
Mentari pagi kembali tiba. Ternyata apa doa Olive menjadi kenyataannya. Di mana malam yang sangat singkat itu menjadi cerita untuk Anna dan Athar yang hubungan mereka kembali baik-baik saja.
Ya walau sempat terpisah dan bahkan sama-sama yakin memilih untuk sendiri-sendiri. Ternyata kata-kata sendiri-sendiri itu tidak ada. Karena pada intinya Anna dan Athar tetap masih ingin bersama.
Mungkin saja hubungan mereka yang terpisah, untuk memberikan ke-2nya waktu untuk lebih saling mengenal dan memahami lagi.
Athar ternyata sudah bangun sejak tadi. Namun tidak bergerak dari tidurnya di mana Athar yang berbaring miring menghadap Anna yang juga menghadap dirinya dengan Anna yang masih tertidur lelap.
Athar tidak melepas pandangannya untuk menatap Anna yang begitu cantik. Pasti tidak ada bedanya Anna yang dulu sama saja dengan Anna yang sekarang sama-sama sangat cantik.
Pandangan mata Athar saat menatapnya juga sangat dalam sangat penuh makna. Mungkin pandangan mata itu langsung di rasakan Anna sampai mana membuka matanya perlahan dan langsung melihat Athar yang tersenyum melihatnya membuat Anna juga tersenyum.
"Jangan menatapku seperti itu. Aku malu!" ucap Anna dengan wajahnya yang memerah yang menutup wajahnya yang membuat Athar tersenyum gemes dengan tingkah Anna yang sangat menarik perhatiannya.
Saking gemesnya Athar menyinggirkan tangan Anna yang menutup wajah itu
"Kenapa malu?" tanya Athar yang kembali berhasil melihat wajah itu.
"Kamu melihatku seperti itu, membuatku jadi..."
"Jadi apa?" tanya Athar yang menunggu jawaban itu.
"Arggh, sudahlah," sahut Anna jadi salah tingkah membuat Athar geleng-geleng dan menarik Anna kembali kedekapannya dengan wajah Anna menempel dada bidang Athar.
"Aku masih sangat merindukanmu. Makanya aku menatap mu seperti itu," ucap Athar.
"Aku juga merindukanmu," sahut Anna yang tersenyum yang merasa paling nyaman di peluk. Ke-2nya sama-sama malas untuk bergerak, lebih ingin berpelukan dan rasanya ingin berlama-lama di dalam pelukan itu.
***********
Cuaca sudah kembali normal Anna dan Athar harus kembali pulang. Anna baru selesai mengganti pakaiannya dengan pakaiannya sebelumnya, setelah itu Anna menghampiri Athar yang berdiri membelakanginya.
"Ini," ucap Anna membuat Athar membalikkan tubuhnya di mana Anna memberikan kemeja yang di berikan Athar sebelumnya kepadanya.
Athar mengambilnya dan langsung memakainya, " apa baju kamu bau asap?" tanya Athar.
"Coba kamu cium," ucap Anna memberikan lengannya pada Athar.
"Tidak sama sekali," jawab Athar membuat Anna tersenyum dan Athar kembali memakai kemejanya dengan mengkancing satu persatu kemejanya tepat di depan Anna.
"Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Athar yang Anna terus saja melihatnya. Gantian tadi Athar yang melihatnya dan sekarang Anna yang melihatnya.
Anna menggelengkan kepalanya, "tidak apa-apa, memang tidak boleh melihatmu?" tanya Anna. Athar yang selesai memakai pakaiannya memegang lengan Anna dan langsung memeluk Anna dengan erat yang seolah masih saja merindukan Anna. Di mana Anna juga tenggelam dalam pelukan Athar dengan tersenyum. Asmara kembali muncul. Jadi lagi bucinnya.
Anna melonggarkan pelukannya dan melihat ke arah Athar, "ayo pulang aku lapar dan mau makan," ucap Anna dengan lembut.
"Kita cari makan di luar," ucap Athar.
"Aku mau makan di rumah saja," ucap Anna yang menolak tawaran Athar.
"Baiklah, aku akan memasakkan kamu makanan yang special," ucap Athar.
"Bwnarka?" tanya Anna ingin memastikan.
"Aku mana mungkin berbohong," sahut Athar
"Baiklah kalau begitu aku akan tunggu masakan special dari kamu," sahut Anna menganggukkan kepalanya dan kembali memeluk Athar dengan erat. Athar juga memeluknya. Mereka tidak selesai-selesai berpelukan. Maklum kembali bucin.
********
Anna dan Athar pun sudah keluar dari hotel tersebut dan berjalan menuju mobil mereka dan pasti tangan itu tidak lepas dari genggaman tangan yang erat. Anna menoleh kebelakang yang melihat dari kejauhan di mana hotel yang mereka sebelumnya menginap dan dia sudah merasa lelah berjalan.
"Apa tadi malam kamu membawaku begitu jauh?" tanya Anna.
__ADS_1
"Iya," jawab Athar.
"Dengan apa?" tanya Anna.
"Dengan kaki. Bukannya mobil kita mogok," jawab Athar.
"Dan aku?" tanya Anna.
"Aku menggendongmu," jawab Athar.
"Aku pasti menyisahkan mu. Seharusnya tidak membawaku berjalan sejauh itu," ucap Anna yang merasa tidak enak.
"Aku akan membawamu sejauh manapun. Asalkan kamu baik-baik aja. Aku tidak mungkin tinggal diam dengan kondisi kamu tadi malam," ucap Athar.
"Maaf Athar aku sudah merepotkan mu," ucap Anna yang merasa bersalah.
"Tidak Anna aku di repotkan. Kamu jangan berlebihan," sahut Athar.
"Lalu apa aku berat?" tanya Anna.
"Tidak kamu jauh lebih ringan. Sepertinya kamu kurusan. Apa kamu banyak pikiran sampai berat badan turun?" tanya Athar.
"Bagaimana tidak banyak pikiran. Di pikiranku hanya ada kamu," ucap Anna yang mulai gombal. Athar sampai tertawa mendengar rayuan Anna.
"Sekarang sudah mulai pintar merayu. Belajar dari mana?" tanya Athar dengan menaikkan 1 alisnya.
"Belajar dari kamu," jawab Anna.
"Aku tidak pernah memberikan ilmu seperti itu," sahut Athar.
"Iya deh. Tapi kan tidak apa-apa. Kalau aku pintar merayu," sahut Anna.
"Iya tidak apa-apa. Ayo sudah sampai mobilnya," ucap Athar yang menunjuk di depan mereka mobil mereka sudah dekat. Anna mengangguk dengan semangatnya dan langsung memasuki mobil bersama Athar.
"Huhhh, padahal cuacanya sudah normal. Tetapi dinginnya masih begitu terasa," ucap Anna yang masih merasa kedinginan di dalam mobil.
"Oh iya apa mobilnya sudah bagus?" tanya Anna yang setaunya mobil itu rusak.
"Sudah. Sebelumnya aku menyuruh bengkel untuk memperbaikinya dan sudah bisa," jawab Athar.
"Kalau tadi sudah bisa hidup kembali. Kenapa tidak membawanya langsung ke penginapan dengan begitu aku tidak lelah berjalan," ucap Anna yang mengeluh.
"Biar kamu bisa sekalian olah raga," sahut Athar.
"Iya deh, ya sudah kita sekarang sebaiknya pulang. Aku benar-benar sudah lapar," ucap Anna. Athar menganggukkan kepalanya dan menyalakan mesin mobil yang memang benar mobil itu sudah normal.
Mereka pun melanjutkan perjalanan pulang mereka dan Anna tampak begitu bahagia yang mungkin tidak percaya. Jika malam yang membuat mereka terjebak bisa membuat momen indah yang pasti akan menjadi sejarah.
******
Anna dan Athar sudah sampai Apartemen. Ke-2nya bahkan sekarang sedang menikmati makanan kesukaan Anna yang di masakkan oleh Athar. Mereka lagi bahagia-bahagianya sampai lupa bahwa tidak ada Olive di Apartemen tersebut.
"Apa rasanya masih sama?" tanya Athar.
"Masih sama, sangat enak," jawab Anna sembari mengunyah makanan itu. Athar memegang tangan kiri Anna yang ada di atas meja sembari mengusap-usap punggung jari-jari itu. Anna hanya tersenyum melihat Athar yang sama seperti dulu sangat manis.
"Makasih sudah memasakkan ku," ucap Anna dengan lembut.
"Sama-sama," jawab Anna, "oh iya setelah ini mari kita mengobrol," ucap Athar.
"Mengobrol apa. Bukannya dari kemarin kita mengobrol memang ada lagi yang harus kita obrolin?" tanya Anna dengan dahinya yang mengkerut.
"Banyak hal yang harus kita bicarakan," jawab Athar.
__ADS_1
"Apa itu sangat penting. Apa tadi malam belum menjelaskannya semuanya?" tanya Anna.
"Aku tetap ingin bicara," ucap Athar
"Baiklah kalau begitu," jawab Anna yang tidak masalah jika memang Athar ingin bicara lagi. Padahal bagi Anna itu sudah tidak penting. Jika harus membahas masa lalu.
"Akkkk," Anna menyodorkan suapan untuk Athar. Athar tersenyum dan membuka mulutnya.
"Koh kak Athar sudah pulang!" suara Olive yang tiba-tiba membuat Anna menurunkan sendok kembali tidak jadi menyuapi Athar dan mulut Athar jadi menganggur yang masih menganga dan terpaksa di tutup sendiri dengan rasa kecewa. Anna juga menarik tangannya dari genggaman Athar yang sepertinya takut di lihat Olive.
"Oh iya, sudah," jawab Athar dengan gugup. Sementara Anna juga menjadi canggung tiba-tiba.
"Kapan kalian sampai?" tanya Mike yang datang bersama Olive dan langsung mengambil tempat duduk.
"Barusan aja," jawab Anna, "oh iya kamu dari mana Olive?" tanya Anna yang baru sadar tidak melihat temannya itu sejak tadi.
"Kami habis dari gedung. Tadi malam tidak bisa pulang karena cuaca buruk yang tidak memungkinkan untuk berkendara. Jadi kak Mike memberikan ku penginapan untuk istirahat," jawab Olive.
"Oh begitu rupanya," sahut Anna yang tersenyum kaku.
Mike dan Olive pun ikut duduk bersama Anna dan Athar. Bahkan Mike memperhatikan makanan yang terhidang di meja tersebut hanya satu piring saja yang ada di depan Anna.
"Kamu sama kak Athar terjebak di Bandara?" tebak Olive.
"Tidak. Kami belum tiba di Bandara. Karena mobil rusak di jalan," jawab Athar.
"Apa saat cuaca buruk kak Athar dan Anna ada di jalan?" tanya Olive.
"Iya," jawab Athar apa adanya.
"Lalu kalian baik-baik saja?" tanya Olive dengan cemas.
"Seperti yang kamu lihat Olive kakak dan Anna baik-baik saja," jawab Athar dengan santai.
"Olive bagaimana tidak baik-baik saja. Mereka berdua itu ada energi cinta," sahut Mike.
"Apa iya," sahut Olive menatap Anna dan Athar secara bergantian yang membuat Anna malah canggung yang seperti di intimidasi.
"Lalu kenapa kak Athar tidak menelpon Olive saat sudah tiba di Apartemen?" tanya Olive.
"Kakak tidak kepikiran dengan hal itu," jawab Athar dengan santainya.
"Bisa-bisanya tidak kepikiran sama adik sendiri," sahut Mike.
"Tauh nih kak Athar," sahut Olive kesal.
"Bukan begitu Olive. Kakak kan tidak tau kalau kamu ada di gedung dan bukan di sini," sahut Athar memberi alasannya.
"Itu artinya kakak dan Anna juga tidak menyadari ada apa tidaknya aku di apartemen," sahut Olive yang mana Athar malah terjebak dengan alasannya sendiri.
"Ya ampun Athar bisa-bisanya langsung lupa sama adik sendiri," lagi-lagi Mike mengkompor- kompori.
"Bukan begitu olive kami," sahut Anna yang menjadi gugup.
"Kok jadi gugup sih ke-2nya," ucap Mike dengan menatap curiga 2 orang itu.
"Apa ada insiden di balik insiden," sahut Olive yang menatap curiga Anna dan Athar.
Anna dan Athar saling melihat yang tampaknya ke-2nya sangat gugup.
"Apa sih yang di bicarakan. Sudahlah Olive kamu sarapan sekarang. Jangan bicara yang lain-lain. Kita harus menyelesaikan urusan pekerjaan lagi. Waktu pameran Gibran semakin dekat," ucap Athar dengan tegas yang berusaha mengalihkan suasana.
"Di suruh sarapan. Tapi sarapannya tidak ada," celetuk Olive. Lagi-lagi Athar dan Anna benar-benar mati kutu di depan Olive dan Mike.
__ADS_1
Mike dan Olive sama-sama tersenyum dengan penuh arti yang melihat kakaknya dan temannya itu malah senyum-senyum menggemaskan yang begitu lucu sampai 2 wajah 2 orang itu sama- merah.
Bersambung