Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 68. Tidak tega


__ADS_3

Aurelia pulang ke rumahnya setelah malam hari.Aurelia memasuki kamarnya, duduk di pinggir ranjang dengan memegang kepalanya dan mengusap wajahnya sampai rambutnya. Wajahnya begitu lesu. Aurelia berkali-kali menyibak rambutnya kebelakang.


Bagaimana tidak lesu dan itu pasti karena berhubungan dengan Athar saat di kantor tadi. Bagaimana Athar yang terlalu dingin dengannya dan hubungan merekapun terlihat begitu datar.


Tok-tok-tok-tok.


" Masuk!" perintah Aurelia. Pintu terbuka yang ternyata bibi di rumahnya yang memasuki kamar Aurelia.


" Ini nona, jus yang nona minta," ucap Aurelia.


" Hmmm, letakkan saja," sahut Aurelia. Bibi mengangguk dan meletakkannya di atas nakas. Setelah meletakkannya bibi menundukkan kepalanya sebelum pergi.


" Tunggu!" Panggil Aurelia.


" Ada apa nona?" tanya bibi.


" Apa papa masih mengurung Anna?" tanya Aurelia.


" Benar nona. Tuan Chandra masih mengurung nyonya Anna di dalam gudang," jawab bibi.


" Hmm, ya sudah kalau begitu, kamu keluarlah!" ucap Aurelie. Bibi mengangguk dan langsung pergi. Aurelia membuang napasnya perlahan kedepan.


" Anna dan papa sama-sama keras kepala. Aku tidak tau apa lagi yang akan di lakukan papa kepadanya. Apa susahnya menurut. Jika menurut hal ini tidak akan terjadi," batin Aurelia yang bertambah frustasi.


Dari matanya Aurelia walau membenci Anna. Namun Aurelia masih sangat mencemaskan Anna. Sebenarnya dia dan Anna tidak ada masalah. Karena hanya papanya yang membuat mereka juga lecah. Tapi sekarang akan menjadi masalah. Karen hal ini sudah berhubungan dengan Athar.


***********


Anna masih tetap berada di dalam gudang dia di bawa malam hari dan sekarang sudah kembali malam. Namun tetap dia masih di tempatnya semula dengan ke-2 tangan yang masih di ikat di belakang dan kakinya yang juga di ikat. Makanan yang tadi berserakan masih tetap di sana. Karena memang Chandra tidak akan memberinya ampunan.


Chandra tidak akan memberi Anna ampunan sebelum Anna berubah, sebelum Anna mengakui kesalahannya sebelum Anna meminta maaf dan pokoknya harus bertekuk lutut di hadapan Chandra. Karena Chandra benar-benar sangat emosi kepada Anna. Dia ingin membuat Anna jera.


Aurelia keluar dari kamarnya. Aurelia keluar menuju pintu belakang yang langsung menghadap kolam renang. Dengan memakai pakaian tidurnya Aurelia terlihat berjalan sambil mengawasi di sekitarnya yang tidak tau kemana tujuan Aurelia sebenarnya.


Ternyata Langkan Aurelia berhenti di daerah Vaviliun yang berdekatan dengan gudang. Aurelia melihat gudang itu tampak gelap dari luar. Namun di dalam sepertinya ada cahaya, karena terlihat terang dari beberapa pentilasi udara.


Jaraknya pada gudang itu sekitar 5 meter. Wajah Aurelia terlihat ragu. Namun dan bahkan Aurelia ingin membalikkan tubuhnya lagi yang tidak jadi melangkah menuju gudang itu. Namun Aurelia tetap melangkah menuju gudang yang begitu sepi dan jujur lumayan menyeramkan.


Aurelia menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan ketikan berdiri di depan gudang itu. Aurelia menempelkan telinganya ke arah pintu seolah mendengarkan apakah Anna masih ada di sana.

__ADS_1


" Bibi bilang, dia masih di kurung, tapi kenapa suaranya tidak ada apa dia sudah kabur," batin Aurelia yang terus mendengarkan suara dari dalam yang begitu penasaran dengan ke adaan Anna.


Wajah Aurelia jelas sangat menunjukkan sebenarnya dia ada rasa khawatir kepada Anna. Namun tidak terlalu di tunjukkannya.


" Atau jangan-jangan dia pingsan," batin Aurelia menebak-nebak apa yang terjadi pada Anna.


Aurelia mencoba memegang kenopi pintu yang ingin membukanya. Namun jelas terkunci dan tidak bisa di buka sama sekali.


" Benar kata bibi papa memang mengkuncinya. Papa tidak mengijinkannya untuk keluar dari tempat ini," batin Aurelia yang terlihat resah, dia hanya bergerutu terus di dalam hatinya.


" Ehem!" Tiba-tiba terdengar suara deheman yang membuat Aurelia tersentak kaget dengan matanya yang membulat sempurna.


" Sedang apa kamu Aurelia?" suara berat itu jelas di kenal Aurelia yang tak lain adalah suara papanya yang membuatnya kesulitan untuk menelan salavinanya.


" Aurelia apa kamu tidak punya mulut?" tanya Chandra dengan sinis. Aurelia pun memberanikan diri untuk membalikkan tubuhnya dan memang jelas itu adalah Chandra yang dengan tajam melihat ke arahnya.


" Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Chandra dengan sorot matanya yang begitu tajam.


" Hmmm, aku, aku hanya....." Sahut Aurelia yang bertambah gugup.


" Hanya apa?" tanya Chandra dengan menaikkan 1 alisnya.


Aurelia benar-benar diam yang tidak bisa menjawab pertanyaan papanya. Chandra langsung melangkah mendekati Aurelia yang membuat Aurelia panik yang ternyata Chandra melewati Aurelia dan langsung membukakan pintu.


" Apa yang ingin di lakukan papa!" batin Aurelia panik sendiri dengan Chandra yang membuka pintu dan tiba pintu sudah di buka.


Chandra melihat ke arah Aurelia yang tampak panik. Chandra langsung menarik tangan tangan Aurelia dan membawanya masuk kedalam.


Aurelia jelas terkejut yang tertarik di dalam dan lebih terkejutnya Aurelia saat melihat Anna yang masih terikat dengan lemas, Anna masih bangun namun jelas Anna tidak ada tenaga sama sekali.


Di sekitar Anna duduk terdapat tumpahan makanan yang jelas apa yang di lihat Aurelia membuatnya seolah menyesal masuk ketempat itu yang seharusnya memilih untuk tidak berada di dalam sana yang pasti tidak sanggup melihat apa yang terjadi pada Anna.


Anna melihat tajam kakak dan ayahnya itu. Walau lemah dengan wajahnya yang begitu pucat. Namun Anna masih bisa tersenyum sinis kepada 2 orang itu.


" Apa kamu sudah puas melihat kondisi anak pembangkang itu?" tanya Chandra yang melihat ke arah Aurelia yang tidak mampu untuk melihat Anna.


" Lepaskan aku!" Lirih Anna dengan suaranya yang lemah.


" Kau yang membuatmu seperti ini. Sangat keras kepala. Apa susahnya meminta maaf maka masalahmu akan terselesaikan," ucap Chandra dengan suara rendahnya.

__ADS_1


" Aku tidak akan Sudi untuk meminta maaf," tegas Anna.


" Hmmm, baiklah jika tidak Sudi meminta maaf. Maka tetap seperti itu. Aku tidak tau sampai kapan anak pembangkang sepertimu akan bertahan," ucap Chandra dengan sinis.


" Kenapa tidak membunuhku sekalian saja," sahut Anna menantang papanya.


" Aku tidak hanya akan di penjara hanya karena anak sepertimu," sahut Chandra menekankan. Anna hanya mendengus kasar mendengarnya. Dia begitu lemas dan tidak berdaya sama sekali.


" Sudah selesai Aurelia. Apa kamu ingin mengatakan sesuatu kepada adikmu?" tanya Chandra. Aurelia hanya diam saja dengan 10 jemari tangannya yang saling bertautan dan tidak berani melihat Anna yang seolah di siksa.


" Jika tidak ada yang ingin kamu tanyakan atau bicarakan dengan adikmu. Maka aku yang juga akan menegaskan kepadamu. Jika kamu tidak bejus dalam setiap hal. Maka nasibmu akan sama sepertinya bahkan akan semakin parah!" tegas Chandra yang memberi peringatan berupa ancaman pada Aurelia.


Aurelia hanya menelan salavinanya mendengar apa-apa yang di katakan papanya. Dia memang akan mendapatkan semua itu dan karena takut dengan hal itu. Itulah yang membuatnya bertahan dan tidak seberani Anna kepada sang ayah.


" Ayo keluar! biarkan dia tetap dengan keras kepalanya sampai akan meminta ampun kepadaku," ucap Chandra sinis.


" Aku tidak akan Sudi," sahut Anna menegaskan. Chandra hanya menyunggingkan senyumnya lalu keluar dan Aurelia melihat Anna yang begitu berantakan dan tidak sanggup Melihat Anna yang seperti itu Aurelia pun menyusul papanya keluar dari gudang itu. Anna hanya tersenyum sinis melihat kakaknya itu.


" Sama saja, mereka semua sama, kalian benar-benar jahat," batin Anna yang berusaha untuk tegar dan kuat untuk mempertahankan keras kepalanya.


Chandra kembali mengunci ruangan itu dengan Aurelia yang berdiri di sampingnya yang menunggu Chandra menyelesaikan pekerjaannya.


" Pah, apa ini tidak kelewatan?" tanya Aurelia yang memberanikan diri untuk bicara.


" Aku sudah memberinya banyak kesempatan dan dia yang menginginkan semua ini. Jelas itu bukan kesalahanku," sahut Chandra menegaskan.


" Tapi pa, dengan tidak memberinya makan itu keterlaluan. Anna bisa mati pah, papa tidak bisa seperti itu kepadanya," ucap Aurelia.


" Jangan ikut campur apa yang aku lakukan demi kebaikannya. Aku sudah memberinya makan dan dia sendiri yang menolaknya dan jelas itu bukan kesalahanku," sahut Chandra yang tidak ingin di salahkan.


" Tapi pah," sahut Aurelia.


" Dengarkan apa yang aku katakan. Jangan membantahku sama sekali," tegas Chandra yang langsung pergi meninggalkan Aurelia di depan pintu gudang itu.


Aurelia semakin gelisah dengan apa yang terjadi. Dia juga manusia dan apalagi seorang kakak. Jelas dia masih punya hati dan tidak sanggup dengan apa yang di lihatnya yang mana Anna begitu lemah.


" Anna apa salahnya mengalah, sampai kapan kamu keras kepala seperti itu," batin Aurelia yang tidak bisa berbuat apa-apa dengan melihat adiknya yang sepertinya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2