memakan makanan dari mu!" tegas Anna pada Chandra.
" Baik, kita lihat saja. Sampai kapan kamu akan bertahan. Kita lihat saja nanti!" sahut Chandra.
" Ayo keluar dari sini. Tinggalkan dia sendirian jangan ada yang memberinya makan sebelum dia mengakui kesalahannya," ucap Chandra menegaskan.
2 pelayan itu mengangguk-angguk dan keluar dari ruangan itu.
" Ini hukuman untukmu. Agar kamu tau kesalahanmu, kamu terus saja membangkang dan menguji Kesabaranku," tegas Chandra dengan penuh kemarahan.
" Tidak! Lepaskan aku! Lepaskan aku, kau tidak berhak melakukan ini kepadaku, lepaskan aku!" teriak Anna yang meronta-ronta.
Namun Chandra tetap keluar dari gudang itu dan mengunci pintu gudang yang ternyata Amelia berdiri di depan pintu gudang. 2 pelayan itu sudah pergi dan tinggal Chandra dan Amelia yang panik.
" Mas apa yang kamu lakukan. Jangan melakukan ini, kasihan Anna, kamu tidak perlu mengurungnya di tempat itu," ucap Amelia yang tidak tega dengan perlakukan suaminya kepada anak tirinya.
" Jangan ikut campur, itu pelajaran untuknya. Agar dia jera. Hanya membuat orang susah saja," sahut Chandra.
" Tapi mas tidak perlu seperti ini kepadanya, dia itu anakmu bukan tahanan yang kamu perlakukan seperti itu!" tegas Amelia.
" Justru dia anakku. Aku yang tau apa yang harus aku lakukan untuk membuatnya berubah dan tidak membangkang seperti itu!" tegas Chandra.
" Tapi mas!" sahut Amelia.
" Cukup Amelia!" gertak Chandra, " aku peringatkan sama kamu jangan pernah mencoba untuk masuk apalagi memberinya makan. Dia harus menyadari kesalahannya. Baru aku mengampuninya. Jadi jangan berani-berani untuk melakukan sesuatu kepadanya di belakangku. Kamu atau Aurelia. Jika berani menentangku. Kesabaranku akan habis," ucap Chandra yang penuh penekanan dan penegasan pada istrinya.
__ADS_1
Chandra pun langsung pergi setelah memperingati istrinya itu.
" Mas!" panggil Amelia yang tidak bisa berbuat apa-apa.
" Kenapa masalah ini semakin melebar, Anna kamu sudah tau papa mu seperti apa. Tetapi tetap saja selalu keras kepala," batin Amelia yang merasa gelisah.
" Mas," panggil Amelia yang akhirnya menyusul suaminya. Dia juga tidak berani menentang Chandra. Memang jika Chandra marah hal itu akan terjadi.
************
Athar, Marko, Derry, Jennie sedang melakukan meeting. Di mana mereka sedang memeriksa desain-desain para karyawan yang masuk baba selanjutnya. Athar terkiaht tidak fokus walau dia terlihat begitu serius melihat desain-desain itu. Namun tetap pikirannya seperti kemana-mana.
" Jadi yang mana yang harus di eliminasi?" tanya Derry.
" Semuanya bagus, dan bahkan apa yang mereka buat hari inj lebih bagus di bandingkan kemarin," sahut Jennie menyampaikan pendapatnya.
" Benar, mereka semakin kreatif. Tapi kita hanya butuh satu orang untuk di eliminasi karena yang tidak ikut hari inj jelas sudah tet eliminasi," sahut Marko. Athar mendengarnya langsung melihat Marko denggan ekor matanya.
" Bagaimana Athar, keputusan ada di kamu. Siapa yang akan tereliminasi?" tanya Jennie. Athar terlihat bingung. Tetapi lebih jelas terlihat panik. Athar tiba-tiba berdiri.
Keputusan Athar jelas membuat Derry, Jennie dan Marko kaget.
" Kalau tidak ada yang tereliminasi, ngapain mengadakan pembuatan desain ulang," sahut Marko tampak kesal.
" Apa penjelasan ku tadi kurang jelas," sahut Athar melihat sinis Marko yang membuat Marko ketakutan.
" Hahahaha, tidak kok, sangat jelas. Oke," sahut Marko dengan senyum-senyum terpaksa, karena takut dengan Athar.
" Meetingnya selesai, Jennie antar keruangan ku berkas yang aku minta tadi!" titah Athar.
" Baiklah," sahut Jennie. Athar pun langsung pergi meninggalkan ruangan meeting itu setelah mengambil keputusan.
" Hhhhhhhh," sahut Marko yang menghembuskan napasnya panjang." memang begitu kalau punya bos yang super teliti dan sulit di mengerti, sangat tidak jelas, capek-capek buat mengawasi tadi. Tapi ujung-ujungnya seperti ini juga memang aneh," sahut Marko yang mengeluh.
__ADS_1
" Sudahla biarakan aja, lagian aku juga setuju dengan keputusan kak Athar, karyawan semakin menunjukkan kualitasnya dan lagian Anna juga tidak hadir. Jadi mana mungkin tidak memberinya kesempatan. Padahal desainnya paling bagus. Jadi sangat tidak adil untuknya yang tiba-tiba di diskualifikasi," sahut Derry.
" Apa memang itu alasan Athar yang akhirnya tidak jadi mendiskualifikasi 2 orang di antara 20. Karena Anna yang tidak mengikuti babak yang di buat Athar sendiri," batin Jennie yang kepikiran berpendapat sendiri.
Bahkan sikap Athar hari ini jelas terlihat berbeda, fokusnya hilang dan terkihat begitu gelisah yang pasti Jennie sekretarisnya menyadari hal itu dan juga membuatnya bertanya-tanya apa sebab Athar seperti itu.
*********
Aurelia berdiri di depan ruang meeting yang mana tadi Athar sedang melakukan meeting di sana. Saat Athar keluar dari ruangan itu. Athar melihat Aurelia.
" Ada apa?" tanya Athar.
" Kita belum bicara, bukannya banyak yang harus kita bicarakan," sahut Aurelia.
" Aku ada meeting sebentar lagi," sahut Athar yang terlihat dingin.
" Kalau aku mengajakmu bicara kamu selalu banyak alasan meeting dan segalanya. Tapi kamu tidak punya alasan untuk mengantarkan karyawan pulang," sahut Aurelia. Athar langsung melihat Aurelia dengan serius.
" Kamu mengawasiku?" tanya Athar yang melihat tajam Aurelia.
" Aku hanya tidak sengaja melihatmu dengan Anna 1 mobil. Aku tidak tau kenapa bisa kalian sedekat itu. Mungkin aku dan Anna tidak dekat sampai Anna tidak tau batasannya. Sehingga dia bisa 1 mobil dengan tunangan kakaknya sendiri," ucap Aurelia dengan matanya berkaca-kaca melihat Athar.
" Kamu tidak bicara sekalipun denganku. Apa kamu tidak akan bicara sampai aku melihat lebih banyak lagi. Kalian keluar sama-sama dari gudang dengan Anna memakai jas mu, kalian berdansa di pesta dan kau mengantarnya pulang, apa lagi yang harus aku lihat Athar," ucap Aurelia mengeluarkan isi hatinya.
" Aurelia aku tidak suka di awasi jangan seperti bodyguard yang melakukan hal ini," sahut Athar mengingatkan Aurelia.
" Lalu bagaimana denganku. Apa suka melihat semua ini. Athar kamu juga harus membuat batas untuk dirimu. Agar orang lain tau batasnya jika mendekatimu!" tegas Aurelia.
Athar menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.
" Aku sudah terlambat, aku ada meeting hari ini!" ucap Athar yang langsung pergi meninggalkan Aurelia.
" Athar!" panggil Aurelia. Namun Athar tetap melangkah dengan cool tanpa mempedulikan Aurelia yang di landa api cemburu.
__ADS_1
" Kamu selalu seperti ini," batin Aurelia dengan penuh kekesalan. Namun dua sudah sedikit lega yang bisa mengeluarkan apa yang tertanam di hatinya.
Bersambung