
Suasana semakin kacau Anna terus menangis seolah-olah memang terjadi padanya.
" Bu, Jennie kita sama-sama wanita jadi tolong saya. Penjarakan pria ini, dia sudah melecehkan saya," ucap Anna layaknya wanita tertindas yang mencari pembelaan.
" Mampus kau, memang enak, kau akan mendapat karma dari perbuatanmu Syukurin," batin Anna yang terus menagis mencari pembelaan.
" Apa wanita ini sakit jiwa, apa yang di katakannya," batin Athar yang sudah tidak tau harus melakukan apa lagi.
" Apa maksud Anna mana mungkin Athar memperkosanya," batin Aurelie tampak cemas.
" Anna apa kamu punya bukti?" tanya Jennie dengan wajah kasihan nya pada Anna.
" Apa yang kau katakan Jennie, bisa-bisanya kau bertanya kepadanya. Seakan kau percaya omongannya. Kau pikir aku melakukan itu," sahut Athar tambah darah tinggi melihat Jennie yang tampak simpatik dengan Anna. Dan Jennie jadi serba salah.
" Anna, kamu serius seperti itu," sahut Lisa.
" Iya Lisa, dia ini laki-laki tidak tau diri, dia sudah tidak bertanggung jawab dan sekarang berbuat asusila kepadaku, dan buktinya sudah jelas, lihat aku," ucap Anna yang tidak hentinya menangis. Tidak tau apa yang sedih. Tetapi dia seolah teraniaya.
" Tapi mana mungkin bos Athar seperti itu," sahut Lisa.
" Tidak mungkin apanya," sahut Anna dengan cepat. Namun sejenak dia menjeda omongannya dan melihat Lisa dengan serius.
" Apa yang kau katakan tadi, bos. Bos apa maksudmu?" tanya Anna pelan dan merasa ada yang tidak beres. Ekspresi wajahnya yang dengan cepat berubah.
" Anna, bos Athar ini adalah pimpinan ke-2 Perusahaan dan mana mungkin dia melecehkan karyawan," ucap Lisa membuat Anna kaget dengan matanya hampir keluar lalu melihat ke arah Athar dan Athar menatapnya tajam merapatkan giginya dengan wajah memerah yang ingin menerkamnya apalagi napas Athar tidak stabil.
" Dia_ dia bos?" tanya Anna dengan napasnya yang sesak tiba-tiba. Lisa mengangguk.
" Bos di sini?" tanya Anna lagi memastikan. Lisa mengangguk lagi.
" Kamu serius?" tanya Anna yang masih tidak percaya. Namun sudah begitu panik.
__ADS_1
" Mampus aku, dia bos jadi dia bos ku," batin Anna yang baru panik sendiri dan sekarang memejamkan matanya menunduk tidak berani melihat Athar lagi dan Anna juga mendadak diam dan sekarang malah ketakutan.
Sementara Athar sudah seperti monster dengan wajah memerahnya dan rahang kokohnya yang mengeras.
Athar melangkah mendekatinya membuat Anna takut, geser-geser mendekati Jennie dan Jennie juga bingung harus melakukan apa.
" Mati apa yang akan di lakukannya," batin Anna tampak ketakutan.
" Argggghhh," teriak Athar di depan Anna dengan ke-2 tangannya ingin mencekik Anna membuat Anna tersentak kaget dan menjauhkan wajahnya dari Athar dengan memejamkan matanya. Anna mendadak takut kepada Athar.
" Ikut keruangan ku," ucap Athar menekan suaranya menunjuk Anna dengan penuh kemarahan.
Anna mengangguk pasrah dengan tekanan darah tinggi Athar pun pergi dengan membawa malu.
Napas Anna seketika sesak dan bahkan Anna kesulitan bernapas sekarang ketika dia mengatahui siapa Athar yang sedari tadi sudah di tuduhnya dengan semua kata-kata yang di tambah-tambahi.
" Ahhhhh, apa ini sangat tidak penting. Ternyata dia tidak mati," batin Gibran yang langsung pergi karena tidak mendapatkan apa-apa.
" Huhhhhhhh," Derry geleng-geleng membuang napasnya yang juga pergi.
" Aku mana tau dia bos," sahut Anna sudah lemas dan tampak kebingungan.
" Ya kamu sih," sahut Lisa.
" Ayo ikut saya, kamu harus Keruangannya, dia akan semakin marah. Jika kamu terlambat sedikit saja," ucap Jennie mempersilahkan dan dengan pasrah Anna pun akhirnya mengikutiku.
" Apa Anna dan Athar saling kenal. Sepertinya mereka memang saling kenal dan ternyata Anna bekerja di sini, berarti kemarin memang benar dia melamar dan sekarang di terima di perusahaan ini," batin Aurelie yang masih bingung dengan apa yang terjadi. Dia tidak tau apa-apa dan tidak bisa menyimpulkan apa-apa.
**************
Akhirnya Anna pun yang sudah membuat drama panjang lebar dengan tuduhannya segala macam makiannya pada Athar harus berakhir di ruangan Athar.
__ADS_1
Di mana Anna yang terlihat garang tidak mau kalah sekarang berdiri menunduk dengan tangannya saling meremas di bawah sana di mana tidak berani berkutik di depan Athar yang duduk di bangku kekuasaannya yang jujur masih mengatur napasnya karena kewalahan menghadapi Anna.
Bahkan mungkin kepalanya seperti disetrum karena tarikan tangan Anna yang begitu sakit membuat kepalanya migren. Belum lagi pinggangnya yang juga encok dan bahkan pipinya yang panas karena mendapat tamparan keras.
Athar terus menatap tajam wanita yang membuatnya emosi tingkat dewa itu. Anna yang berani memakinya dengan kata-kata yang sangat kasar, berani menamparnya mendorongnya menggigitnya dan bahkan membuat pinggangnya masih sakit sampai sekarang.
Tidak sampai hitungan jam banyak kekerasan fisik yang di alami Athar. Bukan hanya kekerasan fisik. Tetapi rasa malu dan wibawanya seakan hilang. Karena tuduhan Anna yang memuakkan.
Athar bangkit dari kursinya. Berkacak pinggang menghadapi Anna. Melihat kartu pengenal Anna. Yang bertuliskan nama panggilannya Anna membuat Athar mendengus kasar yang rasanya ingin melempar Anna dari lantai ruangannya dan terjun kebawah sekalian.
" Ya Allah, jangan akhiri hidupku di ini. Ini hanya salah teknis. Aku mana tau jika dia adalah bos dini. Aku mohon kasih aku pertolonganmu. Buatlah Pria gila di depanku ini hilang ingatan. Semoga dia tidak mengingat apa yang terjadi. Aku mohon ya Allah," batin Anna yang berdoa di dalam hatinya pasrah dengan hidupnya dan malah berdoa agar Athar hilang ingatan.
" Jadi wanita bekerja di sini. Benar-benar wanita ini membuatku sial, sudah mempermalukan ku, apa wanita ini manusia, sekarang lihat dia mendadak bisu kemana suaranya dan kata-kata kurang ajarnya itu," batin Athar masih masih dengan napasnya yang tidak stabil dia masih berusaha untuk memenangkan dirinya.
" Apa yang kau katakan tadi, aku memperkosamu, aku menyentuhmu, mengintip rokmu, aku Pria brengsek, pria angkuh, cabul, mata jelalatan, apa yang kau katakan tadi," ucap Athar menekan suarana yang mengingat kata-kata Anna dan tidak satupun ada yang lupa.
" Astaga, ternyata dia tidak lupa ingatan. Bagaimana ini apa yang harus aku lakukan," batin Anna kebingungan.
" Kenapa kau diam, mana mulutmu yang bicara dengan suka-suka mu tadi?" tanya Athar dengan menekan suaranya yang bicara tepat di wajah Anna yang sedari tadi menunduk.
" Katakan sekali lagi kata-kata itu!" teriak Athar.
" Kau Pria, angkuh, bego, cabul, mata jelalatan.....
" Hey," teriak Athar memotong pembicaraan Anna. Athar kehilangan kendalinya membuat Anna tersentak dan memundurkan wajahnya.
" Berani sekali kau masih mengatakan itu," ucap Athar.
" Tadi dia menyuruhku dan sekarang malah memarahiku. Aneh," batin Anna.
Athar kembali menarik napasnya panjang membuangnya perlahan kembali menetralkan pikirannya dengan memengankan pikirannya yang sangat berantakan karena Anna yang terus menguji kesabarannya.
__ADS_1
" Ya Allah, apa yang harus aku lakukan, kaki ku sudah hampir mau putus di sini," batin Anna yang terus berdoa.
Bersambung