Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 300.


__ADS_3

Anna berada di kantor menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Di Perusahaan mamanya. Anna memliki jabatan sebagai Direktur. Anna memang memutuskan untuk keluar dari Perusahaan Athar. Walau dia masih terikat kontrak.


Karena menang kompetisi tahun lalu. Karena mamanya juga membutuhkan Anna. Jadi Anna memilih membantu mamanya di Perusahaan. Sama halnya dengan Aurelia yang juga ikut mengambil alih di Perusahaan itu. Mereka berdua yang bekerja sama untuk mengurus Perusahaan dan Maya sendiri hanya di rumah ingin bersantai-santai yang menyerahkan pada anak-anaknya urusan Perusahaan.


Toko-tok-tok-tok.


" Masuk!" sahut Anna yang fokus pada laptopnya. Pintu di buka yang ternyata Mahendra yang datang dengan membawa beberapa dokumen.


" Ada apa?" tanya Anna.


" Saya membawakan beberapa data-data yang nona minta," ucap Mahendra yang memberinya langsung.


Anna langsung mengambilnya dan membuka-buka nya sebentar.


" Oh iya nona nanti jangan lupa makan siang bersama klien untuk membicarakan masalah kerja sama Perusahaan. Tuan Carlos menunggu di Restaurant pelangi," ucap Mahendra mengingatkan Anna.


" Hmmmm, baiklah. Aku hampir saja lupa. Kamu sendiri bagaimana sudah menyiapkan yang lainnya?" tanya Anna.


" Saya sudah menyiapkan semuanya untuk keperluan meeting nanti," jawab Mahendra.


" Baguslah kalau begitu. Aku cukup dek-dekan. Karena aku sebelumnya tidak pernah bertemu dengan Tuan Carlos. Aku takut saja ada masalah," ucap Anna yang memang sangat ragu dalam bertindak.


" Jangan khawatir nona Anna. Saya pasti akan memantaunya," sahut Mahendra.


" Ya memang itu sudah tugas mu," sahut Anna yang kembali melihat-lihat dokumen tersebut.


Krekk Aurelia membuka pintu dan langsung memasuki ruangan Anna. Mahenndra menundukkan kepalanya menyapa dan menghormati Aurelia. Aurelia tersenyum dengan mengangguk.


" Ada apa kak?" tanya Aurelia.


" Ini beberapa contoh yang sudah aku buat untuk pengeluaran terbaru produk kita," Aurelia memberikan beberapa contoh desain yang sudah di buatnya.


" Hmmmm, semuanya bagus. Aku jadi bingung kenapa kakakku ini semakin lama desainnya semakin bagus," ucap Anna yang memang sangat menyukai desain kakaknya makanya dia terus memuji kakaknya.


" Jangan berlebihan. Kamu desainnya yang bagus. Kakak masih jauh di bawah kamu," sahut Aurelia yang juga sangat mengagumi desain-desain adiknya. Adik kakak itu memang selalu saling memuji satu sama lain.


" Iya deh, kita sama-sama bagus," sahut Anna tersenyum. Aurelia juga tersenyum mendengarnya.


" Lalu yang mana yang harus kita keluarkan sebagai produk kita?" tanya Aurelia.


" Kalau semua sudah cantik seperti ini. Jadi bingung juga yang harus memilih yang mana," sahut Anna yang membolak-balik desain kakaknya yang sangat bagus-bagus itu membuat kepalanya jadi bingung.


" Kalau begitu saya permisi dulu!" Mahendra pamit menundukkan kepalanya.


" Tunggu Mahendra!" cegah Aurelia memegang tangan Mahendra, membuat Mahendra heran.


" Ada apa nona?" tanya Mahendra. Aurelie mengambil dari tangan Anna.


" Menurut kamu bagaimana Mahendra yang mana yang cocok?" tanya Aurelia yang meminta pendapat Mahendra. Anna melihat hal itu hanya tersenyum saja dengan mengangkat ke-2 bahunya.


" Kenapa jadi saya yang memilih-milihnya?" tanya Mahendra heran.


" Pilihan kamu selalu tepat. Makanya aku membutuhkan pendapat mu," ucap Aurelia. Mahendra terlihat kurang nyaman. Bahkan Aurelia menarik tangan Mahendra untuk duduk di Sofa yang mengajak Mahendra untuk memilih-milih mana yang cocok untuk di terbitkan.

__ADS_1


Anna hanya menghela napas melihat kakaknya yang duduk berduaan dan memilih-milih Desain tersebut.


" Sebenarnya kak Aurelia itu sama siapa sih," batin Anna bingung dengan kakaknya.


Karena memang Mahendra dan Aurelia dekat. Namun Aurelia dan Derry juga sangat dekat. Terkadang Anna jadi bingung dengan kakaknya terlalu banyak seleksi. Tapi tetap Anna tidak mencampuri hal itu.


***********


Lain dengan Athar yang sekarang sedang mengadakan rapat. Athar tampak serius mendengarkan salah satu pendapat dari penghuni rapat. Namun fokusnya hilang sedikit karena menerima notif pesan.


..." Sayang aku tidak bisa makan siang bersamamu hari ini. Aku ada makan siang dengan klien," tulis Anna yang ternyata mengirim pesan untuk Athar kekasihnya....


..." Kalian makan siang di mana?" tanya Athar....


..." Di Restaurant pelangi dekat dengan kantor,"...


..." Baiklah jangan lama-lama ya meetingnya. Nanti aku akan menjemputmu!" ucap Athar....


..." Baik sayang," sahut Anna mengakhiri pesan itu dengan memberikan emote love agar terlihat sangat manis....


Athar tersenyum dan kembali memasukkannya handphonenya kedalam sakunya.


" Dia meeting dengan siapa hari ini," batin Athar yang selalu kepikiran jika Anna akan meeting dengan orang lain. Apa lagi dengan seorang Pria. Mungkin Athar cemburu. Jadi harap di maklumi.


Athar memang orangnya seperti itu. Yang tidak penting saja di cemburui. Tapi sama saja dengan Anna yang juga cemburuan jika Athar dekat-dekat dengan klien yang cantik-cantik. Pasangan itu memang sama saja.


**********


" Silahkan nona bisa di lihat kontraknya," ucap Carlos pria yang sekitar 40 tahunan yang bertubuh tegap itu. Anna mengangguk dan membaca kontrak itu dengan serius.


Dalam kerja sama Anna memang harus teliti dalam hal apapun. Apalagi masalah kontrak. Karena pasti akan mempengaruhi Perusahannya. Anna juga belum pintar-pintar amat. Jadi masih membutuhkan Mahendra mendampinginya agar Anna tidak salah langkah sama sekali.


" Bagaimana?" tanya Anna pada Mahendra yang pasti Anna membutuhkan sarana dari Mahendra. Mahenndra melihat sebentar dokumen yang tadi dilihat Anna.


" Apa nona Anna ragu untuk bekerja sama dengan saya?" tanya Tuan Carlos melihat keraguan pada wajah Anna.


" Tidak tuan Carlos. Namun untuk masalah ini saya sangat membutuhkan Mahendra," sahut Anna tersenyum kaku.


" Ya memang saya harus mengakui tuan Mahendra ini begitu sangat telaten dalam kerja sama. Ya dia begitu bagus," puji Carlos.


" Jangan berlebihan tuan," sahut Mahendra.


" Saya sangat senang dengan kerja sama antara di Perusahaan kita. Saya berharap kita akan bisa melanjutkan kerja sama ini. Karena sebelumnya saya Perusahaan saya juga pernah bekerja sama dengan Perusahaan Bu Maya yang ada di Bangkok," ucap tuan Carlos.


" Iya tuan, saya juga senang pastinya," sahut Anna tersenyum. Anna dan Mahendra kembali saling melihat dan Mahendra menganggukkan kepalanya. Lalu Anna langsung menanda tangani kontrak itu.


Kalau Mahendra sudah mengangguk itu berarti sudah aman. Karena selama ini semuanya begitu aman dan tentram.


"Syukurlah akhirnya kerja sama kita bisa terjalin," ucap Carlos. Anna mengangguk saja dengan tersenyum ramah.


" Anna!" tiba-tiba suara terdengar membuat Anna membalikkan tubuhnya dan ternyata itu Athar dan juga Jennie.


" Athar!" sahut Anna yang langsung berdiri dan menghampiri Athar.

__ADS_1


" Kamu ngapain di sini?" tanya Anna pelan. Namun mata Athar melihat fokus pada Carlos.


" Selamat siang tuan Athar," sahut Carlos yang juga ikut menghampiri Athar. Anna heran melihatnya yang sepertinya Athar dan kliennya itu saling mengenal.


" Apa kabar tuan Athar?" tanya Carlos mengulurkan tangannya. Namun Athar tidak menyambut uluran tangan itu.


" Kamu kenal sama tuan Carlos?" tanya Anna.


" Kita saling mengenal nona, beberapa tahun lalu Perusahaan kami pernah bekerja sama. Namun tuan Athar tidak konsisten dan mengakhiri kontrak dengan Perusahaan kami. Benarkan nona Jennie!" ucap Carlos yang melempar pada Jennie. Jennie hanya menanggapi dengan wajah ketusnya.


" Oh, begitu kalian sudah pernah bekerja sama," sahut Anna.


" Nona Anna sendiri apa hubungannya dengan tuan Athar?" tanya Carlos.


" Kamu sudah selesaikan Anna. Jadi sekarang ayo kita pergi!" Athar langsung menggenggam tangan Anna yang membawanya pergi membuat Anna heran dan terlihat bingung karena Athar membawanya pergi begitu saja. Anna hanya menundukkan kepalanya pada Carlos sama dengan Mahendra yang juga menyusul Anna, Athar dan Jennie. Carlos hanya tersenyum melihat kepergian Athar yang membawa paksa Anna.


Sesampai di luar Athar menghadap Anna.


" Kenapa tidak mengatakan kepadaku. Jika kamu meeting dengannya?" tanya Athar yang terlihat begitu serius.


" Athar memang aku pernah mengatakan kepada kamu harus meeting dengan siapa?" tanya Anna balik.


" Ya tapi seharunya bilang juga Anna kamu meeting dengannya," ucap Arthar dengan wajah seriusnya.


" Memang ada apa sih Athar. Apa itu begitu penting. Dan kamu kenal sama tuan Carlos?" tanya Anna bingung sendiri dengan Athar.


" Apa kalian akan bekerja sama?" Athar malah bertanya tanpa menjawab pertanyaan Anna.


" Iya. Kita baru saja menandatangani kontrak," jawab Anna memang benar apa adanya. Athar menghela napas beratnya membuat Anna semakin bingung.


" Athar ada apa sebenarnya?" tanya Anna heran. Athar melihat ke arah Mahendra


" Kenapa mengambil keputusan begitu ceroboh?" tanya Athar.


" Maaf Pak Athar. Tetapi saya tidak asal dalam bertindak dan pasti sudah menyelidiki terlebih dahulu dan kami juga sudah mempelajari kontrak sebelum di tanda tangan," ucap Mahendra.


" Hanya beberapa menit saja membacanya lalu bisa mengatakan mempelajarinya," ucap Athar yang terlihat marah pada Mahendra dan Anna sendiri jadi bingung.


" Sayang sudah dong kamu kenapa sih?" tanya Anna lagi yang semakin kesal.


" Kita makan siang sekarang," ucap Athar yang lagi-lagi tidak menjawab pertanyaan Athar. Namun Anna menahan Athar yang mana Anna serius melihat Athar.


" Katakan ada apa?" tanya Anna, " kenapa kamu terlihat panik dan tadi kamu terlihat ketus dengan tuan Carlos. Ada apa Athar apa ada sesuatu yang begitu serius?" tanya Anna dengan penasarannya.


" Kita makan siang. Kita akan bahas," jawab Athar meraih tangan Anna dan langsung membawa Anna pergi. Membawanya dalam kebingungan.


Jennie dan Mahendra saling melihat.


" Ada beberapa yang harus aku bicarakan denganmu," ucap Mahendra.


" Baiklah kalau begitu!" sahut Jennie mengangguk. Mereka memang sering mengobrol serius yang pastinya membicarakan Perusahaan yang terikat dalam kerja sama tersebut.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2