Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 262 Kemarahan Athar


__ADS_3

" Papa lihat dia seorang anak yang patuh dan sangat membanggakan berubah menjadi iblis hanya karena membela wanita itu yang ingin membunuh kakaknya sendiri," lanjut Gibran.


Rahang kokoh Athar langsung mengeras dengan urat-urat lehernya mengeras. Wajahnya memerah dan terlihat matanya yang terbuka lebar yang ingin menerkam yang namanya Gibran itu.


" Kurang ajar!" umpat Athar sudah tidak bisa lagi menahan dirinya. Athar langsung berdiri dan langsung pergi.


" Athar kamu mau kemana?" tanya Anna yang melihat kepergian Athar dengan penuh amarah dan Anna pun langsung berdiri menyusul Athar sebelum terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan.


Ternyata Gibran dengan bahagianya yang membuat Anna seperti itu yang terus senyum-senyum pada sambil berjalan yang mana dia berjalan ke ruang tamu yang mana ada Ari Purnama, Derry, Maharani dan juga Olive di sana.


" Kak Gibran dari mana? kok gak ikut makan bersama kita?" tanya Olive heran.


" Kakak sedang sibuk Olive," jawab Gibran dengan tersenyum terus. Senyumnya itu bahkan membuat tanda tanya yang membingungkan.


" Kau baik-baik saja kan Gibran?" tanya Ari Purnama yang heran dengan Gibran.


" Ya aku baik-baik saja pa," jawab Gibran yang memang suasana hatinya begitu baik.


" Gibran!!!!!" teriak Athar dengan suara yang menggelegar yang membuat semua orang kaget dan langsung melihat ke arah suara itu. Di mana terlihat Athar berjalan dengan cepat dengan ke-2 tangan yang terkepal dan juga sorot mata yang tajam yang menunjukkan kemarahannya.


Begitu sampai di depan Gibran. Tidak ada aba-aba. Athar langsung melayangkan tangannya untuk memukul wajah Gibran dengan kuat dan sekali pukulan mampu membuat darah tersembur keluar bersamaan dengan pipi Gibran tang ke samping akibat pukulan Athar yang begitu keras.


Ari Purnama, Maharani, Derry dan Olive terkejut melihat hal itu dengan serentak mereka berdiri dengan Olive dan Maharani yang menutup mulut mereka dengan apa yang terjadi.


" Kurang ajar kau bajingan!" umpat Ardian yang kembali memukul Gibran dengan kencang dan Gibran tidak membalas sama sekali.


" Athar hentikan apa yang kau lakukan!" bentak Ari Purnama saat melihat Athar yang sudah menghajar Gibran membabi buta di mana Gibran sudah terbaring di lantai dan Athar duduk di perutnya yang menghajar pria itu.


" Kak Athar cukup!" bentak Derry yang berusaha mencegah Athar dengan menarik tangan Athar, matiknya dari atas tubuh itu dan pasti Derry ke walahan dan membuat Ari purnama harus ikut.

__ADS_1


" Athar hentikan dia saudaramu dia bisa mati!" bentak Ari Purnama.


" Dia memang harus mati. Aku sudah memberinya kesempatan untuk hidup," teriak Athar yang tidak terkendalikan sama sekali dan terus memukul Gibran yang pasti di cegah oleh Derry dan Ari Purnama.


Sementara Olive dan Maharani hanya bisa panik dan juga mencegah tidak bisa karena Athar begitu emosi.


Anna sampai kelokasi dan terkejutnya melihat Athar yang menghajar Gibran tanpa ampunan.


" Athar sudah cukup!" teriak Anna yang berusaha menghentikan Athar dan karena Anna Athar berasal di kendalikan dan sudah tidak di atas tubuh Gibran lagi yang sudah di tahan Derry dan Ari Purnama.


" Gibran!" Maharani dan Olive pun membantu Gibran untuk duduk yang mana wajah Gibran babak belur dengan tangannya memegang perutnya.


" Ada apa ini Athar. Kenapa kamu sampai memukul Gibran seperti ini?" tanya Maharani aku melihat Athar dengan kemarahan.


" Dia sudah mengganggu Anna," jawab Athar.


" Apa yang kamu lakukan Gibran?" tanya Maharani yang sekarang melihat Gibran.


" Kau!" Athar kembali ingin menghajar Gibran.


" Cukup Athar!" bentak Ari Purnama yang menghalangi Athar.


" Apa yang kalian lakukan. Kalian bukan anak kecil yang harus bertengkar karena seorang wanita. Apa kalian ingin saling membunuh karena hanya alasan yang tidak masuk akal ini," bentak Ari Purnama yang marah-marah. Posisi Anna jadi serba salah. Athar menjadi di marahi karena perbuatannya.


" Kamu juga Gibran, apa kamu tidak bisa tidak mengganggu Anna hah!" sahut Ari Purnama yang juga tegas pada Gibran.


" Aku tidak melakukan apa-apa pah. Aku hanya bicara pada Anna mengenai kabar Aurelia. Apa yang aku katakan salah. Jika Aurelia ingin bunuh diri. Karena perbuatannya yang menjalin perselingkuhan dengan Athar," jawab Gibran dengan santainya.


Athar mulai naik darah lagi dan ingin menghajar Gibran. Namun Derry berusaha untuk menahan kakaknya itu. Sementara Gibran pasti sengaja membuat Athar terpancing. Agar semakin salah di mata Ari purnama.

__ADS_1


" Apa yang kamu katakan Gibran. Aurelia ingin bunuh diri?" tanya Maharani.


" Mama bisa tanya Derry semuanya. Jika apa yang aku katakan tidaklah salah," sahut Gibran.


" Kau jangan bicara sembarangan. Aku membiarkanmu hidup agar kau bisa memperbaiki dirimu. Aku tidak mengampunimu lagi. Jika kau terus menyalahkan Anna!" tegas Athar menatap Gibran dengan tajam.


" Pa, ma dan kalian semua bisa lihat sendiri dia. Hanya karena wanita itu dia ingin membunuhku, bahkan berani mengatakannya di depan kalian. Ya wanita itu membuat pengaruh buruk pada dia," sahut Gibran yang semakin membuat suasana semakin panas.


" Kau!" Athar kembali ingin menghajar Gibran.


" Athar cukup!" bentak Ari Purnama membuat Athar tidak jadi menghajar Gibran yang sengaja memancing dirinya.


" Ada apa denganmu. Kenapa kamu sampai seperti ini. Apa kamu belum puas memukulnya. Dia kakakmu, saudaramu!" tegas Ari Purnama yang menyalahkan Athar. Jelas hal itu membuat Gibran masih memperlihatkan senyum miringnya.


" Dia tidak akan peduli hal itu pah. Bahkan ini bukan pertama kali. Sebelumnya dia juga menghajarku di depan wanita itu dan pasti karena wanita itu," sahut Gibran membuat suasana semakin buruk.


" Cukup Gibran kamu jangan menambah- nambahi cerita lagi. Jangan membuat suasana semakin memburuk!" tegas Maharani.


" Aku tidak menambah-nambah cerita mah, aku mengatakan apa yang sebenarnya terjadi," sahut Gibran.


" Apa maksud kakak?" tanya Derry.


Gibran yang terluka berusaha untuk berdiri dan di bantu Olive. Gibran menunjukkan ponselnya dan membuka tekanan Vidio memperlihatkan pada papanya.


Ari Purnama, Derry, Olive melihat rekaman Vidio tersebut. Apa lagi jika bukan di parkiran Athar menghajar Gibran jauh lebih parah dengan kejadian barusan dan sontak hal itu mengejutkan semuanya yang pasti tidak percaya jika Athar bisa seperti itu.


" Lihatlah perbuatan anak kesayangan papa itu. Apa yang di lakuaknnnya. Menghajar ku hampir mati hanya demi wanita itu," tunjuk Gibran pada Anna yang berdiri di samping Athar.


" Bajingan kau Gibran," umpat Athar yang tidak percaya jika Gibran menjebak dirinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2