Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 126 Insiden semakin parah


__ADS_3

Suasana semakin tegang di dalam mobil. Lisa terus menyetir dengan kencang. Walau dia terlihat takut karena memang tidak pernah menyetir di kejar-kejar seperti itu. Sana, Olive dan Anna juga ketakutan dan bentar-bentar melihat kebelakang yang melihat orang-orang yang menyeramkan itu.


" Kalian tenanglah, jangan takut. Lisa sini biar saya yang menyetir, kamu langsung cepat pindah kesamping Sana!" ucap Athar mengambil tindakan. Karena merasa Lisa tidak bisa mengimbangi kecepatan mobil-mobil yang di belakang.


" Jangan tangan kamu terluka. Yang ada akan semakin parah," cegah Anna.


" Benar kak," sahut Olive yang juga tidak setuju.


" Tapi mereka bisa mengejar kita," ucap Athar.


" Tapi apa yang kamu lakukan juga hanya akan membuat luka kamu semakin parah," ucap Anna yang terlihat begitu panik.


Memang Athar harus mengakui. Jika dia memaksakan untuk menyetir dia pasti tidak mampu dan bisa-bisa mereka hanya akan tertangkap. Mereka bahkan melewati jalanan yang begitu sepi. Bahkan tidak ada satupun kendaraan yang melintas dan Athar tau tujuan mereka pasti Anna yang tidak tau apa kesalahan Anna sampai mereka ingin melenyapkan Anna.


" Kalau begitu menyetir lebih kencang lagi Lisa!" ucap Athar. Lisa hanya mengangguk saja.


" Aaaaaaa!" teriak Olive saat salah satu pemotor menghimpit mobil di bagian sampingnya. Athar kaget melihatnya dan bahkan Pria yang berada di boncengan memukul-mukul pintu mobil di bagian Olive.


" Lisa ayo lebih cepat lagi," desak Sana yang begitu ketakutan. Lisa mengangguk dan sebisanya mengelakkan para mengendara yang semakin lama semakin banyak menghimpit mobil mereka.


" Sial," desis Athar yang terlihat begitu cemas.


" Aaaaa!" suara teriakan di dalam mobil semakin ricuh. Bukan hanya Olive. Anna dan Sana pun ikut dengan menutup telinga mereka yang mendengar suara bising dari sepeda motor itu dan penuh ketakutan dan belum lagi pintu mobil yang di pukul-pukul.


" Kak Athar bagaimana ini?" tanya Olive panik yang kakaknya yang mana dia penuh ketakutan.


" Olive kamu tenang percayakan pada kakak semuanya," sahut Athar yang menenangkan adiknya itu dan Olive semakin takut.


" Siapa mereka sebenarnya," sahut Lisa yang suaranya begitu bergetar.


" Menyetirlah dengan fokus dan jangan berhenti sama sekali!" sahut Athar memerintah dengan tegas. Lisa mengangguk dan tetap menyetir dengan kencang di jalanan yang lurus itu.


" Lisa di depan!" ucap Sana yang melihat diujung sana ada pemotor berhenti di tengah jalan.


" Bagaimana ini bos?" tanya Lisa panik.

__ADS_1


" Kamu tabrak saja mereka!" titah Athar. Lisa kaget mendengarnya.


" Mana mungkin bos saya bisa masuk penjara, saya tidak mau menjadi pembunuh," tolak Lisa yang semakin ketakutan.


" Cepat lakukan. Kamu tidak mungkin berhenti. Berhenti sama saja cari mati," sahut Athar menegaskan.


" Tapikan tidak mungkin juga bos. Saya menabrak mereka," sahut Lisa yang ketakutan.


" Cepat Lisa!" Bentak Athar.


Lisa semakin takut ketika sudah semakin dekat dan ketika begitu dekat Lisa membanting stir kekanan yang mengelakkan orang-orang yang menghadang mereka. Lisa tidak bisa menuruti Athar. Tetapi alhasil mobil yang di kendarai Lisa jadi melaju tidak menentu.


" Aaaaaaa," mereka semakin berteriak dengan mobil itu yang oleng bahkan mereka sampai bergeser kekiri, kekanan karena ulah Lisa yang menyetir tidak beres dan bahkan Anna sudah beberapa kali terbentur dengan pintu mobil. Atahr yang melihat hal itu langsung membawa Anna kedalam pelukannya dan melindungi Anna agar tidak terbentur sama sekali. Sama dengan adiknya yang juga masih memeluk Athar agar tidak bergeser atau terbentur.


" Lisa kenapa jadi seperti ini!" teriak sana yang tidak berani melihat kedepan karena Lisa semakin mengada-ada menyetirnya.


" Ya aku mana tau, mobilnya jalan sendiri," sahut Lisa kepanikan dengan menyetir yang tidak tentu.


" Ya Allah ampuni dosa-dosa ku. Jika akhirnya aku akan mati hari ini. Mungkin ini pertanda makanya aku di beri kesempatan untuk menemui bibi. Ternyata ini jadi pertemuan terakhir kami!" ucap Anna yang memeluk Athar erat yang masih sempat-sempatnya bicara yang tidak-tidak.


" Lisa awas di depan," teriak Sana yang melihat kedepan ada mobil berhenti.


" Mana remnya," sahut Lisa yang sudah ketakutan sehingga mendadak bodoh.


" Ya di kakimu lah," bentak Athar.


" Cepat Lisa, jika tidak mobil ini bisa terpelanting. Kita bisa mati Lisa," teriak Sana.


Lisa yang ketakutan dan tidak juga menemukan di mana remnya. Kakinya hanya meraba-raba dan mata mereka melihat sama-sama kedepan dan melihat mobil yang berhenti di depan semakin dekat.


" Aaaaaaaaa!" teriak mereka serentak saat mobil itu hampir menabrak dan untuk Lisa merem mendadak. Namun alhasil semua yang di dalam mobil maju kedepan dan kepala Anna terbentur jok mobil.


Suara napas Athar yang tidak beraturan keluar yang merasa lega yang akhirnya akhirnya mereka tidak jadi menabrak mobil itu yang bisa menghilangkan nyawa mereka.


" Apa kita masih hidup?" tanya Sana dengan napas beratnya. Yang melihat Lisa di sampingnya yang juga sedang mengatur napas dengan lengan kirinya yang kesakitan.

__ADS_1


" Olive kamu tidak apa-apa?" tanya Athar memastikan kondisi adiknya. Olive yang begitu pucat hanya menggelengkan. Athar menoleh ke arah Anna.


" Kamu tidak apa-apa Anna?" tanya Athar. Anna mengangkat kepalanya dan Athar melihat dahi Anna yang benar-benar berdarah.


" Aku tidak apa-apa," jawab Anna yang bohong.


" Bu Jennie," sahut Lisa tiba-tiba yang melihat mobil di depannya berhenti itu ternyata adalah Jennie yang keluar dari mobil dan mereka juga melihat hal itu.


Pemotor yang mengejar mereka tiba-tiba mundur dan membelok. Sementara beberapa mobil yang ada di belakang mobil Jennie mengejar orang-orang itu.


" Athar, kamu tidak apa-apa?" tanya Jennie yang mengetuk-ngetuk pintu mobil. Anna pun membuka pintu di bagian sampingnya dan mereka sama-sama keluar dari mobil.


" Kalian baik-baik saja?" tanya Athar Jennie yang melihat kondis orang-orang yang masih terlihat takut itu.


" Hmmmm, kita baik-baik saja. Syukurlah kalian datang tepat waktu," sahut Athar yang merasa lega dengan mengatur napasnya yang masih sesak.


" Mereka sedang mengejar orang-orang itu. Kalian sungguh tidak apa-apa kan?" tanya Jennie lagi.


" Kami tidak apa-apa," jawab Athar.


" Apa yang tidak apa-apa. Tanganku sakit," sahut Lisa yang memegang tangannya dengan kuat.


" Ya pun Lisa tangan kamu kenapa?" tanya Sana.


" Hey, jangan di pegang," teriak Lisa yang tangannya kesakitan saat Sana memegangnya dengan asal-asalan.


" Maaf-maaf," sahut Sana.


" Anna kamu juga terluka," sahut Olive yang melihat kening Anna berdarah.


" Aku tidak apa-apa. Yang penting kita selamat," sahut Anna yang bernapas lega dan benar-benar bersyukur bisa lolos dari kejaran orang-orang yang sama sekali tidak di ketahuinya siapa itu.


" Baiklah, sebaiknya kita kembali ke Jakarta. Kalian ikut mobil saya saja," sahut Jennie yang lainnya mengangguk dan mengikuti Jennie yang akhirnya pindah mobil.


" Ayo Athar," ajak Jennie. Athar mengangguk.

__ADS_1


Sebelumnya saat handphone di kembalikan Anna. Athar dan Jennie saling berbalas pesan yang mana Athar yang merasa curiga menyuruh Jennie untuk menyusul mereka dan untunglah Jennie datang tepat waktu sehingga tidak terjadi apa-apa.


Bersambung


__ADS_2