
Anna memang tidak bisa menunjukkan wajahnya yang terlihat begitu berpikir sampai Athar saja yang ada di sampingnya sangat memperhatikan Anna.
"Kita cari makan yuk!" ajak Athar. Anna mengangguk saja dan mengikuti suaminya yang memasuki salah satu Restaurant dan menarik kursi untuk Anna duduk dan Athar duduk di depannya.
"Kamu mau makan apa?" tanya Athar.
"Apa aja yang kamu pesan," jawab Anna yang tampak tidak semangat. Namun Athar berusaha menerima keadaan Anna. Walau dia tau Anna sebenarnya tidak menikmati liburan mereka.
Akhirnya Athar memesan makanan yang sama dengan Anna dan makanan itu sudah terhidang di meja. Bahkan Athar juga sudah mulai makan. Namun Anna hanya melihat makanan tanpa menyentuhnya sama sekali.
"Ada apa lagi Anna?" tanya Athar yang terus memperhatikan Anna.
"Tidak apa-apa," jawab Anna.
"Kalau begitu kenapa tidak di makan. Apa makannya tidak kamu sukai?" tanya Athar.
"Tidak bukan itu hanya saja...."
"Anna kamu ini sebenarnya kenapa hah! Apa yang kamu pikirkan sejak tadi aku memperhatikan kamu itu kurang fokus," ucap Athar.
"Bagaimana jika kita pulang," ucap Anna yang tiba-tiba minta pulang membuat Athar pasti keget mendengarnya.
"Pulang ke hotel?" tanya Athar.
"Jakarta," sahut Anna yang lebih membuat Athar kaget. Baru satu hari di Jepang dan langsung pulang ke Jakarta. Bahkan seharunya mereka ke New York dulu baru ke Jakarta. Namun langsung ke Jakarta yang pasti mengejutkan Athar.
"Kenapa tiba-tiba?" tanya Athar.
"Aku ingin pulang, aku tidak akan puas jika tidak melihat papa," jawab Anna yang memang pikirannya hanya fokus pada Chandra.
Athar menghela napasnya dan menganggukkan kepalanya. Memang tidak ada gunanya liburan jika istrinya saja tidak bisa fokus dan perasaannya kemana-mana.
"Ya sudah kalau begitu kita akan kembali ke Jakarta," sahut Athar.
"Kamu tidak marah?" tanya Anna.
"Tidak sama sekali," jawab Athar dengan tersenyum.
"Maafkan aku sayang bulan madu kita jadi berantakan," ucap Anna merasa bersalah pada suaminya.
"Tidak apa-apa. Kita memang sebaiknya pulang, jika perasaan kamu jauh lebih tenang jika harus kembali ke Jakarta," ucap Athar yang pengertian kepada istrinya.
"Tapi kita harus ke New York dulu. Kita juga harus bawa Olivie pulang," ucap Athar.
"Iya," jawab Anna.
"Ya sudah kamu makan. Walau kita pulang kamu harus tetap makan," ucap Athar. Anna menganggukan kepalanya dan harus makan supaya Athar juga tidak terlalu khawatir kepadanya.
***********
New York.
Olive sedang makan berdua bersama dengan Mike di apartemen Athar.
"Enak tidak masakan ku?" Mike.
"Enak sekali. Aku tidak percaya. Ternyata kak Mike pintar memasak," jawab Olive yang sekalian memuji Mike.
"Kamu jangan berlebihan. Masakan ini hanya biasa saja," jawab baik yang merendah diri.
"Bagaimana biasa orang seenak ini," sahut Olive dengan tersenyum lebar yang menikmati makanan itu.
"Hmmm, kamu sendiri bagaimana apa bisa memasak?" tanya Mike.
"Aku tidak bisa memasak," jawab Olive jujur.
__ADS_1
"Ya memasak bukan suatu kekurangan," sahut Mike.
"Sudahlah kak Mike kalau mau mengatakan itu kekurangan juga tidak apa-apa," sahut Olive dengan santai.
"Tidak juga banyak kok orang tidak memasak sama sekali," ucap Olive.
"Iya sih. Tapi aku tidak bisa memasak, bukan berati aku tidak mau belajar aku mau belajar," sahut Olive.
"Itu yang paling bagus," sahut Mike Olive tersenyum mengangguk dan melanjutkan makannya. Namun Mike terlihat sangat memperhatikan Olive dan melihat ada makanan di ujung bibir Olive.
"Ada sisa makanan," ucap Mike yang memberi arahan pada pipi Olive.
"Oh iya di mana," Olive memegang pipinya berusahalah membersihkannya.
"Sebelah kiri," ucap Mike yang berusaha mengarahkan. Namun tampaknya Olive tidak bisa mengusapnya yang membuat Mike gemes sendiri dan langsung mengusapnya membuat jantung Olive berdebar kencang dengan tindakan spontan Mike.
Apa lagi wajah Mike begitu dekat dengan Olive membuat Olive tidak bisa bernapas sama sekali, "maaf Olive," ucap Mike yang saling melihat dengan Olive saling menatap dengan arti yang tidak tau apa maksudnya.
"Olive kakak pulang," suara itu membuat Olive dan Mike sama-sama kaget dan Mike langsung menjauh dari Olive.
Anna dan Athar ternyata sudah sampai New York dan langsung menghampiri dapur dan Olive ada di sana yang membuat Olive kaget dengan kepulangan Athar yang tiba-tiba dan Athar dan Anna juga heran ada Mike di Apartemennya.
"Kak Athar, Anna!" lirih Olive dengan gugup yang langsung berdiri.
"Athar!" sapa Mike.
"Kok kamu di sini?" tanya Athar heran apalagi melihat makanan di meja.
"Kak Athar dan Anna kok sudah pulang aja?" tanya Olive yang benar-benar kaget.
"Kita mau kembali ke Jakarta Olive dan pastinya kemari untuk membawa kamu juga ikut ke Jakarta," jawan Anna.
"Kok tiba-tiba. Bukannya kalian juga baru di Jepang 1 hari sudah main pulang aja dan sekarang ke Jakarta. Apa ada sesuatu?" tanya Olive.
"Kita sudah waktunya pulang, mungkin memang ada sesuatu. Kamu sebaiknya siap-siap Sana," sahut Athar.
"Tidak apa-apa santai aja dan oh iya kamu belum jawab pertanyaannya ku kenapa bisa ada di sini?" tanya Athar mengulang pertanyaan itu.
"Oh aku hanya mengunjungi Olive saja dan membuatkannya makanan," jawab Mike yang tiba-tiba sangat gugup.
"Tumben sekali," sahut Athar dengan menatap curiga sahabatnya itu.
"Sayang sudahlah kamu ini apa-apa sih, biarin aja dia mau mau membuatkan Olive makan," sahut Anna.
"Hmmm, ya sudah kalau begitu aku kekamar dulu mau siap-siap," sahut Olive yang langsung pergi dengan cepat sebelum kakaknya menanyainya ini dan itu lagi.
"Kamu masih mau di sini?" tanya Athar pada Mike.
"Apa sih Athar mau mengusir," sahut Mike.
"Kalau tidak ada pekerjaan ayo ikut ke Jakarta," sahut Athar yang menawarkan begitu saja.
"Apaan sih. Kenapa juga aku harus ikut. Di sini itu tempatku," sahut Mike menolak.
"Ya sudah kalau tidak mau. Aku hanya menawarkan saja. Kalau mau aku tunggu 2 jam untuk menyiapkan pakaian mu. Jika tidak mau ya sudah sana pulang," sahut Athar dengan ketus.
"Kau ini benar-benar teman yang kejam, mengusirku saja. Baik aku akan pulang. Puas. Anna hati-hati dengan suamimu yang kejam itu," ucap Mike dengan kesal lalu Mike langsung pergi.
"Sayang kamu kenapa galak sekali pada Mike. Siapa tau di yang jagain Olive di sini, lihat sampai di masakin segala. Kamu ini benar-benar galak," ucap Anna.
"Dia itu hanya sandiwara sok-sok sakit hati bentar lagi juga balik," ucap Athar. Anna hanya geleng-geleng.
"Aku akan datang 1 jam lagi. Awas aja kalau kau meninggalkanku," sahut Mike tiba-tiba datang lagi yang setuju untuk ikut. Setelah mengatakan itu Mike langsung pergi.
"Kamu lihatlah," ucap Athar. Anna hanya menghela napas dengan tersenyum geleng-geleng dengan kelakuan Mike. Tadi aja jual mahal waktu di ajak Athar eh ternyata balik lagi.
__ADS_1
Mike mungkin ikut karena Olive kalinya. Lagian tidak ada salahnya liburan di Jakarta. Dia juga penat bekerja terus dan Athar menawarkan apa salahnya menerimanya. Walau tadi ada adegan penolakan. Mike berharap sih Athar akan membujuknya. Namun pasti itu tidak sesuai dengan ekspektasinya karena mana mungkin Athar membujuknya.
********
Di kediaman Ari Purnama.
Maharani, Ari Purnama, Gibran dan Sana sedang sarapan bersama seperti biasanya. Yang kebetulan Sana dan Gibran memang sedang berkunjung ke rumah orang tuanya jadi makanya bisa sarapan bersama dengan mama dan papanya.
"Derry tidak pulang mah?" tanya Gibran.
"Masih jagain Aurelia di rumah sakit," jawab Maharani.
"Aurelia sakit?" tanya Sana.
"Bukan sana tapi pak Chandra sakit, sudah 2 hari di rawat," jawab Maharani.
"Sakit apa, kok aku nggak tau," sahut Sana heran.
"Aku juga tidak tau sayang," sahut Gibran.
"Ya karena memang ceritanya juga baru sampai kerumah ini. Kalau mama dan papa juga baru tau karena Derry yang memberitahu," jawab Maharani.
"Lalu bagaimana keadaannya Om Chandra?" tanya Sana.
"Di kira hanya batuk biasa saja. Karena Aurelia menemukannya juga tidak sadarkan diri. Namun ternyata tidak hanya batuk biasa ada infeksi di paru-parunya dan membuat pak Chandra harus di rawat di rumah sakit," jelas Maharani.
"Separah itu," ucap Sana yang cukup terkejut.
"Iya begitulah kondisinya Sana. Papa juga belum sempat menjenguk mungkin nanti akan melihat keadaan pak Chandra yang memang sangat parah," sahut Ari Purnama.
"Lalu Anna bagaimana. Anna sudah tau hal ini?" tanya Sana.
"Pak Chandra tidak ingin tau masalah ini, karena takut mengganggu Anna dan Athar," jawan Maharani.
"Ya Allah, aku tidak percaya kalau Om Chandra sakit separah itu sampai harus di operasi karena infeksi paru-paru. Sakitnya om Chandra bukan sakit yang biasa," ucap Sana yang tidak habis pikir dengan apa yang di alami Chandra.
"Jadi papa ada di rumah sakit," tiba-tiba terdengar suara yang mengejutkan orang-orang yang ada di meja makan dan melihat ke suara itu yang ternyata Anna yang tidak tau kapan sudah berada di sana bersama Olive dan Athar dan juga Mike.
"Anna!" lirih Sana yang langsung berdiri.
"Jadi papa masuk rumah sakit dan sakit parah dan tidak ada yang memberitahuku," ucap Anna yang mulai menangis.
"Anna!" Athar berusahalah untuk menenangkan istrinya yang pasti sangat terkejut dengan berita yang di dengar. Ari Purnama, Maharani, Sana dan Gibran langsung menghampiri Anna.
"Kenapa tidak ada yang memberitahuku tentang semua ini. Athar kamu dengar sendiri kalau papa sedang sakit dan tidak satu orang pun yang memberitahuku tentang keadaan papa," ucap Anna.
"Iya kamu tenang dulu," ucap Athar yang memeluk istrinya.
"Ayo kita kerumah sakit, ayo melihat papa. Ayo jangan di sini saja. Kita harus jenguk papa," ucap Anna yang sudah tidak sabaran ingin bertemu dengan Chandra.
"Iya-iya kita akan pergi kamu jangan khawatir ya," ucap Athar menenangkan istrinya.
"Anna mama tau kamu pasti shock mendengar berita ini. Tapi mama dan yang lainnya tidak bermaksud untuk memberitahu kami dan jujur mama juga baru tau," ucap Maharani.
"Iya Anna, aku juga baru tau hari ini," sahut Sana.
"Sudahlah ayo Athar kita pergi, ayo temani aku cepat kerumah sakit," desak Anna. Atahr menganggukan kepalanya yang memang harus membawa istrinya agar istrinya bisa tenang.
"Mah kami sebaiknya langsung pergi saja," ucap Athar.
"Iya Athar pergi lah kalian," sahut Maharani.
"Mama dan papa juga akan menyusul sebentar lagi," sahut Ari Purnama.
Athar mengangguk dan langsung membawa istrinya untuk menemui Chandra yang sedang di rawat di rumah sakit.
__ADS_1
Bersambung