Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 143 suasana tegang.


__ADS_3

Athar terus melihat Anna dan yang lainnya yang masih tetap di dalam mobil dan sementara Aurelia bersama papanya dan yang lainnya memeriksa kondisi papanya yang takut kenapa.


" Kak Athar jangan marah," sahut Olive.


" Keluar kalian!" ucap Athar yang menahan diri dan dengan perlahan mereka yang tampak takut-takut membuka sabuk pengaman masing-masing dan keluar dengan pelan-pelan dari dalam mobil.


Athar tiba-tiba melihat bagian lampu depan mobilnya yang pecah dan lecet. Athar melihatnya shock dengan memegang kepalanya yang mendadak migren. Dan Jennie hanya pasrah yang pasti tau Athar akan murka dengan Anna yang melakukan semuanya sedang suka-sukanya.


" Anna!" pekik Aurelia yang masih memegang papanya yang mengatur napas.


" Olive," sahut Derry tidak percaya adiknya ada di dalam mobil yang hampir menabrak Chandra.


" Kenapa kalian bisa ada di dalam?" tanya Athar yang mulai marah dan Anna dan kawan-kawan tampaknya takut dan hany menunduk.


" Anna, kamu yang menyetir, kamu sengaja ingin menabrak papa," sahut Aurelia yang langsung berpekulasi tinggi.


" Sudah kuduga dia memang suka membuat onar," sahut Gibran.


" Anna kamu benar-benar ya kelewatan, bisa-bisanya kamu ingin mencelakai papa," sahut Aurelia dengan wajah marahnya.


" Ya mana mungkin sengaja dia sengaja. Dia juga tau itu orang tuanya," sahut Sana membela Anna.


" Orang tua apa maksud Sana dan tadi Aurelia mengatakan papa," batin Lisa yang memang tidak mengetahui apa-apa.


" Aku tidak bicara denganmu," sahut Aurelia.


" Makanya kau jangan menuduh sembarangan. Kau pikir otaknya sama kayak kalian yang sanggup mencelakai anak sendiri," sahut Sana yang memang terlihat berani dan pasti tau semua tentang keluarga itu.


" Kau ya," sahut Aurelia terpancing dan ingin melabrak Sana. Namun Anna masih diam dan terlihat gemetar yang mungkin masih trauma yang hampir menabrak orang.


" Sudah cukup!" bentak Athar.


" Jangan malah bertengkar di sini. Sekarang jawab pertanyaan ku. Kenapa kalian bisa ada di mobilku?" tanya Athar dengan menekan suaranya.


" Olive yang menyuruh," sahut Olive menyalahkan dirinyam


" Kok bisa Olive," sahut Derry.

__ADS_1


" Tadi bahan Anna ketingalan dan pas Olive datang sama Sana. Anna terlihat kebingungan sama kak Lisa. Jadi ternyata bahan Anna ketinggalan, jadi kita niat jemput. Olive melihat mobil kak Athar jadi berniat menggunakannya," jelas Olive.


" Kak Lisa tidak bisa menyetir, Olive juga dan Sana juga. Lalu ya sudah Olive kasih sama Anna kuncinya, Anna mengambilnya saja dan ternyata saat di jalan Anna juga tidak bisa menyetir," jelas Olive.


" Anna tidak bisa menyetir. Tapi membawa mobil," sahut Maharani.


" Maaf mah, Olive yang salah," sahut Olive menyalahkan dirinya sendiri.


" Olive, kamu tau kan perbuatan kamu itu berbahaya," sahut Derry.


" Iya tau. Tapi kan yang penting kita selamat dan Om Chandra juga tidak kenapa-kenapa," sahut Olive.


" Seharusnya kalau tidak bisa membawa mobil. Jangan sok-sokan," sahut Gibran.


" Kak Gibran. Sudah di bilang Olive yang salah," sahut Olive.


" Maaf pak bos, saya juga salah," sahut Lisa juga ketakutan.


" Kamu sengaja melakukan ini Anna. Ingin membunuh orang tuamu sendiri. Kau sedendam itu sama papamu," sahut Chandra yang menambah kegaduhan.


" Apa pak Chandra adalah orang tua Anna," batin Lisa yang masih penuh kebingungan.


" Kamu tidak tau Olive jika Anna memang sengaja ingin membunuh Om. Jika tidak kenapa dia tidak membelokkan mobilnya," sahut Chandra


" Syukurin emak enak di permalukan di depan semua orang," batin Aurelia dengan menyunggingkan senyumnya.


Anna yang sedari tadi menunduk mengangkat kepalanya dan melihat papanya.


" Jika aku ingin melakukannya. Aku tidak akan menabrak yang akan membuatmu langsung mati. Tetapi akan melakukan yang lebih parah, yang lebih sakit sangat lama dan mati perlahan," sahut Anna dengan menekan suaranya yang membuat Chandra geram.


" Kau!" Geram Chandra.


" Sudah cukup!" sahut Athar yang berusaha mencegah keributan.


" Semua sudah di jelaskan masalahnya. Olive kamu tidak seharunya memakai mobil kakak tanpa izin. Apa lagi kamu tidak tau orang yang mengendarainya bisa menyetir ayat tidak. Kalian ber-4 bisa lihat kecerobohan kalian hampir nyawa kalian melayang dan lihat polisi sampai mengejar kalian," ucap Athar dengan tegas.


" Maaf kak!" Lirih Olive.

__ADS_1


" Jadi sudah masalah ini jangan di perpanjang lagi. Ini sudah selesai. Jennie kamu jemput bahan-bahan Anna!" titah Athar. Jennie mengangguk dan langsung pergi.


" Ikut dengan ku!" Athar langsung menarik tangan Anna dingin dan membawanya pergi.


" Lihatkan, apa yang di lakukannya. Bisa-bisanya dia membawa Anna di depan banyak orang seperti ini," batin Aurelia yang terlihat begitu emosi dengan Athar yang membawa Anna pergi.


Chandra juga memperhatikan tingkah Athar yang terlalu berlebihan pada Anna dan membenarkan apa yang di katakan Aurelia tadi pagi.


" Dia selalu membela wanita itu," batin Gibran yang terlihat sinis.


" Mas Chandra tidak apa-apa?" tanya Ari Purnama.


" Tidak apa-apa?" jawab Chandra.


" Kamu ini ya Olive. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Ini sangat bahaya," sahut Maharani mengingatkan anaknya itu.


" Iya mah maaf. Tapi benar kok. Ini bukan salah Anna. Dia juga tidak ada niat untuk menabrak Om Chandra," sahut Olive yang masih terus membela Anna.


" Sudah-sudah mbak, jangan memarahi Olive juga. Ini hanya kecelakaan kecil yang penting tidak ada korbannya. Mas Chandra, Anna, Olive dan yang lainnya baik-baik saja dan sebaiknya kita membahas itu lagi," sahut Amelia.


" Ya sudah kalau begitu ayo kita kedalam," sahut Ari Purnama.


" Ayo Olive!" ajak Derry. Olive mengangguk dan mengikuti yang lainnya masuk kedalam hanya tinggal Sana dan Lisa yang ada di sana.


" Sana!" panggil Lisa.


" Ada apa?" tanya Sana.


" Anna kenal sama keluarga itu?" tanya Lisa yang sedari tadi memang penuh tanda tanya.


" Ya iyalah. Itu Pria yang hampir di tabrak Anna adalah ayah kandung Anna," jawab Sana. Lisa mendengarnya sampai melotot yang benar-benar tidak percaya dengan perkataan Sana


" Kamu serius?" tanya Lisa tidak percaya.


" Ya seriuslah, wanita itu ibu tirinya dan yang tadi yang menyalahkannya adalah kakak kandungnya Anna. Si Mak lampir Aurelia," jelas Sana yang membuat Lisa benar-benar kaget mendengarnya.


" Jadi itu saudara Anna. Tapi Anna kayak sok kelihatan tidak tau apa-apa mengenai Aurelia," batin Lisa yang terlihat begitu schock dengan kenyataan yang di dengarnya.

__ADS_1


Selama ini Anna memang terlihat begitu santai. Anna bahkan bertanya mengenai Aurelia seolah-olah tidak mengenal Aurelia. Ya apa yang di dengarnya hari ini memang sungguh mengejutkan yang membuatnya tidak percaya dengan apa yang di dengar dari Sana.


Bersambung


__ADS_2