
Anna berjalan santai memasuki lift dengan tangannya memutar-mutar tanda pengenalnya.
Ting akhirnya pintu lift terbuka dan dengan kagetnya Anna melihat Athar yang ada di dalam lift
" Kamu," ucap Anna kaget. Athar hanya menghela napas pasrah jika bertemu dengan Anna.
" Dunia ini kenapa sempit sekali, kenapa aku harus bertemu manusia sepertimu," oceh Anna yang mengoceh tanpa ampunan dan Athar hanya diam pasrah dengan apa yang di bicarakan Wanita di depannya.
" Kenapa wanita ini ada disini," batin Athar yang memperhatikan Anna.
" Apa mata mu jangan lihat-lihat, nanti kucongkel matamu," ucap Anna menunjuk 2 jarinya pada Athar yang ingin mencongkel mata Athar. Athar pun tidak peduli dan membiarkan saja apa kata Anna. Dia hanya merapikan jasnya.
Pintu lift terlihat ingin kembali tertutup dan dengan cepat Anna langsung masuk sebelum pintu lift terbuka dan berdiri di depan Athar. Yang mana Athar hanya santai. Walau Athar juga pasti bertanya-tanya kenapa Anna ada di perusahaannya. Bahkan menggunakan kartu pengenal di perusahannya.
" Aku terpaksa masuk karena buru-buru," desis Anna. Athar diam dan tidak mempedulikan Anna yang mau bicara apa.
" Ya ampun kenapa hari ku begitu sial bertemu dengan pria tidak bertanggung jawab ini dia sungguh memuakkan," gerutu Anna yang mengoceh di depan Athar. Athar tidak peduli. Karena tidak ada waktu untuk meladeninya.
Athar melihat kebawa dan melihat ada seuatu di sepatunya seperti debu kasat mata. Ya matanya memang setajam itu melihat noda itu dengan jelas dan Athar langsung berjongkok untuk membersihkan sepatunya. Mulut Anna yang masih meroceh menoleh kebelakang dan kaget melihat Athar yang jongkok di belakanggnya.
" Aaaaaa," teriak Anna mendadak membuat Athar tersentak kaget dan mendongak keatas melihat ke arah Anna.
" Apa yang kau lakukan!" teriak Anna menjauh mundur sampai punggungnya merapat pada tombol lif dan tidak sengaja menekan lantai 63.
" Apa maksud mu?" tanya Athar heran dengan mendongakkan kepalanya kembali melihat ke atas melihat wanita yang berteriak itu.
" Ahhhh, turunkan kepalamu! matamu tutup!" tunjuk Anna membuat Athar kaget dan semakin heran.
" Kau sengaja melakukannya. Dasar mesum. Kau mengintip ku. Iyakan, matamu itu benar-benar jelalatan," ucap Anna dengan menguatkan Volume suaranya. Athar sampai mendengus kasar mendengar perkataan Anna.
" Apa maksudmu?" tanya Athar heran yang mendapat tuduhan dari Anna.
" Jangan mengelak. Kau pikir aku tidak tau modusmu hah! kau ngapain seperti itu kalau tidak mengintip rokku. Kau itu benar-benar sudah angkuh, tidak bertanggung jawab dan sekarang mencari kesempatan dalam kesempitan, kau benar-benar mesum mengintip dengan matamu yang jelalatan itu," ucap Anna dengan marah-marah. Athar sanpai membuang napasnya kasar yang mendapat tuduhan sehina itu.
" Astaga," ucap Anna geleng-geleng, " matamu sangat lihai untuk melihat hal-hal seperti itu. Dalam mengendarai, dalam berjalan. Kau tidak menggunakan matamu dan kau menggunakannya untuk hal yang salah. Kau mengintipku brengsek, dasar porno," oceh Anna dengan penuh emosi.
__ADS_1
" Kau jangan bicara sembaranga. Aku tidak pernah mengintipmu," ucap Athar yang tidak terima dengan tuduhan Anna.
" Alah, lalu apa yang kau lakukan hah! berjongkok seperti itu. Kau sedang apa jika tidak mengintipku," sahut Anna geram.
" Aku hanya membersihkan sepatuku yang terkena debu. Jadi jangan aneh-aneh, jaga bicaramu," ucap Athar menegaskan.
" Alah, bohong. Sepatu mu bersih-bersih saja. Tidak ada debu sama sekali. Kau pikir aku tidak tau modus pria sepertimu. Sepatumu tidak kotor dan kau hanya mencari kesempatan untuk mesum kepadaku," tegas Anna.
" Aku sudah mengatakan, aku tidak melakukan hal itu," tegas Athar menekankan.
" Masih saja mengelak. Kau jelas-jelas sudah tertangkap ini namanya pelecehan seksual. Kau bisa terkena pasal, kau bisa di pidanakan," teriak Anna dengan menunjuk Athar.
" Aku tidak melakukannya, aku tidak sudi mengintip dirimu, kau bukan tipeku, kau dengar itu," tegas Athar.
" Huhhh, banyak alasan, dasar otak cabul, masih saja mengelak," sahut Anna dengan kesal, dengan Athar dan mengatainya otak cabul yang pasti membuat Athar emosi sampai merapatkan giginya. Menahan amarahnya.
" Heh, jaga bicaramu. Kau dengar ya, sekalipun kau telanjang, aku tidak akan melihatmu. Karena aku tidak sudi melihat tubuhmu, yang tidak seberapa itu," tegas Athar menekan suaranya.
" Apa katamu. Telanjang, kau menyuruhku telanjang. Kau bukan hanya melecehkan ku dari matamu yang jelalatan itu. Tapi dari kata-kata mu. Kau benar-benar kurang ajar otak cabul," geram Anna.
" Ada apa ini?" tanya Athar melihat-lihat ke arah atas, Anna juga panik dengan goyangnya lift dan berusaha berpegang pada dinding lift.
Namun Anna yang melangkah dan goyangan lift semakin kuat dan alhasil membuat Anna
jatuh kepangkuan Athar dengan1 telapak tangan Athar menyentuh bokongnya seakan menahan Anna dan satunya menempel di dada Anna.
Anna dan Athar sama-sama melihat dengan wajah kaget mereka dan mata mereka yang sama-sama melotot dan mata itu sama-sama melihat ke arah tangan Athar yang posisinya begitu sensitif sampai akhirnya mata itu kembali saling melihat dengan melotot sampai mau keluar.
" Kau," geram Anna meluapkan emosinya dan langsung berdiri dengan cepat dan mendorong Athar sampai Athar terduduk dan pasti pinggang Athar sakit karena ulah Anna. Sampai Athar memegangnya dengan wajahnya yang kesakitan.
" Kau benar-benar melecehkan diriku, kau berani menyentuhku," tuduhan Anna semakin kuat. Athar masih berada di posisinya awal di depan Anna yang memegang pinggangnya dan kesal dengan wanita yang mengamuk di depannya.
Plakkk.
Anna langsung melayangkan tangannya pada Athar dan membuat Athar kaget dengan wajahnya memerah bekas cap tangan 5 jari yang menampar keras pipinya.
__ADS_1
" Kau menamparku," ucap Athar tidak terima dengan tamparan itu.
" Itu tidak seberapa dengan perbuatan mu brengsek," geram Anna yang menunjuk tepat di wajah Athar. Athar merapatkan giginya geram dengan Anna dan langsung berdiri.
" Beraninya kau melakukan itu kepadaku," ucap Athar dengan rahang kokohnya mengeras yang sudah kehilangan kesabaran yang mendekati Anna.
" Itu pantas untukmu cabul," tegas Anna.
" Kau sungguh berani kepadaku!" Athar maju satu langkah kehabisan kesabaran mengahadapi Anna dan ingin mungkin menjambambak wanita itu.
" Tolong! Tolong!" teriak Anna dengan keras saat Athar mendekatinya membuat Athar menghentikan langkahnya.
Anna melambai-lambai pada cctv meminta pertolongan di dalam lift.
" Tolong! tolong! tolong dia ingin memperkosaku. Tolong aku!" teriak Anna membuat Athar kaget dengan tuduhan Anna yang semakin menjadi-jadi dan Athar benar-benar frustasi dengan Anna.
" Eh, tutup mulutmu kapan aku melakukan itu!" sahut Athar.
" Tolong! Tolong aku! tolong selamatkan aku. Pria ini sungguh kejam, dia mencoba memperkosaku," teriak Anna yang berteriak dengan keras membuat kuping Athar sakit. Anna kembali menghadap Athar.
" Kau akan masuk penjara setelah ini. Kau sudah melecehkan ku, kau akan mendapatkan hukuman dengan perbuatan mu yang tidak bermoral itu," teriak Anna menunjuk tepat di wajah Athar.
Anna kembali berteriak ingin meminta tolong. Tapi Athar yang kehilangan kesabarannya langsung membekap mulut Anna.
" Ehmmmp Ehmmmp," Anna berusaha berteriak tetapi mulutnya di bekab Athar.
" Kau jangan bicara sembarangan aku, apa lagi berteriak-teriak kau sungguh melewati batasmu, kau tidak tau berhadapan dengan siapa," ucap Athar geram melihat Anna yang terus membekab mulut Anna yang teriakan Anna membuat kupingnya panas.
" Apa yang harus aku lakukan, dia akan memperkosaku di sini," batin Anna yang panik sendiri. Dan Anna langsung memunculkan idenya dan langsung menggigit tangan Athar yang membekap mulutnya.
" Aaaaaaa," teriak Athar kesakitan dengan menggoyang-goyangkan tangannya. Yang terlihat bekas gigitan Anna.
" Kau, benar-benar, gila," geram Athar yang seperti menghadapi binatang liar dan bahkan tangannya begitu sakit dengan gigitan Anna.
" Buka pintunya di dalam ada orang tolong aku," Anna menggedor-gedor pintu lift berteriak-teriak membuka pintu lift dengan kepanikan.
__ADS_1
Bersambung