Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 222 kenyataan yang pahit.


__ADS_3

Setelah mencari-cari papanya. Akhirnya Athar menemukan Ari Purnama di ruang perpustakaan. Yang mana ruangan yang menjadi kesukaan Ari Purnama. Ruangan yang penuh dengan buku-buku. Dan juga sangat santai dan tenang untuk bicara. Di mana sekarang Ari Purnama duduk berhadapan dengan istrinya yang meneguk segelas kopi buatan istrinya. Mereka mengobrol dengan santai di ruangan itu.


Brukkk.


Athar membuka pintu ruangan itu dengan keras yang membuat Ari Purnama yang ingin minum teh dan tidak jadi karena melihat Athar yang membuka pintu kasar.


" Ada apa Athar?" tanya Maharani sedikit kaget dengan kelakuan Athar yang tidak biasanya.


" Ada apa dengan mu, kenapa kau terlihat berantakan dan masuk-masuk dengan asal-asalan. Apa tidak bisa mengetuk pintu dulu?" tanya Ari Purnama dengan santai dan melanjutkan meminum kopinya lalu meletakkan gelas di atas meja.


Athar membuang napasnya kasar dan menetralkan napasnya yang sejak tadi naik turun dan langsung memasuki ruangan itu menghampiri papanya. Tanpa basa-basi Athar menjatuhkan berkas-berkas di dalam map itu di atas meja.


" Tolong jelaskan ini!" ucap Athar dengan suara beratnya yang matanya menatap papanya dengan serius.


Mata Ari Purnama dan Maharani sama-sama turun melihat apa yang di berikan Athar.


" Apa ini?" tanya Ari Purnama yang mengambil berkas itu. Athar tidak menjawab dan membiarkan papanya untuk melihatnya.


Deg.


Jantung Ari Purnama berdetak kencang dengan matanya melotot saat membuka berkas-berkas itu, melihat nyata foto-foto yang ada, melihat akte kelahiran Athar dan semua adalah kebenaran yang di simpannya selama ini.


Dada Ari Purnama terlihat kembang kempis dengan wajah paniknya dan Maharani sendiri masih bingung dengan suaminya yang tadi begitu tenang berubah menjadi begitu panik dengan napas yang tidak stabil dan Maharani mendadak khawatir suaminya kenapa-kenapa. Karena seperti orang yang jantungan.

__ADS_1


" Kenapa merahasiakannya dari ku. Kenapa papa mengatakan jika ibu kandungku tidak ada. Kenapa papa mengatakan jika dia pergi meninggalkanku. Tetapi pada kenyataannya papa yang memisahkan ku dengan dia?" tanya Athar dengan suara kerasnya yang tidak bisa mengendalikan dirinya lagi langsung bicara pada intinya.


Maharani semakin bingung dengan Athar yang tidak biasanya dan bahkan membahas masalah ibu kandung. Karena penasaran Maharani pun mengambil apa yang membuat suaminya terkejut. Namun Ari Purnama menahannya yang seolah tidak ingin Maharani tau.


" Untuk apa papa sembunyikan lagi. Katakan dengan jujur kenapa papa melakukan ini!" sentak Athar.


Ari Purnama diam dan tangannya melemah yang berhasil membuat Maharani mengambil map itu dan Maharani melihat apa yang di lihat suaminya.


Jantung Maharani tidak kalah berdetak nya seperti suaminya. Hal pertama di lihatnya. Apa lagi jika bukan foto pernikahan dan juga terlihat foto-foto mesra suaminya dengan wanita lain. Foto-foto pernikahan. Foto-foto di mana wanita itu yang sedang hamil. Tangannya bergetar dengan tubuh melemas melihat semua yang sangat mengejutkan itu.


Selain itu terlihat jelas akte kelahiran Athar yang atas nama Ari Purnama dan juga Anjani. Wanita yang sudah menjadi tanda tanya bagi Maharani saat di acara Perusahaan itu. Maharani sangat mengingat wanita di foto itu sama dengan wanita yang pernah di lihatnya.


Hancur, marah, tidak terima, dunia Maharani seakan hancur saat melihat kenyataan di depannya itu. Merasa sangat di khianati oleh suaminya.


Karena saat menikah dengan Ari Purnama hanya ada Gibran saat itu dan Derry yang masih bayi. Namun tidak lama ada Athar yang datang kerumah itu dengan usia Athar yang 2 tahun. Maharani bingung anak siapa itu.


Kehadiran Athar saat itu juga menjadi tanda tanya dari Maharani siapa anak kecil tampan itu. Namun mendapat penjelasan masuk akal dari suaminya.


Maharani tidak mempermasalahkan hal itu. Walau saat itu isu rumah tangganya menjadi sorotan publik. Karena Ari Purnama yang tiba-tiba punya anak dan bahkan ada isu-isu perselingkuhan. Mempercayai suaminya membuat keutuhan keluarga bertahan sampai detik ini dan bahkan Maharani akhirnya melahirkan anak dari Ari Purnama yaitu Olive.


Dia tidak percaya dengan berita rumah tangganya dan fokus pada anak tirinya dan juga anak kandungnya saat itu.


Namun siapa sangka, jika ternyata memang ada penghiyanatan di masa lalu. Kenyataan di depannya sudah menjelaskan semuanya yang membuat air matanya jatuh dengan dadanya yang sesak bagi di cabik-cabik tersayat pisau tajam dan di peras jeruk nipis itu yang di rasakan Maharani sampai mulutnya tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun dan hanya menatap foto-foto yang melukai dirinya itu.

__ADS_1


" Kenapa papa diam?" Katakan pah, apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Athar menekan suaranya.


" Di mana kamu menemukan ini?" tanya Ari Purnama dengan suara rendahnya.


" Apa itu penting untuk papa. Apa jika aku tidak menemukan ini. Sampai kapanpun aku tidak akan tau jika wanita yang belakangan ini ada bersamaku adalah ibu kandungku," ucap Athar dengan matanya memerah yang tidak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak bicara dengan keras.


" Kenapa papa tega membohongiku selama ini? Kenapa harus memisahkan ku dari wanita yang melahirkan ku. Sampai detik ini di saat aku sudah berusia 25 tahun dan papa merahasiakan semua ini dan selama 25 tahun aku tidak tau siapa ibu kandungku. Kenapa papa memisahkan ku dengannya?" teriak Athar menunjuk meja.


" Cukup Athar!" bentak Ari Purnama dengan suara meninggi. Ari Purnama juga berdiri.


" Dia meninggalkanmu dan jangan hanya percaya dengan kata-katanya. Sekarang dia datang dan merasa paling benar. Tetapi pada kenyataannya dia meninggalkanmu saat kamu masih bayi," teriak Ari Purnama yang mencari pembenaran.


Mendengarnya Athar tersenyum kasar dengan hembusan napasnya yang kasar,


" Setelah aku mengetahuinya. Aku itu sangat berharap papa jujur soal semuanya. Tetapi apa. Papa masih egois dan tetap ingin benar. Asal papa tau bukan Bu Anjani yang memberitahuku semua ini. Aku dan dia sudah bertemu belakangan ini. Karena dia berasma Anna. Dia tau aku putranya. Tetapi tidak sama sekali dia memberitahu apa-apa. Justru kebenaran ini terusngkap dengan sendirinya. Tanpa Bu Anjani membenarkan apa-apa," jelas Athar dengan menekan suaranya.


" Apa yang papa katakan. Ibuku meninggalkanku. Dia tidak meninggalkanku. Justru papa yang meninggalkannya di saat dia hamil besar, dia melahirkan tanpa suami. Karena suaminya pergi begitu saja. Untuk menjaga nama baik keluarga yang sudah di hancurkan sendiri. Bu Anjani tidak menuntut apa-apa dan tetap diam dengan keadaan yang memang itu kesalahannya. Tapi apa papa tega mencuriku darinya. Papa tega membawaku. Papa tega memisahkan ku dari dia," teriak Athar.


" Papa tidak memisahkan kamu Athar. Tetapi memang kenyataannya dia pergi saat itu meninggalkan kamu," sahut Ari Purnama tetap kekeh pada kebenarannya.


" Jangan berbohong pa. Aku sudah tau semuanya dan sekali lagi. Aku mengatakan pada papa. Bukan Bu Anjani yang memberitahuku. Tetapi aku tau sendiri kebenarannya," teriak Athar dengan suaranya yang menekan di depan papanya yang benar-benar menunjukkan kemarahannya karena papanya telah memisahkannya dari ibunya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2