Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 7 sindiran Anna.


__ADS_3

Aurelia mendengus mendengar ucapan Anna yang memang sangat jutek kepadanya. Mereka memang tidak pernah akrab.


" Aku hanya memperingatkan mu Anna, jangan melakukan sesuatu di luar batas mu. Terserah apa yang mau kau lakukan. Tapi kau bisa menempatkan dirimu dan jangan membuat papa marah karena ulahmu, yang tidak pernah beres itu," ucap Aurelia memberi pesan pada Anna dengan nada sinis.


Anna mendengarnya tersenyum tipis lalu mengangkat kepalanya melihat sang kakak yang berdiri di sampingnya itu yang bicara dengan kata-kata yang begitu berwibawa.


" Kau memperingatkan ku," sahut Anna dengan senyum miringnya, " sorry kau bukan siapa-siapa ku. Aku tidak butuh nasehatmu dan kau jangan sibuk mengurusiku. Terserah aku mau seperti apa. Itu bukan urusanmu. Dan satu lagi. Aku tidak peduli dengan papa yang kau katakan. Karena aku tidak memiliki papa dan juga mama. Kau mengerti," ucap Anna dengan tegas.


" Kau urus saja diri mu sendiri. Dengan apa yang kau punya. Dan jangan mengurusiku. Kau hanya iri dengan ku. Yang lebih bebas di bandingkan kau yang sangat tertekan dan terkurung di dalam kekangan pria yang kau sebut papa itu," ucap Anna dengan bicara dengan ketus.


" Apa yang kau katakan, mana mungkin aku iri denganmu. Hidupku jauh lebih baik di bandingkan mu. Aku bisa memiliki segalanya dan kau sama sekali tidak bisa memiliki apa-apa. Kau hanya hidup serba kekurangan dan hanya bikin onar. Jadi jelas aku tidak pernah iri dengan mu," sahut Aurelia menegaskan. Anna hanya menyunggingkan senyumnya mendengarnya.


" Benarkah seperti itu. Tetapi paling tidak aku tidak tertekan seperti dirimu, aku bisa bebas tanpa aturan dan tekanan yang memuakkan," sahut Anna dengan santai.


Aurelia hanya diam mendengarnya dengan bibirnya merapat tangannya yang mengepal yang menahan amarah.


Ting pintu lift akhirrnya terbuka.


" Jangan menggangguku. Bila tidak ingin ku ganggu. Jika kau menggangguku jangan salahkan aku. Aku akan lebih mengganggumu," tegas Anna yang tersenyum melihat kakaknya itu lalu langsung pergi.


Aurelia tidak bicara lagi dan pasti kesal dengan kata-kata Anna namun dia hanya melihat kepergian Anna. Tanpa bicara sepatah katapun.


" Siapa yang mengganggunya. Apa dia pikir menurutnya dia sangat penting. Dia selalu bicara merasa paling benar. Dia yang mengatakan aku tertekan. Apa tidak salah. Dia tidak melihat dirinya sendiri. Dia yang hidup tidak pada tempatnya dan malah mencari penyakit dengan hidup yang tidak jelas," batin Aurelie kesal dengan kata-kata Anna.


" Apa dia benar-benar melamar di sini. Lalu bagaimana apa dia di terima. Tapi mana mungkin perusahaan ini menerima orang sepertinya. Dia hanya membuang-buang waktu hidup yang tidak jelas. Padahal ada kehidupan yang bagus. Tetapi memilih untuk mencari kehidupan yang tidak jelas dan berantakan. Memang aneh, selalu menyia-nyiakan hidup yang enak," ucap Aurelia yang terus mengoceh.

__ADS_1


" Sudahlah untuk apa juga memikirkannya. Dia yang memilih jalannya sendiri," gumamnya yang membuang napasnya perlahan. Lalu mengambil ponselnya dan melihat wajahnya di ponsel, apakah make up-nya masih ada atau tidak.


Rambutnya berantakan atau tidak dia harus memperhatikan penampilannya dengan teliti.


Aurelia memang sedetail itu dalam penampilan. Apa lagi kalau datang keperusahan itu. Pasti dia akan harus sesempurna mungkin.


Karena jelas tujuannya datang keperusahan itu untuk hal penting yang mana pasti kepentingannya untuk bertemua dengan Athar. Jadi penampilan harus yang menjadi wajib utamanya.


********


Anna pun keluar dari perusahaan itu menuju parkiran dengan wajahnya yang di tekuk. Bagaimana tidak di tekuk. Dia baru saja menemui kakaknya yang sombong dan sok benar itu dan malam menceramahinya.


" Dasar kepo pengen tau aja urusan orang. Pakai ngingatin orang segala lagi dasar sok tau," Ocehnya menuju motornya.


Lalu kepala Anna mendongak keatas melihat lantai dua. Yang jarangkanya lumayan jauh dari posisnya. Alias tidak sejajar dengan tempatnya di mana tadi dia menikmati eskirimnya di atas sana.


" Wauhhhh, kerekn sekali," ucap Anna melihat kembali ketong sampah. Wajahnya seperti takjub sesuatu.


" Aku tidak percaya aku mempunyai keahlian dalam gaya gravitasi. Padahal aku membuangnya dari ujung sana. Tetapi bisa sampai ke dalam tong sampah. Sumpah ini keren sekali," gumamnya heboh sendiri. Merasa dia begitu ahli mengira dia membuang sampah sembarangan.


Tetapi tepat masuk kedalam tong sampah. Menurutnya hal yang tidak wajar. Karena posisinya sedang tidak sejajar malah sangat jauh dari lokasi tong sampah dengan dia yang tadi di atas. Tetapi namanya juga Anna, hal itu saja menjadi heboh.


Padahal plastik eskirim yang di buangnya sembarangan itu mengenai Athar dan Jennie yang membuang sampah itu pada tempat yang tepat. Bukan karena gravitasi yang di katakan Anna.


" Aku punya bakat yang terpendam, ya Anna akhirnya kamu punya kelebihan," gumamnya kesenangan dan langsung menstater motornya dan langsung pergi melajukan motornya.

__ADS_1


Walau hatinya tidak menentu tennag atau tidak tenang tetapi pada kenyataannya dia merasa sedikit tenang. Karena gaya gravitasi yang di timbulkannya. Atau menurut bakattnya sendiri.


*********


Sementara Athar tidak hentinya mengoceh sedari tadi bahkan geram ingin tangannya seolah ingin mencengkram sesuatu.


" Jangan-jangan karyawan di perusahaan ini sudah ada yang melanggar peraturan. Bisa-bisanya mereka membuang sampah sembarangan dan bahkan memakan eskrim yang tidak pantas di makan oleh orang dewasa," gerutunya tampak frustasi hanya perkara sampah yang jatuh ketubuhnya dan malah mempersalahkan eskrim.


Hal sekecil itu saja menjadi masalah besar untuk Athar. Bagaimana dengan hal lain. Athar mengusap kepalanya dengan ke-2 tangannya yang tampak pikirannya kacau hanya masalah kecil.


" Athar," tiba-tiba seorang wanita memanggil membuat Athar menoleh kebelakang dan melihat Aurelie yang berdiri di depan pintu. Lalu dengan langkahnya ala model memasuki ruangan itu.


" Kamu kenapa?" tanya Aurelia yang melihat Athar kelihatan sedang memikirkan sesuatu dna wajah tampan itu tampak muruk seperti banyak beban atau hal yang di simpan yang ingin di keluarkan.


" Tidak apa-apa," sahut Athar berusaha menenangkan dirinya.


" Kamu yakin tidak apa-apa. Tetapi aku melihatmu seperti ada sesuatu?" tanya Aurelie.


" Tidak. Hanya masalah kecil tadi," jawab Athar. " ada apa kemari?" tanya Athar dengan datar.


" Ini aku membawa beberapa contoh desain ku. Aku berharap bisa berkalaborasi dengan produk terbaru nanti," ucap Aurelia memberikan map yang di pegangnya dan Athar hanya melihatnya sebentar lalu meletakkan di mejanya tanpa mengamati apa isinya dulu.


" Kau tidak tertarik dengan desain ku?" tanya Aurelie.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2