
Anna dan Athar menjadi gugup mendengar pertanyaan Ari Purnama yang tidak tau harus menjawab apa.
" Kami menjalin hubungan lebih dari pekerjaan," jawab Athar singkat. Yang mungkin jawaban itu sudah menjelaskan jika mereka adalah pasangan kekasih.
Anna lega karena Athar sudah menjawabnya dan sekarang Anna ingin tau respon Ari Purnama dengan jawaban Athar.
" Hmmmm, begitu rupanya. Ya semoga saja hubungan kalian bisa jauh lebih baik dan Anna sabar-sabar menghadapi Athar. Kamu juga tidak perlu sungkan sama Om, di rumah ini atau di Perusahaan. Karena masalah pekerjaan berbeda dengan masalah pribadi. Jadi kalian sudah sama-sama dewasa dan papa berharap Athar kamu juga bisa bersifat profesional. Jangan masukkan masalah pribadi pada pekerjaan begitu pun sebaliknya," ucap Ari Purnama memberi pesan.
" Iya pah, terima kasih untuk pesannya," sahut Athar dengan dingin.
" Ya semoga yang terbaik untuk kalian berdua," sahut Ari Purnama yang sepertinya memberikan Restu untuk Athar dan Anna. Mungkin karena Anna juga anak dari Chandra dan jika Ari Purnama merestui Aurelia dan Athar lalu apa bedanya dengan Anna dan masalah perselisihan yang terjadi di antara kakak dan adik itu bukanlah urusan Ari Purnama.
Anna merasa lega dengan kebaikan Ari Purnama yang tidak mempermasalahkan hubungannya dengan Athar yang lebih dari pekerjaannya.
" Ayo kita makan lagi!" sahut Maharani yang lainnya mengangguk. Anna dan Athar saling melihat dengan sama-sama tersenyum.
" Maaf aku terlambat!" tiba-tiba Derry datang yang memang terlambat datang.
" Bergabunglah Derry," sahut Maharani. Derry mengangguk dan duduk di samping mamanya tepat di depan Anna. Dan Anna menganggukan kepalanya tersenyum pada Derry. Yang di balas senyum juga oleh Derry.
Athar melihat hal itu tampak serius yang beberapa kali melihat Anna dan bergantian dengan Derry yang terlihat melakukan kontak mata lebih dari 3 detik. Mungkin Athar cemburu. Karena sebelumnya dia tau Anna dan Derry begitu dekat dan beberapa kali melihat kemesraan di antara mereka.
" Makanlah Anna!" tegur Athar untuk membuat kekasihnya itu tidak melihat Derry lagi.
" Iya," sahut Anna menoleh ke arah Athar dengan tersenyum pada Athar dan wajah Athar tampak berubah mood.
" Kak Derry dari mana. Kenapa lama sekali?" tanya Olive.
" Habis dari tempat Aurelia," jawab Derry apa adanya sambil mengambil nasi kepiringnya. Mendengar nama Aurelia membuat Anna diam dan bahkan wajahnya langsung menjadi datar.
" Bagaimana ke adaannya. Papa sudah lama tidak mendengar kabarnya dan Pak Chandra juga tidak pernah ada kabar lagi setelah kejadian itu?" tanya Ari Purnama.
Sebelum menjawab Derry melihat ke arah Anna yang makan dengan mata fokus pada makanan setengah menunduk. Suasana di meja memang menjadi hening ketika Derry menyinggung Aurelia.
" Aku tidak tau kabar Om Chandra. Karena aku juga tidak pernah bertemu dengannya. Karena Om Chandra dan Aurelia tidak serumah lagi," ucap Derry.
__ADS_1
Sontak hal itu membuat Anna kaget dan seketika tidak bisa makan lagi. Dan Athar tau apa yang di pikirkan Anna.
" Kok bisa?" tanya Olive penasaran.
" Om Chandra mengusir Aurelia dari rumah," lanjut Derry.
Anna kaget mendengarnya dan bahkan rasanya ingin tau lebih banyak lagi menggenapi kabar kakaknya yang memang tidak di ketahuinya.
" Kenapa bisa mereka tidak tinggal serumah lagi?" tanya Maharani.
" Mungkin banyak alasannya. Tetapi paling intinya Aurelia tidak menuruti perintahnya. Ya aku hanya menarik kesimpulan seperti itu," ucap Derry singkat.
" Lalu kak Aurelia tinggal di mana?" tanya Olive penasaran.
" Di salah satu kamar di hotel kita," jawab Derry apa adanya.
" Apa dia baik-baik saja?" tanya Anna memberanikan diri bertanya dengan wajahnya yang masih posisi awal yang menunduk pada makanan.
Athar langsung memegang tangan Anna. Jelas tangan itu sangat dingin dan begitu bergetar.
" Sudah jangan di lanjutkan," sahut Athar memotong pembicaraan itu, " mari lanjutkan makan. Kamu datang terlambat. Jadi jangan membuat makan menjadi tidak enak lagi. Nanti saja di bahas," ucap Athar menegaskan.
Derry mengangguk. Dia juga tidak mungkin melanjutkan jika hal itu membuat Anna sedih. Namun Anna pasti sangat penasaran. Tetapi Athar juga tau perasaan Anna. Makanya bertindak menghentikan Derry untuk membahas Aurelia. Yang ada Athar hanya akan rasa bersalah di wajah Anna.
" Makan lagi," ucap Athar dengan lembut. Anna menganggukkan kepalanya.
" Kak Athar begitu sayang pada Anna. Dia bisa menempatkan dirinya pada untuk Anna," batin Olive tersenyum melihat manisnya kakaknya ke pada Anna temannya itu.
" Seharusnya Anna memberitahu Sana hubungannya dengan kak Athar. Dengan begitu Sana past begitu lega dengan Anna yang menemukan kebahagiannya," batin Olive.
" Aku tau Anna juga pasti sangat ingin tau bagaimana keadaan Aurelia. Aku hanya berharap hubungan Anna dan Aurelia bisa membaik secepatnya. Karena mereka adalah kakak adik," batin Derry.
***********
Setelah acara makan malam selesai. Anna belum pulang karena tadi mengobrol- ngobrol dengan Maharani dan Ari Purnama di ruang tamu. Sebenarnya Maharani dan Ari Purnama juga belum baik-baik saja. Hanya saja. Karena ada tamu jadi tidak mungkin mereka menunjukkan ketidak harmonisan mereka.
__ADS_1
Setelah mengobrol-ngobrol. Anna duduk di taman yang terlihat begitu murung dengan tangannya yang di lipat di dadanya. Dia tiba-tiba kepikiran sesuatu yang tidak bisa di jelaskannya.
" Ada apa Anna!" terdengar suara Athar membuat Anna kaget yang mana Athar sudah berdiri di sampingnya.
" Athar!" lirih Anna yang kelihatan begitu terkejut. Athar menghela napasnya dan duduk di samping Anna dengan memegang tangan Anna sebelah menggenggamnya dengan erat.
Athar melihat ke arah Anna memegang pipi wanitanya itu, " apa kau memikirkan dia?" tanya Athar yang bisa menebak apa yang membuat wanitanya itu bisa murung seperti itu.
Anna menjawab dengan menganggukkan kepalanya, " apa itu suatu kesalahan?" tanya Anna.
" Itu bukan kesalahan," jawab Athar dengan lembut.
Anna langsung meletakkan kepalanya di dada Athar memeluknya pinggang Athar.
" Aku bingung harus bagaimana?" ucap Anna.
" Kau tidak harus bagaimana, dia sudah dewasa dan dia tau apa yang harus di lakukannya. Dan dia mengambil kepuasan. Saat usianya 24 tahun dan itu sudah sangat dewasa. Dan kamu juga dulu memilih jalan hidup saat masih remaja. Dan aku rasa Aurelia pasti bisa mengatasi semuanya sama seperti kamu duku. Jadi angan mengkhawatirkannya," ucap Athar sembari membelai-belai Anna.
Anna mengangkat kepalanya dan melihat Athar.
" Benar dia akan baik-baik saja?" tanya Anna.
" Iya Anna dia akan baik-baik saja," jawab Athar meyakinkan.
" Kamu tau dari mana? apa kamu melihatnya baik-baik saja?" tanya Anna.
" Aku hanya feeling saja," jawab Athar.
" Issss sama saja," sahut Anna dengan kesal.
" Itu tidak sama saja," jawab Athar yang memeluk Anna.
" Ya sudah lah aku mau pulang," ucap Anna.
" Aku akan mengantarmu," sahut Athar. Anna menganggukkan kepalanya dan sudah melepas pelukannya dari Athar.
__ADS_1
Bersambung