Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 187 Teringat


__ADS_3

Sementara Athar memilih untuk meninggalkan acara tersebut. Karena perasaannya yang tidak tenang. Lebih baik pergi dari pada di paksakan.


Mobil Athar berhenti di atas jembatan di mana tempat dia melihat Anna. Athar di dalam mobilnya dengan jendela yang terbuka melihat ke arah luar. Suara rel kereta api membuat Athar melihat ke arah rel dan terbayang dengan Anna yang ada di sana.


Kejadiannya baru beberapa hari lalu Athar juga melihat ke pinggir jembatan melihat dirinya dan Anna duduk di sana dengan Anna yang memberinya eskrim. Kenangan itu terasa singkat yang terlihat begitu manis.


Namun sia-sia Athar begitu merasa di lukai yang membuatnya hanya mengeluarkan senyum menutupi luka yang begitu sakit. Tidak tau salah paham atau tidak. Tetapi dia merasa begitu di khianati oleh wanita yang membuatnya jatuh cinta.


" Selamat untuk keberhasilan mu," suara berat itu keluar dari mulutnya. Yang tidak tau selamat untuk keberhasilan yang mana. Untuk menyakitinya atau kembangan Anna. Namun bagi Athar dua-duanya Anna menang. Menag dalam mempermainkannya dan juga menang dalam pertandingannya.


**********


Setelah acara di Perusahaan selesai. Anna, Lisa dan Olive ternyata pulang kerumah Anna di mana yang Anna berjanji untuk menawarkan teman-temannya itu makan-makan di rumahnya.


Mereka ber-3 dengan bahagianya menaiki anak tangga dengan langkah yang serentak dan sampai sempit-sempitan di tangga sampai akhirnya mereka berada di depan pintu dan dan Anna langsung menekan kenopi pintu.


" Surprise," sahut Sana yang sudah menyambut di depan pintu dengan suaranya yang nyaring dan heboh sendiri yang membuat Anna kaget.


" Sana, kamu kok ada di sini?" tanya Anna bingung.


" Ya jelas lah aku ada di sini. Kenapa mau melupakan temannya yang mentang-mentang sudah menang," sahut Sana dengan wajahnya yang cemberut.


" Ya nggaklah apaan sih, langsung merajuk," sahut Anna.


" Tauh nih Baperan amat," sahut Olive.


" Ya buktinya kok bisa mukanya tidak senang gitu saat aku ada di sini," sahut Sana.


" Senang kok, isss kamu ini ya," sahut Anna dengan mencubit pipi temannya itu.


" Ayo masuk, jangan di luar terus," sahut Anjani dari dalam.


" Iya Bu," sahut Lisa dengan semangatnya dan mereka pun langsung masuk.


Anjani yang mengetahu Anna memasuki tahap selanjutnya memasak buru-buru untuk merayakan keberhasilan Anna dan kebetulan teman-teman Anna datang jadi mereka bisa makan sama-sama ala kadarnya.


Anjani juga tau Anna pasti masih galau dia hanya sebisanya menghibur Anna yang membuat Anna tidak sedih. Walau Anjani perhatikan wajah Anna yang walau tertawa tetapi tetap seakan menyembunyikan rasa luka yang mendalam.


Sampai akhirnya acara makan malam Anna dan teman-temannya selesai. Dan teman-teman Anna juga sudah pulang. Anna bukannya tidur mala galau di teras yang berayun-ayun menatap bintang-bintang di atas sana.

__ADS_1


Anjani datang menghampiri Anna dan duduk di samping Anna dengan mengusap pundak Anna usapan lembut itu pasti kekuatan untuk Anna. Anna tersenyum tipis lalu meletakkan kepalanya di bahu Anjani.


" Bu besok Anna dan teman-teman yang masuk tahap 5 akan akan jalan-jalan di resort mewah wisatawan keluarga mereka," ucap Anna.


" Lalu?" tanya Anjani.


" Anna tidak mau ikut," jawab Anna.


" Kenapa? Karena Athar?" tebak Anjani. Anna mengangguk.


" Jangan begitu Anna, kamu harus profesional," ucap Anjani.


" Dia sangat membenci Anna, dia bahkan tidak mau melihat Anna dan seolah begitu jijik dengan Anna," ucap Anna dengan suaranya yang begitu lesu.


" Sayang walaupun seperti itu. Kamu tidak boleh tidak profesional. Yang penting kamu sudah berusaha banyak untuk meminta maaf, dan yang paling tepat. Kamu tidak pernah melakukan apa yang di pikirkannya. Jadi sudahlah kamu sudah melakukan yang terbaik. Biarkan saja waktu yang menjawabnya," ucap Anjani.


" Jadi Anna harus pergi?" tanya Anna yang membutuhkan saran.


" Iya, kamu pergi bukan karena ingin mendekatinya atau ingin berjuang lagi. Kamu sudah melakukan apa yang harus kamu lakukan. Jadi sudah kamu adalah Anna wanita yang ceria. Jadi tetaplah menjadi Anna. Jika memang takdir menyuruh kalian untuk bersama-sama. Maka akan datang dengan sendirinya," ucap Anjani yang memberi masakkan.


" Jadi pergilah besok, sekalian kamu juga bisa reflesing, biar pikiran kamu jernih," ucap Anjani. Anna tidak mengiyakan atau tidak menolak. Dia hanya diam.


" Ambil ini!" ucap Anjani memberikan kotak kecil kepada Anna. Anna heran dan kembki duduk tegap yang sudah tidak berada di bahu Anjani lagi.


" Apa ini?" tanya Annna heran.


" Buka saja dulu," jawab Anjani dengan perlahan Anna pun langsung membukanya yang berupa jelang cantik berwarna putih dengan terdapat inisial A.


" Untuk Anna?" tanya Anna. Anjani mengangguk.


" Bukannya kemarin ibu bilang akan memberikan hadiah untuk kamu. Jadi ibu menepati janji ibu," ucap Anjani.


" Tetapi ini berlebihan," ucap Anna yang merasa tidak enak. Anjani mengambil gelang itu dari dalam kotaknya dan memberikan pada langsung memasangkan pada lengan Anna.


" Ini tidak berlebihan, ini hadia kecil yang harus di pakai dan tidak boleh di tolak," ucap Anjani menekankan. Anna terus melihat gelang yang di pasang di tangannya itu.


Flashback on


Maya, Aurelia dan Anna berjalan-jalan di pasar dengan Maya yang menggandeng 2 tangan Anak kecil itu.

__ADS_1


" Mah itu sangat cantik!" tunjuk Aurelia yang membuat Maya melihatnya yang mana di Aurelia menunjuk gelang di toko.mas.


" Aurelia mau?" tanya Maya. Aurelia mengangguk.


" Anna juga mau?" tanya Maya. Anna mengangguk.


" Ya sudah kalian tunggu di sini. Biar mama beli dulu," ucap Maya. Aurelia dan Anna mengangguk.


" Jaga adik kamu ya Aurelia," ucap Maya.


" *Iya ma," sahut Aurelia.


Maya pun berjalan ke toko mas itu untuk membeli apa yang mencuri perhatian Aurelia dan Anna juga menginginkannya. Tidak lama Maya kembali pada anak-anaknya dan berjongkok di depan ke-2 anaknya*.


" Aurelia, Anna, uang mama hanya cukup membeli satu. Jadi bagaimana ini?" tanya Maya.


" Ya sudah untuk Anna saja gelangnya," sahut Aurelia mengalah untuk adiknya.


" Buat kakak aja kan tadi kakak yang mau," sahut Anna.


" Ya seharusnya mama tadi tidak usah beli kalau uangnya pas-pasan. Pasti harganya juga mahal," ucap Aurelia.


" Tidak apa-apa nak. Mama tidak pernah membeli kalian hadiah. Jadi tidak apa-apa sekali-kali. Jadi ini untuk siapa. Biar bulan depan kalau papa gajian nanti di beli lagi yang satunya," sahut Maya.


" Ya sudah ini di pakai kak Aurelia saja. Biar Anna menunggu bulan depan," sahut Anna. Maya melihat Aurelia memastikan putri pertamanya itu mau apa tidak.


" Ya sudah. Tapi mama janji ya bulan depan juga belikan untuk Anna. Biar kita kembaran," sahut Aurelia mengingatkan mamanya.


" *Iya sayang mama janji. Anna bulan depan ya untuk Anna. Ini untuk kakak dulu," ucap Maya,


Anna mengangguk dengan senyumnya yang manis dan Maya langsung memakaikan gelang itu untuk Aurelia. Gelang yang sama dengan Anjani pakaian hari ini pada Anna dan tiba-tiba air mata harus jatuh karena mengingat memori itu*.


" Anna kamu kenapa?" tanya Anjani. Anna menyeka air matanya dan membuang napasnya perlahan.


" Anna hanya mengingat gelang seperti ini pernah ingin di belikan mama untuk Anna. Tetapi belum sempat mama sudah pergi," ucap Anna yang jadi sedih dan Anjani langsung memeluknya dengan mengusap-usap rambut Anna.


" Anna jadi kangen mama," ucap Anna yang memeluk Anjani. Anjani mengusap-usap kepala Anna.


" Ibu mu sudah menepati janjinya. Dan percayalah Anna. Kamu akan segera bahagia bersamanya. Maya anak mu akan baik-baik saja bersamamu. Kalian berdua harus lebih bersabar lagi dan aku juga sudah memberikan apa yang ingin kamu berikan kepadanya," batin Anjani yang dari kata-katanya memliki arti yang tidak dapat di mengerti.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2