
Athar pulang kerumahnya dan langsung memasuki rumah. Athar turun dari mobil dengan langkah yang terburu-buru seperti sedang mengejar sesuatu.
" Aku harus bertanya pada mama tentang hubungan mama dengan mama Anna dan juga Tante Amelia. Aku harus mengetahui apa yang terjadi sebenarnya," batin Athar dengan langkahnya yang memburu yang terus berjalan menaiki anak tangga untuk mencari keberadaan mamanya. Saat melewati kamar Olive kebetulan bertepatan Olive membuka pintu kamarnya.
" Kak Athar!" panggil Olive.
" Olive ada apa?" tanya Athar.
" Olive ada sesuatu untuk kakak," ucap Olive dengan semangatnya.
" Apa memangnya?" tanya Athar heran.
" Sebentar," sahut Olive yang masuk kembali kekamarnya.
" Apa sih maunya," desis Athar yang merasa Olive aneh-aneh saja. Sudah tau orang banyak kerjaannya malahan Olive berbuat yang ada-ada saja lagi kerjaannya. Tidak lama Olive pun datang.
" Ini," ucap Olive yang memberikan Athar album kecil.
" Apa ini?" tanya Athar heran.
" Ini foto-foto kita waktu liburan kemarin di tempat Bibi Anna. Aku mengambil kamera dari kak Lisa dan langsung mencucinya dan sudah menempatkannya di album ini," jawab Olive dengan penjelasan sedikit.
Athar mengetahui hal itu langsung menghela napas panjang seakan baginya apa yang di berikan Olive hanya membuang waktunya.
" Kamu simpan saja, ini tidak ada gunanya," sahut Athar menolak dan Athar kembali pergi.
" Eh, kak Athar tunggu, malah main pergi aja," sahut Olive menghentikan tangan kakaknya itu.
__ADS_1
" Ada apa lagi sih Olive. Kakak masih banyak urusan, kamu ini yang nggak penting harus menahan-nahan kakak seperti ini," sahut Athar terlihat mulai kesal karena dia sendiri haru memburu sesuatu.
" Tapi ini punya kakak," ucap Olive.
" Bagaimana ceritanya itu punyaku. Kalian yang foto-foto. Jadi jangan menunjukkannya kepadaku, itu tidak ada urusannya denganku," tegas Athar kesal.
" Ya ampun kak Athar. Tapi yang foto kan kakak dan aku sudah mengasingkan album khusus foto-foto Anna di sini. Kalau aku gabungkan dengan punya kami yang lain bisa protes sama yang pemegang kamera, kenapa kebanyak foto-foto Anna. Berarti ini punya kakak," jelas Olive.
" Maksud kamu?" tanya Athar heran.
" Nih lihat, ini semua foto-foto Anna sendirian yang di ambil natural oleh kakak ku yang tampan ini. Semuanya Anna yang ada di sini dan dan ada foto kakak hanya beberapa saja. Tapi selebihnya foto-foto Anna. Kan yang fotoin gimana sih. Makanya Olive asingkan," jelas Olive sambil membuka lembar demi lembar album itu yang benar saja itu foto-foto yang di ambil Athar asal-asalan dan Anna yang memenuhi album itu.
Dan Athar terdiam dengan pekerjaannya yang aneh itu. Dia memang kebanyakan mengambil foto Anna diam-diam dan sekarang adiknya itu sudah mencuci foto-foto itu.
" Ya kamu kenapa pakai cuci segala. Itu hanya asal-asalan yang salah foto dan kebetulan saja Anna yang terambil. Seharunya jangan mencucinya itu tidak penting, itu hanya foto yang salah," ucap Athar yang mengelak.
" Mau kemana kamu!" cegah Athar dengan memegang tangan Olive.
" Ya mau bawa balik masuk ini. Mau di buang mungkin," sahut Olive santai.
" Kenapa harus di buang?" tanya Athar panik.
" Kan bukan foto-foto yang di inginkan. Jadi harus di buang," sahut Olive santai. Athar langsung mengambil dari tangan Olive.
" Jangan suka membuang-buang suatu hal yang sudah kamu kerjakan. Biar kakak yang simpan ini," ucap Athar yang langsung pergi Olive langsung tertawa melihat kelakukan kakaknya itu.
" Katanya tidak sengaja di ambil dasar banyak alasan mau di buang tiba-tiba panik. Kak Athar gemes banget kalau lagi jatuh cinta, wajahnya langsung memerah dan terlihat panik," ucap Olive yang senyum-senyum sendiri melihat kakaknya itu.
__ADS_1
" Hmmmm, kapan sih jadiannya, entar anak orang keburu di ambil baru tau rasa," ucap Olive geleng-geleng dan langsung memasuki kamarnya yang penting misinya sudah berhasil.
Olive tau aja memang bagaimana caranya menggoda kakaknya. Dia pasti heran dengan foto-foto itu yang begitu banyaknya punya sang kakak dan karena memang Athar yang memegang kamera dan mengambil foto.
Olive jadi berpikir keras saat itu dan mencoba mengerti situasi dan punya ide untuk mengasingkan khusus punya Anna dan memberikannya pada kakaknya dan yang benar saja di berikan pada kakaknya saat itu juga. Dari Athar mengelak dan akhirnya mengambilnya pikiran olive semakin benar jika kakaknya itu telah menyukai Anna.
***********
Athar memasuki kamarnya dan meletakkan album kecil itu di atas nakas di samping tempat tidur
" Ada-ada saja Olive apa menurutnya penting untuk melakukan itu," gerutu Athar membuka jasnya, meletakkan pada tempatnya lalu melonggarkan dasinya dan duduk di pinggir ranjang dengan membuka kemejanya lengan kemejanya.
" Dia pikir aku ada waktu untuk melihat apa yang di kerjakannya," ucap Athar lagi yang terus merocos.
Athar melirik kesampingnya kearah nakas dan melihat pada album itu tangan itu langsung mengambil itu. Ya waktunya ternyata sangat banyak untuk membuka kembali lembaran album itu.
Tangan itu dengan perlahan membuka lembaran foto-foto itu. Yang mana foto-foto Anna yang di ambil dengan natural. Anna yang tersenyum lebar yang begitu bahagia seakan tidak ada beban yang di pikirkannya.
Melihat foto-foto itu ternyata mampu membuatnya tersenyum tipis bahkan sudah beberapa kali membolak-balikan foto-foti yang itu terus-menerus di lihatnya.
Mengambil handphonenya dan melihat Vidio rekaman di mana Anna menggunakan handphonenya saat merekam anak-anak yang menari di desa Bibi dan Anna juga sempat merekam dirinya sendiri. Apa yang di lihat Athar juga membuat Athar tersenyum yang mana melihat kerandoman Anna. Anna benar-benar sudah mengalihkan dunianya.
Tiba-tiba Athar terdiam dan mengingat sesuatu membuatnya langsung menggoyangkan kepalanya dengan kuat.
" Astaga, bukannya aku ingin menemui mama. Lalu kenapa masih di sini. Apa yang aku pikirkan kenapa aku jadi lupa," ucap Athar geleng-geleng dengan menyadarkan dirinya yang bisa-bisanya lupa dengan tujuan awalnya hanya karena asyik melihat foto-foto Anna.
" Huhhhhhh, Athar kau benar-benar Athar," batin Athar mencoba menetralkan pikirannya dan fokus kembali pada tujuannya. Athar langsung berdiri dengan mengusap kasar dan langsung keluar dari kamarnya lagi-lagi Anna benar-benar sudah mengalihkan hidup Athar.
__ADS_1
Bersambung