
Anna sangat marah dengan orang tuanya sampai Maya pun tidak bisa bicara lagi dengan Anna yang marah sembari meneteskan air mata.
"Kenapa kalian harus melakukan ini. Kenapa harus membohongi Anna. Kak Aurelia kenapa membiarkan Anna tidak tau apa yang terjadi," ucap Anna dengan kesalnya dirinya.
"Anna kamu jangan menyalahkan kakak kamu, mama kamu, mereka itu tidak salah. Papa yang meminta mereka untuk tidak memberitahu kamu Anna. Mama dan kakak kamu tidak bermaksud apa-apa," sahut Chandra yang berbicara dengan terasa sesak di dadanya yang berusaha untuk menenagkan Anna.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk, Chandra juga batuk-batuk dengan menutup mulutnya.
"Papa!" lirih Anna dan Aurelia yang lebih mendekat dengan Chandra dan melihat Chandra dengan panik.
"Papa tidak apa-apa?" tanya Anna panik, "apa yang terjadi pah, apa yang papa yang sakit pah," ucap Anna dengan cemas
Sementara Aurelia mengambil air putih yang membantu memberikan pada Chandra, "ayo papa minum dulu," ucap Aurelia yang membantu papanya untuk mengangkat kepala Chandra. Anna juga ikut membatu. Saat Anna memegang tangan sang papa. Anna melihat darah.
"Papa!" lirih Anna semakin panik dengan wajah kagetnya. Dan mulut Chandra juga keluar darah yang banyak.
"Papah berdarah. Apa yang terjadi kenapa papa berdarah? papa kenapa bisa seperti ini," tanya Anna panik.
"Ya Allah, papa kenapa ya Allah, papah," Aurelia pun ikutan panik yang kembali meletakkan air putih di atas meja.
"Mas Chandra," sahut Maya yang juga ikutan panik dengan kondisi mantan suaminya itu
Orang-orang yang ada di dalam juga ikutan panik dengan keadaan Chandra yang semakin memburuk.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk. Chandra terus batuk-batuk dengan Anna dan Aurelia yang mencoba membantu Chandra untuk minum kembali. Namun Chandra malah muntah.
"Bagaimanapun ini. Papa apa yang papa rasakan?" tanya Anna panik. Di tengah-tengah Chandra yang batuk dengan cepat tiba-tiba Chandra langsung tidak sadarkan diri dengan darah yang keluar dari mulutnya dan sebelumnya dengan napasnya yang sesak membuatnya tidak sadarkan diri lagi.
"Pah bangun pah, pah," Annas membangunkan Chandra dengan memegang pipi Chandra yang pasti tangan Anna penuh dengan darah.
"Papa bangun, papa," Aurelia juga ikutan panik dengan keadaan sang papa yang sudah tidak sadarkan diri.
"Mah bagaimana ini mah. Papa mah," ucap Anna dan Aurelia yang semakin panik. Derry dan Athar juga panik begitu juga Maya.
__ADS_1
"Aurelia kamu tenang dulu," ucap Derry yang berusaha untuk menenangkan Aurelia.
"Panggil Dokter, panggil Dokter!" teriak Anna yang sudah kepanikan dengan tubuhnya yang bergetar.
Athar langsung menekan bel darurat. Agar Dokter masuk ke ruangan Chandra. Namun beberapa kali menekan tidak satupun Dokter yang datang kedalam ruangan itu.
"Athar kamu panggil saja Dokter!" titah Maya yang semakin panik.
Athar mengangguk dan langsung keluar untuk memanggil Dokter. Di koridor-koridor rumah sakit tidak satupun Dokter yang berkeliaran yang membuat Athar malah semakin panik.
"Dokter, Dokter, Dokter!" panggil Athar dengan teriak-teriak yang memanggil Dokter dengan suara yang kuat sampai Dokter langsung datang dengan beberapa Suster.
"Ada apa ini pak?" tanya Dokter.
"Tolong Dok. Pasien dalam masalah. Pasien tidak sadarkan diri," jawab Athar dengan panik
"Baik kalau begitu," sahut Dokter yang langsung memasuki ruangan itu untuk mengecek kondisi pasien.
"Apa yang terjadi?" tanya Dokter yang langsung mengecek pasien.
"Kalau begitu saya cek dulu. Kalian tunggu di luar saja," ucap Dokter.
"Tidak Dokter saya ingin menemani papa," sahut Anna.
"Iya Dokter kami harus tau kondisi papa," sahut Aurelia juga.
"Maaf biarkan Dokter yang mengurus pasien, tolong semuanya tunggu di luar biar kami yang mengurus pasien," ucap suster yang berusaha untuk membuat orang-orang di dalam ruangan itu keluar.
"Tapi Dokter," sahut Anna.
"Tolong Bu jangan mempersulit pekerjaan kamu," sahut Suster.
"Anna ayo Anna kita tunggu di luar saja. Kita serahkan pada Dokter semua ini," bujuk Athar merangkul bahu istrinya.
__ADS_1
"Iya Aurelia. Kita tunggu di luar saja," sahut Derry yang juga membujuk Aurelia.
Mau tidak mau Aurelia dan Anna pun keluar dari ruangan itu setelah di bujuk Athar dan Derry. Anna dan Aurelia yang adanya semakin panik dan tidak bisa renang. Karena kondisi papanya yang tidak baik-baik saja. Apa lagi melihat sang papa yang tidak sadarkan diri. Sampai pintu itu tertutup, Anna dan Aurelia tidak dapat melihat lagi yang mana Dokter langsung bergegas untuk memeriksa keadaan Chandra.
********
Dokter masih menangani Chandra dan sementara keluarga Anna menunggu di luar dengan panik dengan Anna yang panik dengan keadaan Chandra dan Athar terus berusaha untuk menolong Anna dengan memeluk Anna sembari mengusap-usap wajah rambut Anna.
"Anna tenanglah papa akan baik-baik saja. Kita serahkan semuanya pada Dokter," ucap Athar.
"Kak Aurelia apa yang terjadi sebenarnya kenapa papa seperti ini dan apa kata Dokter tentang penyakit papa?" tanya Anna melepas diri dari Athar dan Anna harus tau apa yang terjadi sebenarnya.
"Kaka juga kaget Anna dengan apa yang menimpa papa. Kakak dan Derry pagi-pagi sudah mengunjungi papa dan kakak tidak menemukan papa. Sampai akhirnya menemukannya dengan tergelatak di lantai yang tidak sadarkan diri dengan mulut papa yang keluar darah," ucap Aurelia menjelaskan dengan apa adanya.
"Lalu kenapa tidak memberitahu Anna?" tanya Anna.
"Anna saat kami membawa papa kerumah sakit. Aku sudah menghubungi kamu dan kamu tetapi tidak bisa. Lalu setelah papa sadar. Seperti biasa papa selalu merasa baik-baik saja dan aku ingin kembali menghubungi kamu untuk memberi tahu kondisi papa. Tetapi papa melarang kakak dengan alasan yang tidak ingin mengganggu acara kamu dan Athar," jelas Aurelia.
"Anna kakak juga ingin memberitahu kamu. Namun kakak menuruti papa yang kakak juga berharap papa baik-baik saja dan tidak ada yang salah dengan kondisinya. Namun siapa sangka kondisi papa sangat buruk," lanjut Aurelia yang menjelaskan.
"Dan itu juga yang menyebabkan kakak berbohong pada Anna saat Anna menelpon kakak?" tanya Anna.
"Iya Anna, kakak takut membuat kamu terkejut dengan tau keadaan papa," sahut Aurelia.
"Tapi kak justru dengan seperti ini lah yang membuat Anna shock, panik. Apa lagi tau dari orang dan seharusnya apapun yang terjadi kakak harus tetap hubungi Anna. Bukan seperti ini," sahut Anna.
"Anna sudahlah jangan menyalahkan Aurelia saja. Dia juga tidak ingin melakukan ini. Aurelia juga panik," sahut Derry yang pasti tidak ingin Aurelia terus di salahkan sejak tadi.
"Bagaimana tidak menyalahkan, kak Aurelia...."
"Anna sudah-sudah jangan menyalahkan siapa-siapa. Yang penting kita tau kondisi papa. Itu jauh lebih baik Anna," sahut Athar yang mencoba untuk menenangkan istrinya itu.
"Tapi Athar," sahut Anna yang sudah tidak sanggup bicara. Athar pun kembali meraih istrinya untuk di peluknya.
__ADS_1
"Mama mengerti perasaan kamu Anna. Tapi kamu juga harus tau jika Aurelia juga pasti tidak ingin melakukan ini, menyembunyikan masalah besar seperti ini. Tetapi ini permintaan papa kamu yang ingin kamu tidak apa-apa sama sekali," ucap Maya.
Bersambung