Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 180 Kalung


__ADS_3

Anna memaksakan dirinya untuk bekerja walau tubuhnya begitu lemas. Bukan karena dokumen yang ada padanya. Tetapi Anna ingin menemui Athar dan menjelaskan pada Athar kembali.


Namun Athar sepertinya tidak memberi kesempatan apapun kepadanya. Bahkan hatinya sudah beberapa kali sakit saat secara langsung mendengar kata-kata Athar yang begitu pedas kepadanya yang sudah menunjukkan kebencian padanya dan tanpa memberinya sedikit waktu untuk menjelaskan jika apa yang terdengar bukanlah kenyataan.


Anna terduduk murung di salah satu tempat duduk yang ada di halaman Perusahaan. Di mana kedua tangannya mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya dan bahkan menutupnya untuk beberapa lama untuk menetralkan perasaannya yang sedang galau.


" Anna!" suara yang tidak asing terdengar di telinga Anna membuat Anna langsung menyinggirkan tangannya dari wajahnya dan menoleh kesampingnya.


" Pak Derry!" ucap Anna. Derry tersenyum dan duduk di samping Anna.


" Saya melihat kamu sedang tidak enak badan," ucap Derry menduga-duga.


" Tidak kok pak, hanya demam biasa saja," sahut Anna yang berpura-pura jika dia begitu tegar dan sama sekali tidak terjadi apa-apa. Derry memberikan sebotol air mineral untuk Anna.


" Minumlah!" ucap Derry memberikan air itu.


" Hmmm, makasih pak," sahut Anna yang langsung mengambilnya dan juga meminumnya yang mungkin dia memang begitu kehausan.


" Apa ada yang kamu pikirkan?" tanya Derry.


" Oh, tidak pak. Tidak ada yang saya pikirkan," sahut Anna bohong.


" Ya, semoga saja masalah kamu cepat selesai dan kamu juga cepat sembuh. Kalau masih sakit jangan di paksakan untuk bekerja. Nanti takutnya kamu kenapa-napa lagi," ucap Derry mengingatkan.


" Tidak apa-apa kok pak, saya juga sudah merasa enakan," sahut Anna melihat ke arah Derry.

__ADS_1


Derry juga melihat Anna dan melihat dahi Anna yang berkeringat. Derry langsung mengambil sapu tangan dari sakunya dan langsung melap keringat Anna tanpa permisi membuat Anna kaget dan malah bengong dengan Derry yang terus mengusap dahinya.


Namun ternyata Athar melihat hal itu yang tidak sengaja berada di teras lantai 2 dan melihat apa yang di lakukan Derry yang membuat Athar sepertinya tidak terima, seperti ada rasa pana, ada rasa kesal dan mungkin cemburu dengan pemandangan yang tidak seharunya di lihatnya.


Tidak ingin melihat hal itu akhirnya Athar memutuskan untuk pergi. Membiarkan Anna dan Derry. Yang mana Derry masih tetap melap keringat Anna dan Anna seketika tersadar.


" Biar saya saja pak," sahut Anna yang langsung mengambil sapu tangan itu dari Derry dan langsung melap sendiri keringatnya.


" Maaf saya tidak bermaksud apa-apa," sahut Athar.


" Tidak apa-apa pak," sahut Anna yang menjadi canggung pada Derry.


" Anna, semoga masalah kamu cepat selesai dan Apapun itu kamu bisa menghadapinya dengan baik. Saya yakin kamu mampu dan semoga masalah kamu tidak mempengaruhi kinerja kamu," ucap Derry.


" Kenapa pak Derry bicara seperti itu, memang dia tau apa masalah yang aku hadapi sekarang?" batin Anna.


" Iya Pak, makasih untuk nasehatnya. Ya sudah pak kalau begitu saya permisi dulu pak. Soalnya saya masih ada pekerjaan," ucap Anna yang pamitan.


" Hmmm, baiklah!" sahut Derry. Anna pun berdiri menundukkan kepalanya dan langsung pergi.


" Mungkin kak Athar hanya salah paham saja. Makanya mereka bisa menjadi orang asing. Aku juga yakin kak Athar hanya marah sebentar saja. Nanti juga kalau dia sudah enakan dan bisa mengontrol diri. Dia pasti akan coba mengerti dan memahami situasinya dan hubungannya dengan Anna bisa membaik," batin Derry.


Dari apa yang di pikirkan Derry sepertinya Derry sudah tau apa yang terjadi. Mungkin dia juga tau hubungan special Anna dan Athar dan Derry juga pasti tau jika Anna dan Athar sedang bertengkar hebat.


**********

__ADS_1


Anna kembali Keruangannya di mana Anna yang begitu lemas yang tidak semangat untuk bekerja. Anna berjalan menuju mejanya menyusun tumpukan kertas yang berantakan di atas mejanya. Anna tiba-tiba menghentikan pekerjaannya saat tiba-tiba terbayang Athar yang memarahinya karena tidak rapinya dirinya.


" Apa dia akan memarahiku lagi. Jika melihat ruanganku berantakan. Apa dia akan datang dan marah-marah?" batin Anna yang sepertinya berharap Athar akan datang Keruangannya marah-marah dan Anna akan menjawab- jawab yang membuat Athar semakin marah.


" Dia sangat membenciku. Mana mungkin dia peduli lagi dengan hal itu. Bahkan sudah beberapa kali terdengar di telingaku. Jika dia ingin memecatku," gumam Anna yang kembali beres-beres dengan wajah sendunya.


Pulpen yang ada di atas meja itu tidak sengaja di senggol tangan Anna dan berguling-guling di lantai. Anna pun langsung melangkah untuk mengambil pulpen itu berjongkok mengambilnya kesudut ruangan.


Namun ketika ingin berdiri setelah selesai mengambil pulpen tersebut tidak sengaja Anna melihat kotak dan melihat kalung yang keluar dari kotak itu dan Anna yang penasaran langsung mendekati barang yang mencuri perhatian itu.


Anna mengambil kalung itu, mengusap-usap dengan jarinya. Kalung cantik inisial A dan dan Anna melihat di balik inisial itu ada tulisan namanya Anna.


Wajahnya tampak terlihat berpikir sedikit dengan mengingat-ingat sesuatu dan Anna juga melihat ada kertas kecil yang di gulung dan Anna langsung mengambilnya dan membuka kertas itu.


..." Aku akan menepati janjiku untukmu, semoga kau menyukainya. Aku membelinya saat aku berada di Luar Negri. Aku butuh alasan untuk memberinya padamu. Tapi aku rasa aku tidak ada alasan lagi untuk memberinya. Karena kamu tau alasanku memberinya untuk apa," Athar....


Mata Anna Berkaca-kaca membaca tulisan itu yang mana kalung itu di berikan untuknya.


" Jadi Athar ada di ruanganku semalam. Karena ingin memberikan ini kepada ku. Ya Allah pasti Athar begitu kecewa kepadaku," gumam Anna dengan menyibak rambutnya kebelakang dengan wajahnya yang benar-benar menyesali sesuatu.


" Anna apa yang kamu lakukan? Kenapa Anna? Kenapa kamu bisa bicara seperti itu? Athar salah paham padamu dan bahkan sangat membencimu," batin Anna yang merasa bersalah pada Athar.


" Hanya karena marahmu pada mereka. Kau mengorbankan segalanya. Kau berkata-kata yang tidak seharusnya tidak kau ucapkan. Hanya karena ingin membuat mereka marah dan tersakiti. Tetapi kau tidak sadar. Jika kau sudah melukai, menghancurkan hati seseorang. Dia yang ada di sisimu yang memanusiakan mu yang menolongmu berkali-kali. Kau bisa merasakan ketulusannya. Tetapi kau benar-benar begitu jahat yang sudah melukainya. Kau begitu jahat Anna," ucap Anna dengan meneteskan air matanya yang merasa bersalah pada Athar.


" Tidak!" Anna langsung mengusap kasar air matanya.

__ADS_1


" Aku harus menemui Athar. Aku harus bicara kepadanya. Dia tidak bisa terus salah paham padaku. Aku harus minta maaf padanya. Aku tidak akan menyerah," ucap Anna yang tiba-tiba semangatnya naik dan langsung berdiri dan pergi dengan membawa kalung itu.


Bersambung


__ADS_2