Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 75 Anna makan malam dengan keluarga Athar.


__ADS_3

Nyatanya memang benar, di meja makan, sudah ada Athar, Derry, Ari Purnama dan juga Gibran. Tidak biasanya Anna yang super heboh sekarang berubah menjadi malu-malu.


" Ayo Anna!" tarik Olive yang membawa Anna mendekati meja makan. Olive menarik kursi dan mendudukkan Anna paksa dengan menekan ke-2 bahu Anna yang sangat bertepatan Anna duduk di depan Athar. Lalu Olive duduk di sampingnya.


" Bagaimana keadaan kamu Anna?" tanya Ari Purnama.


" Hmmm, baik om, sudah mulai enakan," jawab Anna pelan yang sedikit menunduk.


" Syukurlah kalau begitu, ayo kita makan, kamu juga pasti sudah lapar," sahut Ari Purnama.


" Iya om," jawab Anna dengan menunduk.


" Anna kamu jangan malu-malu, kamu anggap saja rumah sendiri," ucap Maharani yang tampak begitu ramah. Anna mengangguk saja.


" Hmmmm, benar Anna bukannya kita sudah berteman," sahut Olive.


" Kalian sepertinya sudah saling mengenal Olive," sahut Derry.


" Yang seperti Olive katakan kemarin sama kalian semua. Kita ini memang sudah menjadi sahabat, papa tau tidak Anna ini baik sekali, dia sudah membantu Olive banyak, menolong Olive. Ya kita ber-2 itu 1 frekuensi," sahut Olive yang menceritakan begitu semangatnya.


" Benarkah?" Sahut Ari Purnaman.


" Hmmm, benar pah," sahut Olive.


" Olive berlebihan, justru Olive yang baik om," sahut Anna.


" Ya sudah, kalian jangan saling memuji. Ayo makan, jangan cuekin makanannya," sahut Maharani. Anna mengangguk dan mereka mulai saling mengisi piring masing-masing.


Mereka mulai mengisi Pring dengan nasi dan lauk masing-masing.


" Tenanglah Anna, kamu anggap saja rumah sendiri. Lagian kapan lagi kamu makan gratis. Anggap aja Pria di depanmu ini hanya mahluk halus," batin Anna melihat kearah Athar yang tampak tenang.


" Dan anggap saja Pria iblis itu adalah jelmaan siluman," batin Anna melihat Gibran dengan kesal.


Anna seolah tidak mempedulikan posisinya yang berada di mana. Yang penting dia makan.

__ADS_1


" Aku ambilkan ya Anna," ucap Olive yang menyendokkan nasi kepiring Anna.


" Makasih," sahut Anna. Olive mengangguk.


Anna melihat-lihat lauk yang pasti semua favoritenya. Namun satu yang paling mencuri perhatiannya cumi goreng tepung dan Anna langsung mengambilnya.


Namun sangat kebetulan Athar juga ingin mengambilnya dan tangan mereka bertemu di atas sendok dan membuat keduanya mengangkat kepala untuk mempertemukan ke-2 bola mata yang sama-sama indah itu dan malah saling melihat. Yang lain sibuk makan. Tetapi mereka malah saling melihat.


Namun Athar mengalah. Athar menjauhkan tangannya dari sendok dan membiarkan Anna yang mengambilnya terlebih dahulu dan Anna pasti akan mengambilnya dia buka cewek pemalu tapi cewek yang malu-maluin yang dengan sukanya mengisi piringnya dengan banyaknya cumi goreng tepung yang menurutnya nikmat.


Setelah Anna mengambilnya, barulah Athar juga mengambilnya. Biasanya Athar tidak akan mengambil apa yang di pegang Anna. Tetapi mungkin Athar juga menyukai makanan itu makanya membuatnya ke dalam piringnya.


" Anna makannya sedikit sekali, ayo di tambah lauknya," sahut Maharani yang tampak begitu perhatian pada Anna sampai terus menawarkan Anna.


" Makasih Tante, ini sudah cukup," sahut Anna tersenyum.


" Hmmm, mimpi buruk apa ini, bisa-bisanya aku satu meja makan dengan wanita gila ini," batin Gibran yang tampak risih dengan kehadiran Anna.


" Dia sudah berani melawan kepadaku. Aku harus membalasnya sekarang, dia akan tau rasa. Karena sudah melawanku," batin Gibran yang sepertinya mempunyai rencana buruk pada Anna.


Gibran melihat di sekitarnya yang makan dengan serius. Dengan jahatnya Gibran menggeser mangkok sup di samping Anna tanpa Anna sadari yang mungkin akan tersenggol Anna dalam hitungan detik.


" Kamu akan lihat sendiri apa yang terjadi, rasakan itu," batin Gibran yang menunggu hasil dari usahanya yang mengerjai Anna.


Anna yang makan dengan santai pun yang menggeserkan tangannya dan sontak membuat sikunya menggeser mangkok tersebut.


Pranggg.


Mangkok yang berisi sup tersebut langsung jatuh ke lantai dan menimbulkan pecahan yang sangat kuat yang membuat semua orang kaget mendengarnya dan fokus pada Anna yang mana Anna langsung berdiri dengan tangannya menutup mulutnya pakaian Anna basah dengan kuah sop tersebut.


" Anna kamu tidak apa?" tanya Olive langsung berdiri dan keluar dari bangkunya untuk melihat kondisi temannya yang sudah basah karena kuah sup.


" Ya ampun Anna," ucap Olive panik yang membantu membersihkan pakaian Anna dengan mengambil tisu.


" Aku tidak apa-apa Olive, maaf untuk semuanya," sahut Anna membungkukkan tubuhnya yang merasa begitu ceroboh.

__ADS_1


" Mampus," batin Gibran tersenyum puas.


" Apa kau tidak bisa makan dengan tenang," sahut Athar yang begitu kesal. Jika waktunya makan. Dia paling benci kerecikan dan Anna melakukannya dengan ceroboh. Dia tau Anna memang seceroboh itu. Makanya dia begitu kesal.


" Kak Athar apa-apaan sih, namanya juga tidak sengaja," sahut Olive yang langsung membela Anna.


" Makanya makan dengan tenang," sahut Athar dengan kesal. Karena itu rumah Athar dan keluarga Athar di sana semua Anna tidak berani membantah dan lagian dia juga salah.


" Sudah-sudah, bibi tolong cepat bantu bersihkan," sahut Maharani. Pelayan yang ada buru-buru membersihkan pecahan kaca itu.


" Anna sebaiknya kita ganti baju ya," sahut Olive.


" Iya Olive kamu bawa Anna ganti baju," sahut Maharani setuju.


" Hmmm, makanya hati-hati lain kali, di kantor saja tidak beres dan suka melawan. Jadi kebawa-bawakan di rumah orang. Wanita sembarangan,"'sahut Gibran yang mencari kesempatan untuk mencari cela Anna.


" Gibran sudah, jangan di perpanjang lagi," sahut Maharani menegaskan.


Gibran menyunggingkan senyumnya dengan melihat Anna puas. Seakan menertawakan Anna. Anna mulai merasa ada yang aneh, Anna tampak memperhatikan meja dan mengamati isi meja.


" Aku tidak akan menyenggol mangkok sup itu. Kalau kamu tidak membuatnya di sampingku," sahut Anna. Gibran kaget mendengarnya dan Athar langsung melihat ke arah Gibran.


" Apa maksud mu, kau menuduhku melakukannya. Jangan sembarangan bicara," sahut Gibran langsung naik pitam dengan langsung berdiri.


" Anna kenapa kamu bisa mengatakan itu," sahut Derry.


" Di sampingku tidak ada orang, dan sangat aneh tiba-tiba ada mangkok sup di sana. Dan aku juga tidak mengambilnya. Karena di piringku tidak memakan sup. Dan kalian juga tidak menyentuhnya sama sekali tetapi di dalam piringnya ada sup yang itu artinya di yang memakannya dan seharunya ada di depannya tetapi memindahkannya ke sampingku," sahut Anna yang bisa mengamati semuanya dan memastikan itu adalah ulah Gibran.


Arthar melihat Gibran dengan serius dan juga ikut memikirkan kata-kata Anna yang mana yang terjadi adalah ulah Gibran.


" Lagian kan memang hanya kak Gibran yang menyukai sup yang lain memang tidak ada dan mana mungkin berpindah sendiri kesamping Anna yang sama sekali tidak ada orangnya," sahut Olive yang ikut menambahi.


Maharani, Ari Purnama, Derry, dan Athar menatap serius ke arah Gibran. Dan Gibran langsung panik dengan orang-orang yang kelihatan sangat percaya kepada Anna.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2