
Setelah masalah selesai. Akhirnya Anna dan Aurelia kembali berkompetisi dengan semangat. Luka di tangan Aurelia tidak mempengaruhi Aurelia untuk profesional dalam melaksanakan kompetisinya bersama adiknya.
Para penonton semakin heboh memberi semangat. Lisa, Sana dan Olive yang berteriak-teriak mendukung Anna. Anna tersenyum melihat orang-orang yang banyak mendukungnya dan terutama ibunya yang sekarang memberikannya semangat. Aurelia juga melihat mamanya dan sama memberikannya jempol membuat Aurelia bertambah semangat.
Anna melihat Athar dan Athar juga pasti memberinya semangat yang membuat Anna begitu bahagia yang di dukung semua orang. Anna dan Aurelia saling melihat dan mereka tampaknya saling memberikan semangat satu sama lain.
" Aku tidak percaya ya Allah bisa melihat kebahagian anak-anak ku. Mereka sudah dewasa dan sekarang mereka berdamai dengan keadaan," batin Maya yang terharu melihat putri hebatnya yang ada di sana. Anjani memegang tangan Maya dengan tersenyum pada Maya.
" Kamu ibu yang hebat," ucap Anjani.
" Kamu juga ibu yang hebat. Karena kehebatan kamu melahirkan menantu yang sangat tampan untukku, menantu pintar dan sangat penyayang. Putriku sangat beruntung memilikinya," ucap Maya.
" Kamu juga sudah melahirkan menantu untukku. Sangat baik, sangat ceria, membuat putraku si kutub es, hidupnya jauh lebih berwarna," ucap Anjani. Mereka sama-sama tersenyum dengan penuh ketulusan dan kembali melihat ke depan, melihat panggung 2 anak Maya yang hebat bertanding di sana.
Tiba-tiba Maya menoleh kesampingnya dan matanya tidak sengaja berpapasan dengan Maharani. Maharani mungkin sangat malu melihat Maya. Sejak tadi Maharani tidak ada bicara apa-apa sama sekali. Karena dia menyadari posisinya di mana.
Terlihat penyesalan dari mata Maharani. Mungkin ada keinginan untuk minta maaf. Tetapi takut salah. Olive yang sejak tadi di samping mamanya memperhatikan mamanya dan Maya yang saling melihat.
" Apa Tante Maya tidak akan memaafkan mama," batin Olive yang melihat ke arah Maya yang Maya sudah bicara dengan Anjani dan pergi entah kemana.
" Mah Olive ke toilet sebentar ya," ucap Olive pamit.
" Iya Olive," jawab Maharani dan Olive langsung pergi.
*******
Maya keluar dari kamar mandi dan di kagetkan dengan Olive yang berdiri sudah berada di belakangnya.
" Olive!" sapa Maya sedikit terkejut.
" Tante mengenalku?" tanya Olive.
__ADS_1
" Iya. Anna menceritakan tentang kamu, Tante mengenalmu. Kamu teman baik Anna," jawab Maya.
" Lalu Tante juga tau aku anak siapa?" tanya Olive.
Maya menganggukkan kepalanya. Memang dia tau apa adanya.
" Lalu Tante membenci mama ku?" tanya Olive.
Maya menaikkannya 1 alisnya, " kenapa bicara seperti itu?" tanya Maya.
" Aku tau mama salah, dia sahabat Tante. Tetapi menghiyanati Tante, mama jahat aku tau itu. Tapi mama sudah mendapatkan semua karmanya. Pernikahannya berantakan, papa berkali-kali menghiyanatinya dengan si ini si itu dan mama tidak tidak pernah dendam. Mama merawat anak-anak mereka seperti anak kandung. Mama selama pernikahan menderita. Mama sudah menerima semuanya. Mama juga selalu berusaha untuk menjadi orang baik. Bahkan untuk Anna sendiri. Dia tau Anna anak siapa, mama diam-diam melindunginya dan menyayanginya. Hidup mama di penuhi rasa bersalah. Apa semua yang terjadi pada mama apa belum cukup untuk menebus dosa-dosa mama," ucap Olive dengan air matanya yang mengalir mencurahkan isi hatinya.
" Tolong maafkan mama. Jangan buat mama Olive seperti ini. Mama juga manusia biasa. Olive tidak tahan. Jika melihat mama terus menderita. Jadi tolong Tante maafkan mama Olive," ucap Olive yang menangis tersedu-sedu.
Maya mendekatinya dengan memegang pipinya, " shuttt, kamu jangan menangis seperti ini. Kamu itu tidak bersalah. Ini hanya masalah lalu Tante," ucap Maya dengan lembut.
" Tapi ini akan menjadi masalah Olive. Olive juga ingin mama bahagia. Olive tidak mau mama Olive harus bermusuhan dengan mama Anna. Mana ada sahabat seperti itu," ucap Olive dengan terus menangis.
" Bukannya Tante membenci mama Olive?" tanya Olive.
" Olive, semua itu masa lalu, Tante dan mama kamu pernah bersahabat. Meski mama kamu tidak sekalipun meminta maaf pada Tante. Tante sudah memaafkannya dan di dalam hati Tante yang paling dalam. Tidak pernah benci padanya dan Tante justru berterima kasih pada mama kamu yang juga mau menjaga Anna," ucap Maya dengan tulus.
" Jadi Tante sudah memaafkan mama?" tanya Olive memastikan. Maya mengangguk membuat Olive tersenyum.
" Jadi selama ini mama tidak pernah minta maaf sama Tante?" tanya Olive. Maya menggelengkan kepalanya.
" Nanti Olive akan bilang mama. Makasih Tante sudah memaafkan mama Olive," ucap Olive. Maya menganggukan kepalanya dan langsung memeluk Olive.
" Anna sering bercerita mengenai kamu. Katanya kalian berdua punya banyak kesamaan. Ternyata benar. Anna juga suka cengeng kadang-kadang," ucap Maya mengusap-usap punggung Olive. Olive begitu bahagianya yang akhirnya Maya mau berdamai dengan mamanya.
*********
__ADS_1
Hanya satu jam yang di berikan waktu untuk kompetisi dan akhirnya kompetisi selesai dan terlihat juri-juri sedang menilai. Termasuk Athar yang sekarang meneliti karya-karya Anna dan Anna berdiri di sampingnya.
" Kasih nilai yang banyak!" bisik Anna dengan mengintip-ngintip Athar membuat nilainya. Athar geleng-geleng dan langsung mentoyor kepala Anna dengan jarinya.
" Athar!" geram Anna. Athar hanya mengangkat ke-2 bahunya lalu pergi.
" Issss, dasar menyebalkan!" geram Anna dengan kesal mengusap-usap kepalanya yang lumayan sakit.
Akhirnya acara penilaian pun sudah selesai. Anna dan Aurelia sudah berdiri bersebelahan untuk menunggu pengumuman siapa yang akan menjadi pemenangnya.
" Baiklah untuk semua para juri, para pendukung yang ada di sini. Kita beri tepuk tangan dulu yang meriah untuk 2 wanita hebat ini," ucap Jennie.
" Setelah melakukan perjalanan yang panjang akhirnya kita semua sampai pada titiknya. Di mana malam ini hari yang kita tunggu-tunggu untuk mengeluarkan 1 pemenang dari 2 orang begitu hebat dan langsung saja yang akan menjadi pemenang yang karyanya akan menjadi pengeluaran produk terbaik dari Glossi yaitu....."
Jennie melihat semua orang dengan menjeda omongannya. Anna dan Aurelia sekarang berpegangan yang begitu dek-dekan menunggu Jennie berbicara.
" Dia adalah....."
" Anna Fariza Citra Maya," ucap Jennie yang membuat Anna terkejut dan Aurelia langsung bertepuk tangan sangat bangga dengan Anna. Sementara Anna masih tidak percaya.
" Aku menang?" tanya Anna tidak percaya dengan memegang dadanya yang jantungnya berdetak kencang.
" Kamu pemenangnya," sahut Aurelia terharu dan langsung memeluk Anna.
Para penonton heboh dengan bersorak yang mendengar pemenangnya. Maya begitu terharu melihat ke-2 putrinya berpelukan yang saling membanggakan.
Athar juga bertepuk tangan meriah dengan bangga melihat Anna yang menunjukkan kemampuannya dan sangat berhasil. Bukan berati itu semua karena Athar. Tidak sama sekali. Karena memang Anna pantas untuk menang.
Sana, Lisa dan Olive tidak kalah terharunya yang akhirnya Anna yang selalu di dukung mereka akhirnya menang.
Ternyata Chandra tidak pulang. Chandra masih berada di sana dan Chandara begitu terharu melihat Anna yang menang. Anak yang selalu di tahukannya. Akhirnya mampu menunjukkan kemampuannya. Namun sayang dia merasa tidak pantas ada di sana.
__ADS_1
Bersambung