Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 114 Anna dan Athar


__ADS_3

Malam hari kembali tiba. Rumah tempat penginapan Anna terlihat sepi. Anna keluar dari rumah itu dengan melurus-luruskan tangannya yang terlihat begitu pegal.


Suasana malam di tempat itu lumayan sepi. Tidak tau juga kemana orang-orang. Padahal biasanya jam segitu juga masih ramai.


" Ahahahah, aku masih mengantuk," gunanya menutup mulutnya dengan punggung tangannya, " kenapa tempat ini sepi sekali kemana semua orang. Ini baru jam berapa. Tetapi tidak satupun ada warga yang datang," gumam Anna yang heran.


Anna melihat di sekitarnya dan melihat Athar yang jauh di sana yang berada di dekat pantai yang sepertinya sedang menikmati keindahan di malam hari yang memang sangat begitu tenang saat menghabiskan waktu di sana.


Anna tersenyum dengan menghembuskan napasnya panjang kedepan. Lalu melangkah yang tujuannya pasti menghampiri Athar yang jauh di sana. Saat berjalan santai di sana tiba-tiba ada seorang wanita yang menabrak Anna.


" Auh!" Lirih Anna yang hampir jatuh. Namun bukan dia yang jatuh tetapi wanita itu yang jatuh.


" Ya ampun Bu maaf," sahut Anna yang merasa bersalah yang berjongkok untuk membantu wanita itu.


" Tidak apa-apa saya yang salah," sahut wanita itu yang masih wajahnya belum di lihat Anna dan ketika wajah itu di lihat Anna membuat Anna kaget bukan hanya Anna yang kaget wanita itu juga terlihat terkejut.


" Maaf saya tidak sengaja," sahut wanita yang langsung pergi dengan buru-buru.yang meninggalkan Anna begitu saja.


" Bukannya dia wanita yang terus memperhatikan Athar, kenapa dia malah lari jika melihatku. Apa aku sangat menyeramkan," batin Anna yang heran dengan tingkah wanita yang membuatnya penasaran.


" Anna!" tegur Bibi yang membuat Anna tersentak kaget dan melihat bibi di sampingnya yang berdiri.


" Eh, bibi," sahut Anna yang langsung berdiri dengan membersihkan-bersihkan pasir di tangannya.


" Kamu sedang apa?" tanya Bibi heran.


" Tidak apa-apa bi. Oh iya bi. Wanita itu siapa ya?" tanya Anna yang menunjuk Wanita yang masih berlari cepat itu.


" Oh itu namanya ibu Anjani. Dia tinggal di ujung sana. Dia itu wanita yang tinggal sendirian tanpa ada siapa-siapa," jawab Bibi.


" Ibu Anjani," batin Anna.


" Memang keluarganya di mana?" tanya Anna heran.


" Bibi juga tidak tau. Yang pastinya kata-kata orang-orang di sini. Semenjak dia tinggal di desa ini belasan tahun lalu. Dia tetap sendiri sama seperti sekarang dia masih tetap sendirian. Bibi juga tidak tau keluarganya di mana," jelas Bibi dengan singkat.

__ADS_1


" Lalu kenapa dia melihat Athar dengan serius. Hmmm mungkin dia naksir kali sama Athar. Ya ampun aku baru tau jika banyak ibu-ibu yang menyukainya," batin Anna yang tidak mau memikirkan hal itu.


" Oh iya Anna teman-teman kamu mana?" tanya bibi yang melihat tampak begitu sepi.


" Ohhh, mereka lagi jalan-jalan mau cari oleh-oleh untuk di bawa pulang ke Jakarta. Anna tadi ketiduran jadi tidak ikut," jawab Anna.


" Hmmmm, begitu rupanya. Ya sudah Bibi Kerumah dulu," ucap Bibi menepuk bahu Anna.


" Iya bi. Hati-hati," sahut Anna yang mengangguk.


Setelah itu Anna kembali pun kembali melangkah menghampiri Athar yang masih tetap berdiri


" Sedang apa kau?" tanya Anna yang berdiri di samping Athar. Athar hanya melihatnya sebentar.


" Aku tidak harus melapor kepadamu," sahut Athar dengan sinis. Membuat Anna menarik ujung bibirnya ke atas. Sewot dengan Athar yang di tanya bagus yang menjawabnya asal- membuat kesal saja.


" Di mana yang lainnya?" tanya Athar.


" Memang aku harus melapor padamu kemana mereka pergi," sahut Anna yang membalas dengan cepat kata-kata Athar. Athar langsung menatapnya dengan horor ketika mendengar kata-kata itu.


" Kau berani menjawab seperti itu," sahut Athar kesal.


Athar diam dan tidak menanggapi lagi kata-kata Anna yang terlihat Anna muak dengan Athar.


" Hmmmm, di sini sepi sekali. Kayak desa mati," ucap Anna yang meluk tubuhnya yang terasa dingin.


" Tetapi disini begitu damai, cuacanya indah. Baik di malam hari maupun di pagi hari," ucapnya lagi dengan matanya yang melihat ke arah gelombang pantai.


" Kau menyukai tempat ini?" tanya Anna menoleh ke arah Athar. Athar melihat ke arahnya. Tetapi tidak menjawab pertanyaannya.


" Kau pasti menikmatinya. Jika tidak untuk apa kau datang kemari," sahut Anna yang tersenyum lebar. Athar menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.


" Ikut dengan ku," sahut Athar yang pergi dahulu.


" Mau kemana?" tanya Anna dengan berteriak.

__ADS_1


" Mencari bensin," sahut Athar. Anna mengkerutkan dahinya mendengar kata-kata Athar. Namun dia tetap lari menyusul Athar.


" Kenapa cari bensin. Ada apa lagi dengan mobilmu?" tanya Anna yang berjalan di belakang Athar.


" Jangan banyak tanya. Besok kita akan pulang dan harus di pastikan mobilku bagus tanpa ada kerusakan. Jika tidak ingin ku suruh mendorong lagi," jelas Athar.


" Ya lalu kenapa harus aku yang ikut. Lagian itu juga pasti akal-akalan mu saja," sahut Anna dengan kesal.


" Tempat ini tempatmu. Jadi kau yang tau tempat ini dan di mana ada bensin," sahut Athar menegaskan.


" Tapi aku tidak mau ikut dan aku juga tidak tau. Kau juga pasti akan menyuruh-nyuruhku nanti," sahut Anna menolak membuat Athar menghentikan langkahnya dan menghadap Anna.


" Jangan membantah. Cepat!" tegas Athar.


" Iya," sahut Anna yang terpaksa mengikuti Athar mencari bensin.


**********


Anna dan Athar berpisah dari Olive, Sana dan Lisa yang mencari oleh-oleh sebelum pulang sekalian mencari hadiah untuk bibi yang begitu baik pada mereka.


Sementara Anna dan Athar masih berjalan yang mencari bahan bakar untuk mobil Athar di mana mereka berjalan di sekitar pantai yang orang-orang juga banyak berlewatan dan banyak para penjual gerobakan yang ada di sana.


" Ramai sekali di sini. Pantasan di sana sepi," gumam Anna yang berjalan di samping Athar dengan melihat-lihat di sekelilingnya.


" Athar apa tidak bisa mencarinya pakai mobil saja. Lagian berat harus membawanya," sahut Anna yang mengeluh terus di samping Athar.


" Bagaimana mau memakai mobil. Kau tidak melihat orang seramai ini. Kau mau aku menabaraki anak orang," sahut Athar yang berjalan santai.


" Issss," Anna hanya berdecak kesal dengan penuh emosi.


Tiba-tiba Anna melihat keramain yang tidak jauh dari tempatnya. Di mana orang-orang berkeliling membentuk lingkaran yang heboh dengan tepuk tangan yang membuat Anna penasaran.


" Athar ayo kesan!" Ajak Anna menunjuk tempat keramaian itu.


" Kita mencari bensin bukan untuk melihat itu," sahut Athar.

__ADS_1


" isssss, kau ini selalu menolak. Ayo buruan," ucap Anna yang memaksa Athar dengan menarik tangan Athar dan mau tidak mau Athar yang tertarik pun harus mengikut.


Bersambung


__ADS_2