
Tepat setengah 8.
Anjani benar-benar mengirim gojek masakan bubur yang tadi di janjikan Anjani. Anna pun menemui gojek itu di luar rumah sakit setelah mendapat telpon.
" Makasih ya pak," ucap Anna mengambil makanan itu.
" Sama-sama mbak. Saya permisi dulu!" sahut Pria itu yang langsung menaiki motornya dan langsung pergi.
" Sebaiknya aku antar sarapan ini pada Athar. Semoga kak Aurelia tidak ada di dalam. Aku berikan dia sarapan yang di berikan bu Anjani. Lalu aku akan kekantor," ucap Anna dengan matanya melihat ke arah rumah sakit. Yang mana Anna yang mencoba berusaha lagi.
Anna kembali keruang perawatan Athar untuk memberikan sarapan itu. Tidak lama di sampai di depan ruangan itu. Anna menarik napas panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Anna pun menekan kenopi pintu. Lagi dan lagi dia kalah cepat dari Aurelia.
Di mana Anna melihat Aurelia duduk di samping Athar, sedangkan Athar duduk bersandar di kepala ranjang yang sedang di suapi Aurelia.
Anna hanya bisa diam terpaku yang tidak bisa kembali untuk melangkah masuk. Bahkan langkahnya mundur melihat ke romantisan itu. Jika ditanya ada sesuatu di hatinya. Ya pasti ada sesak di hatinya yang tidak bisa di jelaskan cemburu mungkin itu kesimpulannya.
Anna kembali menutup pintu ruangan itu, dengan menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dengan melihat sarapan yang di pegangnya. Ya sia-sia semuanya sia-sia. Anna pun harus pergi membawa apa yang tadi ingin di berikannya.
Sementara Athar yang makan. Matanya masih melihat ke arah pintu. Walau di suapi tapi fokusnya tidak pada pada makanan.
" Sudah cukup!" tolak Athar saat Aurelia ingin menyuapinya lagi.
" Baiklah. Aku senang kamu sudah mulai bisa makan dengan begitu kondisi kamu semakin membaik," ucap Aurelia.
Athar tidak menanggapi apa-apa yang di katakan Aurelia dan hanya diam saja. Namun Aurelia selalu menggunakan kesempatan untuk masuk kedalam hati Athar yang terus berada di sisinya untuk meluluhkan hati Athar.
**********
Anna tidak pernah berhenti berusaha. Bahkan setelah jam makan siang Anna kembali kerumah sakit untuk bisa melihat Athar. Lagi-lagi Anna tidak punya kesempatan yang mana sekarang keluarga Athar ada di sana dan juga ada Chandra, Amelia dan pasti Aurelia. Anna tidak bisa masuk. Karena mana mungkin masuk atas kepentingan apa dia datang kesana.
Ya dia harus pergi lagi untuk semua kekecewaan dan kesempatan yang tidak berpihak padanya. Dia pasrah pada takdirnya yang telah terjadi padanya. Paling tidak dia tidak pernah berhenti berusaha.
__ADS_1
" Kak Athar kapan bisa pulang?" tanya Olive.
" Secepatnya, aku sudah bosan di sini," jawab Athar.
" Athar kamu jangan asal main pulang saja. Kamu lihat kondisi kamu dulu. Kamu harus di rawat beberapa hari di rumah sakit," sahut Maharani.
" Tidak mah, aku banyak pekerjaan dan proyekku harus selesai," sahut Athar yang tidak peduli dengan sakit atau tidak.
" Walaupun seperti itu. Kamu harus pulih dulu," sahut Ari Purnama.
" Maklum Pak Ari, dia pekerja keras sama seperti papanya," sahut Chandra.
" Ya tapi kalau sudah sakit tidak ada gunanya," sahut Ari Purnama.
" Jadi Athar dengarkan kata mama dan papa. Kamu harus pulih dulu," ucap Maharani. Athar tidak menjawab. Tidak mengangguk atau apapun.
" Aku akan terus menjagamu di rumah sakit," sahut Aurelia mencari kesempatan membuat Olive sewot sampai ujung bibirnya tertarik.
" Bilang aja caper, sungguh memuakkan," batin Aurelia mengumpat dengan penuh kekesalan.
************
Athar yang berada di dalam kamar sendirian berdiri di depan jendela melihat keluar yang langsung memperlihatkan perkotaan di malam yang gelap.
Dia memang sudah bisa berdiri dan berjalan. Lukanya hanya di bagian kepala dan untuk tidak mengenai sarafnya. Kondisinya juga sangat cepat membaik.
Ceklek pintu ruangan itu terbuka dan membuat Athar dengan cepat melihat ke arah pintu itu. Yang mana ternyata adalah Jennie.
" Aku senang kamu sudah bisa berdiri," ucap Jennie.
" Lalu bagaimana dengan mobil itu?" tanya Athar yang kalau sudah bertemu Jennie pasti pembahasan langsung serius.
__ADS_1
" Aku sedang menyelidikinya. Antara 2 kau dan Anna yang di incarnya seperti biasanya dah aku rasa dia pemain handal yang bermain rapi. Karena bodyguard dan Cctv yang tempat Anna itu juga pekerjaannya," jelas Jennie membuat Athar kaget.
" Bodyguard, cctv apa maksudnya?" tanya Athar heran.
" Sudah kuduga kamu pasti tidak melakukannya," sahut Jennie yang membuat Athar bingung.
" Bicara dengan jelas ada apa sebenarnya?" tanya Athar dengan serius. Jennie mendekatinya dan sudah berada di depannya.
" Bodyguard yang aku tugaskan dan Cctv yang di perumahan itu di cabut dan semua di alihkan atas perintahmu," ucap Jennie.
Betapa terkejutnya Athar mendengar pernyataan Jennie, " Jadi karena itu kau mencabut cctv dari rumahku," ingatan kata-kata Anna terlintas di pikirannya. Sebelumnya Anna pernah mengatakan hal itu. Tetapi tidak di tanggapi Athar karena posisinya sedang marah dan tidak mau tau apa yang terjadi.
" Dia memanfaatkan perselisihan mu dengan Anna. Karena dia mencabut Cctv dan memanipulasi para penjaga meninggalkan tempat itu setelah kalian bertengkar," jelas Jennie lagi yang membuat Athar kaget.
Dia sibuk dengan kemarahannya, kecemburuannya yang tak beralasan sampai melupakan nyawa yang di jaganya selama ini dan itu lampir lengah jika malam itu tidak mendorong Anna dari tabrakan itu. Karena jelas semua berkaitan setelah mendengarkan penjelasan Jennie.
" Tapi jangan khawatir aku sudah kembali melakukan pengawasan pada Anna," ucap Jennie bertindak tanpa di suruh yang harus Athar akui dia begitu lega dengan tindakan Jennie yang begitu sigap.
" Baiklah kalau begitu aku harus pergi. Kamu istirahat lah. Jika ingin cepat kembali ke Perusahaan. Karena kita juga sebentar lagi akan mengadakan kompetisi untuk 5 orang itu yang masuk pada tahap 2," ucap Jennie menepuk bahu Athar.
" Aku permisi!" Jennie membalikkan tubuhnya melangkah keluar dari ruangan itu.
" Apa dia baik-baik saja!" suara Athar terdengar dingin membuat langkah Jennie terhenti.
Jennie tersenyum lalu kembali menghadap Athar setelah membuang napasnya perlahan kedepan, " dia sangat mengkhawatirkan mu. Dia takut kau sampai kenapa-kenapa dan pasti menangisimu dan mungkin kau melihatnya. Sebelumnya dia juga ada di sini dan mungkin ada sesuatu yang membuatnya tidak berani menemuimu lagi. Jika seperti itu maka kaulah yang harus menemuinya. Karena masa waktu Anna untuk berjuang sudah selesai. Jika di tanya dia baik apa tidak pasti tidak. Aku permisi!" ucap Jennie dengan tersenyum tipis dan kembali membalikkan tubuhnya melangkah untuk keluar dari ruangan itu.
Athar hanya diam terpaku yang kembali merenungi semuanya. Jennie sengaja tidak mengatakan apa-apa mengenai kabar Anna. Karena dia menunggu Athar bertanya dan benar Athar bertanya karena penasaran dan ingin tau.
Athar juga mengingat bagaimana Anna malam itu yang berteriak-teriak ketakutan dan bahkan suara itu masih terdengar di telinga Athar.
Anna sendiri sedang berada di kamarnya yang berbaring miring di atas ranjang yang mana Anna juga murung dengan hembusan napas beratnya.
__ADS_1
Melihat Athar sudah sembuh membuat Anna jauh lebih lega. Walau dia ingin sekali berterima kasih pada Athar. Tetapi tetap tidak mendapat kesempatan itu. Dan tidak apa-apa. Lagi-lagi dia pasrah dan merasa itu sudah takdirnya.
Bersambung