Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 206 Memastikan.


__ADS_3

Susana meja makan yang di penuhi ketegangan bagi yang tau saja apa yang di takutkan dengan pernyataan Anna yang memang begitu mengejutkan.


" Paniknya wajah kalian yang takut jika ibu ku benar-benar datang. Aku tidak percaya hanya dengan gelang yang di berikan bu Anjani kepadaku. Orang-orang munafik ini bisa ketakutan. Kalian yang menghancurkan kehidupan ibuku. Akan mendapatkan balasannya," batin Anna yang begitu puas melihat wajah Chandra, Amelia dan juga kakaknya yang tadi sangat banyak bicara itu dan sekarang mendadak diam dengan wajah penuh kecemasan yang seperti berperang.


Mata Anna juga melihat ke arah Athar yang sejak tadi Athar melihatnya untuk memastikan apakah kata-kata Anna adalah benar atau tidak. Namun Anna langsung mengalihkan pandangannya dengan cepat yang tidak ingin saling melihat dengan Athar yang mana Athar malah penasaran.


Gibran tampaknya tidak ikut-ikutan dalam pembahasan itu. Pembahasan itu memang terlihat pelan dalam bicara. Sehingga beberapa orang asing di meja makan itu juga tidak ikut-ikutan dan mungkin saja mendengar samar-samar. Atau memang tidak mengerti dan tidak mau tau. Karena tidak ada yang jelas pembicaraan itu mengarah pada hal mana.


Sama dengan Gibran yang sibuk berbalas pesan dan Jennie di sampingnya ternyata begitu memperhatikan Gibran yang mana Jennie hanya fokus pada Gibran yang mencurigai Gibran. Sampai pada saatnya Gibran menoleh kesampingnya dan melihat Jennie melihatnya yang membuat Gibran mendadak panik.


" Apa yang kau lihat?" tanya Gibran gugup dan langsung meletakkan handphonenya. Jennie tidak menjawab dan kembali melanjutkan makannya.


" Dasar kepo," umpat Gibran di dalam hatinya.


**************


Acara makan malam itu pun selesai dengan


Setelah selesai makan malam Anna ingin kembali kekamarnya yang melewati taman harus bertemu dengan Aurelia yang kelihatan sudah menunggunya. Namun Anna yang sempat menghentikan langkahnya langsung pergi yang tidak peduli dengan Aurelia.


Namun Aurelia langsung menahan tangannya.


" Lepas!" Berontak Anna saat tangan itu di cengkramam Aurelia.


" Katakan kepadaku. Apa benar kau menemui mama?" tanya Aurelia ingin memastikan.


Anna menanggapi dengan menyunggingkan senyumnya, " bukannya tadi aku sudah mengatakannya hah! tadi mendengar semua dengan apa yang aku katakan. Jika aku bertemu dengan ibuku," ucap Anna.


" Tidak mungkin. Mana mungkin Anna," sahut Aurelia tidak percaya.

__ADS_1


" Aku tidak menyuruhmu harus percaya atau tidak. Tetapi pada kenyataannya itu sudah terjadi dan dia memberikan apa yang tidak sempat di berikannya kepadaku. Aku harap kau tidak lupa dengan hal itu," ucap Anna menegaskan.


" Jangan berbohong Anna!" sentak Aurelia.


Anna langsung melepaskan tangannya dari Aurelia dengan kasar, " kenapa kau panik, karena ibu saja tidak mau bertemu dengan anak sepertimu. Dia saja tidak sudi menganggap mu sebagai anak," ucap Anna dengan menyunggingkan senyumnya.


" Kau hanya mengarang cerita!" teriak Aurelia yang tidak terima dengan kenyataan Anna yang bertemu dengan Maya.


" Terserah. Aku tidak peduli sama sekali," sahut Anna yang langsung pergi dari hadpaan Aurelia.


Aurelia menyibakkan rambutnya kebelakang dengan wajahnya yang terlihat begitu cemas, " mama tidak mungkin tidak ingin menemuiku. Aku yakin dia pasti berbohong dia hanya mengarang cerita saja. Aku yakin itu," ucap Aurelia yang tidak percaya dengan Anna dan berusaha untuk menganggap apa yang di katakan Anna hanya karangan Anna saja.


Anna terus berjalan menuju kamarnya.


" Emang enak kepikiran masalah itu. Makanya jangan suka mengusik kehidupanku," umpat Anna yang terus berjalan dan sudah tiba di depan kamarnya.


Yang ternyata di depan kamarnya sudah ada Chandra yang kelihatannya sedang menunggu Anna di sana. Ya Chandra harus memastikan apa yang di katakan Anna benar atau hanya karangan Anna saja.


" Ada apa?" tanya Anna dengan ketus.


" Perjelas perkataan mu tadi. Apa kau memang bertemu dengan ibumu?" tanya Chandra yang mendatangi Anna hanya ingin meminta kepastian dari Anna benar atau tidaknya masalah itu. Ya apa yang di pikirkan Anna pasti tidak salah lagi.


" Setelah tadi anakmu dan sekarang giliranmu apa nanti istri kesayaganmu juga akan seperti itu, akan mengintrogasi ku lagi," sahut Anna dengan sinis.


" Katakan dengan jelas. Apa kau menemui ibu atau tidak?" tanya Chandra yang butuh kepastian.


" Kenapa memangnya. Apa sangat sepenasaran itu kepada ibuku?" sahut Anna dengan santai yang terus mempermainkan Chandra


Chandra mendekati Anna dengan mencengkram lengan Anna, " Jangan main-main denganku Anna. Katakan sebenarnya, aku bukan anak kecil yang harus kau ajak bermain-main," gertak Chandra dengan wajah seriusnya yang memang ingin mengetahui kebenarannya.

__ADS_1


" Kenapa aku harus mengatakannya," sahut Anna dengan matanya yang melotot yang tidak takut dengan Chandra yang terus mencengkeram tangannya dengan kencang. Anna sengaja menantang Chandra.


" Katakan aku bilang! Kau jangan mempermainkanku," ucap Chandra menekan suaranya.


Anna hanya menyunggingkan senyumnya yang sengaja menantang papanya, " aku akan mengatakannya tetapi akan aku katakan pada wartawan biar sekalian orang-orang tau. Dengan begitu orang-orang akan tau besan dari keluarga Ari Purnama adalah Pria yang menelantarkan anak dan sitrinya yang berselingkuh dan pergi dengan selingkuhannya karena hanya selingkuhannya lebih kaya. Dan sekarang ingin menjadi besan Ari Purnama juga karena ingin memperbanyak kekayaannya," tegas Anna yang memberikan ancaman pada Chandra.


" Kau berani melakukannya," sahut Chandra dengan menekan suaranya. Anna tersenyum dan melepaskan tangannya dari papanya yang ambisius itu.


" Aku akan melakukannya. Karena aku tidak mungkin tidak melakukannya dan aku sangat penasaran dengan hasilnya. Jadi mau tidak mau aku harus melakukannya untuk mendapatkan tanggapan orang lain," ucap Anna menegaskan yang tidak takut sama sekali dengan Chandra.


" Kau tau berhadapan dengan siapakan Anna," sahut Chandra.


" Justru aku tau makanya aku ingin melakukannya," sahut Anna dengan tersenyum penuh kemenangan dan Anna pun langsung pergi dari hadapan Chandra.


" Anak itu benar-benar semakin keterlaluan," desis Chandra.


" Mau kemana kau Anna!" teriak Chandra yang mengejar Anna yang tidak mau Anna sampai berbuat macam-macam.


Ternyata Anna yang berlari yang tidak tau mau kemana dan mana mungkin juga dia mengatakan pada wartawan dia hanya ingin membuat Chandra metakutan.


Larinya Anna dilihat oleh keluarga Ari Purnama, Amelia, Maharani, Olive, Derry, dan Aurelia. dan yang lainnya saat ingin masuk ke penginapan.


" Anna kok lari-lari?" tanya Olive heran yang melihat Anna keluar dari area resort.


" Anna tunggu!" teriak Chandra yang mengejar Anna. Yang lainnya semakin heran dengan Chandra yang mengejar Anna.


" Papa," lirih Aurelia.


" Ada apa lagi ini," ucap Amelia. Mereka yang penasaran pun akhirnya mengejar Anna dan Chandra untuk melihat apa yang terjadi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2