Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 101 Dah digdug.


__ADS_3

Akhirnya handphone di dalam mobil Athar akhirnya berhenti berbunyi dan hanya bunyi pesan yang sama sekali tidak di baca Athar. Athar tetap membiarkan handphone itu mau ada pesan atau tidak yang masuk.


Anna hanya melihat dengan ekor matanya yang mana Athar memang seolah tidak peduli dengan handphone yang berisik itu.


" Kembalikan handphone ku," pinta Anna dengan mengadakan tangannya yang ingin meminta handphonenya.


" Untuk apa?" tanya Athar.


" Ya banyaklah, apa aku harus melapor padamu," sahut Anna kesal.


" Nanti saja," sahut Athar santai.


" Aku tidak mau kembalikan," sahut Anna yang ingin merampas dari dekat Athar. Namun Athar langsung mengambilnya dan tidak sempat di ambil Anna.


" Atahr kembalikan!" pinta Anna lagi.


" Aku bilang nanti!" tegas Athar.


" Athar itu handphoneku dan kau tidak berhak," sahut Anna kesal.


" Aku berhak. Itu hukuman untukmu. Karena kau sudah berani menceritaiku di belakang," sahut Athar.


" Kapan aku melakukannya?" bantah Anna.


" Kalau begitu kau berani untuk membuka pinnya," ucap Athar. Anna terdiam mana mungkin dia memberikan pinnya bisa kebongkar semuanya.


" Udah sini. Aku butuh handphone ku," sahut Anna yang kembali meminta.


" Aku bilang tidak maka tidak," sahut Athar menegaskan.


" Kau ini benar-benar. Kembalikan aku bilang," sahut Anna kesal dan ingin merampas paksa handphonenya dari Athar. Athar tetap menjauhkan handphone tersebut.

__ADS_1


Namun Anna tetap kekeh ingin mengambil paksa. Anna sampai membuka sabuk pengamannya agar bisa mendekati Athar mengambil paksa handphone itu dan Athar tidak peduli terus menjauh dari Anna yang sudah keluar dari are bangku Anna yang menghadapnya yang berusaha meraih handphone yang di pegang Athar.


Athar terus menjauhkan tangannya yang memang tidak akan memberinya. Anna begitu berusaha mengambilnya tanpa dia sadari dia sudah begitu dekat dengan Athar.


Athar sudah sampai bersandar pada pintu mobil dan Anna terus maju sampai Anna kehilangan ke seimbangan dan membuatnya lebih maju pada tubuh Athar sampai menindih tubuh Athar dengan kening mereka yang saling menempel dan tetap bertahan seperti itu.


Duk, Duk,Duk, Duk, Duk,Duk,


Suara jantung keduanya terdengar begitu kuat. Baik Anna maupun Athar yang begitu dekat. Dahi saling menempel dengan mata mereka yang saling beradu pandang. Mata yang bertemu dengan wajah yang hanya berjarak beberapa centimeter saja.


Napas mereka yang saling menerpa dengan rasa gugup yang tidak bisa di artikan. Ke-2 pasang bola mata yang saling berputar mengamati wajah lawan masing-masing.


Athar mengamati wajah yang berada di depannya itu, menatap mata indah itu, hidung mancung Anna, dengan kulit mulus di wajah yang memerah itu, melihat bibir merah yang bergerak-gerak itu. Hal itu membuat Athar kesulitan menelan salivanya. Jantungnya semakin tidak menentu berdetak kencang.


Telapak tangan Anna yang di dada Athar seakan membuat Anna merasakan detak jantung Athar yang sama dengan detak jantungnya.


Di mana Anna juga tidak berkedip sama sekali untuk melihat Athar di hadapannya itu. Mengamati wajah tampan dengan hembusan napas yang menerpa wajahnya. Tatapan Athar membuat Anna seketika tidak bisa bernapas.


Ke-2nya tetap betah saling melihat. Tanpa melepas pandangan itu dengan hati yang sepertinya saling berinteraksi. Ya terlihat romantisan dan begitu manis. Di mana yang lain sedang tidur dan Anna dan Athar malah seperti itu.


Olive tersenyum melihat hal itu. Padahal dia ingin berteriak cie-cie, atau jingkrak-jingkrak mengejek teman dan kakaknya itu yang begitu sosweet. Anna sepertinya mendapat lampu hijau dari calon adik iparnya.


" Ya ampun manis sekali. Tumben-tumbennya kak Athar seperti itu," batin Olive yang malah kegirangan.


tin,tin,tin,tin,tin,tin,tin,tin.


Suara klakson mobil terdengar membuat Athar dan Anna sama-sama tersentak dan sama-sama tersadar yang akhirnya Anna langsung menjauh dari Athar kembali ketempat duduknya dengan mengatur napasnya yang mulai tidak teratur.


Athar juga membuang napasnya panjang dengan kembali pada posisi duduknya lurus bersandar di jok mobilnya.


Keduanya terlihat salah tingkah, Anna yang Merapi-rapikan kan apa yang tidak berantakan sama sekali untuk menutupi kecanggungan dirinya.

__ADS_1


Anna melihat handphone Athar dan langsung mengambilnya dan membuat Athar tidak sempat mencegahnya.


" Kembalikan dulu handphone ku. Baru kukembalikan ini," ucap Anna menahan handphone Athar.


" Kembalikan!" sahut Athar.


" Tidak akan," sahut Anna dengan tegas yang padahal dia masih begitu gugup.


Tin-tin,tin,tin,tin. Suara klakson kembali terdengar dan menghentikan pertengkaran itu.


Karena mobil di depan sudah melaju. Jadi Athar pun menyetir sebelum di klakson lebih panjang lagi. Sementara Anna langsung memakai sabuk pengamannya kembali dengan handphone Athar yang masih tetap padanya.


Athar seakan tidak bisa mengambil miliknya dan membiarkan saja dan tetap fokus menyetir. Walau fokusnya sudah mulai hilang. Ke-2nya tidak ada yang bicara lagi dan hanya menetralkan diri mereka masing-masing.


" Nih, orang ber-2 sebenarnya ada hubungan apa sih, kok terlihat so sweet gitu ya, suka bertengkar, tiba-tiba saling lihat-lihatan," batin Sana.


Ternyata sana juga tidak tidur. Dia juga menyaksikan hal itu dan malah senyum-senyum dengan matanya yang terpejam.


" Anna memang dari awal dengan bos Athar tidak pernah takut. Tetapi bos Athar aneh banget ya kok kelihatan tidak bisa begitu tegas pada Anna ya dan seolah bos Athar begitu peduli pada Anna. Hmmm jangan-jangan," batin Lisa yang juga sama sekali tidak tidur.


Tidak ada yang tidur semuanya lebih mengintip dengan kekepoan masing-masing. Gara-gara kejadian itu Anna dan Athar sama-sama canggung deh. Saling menatap saling mengamati wajah. Wau mereka memang ada-ada saja. Yang lainnya hanya jadi obat nyamuk saja.


" Anna kamu kenapa sih tiba-tiba seperti ini. Jantungku juga kenapa tiba-tiba berdetak tidak menentu seperti itu," batin Anna yang tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. Dia benar-benar bingung.


Athar juga menyetir dan hanya menyetir saja yang pasti dia juga gugup dan ingin menetralkan pikirannya yang tidak bisa di jelaskan. Semuanya terjadi begitu saja dan perasaannya pun sama. Seperti itu juga.


*************


Sementara Aurelia yang menghubungi Athar sedari tadi di dalam mobil. Tidak mendapatkan apa-apa dan itu membuat Aurelia terlihat begitu kesal.


" Athar kemana sih. Masa iya dari tadi di telponi nggak di angkat. Pesanku sama sekali tidak di read. Apa-apaan sih Athar. Kenapa coba dia sampai seperti itu. Memang dasar Athar kau sungguh begitu memuakkan," batin Aurelia yang mengoceh terus yang terlihat semakin kesal.

__ADS_1


Athar sedang kasmaran. Makanya mengacuhkan telpon dari Aurelia.


Bersambung


__ADS_2