
Mendengar kata-kata Anna membuat Aurelia panas.
" Berani kau bicara seperti padaku Anna," sahut Aurelia masih berusaha mengontrol dirinya.
" Kenapa. Apa yang aku katakan salah. Kau mengatakan aku murahan ****** dan segala hinaan yang keluar dari mulutmu. Tapi kau tidak tau jika kau menghina wanita yang hanya dekat dengan Pria yang kau kejar-kejar tanpa mempedulikan mu sedikit pun," ucap Anna dengan sinis.
" Kurang ajar kamu Anna!" teriak Aurelia yang mendorong Anna kuat dan Anna yang kaget dan tubuhnya tidak seimbang melayang dan hampir jatuh dan untung Athar datang sehingga Anna jatuh di pelukannya.
Athar langsung memeluknya seakan takut Anna jatuh. Sementara Anna yang kembali berlindung di dada bidang itu seakan ingin berhenti bernapas.
Apa yang Aurelia semakin membuatnya kaget dan langsung berjalan mendekati Anna dan Athar seenaknya berpelukan di depannya. Aurelia langsung menarik Anna dari pelukan itu.
" Perempuan murahan!" teriak Aurelia yang menarik Anna dan seketika berada di hadapannya. Aurelia mengangkat tangannya dan ingin menampar Anna.
" Aurelia cukup!" bentak Athar membuat Aurelia berhenti melakukannya yang tangannya tetap di tempatnya. Athar langsung berdiri di depan Anna dengan menurunkan tangan Aurelia.
" Apa yang kau lakukan," bentak Athar. Pandangan mata Aurelia langsung melihat ke arah Athar dengan tajam.
" Kau membelanya," ucap Aurelia dengan dadanya yang sesak.
" Sudah cukup. Kau jangan membuat keributan di sini, kau pikir suara mu tidak terdengar sampai luar hah!" tegas Athar.
" Jadi benar kau berselingkuh dengannya," sahut Aurelia yang menuduh Athar dengan melihat jijik pada Anna.
" Apa yang kau katakan?" tanya Athar dengan suara rendah.
" Kau pikir aku buta hah! Wanita ini mengangkat telponmu dan itu lihat semua itu. Apa yang kau lakukan hah!" teriak Aurelia seperti orang gila menunjuk foto-foto di lantai itu dan Athar juga schock melihat hal itu yang tidak percaya jika dia di awasiku,"
" Kau mengawasiku?" tanya Athar dengan menekan suaranya.
__ADS_1
" Iya aku mengawasimu. Kau tidak mengangkat telponku, tidak membalas wa ku dan ini yang kau lakukan saat aku di New York kau berselingkuh dengan wanita murahan ini, apa yang kalian lakukan. Tidur bersama apa yang kau janjikan kepadanya uang yang banyak agar dia tidur dengan mu iya," teriak Aurelia dengan tuduhannya yang tidak henti-hentinya.
" Cukup Aurelia!" gertak Athar, " kau jangan bicara sembarangan," tegas Athar.
" Kau juga masih mau mengelak apa semua bukti yang nyata di depanmu masih kurang hah! kau bersama perempuan murahan ini!" teriak Aurelia dengan penuh emosi yang ingin kembali menarik Anna yang berlindung di belakang Athar.
" Aurelia hentikan!" bentak Athar yang mencegah Aurelia yang ingin menyakiti Anna.
" Kau sungguh keterlaluan Athar bisa-bisanya kau membelanya, kau sudah bersalah. Tetapi kau masih membelanya," teriak Aurelia.
" Pelankan suaramu. Jangan membuat keributan di Perusahaan ku," tegas Athar.
" Aku tidak akan datang kemari jika bukan dia yang berusaha untuk mendekatimu. Dia ****** yang berusaha merusak hubungan kita!" teriak Aurelia.
" Stop!" bentak Athar lagi yang juga terpancing emosi pada Aurelia yang sedari tadi tidak bisa diam dan kata-katany semakin menjadi-jadi dalam menghina Anna yang sedari tadi menahan tangis.
" Aku mau pertunangan kita di resmikan," ucap Aurelia tiba-tiba yang membuat langkah Anna berhenti di depan pintu dan Aurelia sepertinya sengaja mengatakan itu.
" Ini belum saatnya untuk membicarakan hal itu, jangan mengalihkan pembicaraan," sahut Athar menekankan.
" Ini saatnya. Aku ingin orang-orang yang bermimpi atau berharap untuk bersamamu. Agar tau diri. Jadi pertunangan kita harus di resmikan secepatnya, agar tidak ada wanita mendekatimu dan berhenti bermimpi bersamamu," tegas Aurelia yang menyindir Anna.
Anna menarik membuang kasar napasnya perlahan dan langsung pergi yang tidak mau mendengar apa-apa.
" Cukup Aurelia. Kau sudah membuat kaributan di kantorku. Jadi jangan menambahi dengan bicara yang tidak-tidak lagi. Cukup semuanya, jangan mempermalukan diri ku. Jadi hentikan kekonyolanmu itu," sahut Athar menegaskan dengan suara rendahnya.
" Aku tidak bicara yang tidak-tidak. Aku memang ingin pertunangan kita di laksanakan secepatnya?" tegas Aurelia.
" Aku masih sibuk dengan pekerjaan ku yang banyak. Jadi jangan membicarakan hal itu. Jika bukan di waktu yang tepat," sahut Athar.
__ADS_1
" Kenapa. Kamu ingin menghindarinya. Athar apa sungguh kamu menyukainya," ucap Aurelia yang membuat Athar kaget dan seketika terdiam. Aurelia mendengus kasar melihat Athar yang diam begitu saja.
" Naif kamu Athar. Kamu memang menyukainya," sahut Aurelia.
" Sudahlah aku tidak ingin ribut denganmu. Hanya karena masalah ini. Kamu jangan bicara yang tidak-tidak dan sebaiknya tenangkan diri kamu dan satu lagi aku sangat tidak suka di awasi. Hari ini aku memaafkanmu. Tetapi jika kau melakukan itu lagi. Aku tidak akan memberimu toleransi Aurelia," tegas Athar.
" Kau malah menyalahkanku," desis Aurelia.
" Aku akan menyalahkan siapa saja berani mengawasiku yang itu artinya termasuk dirimu," tegas Athar.
" Aku melakukan ini karena mengkhawatirkanku hubungan kita. Aku pergi ke New York dan hanya ingin memberitahumu. Tapi kamu tidak mempedulikanku. Aku kepikiran terus dengan kamu Athar. Tapi apa saat aku menelpon kenapa dia yang mengangkatnya. Kenapa Athar?" tanya Aurelia dengan wajahnya yang penuh kekecewaan.
" Athar aku ini tunangan mu. Hubungan kita sudah di ketahui semua orang. Kau jangan menjadi murahan dengan perbuatanmu yang menyimpang dan mendekati wanita itu. Jangan murahan Athar," sahut Aurelia.
" Jangan seperti ini kepadaku. Apa kata orang tuaku untuk hubungan kita. Jika Sampai tau yang terjadi denganmu dan juga Anna," sahut Aurelia.
" Aurelia cukup. Aku sudah mengatakan jangan bicara yang tidak-tidak lagi. Dan Anna dia tidak tau apa-apa," sahut Athar menegaskan.
" Kenapa membelanya terus Athar. Kenapa kau harus membelanya terus. Kenapa Athar!" ucap Aurelia yang terlihat lelah.
" Sudahlah. Aku ada meeting, aku harus pergi," sahut Athar yang tidak menanggapi lagi dan langsung pergi meninggalkan Aurelia yang penuh kemarahan.
" Keterlaluan kamu Athar!" teriak Aurelia Yanga hanya bisa marah dengan penuh kebencian pada Anna dan juga Athar yang bermain di belakangnya.
" Argggghhh," teriak Aurelia dengan menyibak rambutnya kebelakang.
" Anna kau benar-benar keterlaluan Anna. Kau sengaja mengacaukan hubunganku dengan Athar. Kau pikir aku akan membiarkan semuanya. Tidak Anna aku tidak akan membiarkan perbuatan mu ini kepadaku," batin Aurelia.
Bersambung
__ADS_1