Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 113 Perasaan yang semakin menggila.


__ADS_3

Tidak lama akhirnya Lisa pun kembali dengan membawa kameranya.


" Ayo kita foto-foto," ajak Lisa dengan semangat. Yang lain mengangguk tersenyum yang langsung berdiri dengan cepat.


" Siapa yang fotoin?" tanya Sana. Olive dan Anna saling melihat dan sama-sama serentak melihat kearah Athar. Athar menaikkan alisnya saat merasa curiga dengan 2 wanita itu.


" Apa!" sahut Athar.


" Kak Athar yang fotoin," sahut Olive yang langsung memberikan kamera itu pada Athar. Dan Athar sudah menolak. Tetapi bukan Olive dan Anna yang pasti memaksa Athar dan Athar tidak punya pilihan harus mengubah profesinya menjadi fotografer.


Anna, Lisa, Sana dan Olive kembali ke pantai. Athar pun dengan terpaksa mengambil foto-foto wanita itu dengan tetap di tempatnya. Banyak gaya yang di tunjukkan wanita itu dengan gaya-gaya imut plus alay-alay.


Setelah selesai foto-foto mereka kembali bermain-main air saling kejar-kejaran, saling menyiram, saling melempar bola dan Athar ternyata masih mengabadikan moment itu. Tetapi ternyata mata Athar yang fokus pada kamera yang hanya melihat Anna dari layar kamera.


Di mana Athar menyunggingkan semuanya yang mengambil foto-foto Anna yang sembarangan. Namun terlihat sangat natural dan bahkan Anna begitu cantik yang begitu apa adanya.


Tidak tau kenapa Athar tiba-tiba begitu tertarik dengan kepribadian Anna. Tidak pernah sebelumnya dia seperti ini. Athar harus mengakui jika Anna adalah wanita yang berbeda yang tidak pernah sama sekali di temuinya.


Anna yang wajahnya penuh sandiwara. Kehidupannya begitu pahit. Namun terlihat seperti orang yang tidak mempunyai masalah dan hal itu membuat Athar salut dan harus mengakui jika dia mengagumi Anna. Senyum Athar sudah membuktikan segalanya.


Anna yang bermain-main dengan yang lainnya melihat kearah Athar. Anna berlari keluar dari air laut dan menghampiri Athar. Athar menyadari Anna yang datang langsung menghentikan kegiatannya yang mengamb foto Anna diam-diam. Anna langsung duduk di samping Athar yang berdekatan dengan Athar dengan bahu mereka saling menempel.


" Coba lihat hasil fotomu," sahut Anna yang merampas kamera itu dengan cepat. Dan Athar hanya berdesis dengan sopan santun Anna yang semakin lama semakin tidak ada.


Anna pun melihat serius hasil foto-foto itu dengan senyum yang indah di wajahnya yang membuat Athar harus melihat wajah cantik yang tersenyum itu.


Mata Athar tidak berkedip melihat wanita di sampingnya itu. Tiupan angin itu membuat anak rambut Anna yang berserakan menari-nari dan bahkan mengenai wajah Athar. Namun itu tidak menjadi penghalang Athar untuk tidak menatap wajah itu.

__ADS_1


" Hmmm, lumayan juga hasil foto-fotonya," sahut Anna melihat ke arah Athar.


Yang ternyata tidak di sadarinya Athar begitu dengan nya. Dengan Anna melihat Athar semakin membuat wajah itu semakin dekat dengan mata mereka yang saling melihat. Sepertinya Athar sudah mulai nyaman dengan Anna. Biasanya nyaman adalah hal untuk memulai sesuatu.


" Apa yang terjadi. Kenapa dia melihat ku seperti itu. Memang ada apa dengan ku," batin Anna yang begitu gugup saat mendapatkan tatapan mata yang memiliki arti.


" Ada apa denganmu Athar. Kenapa perasaanmu belakangan ini mendadak sangat aneh. Kenapa Athar kau seperti ini kepadanya. Kau sungguh gila Athar. Ini tidak mungkin," batin Athar yang juga tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaannya yang begitu betah saling menatap dengan Athar.


Mereka berdua tiba-tiba tersentak kaget saat bola voli terlempar ke arah mereka dan membuat keduanya sama-sama mengalihkan pandangan dan mendadak gugup dan sama-sama saling salah tingkah degan wajah Anna yang mendadak memerah dan Athar mendadak gelisah.


" Anna lempar bolanya!" teriak Lisa.


" Iya," sahut Anna yang kesempatan untuk pergi yang tiba-tiba Anna merasa canggung. Kepergian Anna membuat Athar menghembuskan napasnya dengan perlahan kedepan dan berusaha untuk menetralkan dirinya kembali. Namun Athar masih terus melihat Anna.


Anna memang sengaja pergi. Dari pada bisa gila di samping Athar dengan rasa yang tidak pernah di rasakannya sebelumnya.


Setelah selesai bermain-main dan lain sebagainya. Anna, Athar, Sana, Lisa dan Olive sekarang sedang menikmati aneka gorengan yang lagi-lagi di buatkan Bibi Anna. Mereka masih tetap di tempat yang sama duduk di atas tikar yang sekarang berkeliling.


Kali ini Athar mendapatkan ke ajaiban yang tanpa si suruh makan. Dia ikut-ikutan memakan gorengan itu. Padahal jelas itu tidak higienis dan tidak sehat. Tetapi sepertinya Athar lelah. Mencari yang benar-benar sesuai dengan kterianya akan membuat Athar lama-lama steres dan bisa-bisa mati kelaparan dan dia pun ikut mencicipi berbagai macam gorengan itu.


" Nanti kira-kira apa lagi ya Anna yang akan di berikan bibimu kepada kita," sahut Lisa.


" Hmmmm, benar bibimu benar-benar sangat baik. Segala makanan di berikan kepada kita," sahut Sana yang mengunyah makanan itu dengan kepanasan.


" Dia itu memang baik. Makanya aku sangat terawat saat dia tinggal bersamaku dan ketika dia sudah tidak tinggal bersamaku. Aku jadi tidak bisa berbuat apa-apa dan apa-apa haru melakukan sendiri," sahut Anna yang meniup-niup gorengan yang masih panas itu.


" Mandiri. Tetapi kenapa kau tidak pernah memasak?" sahut Olive.

__ADS_1


" Itu jelas hal yang sulit. Sudahlah lupakan masalah dapur yang menyebalkan itu. Yang penting bibi ku berkata. Anna kamu harus pintar belajar dan urusan memasak biar bibi yang mengurusnya, dan bukan salahku jika sekarang aku tidak bisa memasak," sahut Anna dengan santai.


" Ya seharusnya kalau tidak pandai bilang aja tidak pandai jangan sok-sokan yang terakhirnya tidak ada yang beres," sahut Lisa.


" Isssh, apaan sih Lisa. Namanya juga usaha. Itulah namanya perputaran otak saat kondisi tertentu," sahut Anna yang ada saja alasannya.


" Kalian bisa tidak kalau makan, makan aja nggak usah ribu sana sini. Bikin pusing," sahut Athar dengan kesal.


" Iya kak Athar," sahut Olive.


" Hmmmm, bagaimana kalau sebelum pulang kita membelikan bibi mu hadiah," sahut Olive yang menemukan ide.


" Wauuuu, ide bagus itu. Boleh-boleh," sahut Sana setuju.


" Kira-kira apa yang di sukai bibimu Anna?" tanya Lisa.


" Semuanya dia suka terserah kalian mau memberikan apapun," sahut Anna dengan santai.


" Kita akan mencarinya nanti sebelum pulang," sahut Sana dengan bahagianya.


Anna tersenyum mengangguk. Tiba-tiba mata Anna melihat lagi kearah ujung dan lagi-lagi Anna melihat wanita yang kemarin di lihatnya dan sama dengan hari ini. Wanita itu juga melihat Athar dengan serius hal itu membuat Anna bertanya-tanya siapa wanita itu.


" Kenapa dia terus melihat Athar. Siapa dia, apa itu hanya perasaanku saja. Bahwa dia melihat Athar," batin Anna yang kebingungan. Menyadari Anna melihat dirinya yang lagi-lagi membuat wanita itu pergi. Hal itu membuat Anna bertanya-tanya siapa wanita itu.


" Kamu kenapa Anna?" tanya Olive yang melihat-lihat di sekitarnya yang melihat tidak ada orang sama sekali.


" Tidak apa-apa," sahut Anna yang berusaha santai namun merasa kepikiran dengan wanita itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2