Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 20 tergesa-gesa


__ADS_3

Pagi hari kembali tiba. Dan lihatlah bagaimana 2 anak gadis yang memiliki kesamaan itu. Tidur layaknya bukan seorang wanita.


Kepala mereka berlawanan di mana kaki Olive berada wajah Anna dan sama dengan Anna yang kakinya juga di wajah Olive ya mereka memang bisa tertidur seperti itu. Memang itulah kelebihan mereka jadi harus di hargai.


Suara alaram di kamar itu pun terus berdering. Namun Alaram itu tidak berfungsi untuk telinga Anna maupun telinga Olive. Sampai mungkin sudah begitu lama sampai akhirnya tangan Anna mulai meraba keberadaan Alaram itu.


Anna mengucek matanya dan melihat Alaram tersebut. Matanya yang masih menyipit melihat jarum jam tersebut. Sampai akhirnya matanya melotot dengan apa yang di lihatnya.


" Terlambat," teriak Anna yang langsung menggeser kaki Olive dari tubuhnya dan malah membuat Olive jatuh ke lantai.


" Auhhhh,"irih Olive merasa sakit di punggungnya karena tendangan Anna.


" Sorry, sorry, aku tidak sengaja soalnya sudah terlambat," ucap Anna yang merasa bersalah. Namun tidak ada waktu untu minta maaf lebih panjang atau membantu olive berdiri. Anna pun langsung keluar dari kamar untuk kekamar mandi.


" Hahhhhhh, padahal masih ngantuk," ucap Olive mengucek-ngucek matanya dan menguap panjang.


Anna pun harus kembali dengan dramanya yang buru-buru, menggunakan keahlian tangannya agar cepat selesai bersiap-siap. Tetapi tenang Olive membantunya.


" Di mana letakknya?" tanya Olive yang sedang membongkar lemari pakaian Anna melempar asal-asalan pakaian untuk mencari rok Anna. Karena sekarang Anna memakai blouse dengan handuk di lilit di pinggangnya dan sambil menyisir rambutnya.


" Sudah cari aja warna hitam," ucap Anna. Dan Olive pun mencarinya.


" Yang ini?" tanya Olive memperlihatkan rok lipat pendek warna hitam dengan dengan motif garis putih-putih.


" Ha iya itu, sini lempar," ucap Anna dan Olive pun melemparnya dan langsung di tangkap Anna.


Tidak ada malunya Anna melepas handuknya dan langsung memakai roknya yang sepahanya itu. Mungkin karena sama-sama wanita. Jadi Anna yang memang dominanya sangat ceroboh. Jadi tidak peduli dengan malu atau tidak.


*********


Anna pun selesai dengan segala persiapannya ingin berangkat bekerja. Dan sekarang Anna sudah mengendarai sepeda motornya dengan membonceng Olive di belakangnya yang memegang pinggangnya erat. Takut terbang di buat Anna. Karena kelajuan motor Anna yang begitu kencang.


" Kau tidak perlu mengantarku. Nanti kamu telat," teriak Olive.


" Tidak apa-apa. Itu tanggung jawabku," jawab Anna yang juga berteriak.


" Memang kamu tidak akan telat?" tanya Olive


" Tidak akan. Masih ada waktu," jawab Anna.


" Bosmu tidak galak kan?" tanya Olive.


" Aku tidak tau, aku baru bekerja dan tidak pernah bertemu dengannya," jawab Anna berteriak-teriak. Mereka memang bicara saling meneriaki. Supaya saling dengar. Karena suara angin dan bisingnya klakson membuat mereka tidak bisa bicara pelan-pelan.


***********


Sementara di rumah Ari Purnama. Seperti pagi biasanya. Mereka akan sarapan bersama Ada Amelia, suaminya dan 3 putra Ari Purnama.

__ADS_1


" Olive, tidak pulang?" tanya Ari Purnama.


" Menginap di rumah temannya pa," jawab Maharani.


" Di mana?" tanya Ari Purnama.


" Tidak tau pah. Olive hanya memberitahu Derry jika dia menginap di rumah temannya yang biasa," jawab Derry.


" Dan sampai sekarang belum pulang juga?" tanya Ari Purnama.


" Mungkin sebentar lagi pa," sahut Maharani.


Tidak lama akhirnya Olive dan Anna pun sampai di depan gerbang utama rumah Olive. Dan Olive turun dari motor.


" Maaf ya aku tidak bisa mengantar mu sampai depan pintu rumahmu," ucap Anna mengambil helmnya dari kepala Olive yang sedikit menunduk.


" Tidak apa-apa. Yang penting kamu sudah mengantarku. Malahan aku yang minta maaf. Sudah merepotkan mu," sahut Olive.


" Tidak kok. Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu, lain kali kita ketemu lagi," ucap Anna.


" Iya makasih. Kita bisa saling telponan setelah ini," sahut Olive. Anna mengangguk-angguk.


" Aku pergi ya. Daaaaa," ucap Anna melambaikan tangannya. Lalu melakukan motornya.


" Daaa," sahut Olive tersenyum.


Olive pun berjalan sampai rumahnya dan Athar yang ingin berangkat kerja melihat adiknya yang pulang dengan jalan kaki yang pasti membuatnya heran.


" Sama siapa kamu pulang?" tanya Athar dengan heran.


" Di antar teman," jawab Olive.


" Sampai depan?" tanya Athar. Olive mengangguk.


" Kenapa tidak sampai dalam?" tanya Athar.


" Dia buru-buru," jawab Olive. " Sudah ah, Olive mau masuk dulu" ucap Olive yang langsung pergi.


" Aneh, sekali tumben-tumbe temannya tidak mengantarnya masuk," batin Athar geleng-geleng. Namun dia juga tidak terlalu peduli dan langsung memasuki mobilnya.


Olive memasuki rumahnya dan bertemu dengan mamanya.


" Kenapa tidak bilang sama mama. Kalau menginap," sahut Mariana yang langsung menegur anak perempuannya yang bandalnya minta ampun itu.


" Dah bilang sama kak Derry kok," sahut Olive.


" Ya kan kamu bilangnya sudah di sana. Waktu pamit sama mama tidak bilang kalau akan menginap," sahut Maharani kesal yang sekarang mengomeli Anna.

__ADS_1


" Ya kan tidak tau sih ma, kalau akan ada musibah," sahut Olive dengan santainya.


" Kamu kenak musibah. Musibah apa?" sahut Mariana yang langsung panik.


" Tidak mah, bukan itu," sahut Olive salah bicara.


" Lalu?" tanya Mariana.


" Ihhhh, mama sudah deh. Yang penting Olive sudah pulang dan tidak terjadi apa-apa. Jadi mama jangan khawatir. Semuanya baik-baik saja. Sekarang Olive mau kekamar dulu mau tidur. Bye mama sayang," ucap Olive yang langsung pergi dan tidak mau mendengar ocehan sang mama lagi.


" Olive kamu ini ya, bikin Mama pusing," ucap Amelia memijat kepalanya.


**********


Anna pun sampai di kantor dan untung dia memang tidak telat. Keberuntungan masih bersamanya dan Alhamdulillah jika dia tidak telat.


Anna langsung memasuki lokasi pekerjaannya dan melihat orang-orang sibuk mengerumuni papan pengumuman yang membuat Anna heran.


" Kenapa sih mereka," batin Anna heran.


Tapi bukan Anna namanya jika tidak langsung menghampiri tempat itu. Anna langsung memasuki daerah kerumunan tersebut dan melihat apa yang di lihat orang-orang di sana.


" Ada sih?" tanya Anna heran.


" Anna, Perusahaan sedang mengadakan lomba keterampilan dan mengasah otak," sahut Momo.


" Lomba, perasaan 17 an masih lama, sudah main lomba-lomba aja," sahut Anna heran.


" Ini bukan lomba 17 an. Perusahaan memberikan kesempatan semua karyawan untuk memperlihatkan desain mereka. Dalam bentuk apapun itu dan jika berhasil memikat hati para petinggi-petinggi perusaahan dan ada yang terbaik. Maka itu akan jadi produk terbaru dari perusahaan Glossi dengan brand ternama Glossi," jelas Momo dengan detail.


" Semuanya boleh ikut?" tanya Anna Momo mengangguk.


" Bukannya biasanya masalah pengeluaran produk gitu urusan orang-orang yang punya jabatan tinggi di perusahaan ya, urusan para pengusaha-pengusaha yang jabatannya tinggi-tinggi itu," ucap Anna.


" Ya emang iya," sahut Momo.


" Lalu kenapa kita ikut-ikutan memberikan ide," sahut Anna.


" Ini itu namanya kesempatan dan peluang besar. Siapa tau aja karyawan seperti kita yang di pandang rendah. Tetapi bisa memberikan ide menarik dan tidak tau malah di jadikan produk baru kan tidak ada yang tau," sahut Momo.


" Keuntungannya apa untuk kita?" tanya Anna.


" Banyak dong Anna. Pertama pasti jabatan kita di angkat. Kita akan di berikan hadiah dan yang paling penting kita punya produk dari hasil karya kita sendiri, ya pasti banyak reward yang akan kita dapatkan," jelas Momo. Anna tampaknya masih berpikir-pikir antara masuk sama tidak dengan apa yang di katakan Momo padanya.


" Udah deh, dari pada kamu pusing dan aku repot-repot menjelaskan nih, kamu baca aja sendiri," ucap Momo yang langsung memberikan Anna brosur nya dan Anna langsung mengambilnya.


" Hmmm, oke lah, lagian nambah-nambah pekerjaan saja," sahut Anna yang langsung mengambilnya saja, meletakkan di mejanya. Anna sepertinya tidak sebegitu tertariknya dengan hal itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2