
Mentari pagi kembali tiba. Masih di tempat yang sama Anna dan Athar tidak bergerak sama sekali dan Athar masih tetap memeluk Anna dengan erat dengan Athar yang bersandar pada pohon.
Matahari yang terik itu membuat Anna membuka matanya perlahan. Saat mata itu terbuka Anna langsung kaget dengan tubuhnya yang berada di pelukan Athar. Anna menelan salivanya saat wajahnya menempel pada dada Athar. Anna mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Athar. Yang mana Athar masih tertidur.
" Anna kamu Ngapain sih nempel-nempel. Tidak ada yang terjadikan, Anna kamu sih," batin Anna yang merasa dirinya bodoh.
Dengan perlahan dan secara hati-hati Anna langsung bergeser dari Athar melepas tangannya yang memeluk Athar dengan menahan napasnya dan begitu pelan. Agar Athar tidak terbangun sama sekali.
" Huhhhhhh," Anna membuang napasnya perlahan kedepan yang merasa lega bisa lolos dari Athar.
" Ini bukan salahku. Dia yang salah dan pasti pasti cari-cari kesempatan. Memang dasar orang mesum," ucap Anna dengan pelan yang masih sempat-sempatnya marah dengan Athar. Dia bahkan ingin menjambak rambut Athar yang masih tertidur pulas.
Anna pun langsung berdiri dari tempat itu. Dan melangkah melewati batu-batu untuk mencari air untuk mencuci wajahnya.
" Ahhhhhhh, aku masih mengantuk," ucap Anna yang menggerak-gerakkan lengannya. Karena masih begitu sangat mengantuk. Aman kembali menoleh kebelakang nya melihat Athar yang tetap tertidur.
" Kenapa dia tidak bangun-bangun. Bukannya dia orangnya disiplin. Seharusnya dia bangun lebih pagi. Jangan-jangan dia mati lagi," ucap Anna yang sembarangan mengatai Athar.
" Hmmmm, kayaknya memang iya dia berhenti bernapas. Atau jangan-jangan ular tadi malam malah menggigitnya," ucap Anna menebak-nebak.
" Ahhh masa bodo biarin aja. Mending aku cuci muka dulu," ucapnya yang Anna yang melangkah mendekati batu-batu mencari air yang terdekat. Anna berjongkok dan membuka kemeja Athar yang masih menutup tubuhnya yang meletakkan sembarangan dan langsung mencuci mukanya.
" Huhhhhh, segar sekali," ucap Anna yang mencuci wajahnya terus menerus dengan kumur-kumur menggosok-gosok lengannya sambut terlihat menggeliat yang kedinginan. Air itu memang sangat dingin. Wajar sekali dia begitu kedinginan.
" Haahhhhhh, lautan ini sungguh luas. Hmmmm tetapi kenapa tidak ada orang sama sekali di tempat ini," gumamnya yang melihat-lihat di sekitarnya. Anna menghirup udara pagi yang sejuk dengan tiupan angin yang lumayan kencang.
" Sedang apa kau," tiba-tiba Anna tersentak kaget mendengar suara Athar. Anna langsung menengok kebelakang.
" Kau masih hidup!" celetuk Anna.
" Hmmm, maksudku. Kau sudah bangun," sahut Anna meralat kata-katanya dengan cepat
Athar langsung melihatnya dengan menaikkan 1 alisnya. Anna menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu berdiri.
__ADS_1
" Kau tidak ingin cuci muka?" tanya Anna dengan tersenyum untuk menghilangkan kekesalan Athar.
" Apa kau baik-baik saja?" tanya Athar tiba-tiba.
" Hmmm, aku baik-baik saja," sahut Anna dengan santai yang merasa baik-baik saja. Bagaimana tidak baik. Tadi malam habis di peluk.
" Mana kemeja ku?" tanya Athar dengan ketus.
" Ada," sahut Anna santai yang melihat bawah di sampingnya dan melihat kemeja itu. Saat ingin mengambilnya tiba-tiba angin kencang datang dan kemeja itu langsung terbang.
" Hey!" teriak Anna berusaha mengambilnya. Namun angin lebih kencang dari pada dia dan kemeja itu jatuh ke air dan terbawa ombak. Anna melotot dengan mulutnya yang menganga melihat kemeja Athar yang sudah musnah.
" Mampus," Anna menepuk jidatnya yang sudah ketakutan pada Athar.
Anna perlahan menoleh ke arah Athar dan Anna menunduk saat melihat Athar menatapnya dengan horor.
" Anna kau benar-benar!" teriak Athar yang pagi-pagi emosinya sudah terpancing oleh Anna. Anna hanya menunduk yang takut dengan Athar.
" Apa benar-benar otakmu sudah kosong," teriak Athar.
" Kau masih berani menjawab!" teriak Athar dengan emosi.
" Jika kau tidak meletakkannya sembarangan. Maka itu tidak akan terjadi. Kau benar-benar tidak pernah menghargai apa yang di berikan kepadamu," teriak Athar dengan marah-marah pada Anna. Wajahnya yang memerah yang ingin menerkam Anna saat itu.
" Aku minta maaf," ucap Anna pelan.
" Argggghhh," teriak Athar mengusap kasar wajahnya yang seperti kewalahan menghadapi Anna yang begitu ceroboh. Sekarang kemejanya sudah entah di mana terbawa gelombang. Sial memang sial Athar harus lebih banyak bersabar lagi.
***********
Anna dan Athar pun kembali melanjutkan perjalanan mereka yang mencari jalan keluar. Athar harus menerima nasibnya yang berjalan tanpa pakaian yang hanya menggunakan kaos dalam. Mau marahpun sudah tidak bisa lagi. Kemarahannya sudah habis untuk Anna.
Harus angkat tangan menghadapi wanita seperti Anna. Wanita yang tidak bisa di katakan yang seperti apa. Tetapi itulah Anna. Memang wanita yang sungguh menyebalkan yang tidak bisa di kendalikan sama sekali. Athar dia sudah begitu kelelahan yang menghadapi Anna yang selalu suka-sukanya.
__ADS_1
Athar harus memukul-mukul nyamuk yang hinggap di tubuhnya. Anna yang berjalan di sampingnya merasa kasihan dengan Athar dan mengipas-ngipas tubuh Athar dengan tangannya agar nyamuk-nyamuk itu pergi.
" Apa yang kau lakukan?" tanya Athar menghentikan langkahnya.
" Melindungimu dari gigitan nyamuk," sahut Anna dengan mengibas-ngibaskan tangannya di tubuh Athar membuat emosi athar semakin naik yang sepertinya Anna lebih menertawakan keadaannya.
" Cukup!" gertak Athar dengan menekan suaranya. Anna dengan cepat menghentikan pekerjaannya. Athar menarik napasnya panjang dan membuangnya dengan perlahan kedepan. Tiba-tiba Athar melihat seorang wanita yang berjalan.
" Bu, sebentar," ucap Athar memanggil wanita itu dan Anna menoleh kebelakang nya dan melihat wanita yang di panggil Athar. Anna kaget melihat wanita itu adalah ibu yang terus memperhatikan Athar beberapa hari ini. Athar pun berlalu dari hadapan Anna dan menghampiri wanita yang sekitar 7 meter dari mereka.
" Bukannya dia ibu itu," batin Anna yang terus memperhatikan. Namun dari pada dia penasaran. Dia lebih baik menyusul Athar.
" Ada apa ya nak?" tanya wanita itu dengan lembut.
" Apa ibu penghuni desa ini?" tanya Athar.
" Benar nak," jawab ibu itu.
" Oh, syukurlah. Kami kesasar dan tidak tau jalan pulang. Apa ibu tau jalan keluar dari hutan ini?" tanya Athar. Wanita itu mengangguk.
Namun Anna begitu memperhatikan wanita itu yang Anna merasa aneh dengan sikapnya. Athar bernapas lega yang akhirnya menemukan jalan pulang.
" Bisa tolong tunjukkan kami jalannya," ucap Athar.
" Baiklah mari ikut saya," sahut wanita itu.
" Terima kasih Bu. Hmmm kalau boleh tau nama ibu siapa?" tanya Athar yang tiba-tiba begitu akrab.
" Saya Anjani," sahut wanita itu. Mendengar nama itu. Athar tiba-tiba mendadak diam yang seakan baginya tidak asing dengan nama itu. Anna juga memperhatikan diamnya Athar.
" Oh, yasudah Bu Anjani. Saya mohon di antarkan ya," sahut Athar yang mencoba tenang.
" Mari ikut saya," sahut wanita itu yang berjalan terlebih dahul. Athar mengangguk dan langsung menyusul namun Anna masih bengong. Athar yang melihat bengongnga Anna langsung menarik tangan Anna.
__ADS_1
" Kau mau di tinggal di sini," ucap Athar yang berjalan di belakang wanita itu yang masih memegang tangan Anna.
Bersambung