Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 394


__ADS_3

Anna dan Aurelia tidak sanggup menahan kesedihan dengan apa yang mereka lihat. Di mana Chandara yang penuh dengan rasa bersalah dan Chaca sendiri yang menerima keadaannya yang begitu dewasanya dalam berbicara yang membuat Anna dan Aurelia beberapa kali menyeka air matanya.


"Ya Allah aku tidak tau ternyata di balik kehidupan ku yang dulu yang aku merasa aku sangat tidak seberuntung orang lain ternyata masih ada yang sama denganku. Chaca ya Allah anak yang ada di depanku ini jauh lebih tidak beruntung dari pada aku," batin Anna yang menyadari jika masih ada yang lebih buruk dari dirinya mengenai kehidupannya.


"Selama ini aku tidak pernah menerima Chaca di dalam kehidupan ku. Padahal apa yang terjadi selama ini jelas bukan kesalahannya. Tetapi aku menyalahkannya dan Chaca mengalami penderitaan yang seharusnya tidak do terimanya apa aku adalah orang yang paling jahat sedunia. Ya aku adalah orang yang paling kejam," batin Aurelia yang menyadari jika dirinya sangatlah jahat.


Chandra menoleh kesampingnya dan melihat 2 putrinya yang sejak tadi hanya diam saja.


"Anna Aurelia Kemarilah?" ajak Chandra.


"Anna dan Aurelia langsung menghampiri Chandra. Chandra mengumpulkan telapak tangan putrinya itu dan menumpuk tangannya dengan tangan Chandra dan melihat satu persatu wah putri-putri nya itu.


"Maafkan papa ya," ucap Chandra dengan suara seraknya yang lagi-lagi meminta maaf dengan kesalahannya yang di lakukannya.


"Kenapa minta maaf pah, papa terus saja minta maaf," ucap Anna.


"Benar pah, ini sudah yang keberapa kali papa minta maaf. Jangan minta maaf terus pah," ucap Aurelia.


"Anna, Aurelia papa telah gagal menjadi papa kalian jadi papa benar-benar minta maaf dengan apa yang terjadi pada kalian berdua. Maafkan papa yang tidak bisa menjadi orang tua yang baik untuk kalian," ucap Chandra.


"Sudahlah pah, jangan mengatakan itu terus yang penting sekarang papa baik-baik saja," ucap Anna.


"Anna Aurelia, jika papa gagal menjadi papa kalian. Jadi sekarang papa meminta kalian berdua jangan gagal menjadi kakak untuk Chaca. Aurelia Chaca ini juga adik kamu. Papa minta tolong sama kamu sayangi dia seperti kamu menyayangi Anna," ucap Chandra.


"Papa tenang saja pah. Papa jangan khawatir aku akan menyayanginya dan akan bertanggung jawab untuknya," ucap Aurelia apa adanya yang mungkin Aurelia sudah mulai ikhlas dan harus menerima jika apa yang terjadi bukan kesalahan Chaca yang sebenarnya.


"Makasih ya Aurelia kamu mau melakukan itu untuk papa," ucap Chandra.


"Papa jangan memikirkan apa-apa. Papa sekarang sebaiknya fokus untuk operasi papa dan siswanya biarkan kami yang mengurusnya. Papa jangan khawatir dengan Chaca dia akan baik-baik aja bersama kami," sahut Anna menambahi.


"Papa sangat lega mendengar apa yang kalian katakan. Makasih ya Anna, makasih Aurelia," ucap Chandra dengan tersenyum.


Anna, Aurelia menganggukkan kepala mereka.


"Papa sekarang istirahat dengan baik yah. Papa jangan memikirkan apa-apa lagi ya," ucap Anna.


" Benar kata kak Anna pah papa harus istirahat dan sebentar lagi papa pasti akan sembuh kok. Karena kita semua bisa sama-sama lagi," ucap Chaca.


"Apa papa merasa sakit?" tanya Chaca. Chandra mengangguk pelan yang baru ini jujur jika dia merasakan sakit.

__ADS_1


"Apa itu sangat menyiksa papa?" tanya Chaca. Chandra menganggukkan kepalanya lagi.


"Papa ingin pergi rasanya Chaca," ucap Chandra dengan tersenyum.


"Apa yang papa katakan pah," sahut Aurelia.


"Jangan berbicara yang tidak perlu di bicarakan pah," sahut Anna.


"Anna, Aurelia, Chaca. Tapi papa rasa kehidupan ini sudah cukup untuk papa," ucap Chandra dengan santainya.


"Pah," lirih Anna yang tidak mampu mendengar kata-kata itu.


"Pak Chaca di sini bersama kak Anna dan kak Aurelia berdoa untuk papa agar cepat sembuh Tetapi jika sakit papa sangat menyiksa papa. Maka tidak apa-apa pah. Jika papa ingin pergi. Karena Chaca tidak ingin melihat papa menderita," ucap Chaca dengan dewasanya yang berbicara yang membuat Chandra tersenyum mendengarnya.


Anna dan Aurelia yang jauh lebih dewasa. Namun pikirannya tidak seperti Chaca. Mungkin tingkat keikhlasan seseorang sangat berbeda.


Chandra tersenyum dan menjulurkan tangannya untuk ke-3 putrinya itu memeluknya dan Anna, Aurelia dan Chaca langsung memeluk Chandra dengan erat yang Chandra begitu bahagia.


"Papa sangat bahagia hari ini. Terima kasih untuk kalian semua. Papa benar-benar begitu bahagia," ucap Chandra dengan penuh kebahagiaan yang mendapatkan banyak hal dari anak-anaknya yang tulus kepadanya dan sekarang memeluknya dengan erat yang mana Chandra bisa merasakan kasih sayang yang luar biasa.


"Terima kasih ya Allah untuk kesempatan yang besar ini di mana aku dapat memeluk anak-anaknya ku. Aku merasa orang yang paling bahagia yang bisa memeluk Aurelia, Anna dan Chaca.


"Aku menyerahkan papa padamu ya Allah. Takdir dan segalanya ya Allah. Aku menyerahkan semuanya kepadamu ya Allah," batin Anna dengan meminta kembali pada penciptanya.


Akhirnya Chandra pun di operasi dengan Chandra yang di keluarkan dari ruangan perawatan dan di luar sudah banyak orang yang pasti ada Anna, Aurelia dan Chaca mereka ikut mengantarkan papa mereka keruangan operasi yang tangan Anna masih memegang tangan Chandra dengan kuat sampai akhirnya tangan itu lepas dengan perlahan saat Chandra memasuki ruangan operasi dan pintu ruangan operasi yang akhirnya di tutup dengan Anna yang melihat papanya yang tersenyum kepadanya yang selalu merasa jika dia selalu baik-baik saja. Padahal tidak baik-baik saja sama sekali.


Athar suaminya langsung memeluk Anna untuk menguatkan Anna yang pasti sangat takut, cemas, panik yang bercampur aduk karena sang papa yang berjuang di sana.


Aurelia sendiri memeluk mamanya dengan adat yang mana Maya juga memberikan ketenangan untuk Aurelia. Chaca sendiri di pegang Olive. Dia tidak mengerti apa-apa. Tetapi seolah tau kesedihan yang di alami itu seperti apa.


Ari Purnama, Maharani, Anjani, Derry, Sana dan Gibran masih ada di sana yang juga menunggu operasi Chandra yang pasti mereka juga menunggu dengan panik.


"Ya Allah aku berserah untuk semuanya kepadamu ya Allah aku berserah ya Allah," batin Anna yang pasrah dengan kondisi sang papa karena sebelumnya papanya banyak pesan dan seakan menyuruhnya untuk siap dengan semua keadaan yang paling terburuk nanti yang akan di hadapinya.


Namun Anna pasti masih berharap banyak-banyak yang terus berdoa untuk sang papa di dalam sana.


Begitu juga Aurelia yang pasti sama berdoa untuk papanya yang terbaik di dalam sana.


"Semoga papa bisa selamat dalam operasinya," batin Aurelia.

__ADS_1


"Ya Allah papa pasti kuat. Namun jika itu membuat papa sakit. Tidak apa-apa ya Allah. Jika papa harus berada di sisimu asalkan papa sangat bahagia," batin Chaca yang juga berdoa untuk papanya.


"Aku tau mas kita pernah bersalah. Tapi aku tidak akan mengingat-ingat hal-hal yang menyakitkan yang pernah kamu berikan kepadaku. Jadi aku aku yakin kamu pasti kuat untuk menghadapi semua ini," batin Maya.


Waktu terus berjalan. Di luar penuh ketegangan dan Chandra menjalani proses operasi dengan beberapa Dokter yang berjuang untuk menyelamatkan Chandra sampai akhirnya setelah beberapa jam akhirnya Operasi selesai karena lampu operasi sudah hijau.


"Pasti semakin tegang dengan apa yang mereka lihat dan memang benar apa adanya semakin tegang dan sangat takut sampai pintu ruang operasi terbuka dan keluar Dokter Pria.


"Bagaimana keadaan papa saya Dokter?" tanya Anna dengan wajahnya yang penuh ketakutan.


"Papa baik-baik saja kan Dokter?" tanya Aurelia karena Dokter belum memberikan jawaban apa-apa sampai akhirnya Dokter terlihat menghela napas dengan membuka kacamatanya.


"Maaf kami tidak bisa menyelamatkan tuan Chandra!"


deg.


Bagai di sambar petir, jantung seakan berhenti berdetak. Tubuh bergetar yang mendadak sangat lemas dengan perasaan yang tidak bisa di jelaskan seperti apa dengan apa yang telah di dengar oleh Chandramendengar kabar yang mengerikan itu. Tidak di sangka- sangka ternyata operasi Chandra gagal dan barusan Dokter mengatakan jika nyawa Chandra tidak dapat di selamatkan.


"Apa yang Dokter katakan jangan bercanda Dokter!" teriak Aurelia yang seperti menantang Dokter tersebut.


"Aurelia," lirih Maya.


Derry langsung mendekati Aurelia, "Aurelia kamu tenang dulu," ucap Derry dengan lembut


"Maaf mungkin berita ini sangat mengejutkan kalian tetapi ini yang terjadi jika Pak Chandra sudah tidak terselamatkan lagi, saya permisi," ucap Dokter yang langsung pamit meninggalkan orang-orang yang penuh dengan duka itu.


"Papa!" teriak Anna yang berada di pelukan Athar yang tangisannya pecah saat kenyataan yang di terimanya jika Chandra sudah tiada.


Chaca juga menangis yang langsung di peluk oleh Olive yang anak kecil seperti Olive pasti sangat butuh pelukan. Tangis haru menyelimuti rumah sakit di depan ruangan operasi dengan kabar yang mengejutkan yang mana Chandra telah tiada.


Anna, Aurelia histeris di pelukan pasangan mereka masing-masing yang tidak percaya dengan keadaan itu. Anjani, Maya, dan yang lainnya juga penuh dengan mata berkaca-kaca dan pasti saing menguatkan dengan berita yang telah terdengar.


Sampai pintu Operasi di buka dan muncullah dengan tempat tidur dorong yang di dorong suster dengan Chandra yang terpaku kaku tidak bernapas yang sudah tertutup kain putih.


"Papa!" Anna dan Aurelia langsung memeluk Chandra dengan tubuh dingin yang sudah tidak bergerak sama sekali sama dengan Chaca yang ternyata ini hari pertama setelah berpisah melihat sang papa dan ini juga hari terakhir bertemu dengan sang papa. Jadi jelas banyak kesedihan yang di alaminya.


"Papa! papa!" suara itu tidak hentinya di perdengarkan.


"Anna Aurelia sudah, Anna!" Maya berusaha untuk menenangkan ke-2 putrinya itu yang ternyata tadi pagi juga menjadi hari terakhirnya bertemu dan berbicara dengan Chandra dengan Chandra yang meminta maaf kepadanya.

__ADS_1


Maya pasti sudah memaafkan dan jauh sebelum hari ini dan dia pasti akan mengabulkan amanah dari Chandra untuk menjaga anak-anaknya.


Bersambung


__ADS_2