
Anna tidak Kerumah Bibinya melainkan dia kerumah Anjani. Setelah sampai di depan rumah itu Anna menutup payungnya dan memasuki rumah itu. Anna mengusap-usap lengannya yang sedikit basah dan langsung duduk di sofa.
" Sebaiknya aku di sini saja. Walau Bu Anjani tidak ada di sini. Aku lebih nyaman di sini dari pada di rumah bibi yang mana Athar bisa menemuiku nantinya. Aku tidak ingin bicara dulu dengannya. Aku buruh waktu," ucap Anna melihat-lihat di sekitarnya.
Rumah Anjani memang kosong. Karena Anjani sedang ke Bangkok dan Anna Rencananya memang akan menyusul. Namun masih ingin di kampung bibinya.
Wajah Anna masih terlihat berpikir. Mungkin memikirkan Athar dan juga kata-kata Athar dan bahkan secara tidak langsung dia telah memberikan Athar waktu yang artinya berupa kesempatan.
Anna dengan wajah murungnya menuju kamar Anjani untuk beristirahat. Ya Anna pertama kali pulang kampung bersama Anjani tinggal di rumah itu, makanya Anna sudah tidak merasa asing lagi. Jika ingin kembali kerumah itu Anjani juga mengijinkannya dan Anna memilih di sana karena merasa cukup nyaman pada tempat itu.
Anna melihat tempat tidur itu kosong dan sama sekali tidak melihat ada selimut.
" Aku bisa kedinginan jika tidur tanpa selimut," gumam Anna melihat-lihat ke sekitar arahnya dan mata Anna melihat ke arah lemari.
" Mungkin di sana tempatnya," gumamnya yang langsung menghampiri lemari kayu itu untuk mencari ala yang di butuhkannya.
" Maaf Bu Anjani Anna lancang soalnya Anna tidak bisa tidur tanpa selimut," ucap Anna yang mencari-cari selimut di lemari itu dan akhirnya Anna menemukannya yang melihat di rak bagian atas.
" Akhirnya aku menemukannya," ucap Anna yang jinjit untuk mengambil lipatan selimut itu sampai akhirnya bisa. Namun saat menarik selimut itu. Terlihat lembaran kertas berjatuhan dari bawah selimut itu sehingga berserakan di lantai.
" Astaga Anna apa yang kau lakukan, kau ini benar-benar," ucap Anna geleng-geleng dengan pekerjaannya yang berantakan. Anna pun langsung meletakkan selimut di atas tempat tidur dan memebereskan apa yang sudah berserakan.
__ADS_1
Anna berjongkok dan mengutip kertas-kertas dan terlihat beberapa foto-foto yang terbalik. Dengan santai Anna menyusunnya sampai membuka satu lembaran foto yang membuat Anna terperanjat kaget sampai matanya melotot yang ingin keluar.
" Bu Anjani dan om Ari Purnama," Anna di kejutkan saat melihat Ari Purnama berfoto mesra dengan Anjani yang di sampingnya yang di rangkul pria tampan itu.
" Mereka saling mengenal, kok tiba-tiba bisa ada foto-foto bersama," batin Anna benar-benar terkejut dan Anna kembali mengutip foto-foto yang berserakan dan membukanya satu persatu lagi.
Anna semakin di kejutkan dengan banyaknya foto-foto yang ada di sana yang terlebih lagi foto-foto pernikahan Ari Purnama dan Anjani. Sangat jelas foto saat pelaksanaan ijab kabul. Anna begitu shock melihatnya sampai tangannya menutup mulutnya yang menganga.
" Astagfirullah Al Azdim, apa ini. Om Ari Purnama dan Bu Anjani pernah menikah," lirih Anna dengan dadanya yang kembang kempis dengan napasnya yang tidak teratur.
Anna kembali melihat foto-foto yang lainnya yaitu masa-masa kehamilan Anjani dan terlihat Ari Purnama begitu bahagia karena terlihat dari foto-foto mesra itu.
Anna pun melihat ada foto bayi yang di gendong Anjani saat bersandar di kepala ranjang dan Ari Purnama berada di sampingnya.
" Anna kamu mau lihat tidak foto kak Athar waktu bayi," tiba-tiba terlintas di pikiran Anna perkataan Olive.
Anna langsung mengambil handphonenya dan membuka galeri untuk memastikan apa yang di pikirkannya. Bayi yang di gendong Anjani dengan foto yang di kirim Olive sama persis.
" Athar!" pekik Anna yang tidak percaya dengan bayi itu ternyata adalah Athar.
Anna menoleh kebelakang dan melihat ke lemari yang terdapat map dan Anna yang penasaran pun mengambil map itu dan membuka-buka isinya. Berupa foto-foto bayi laki-laki lagi.
__ADS_1
Anna melihat ada akte kelahiran dengan nama Athar Kaziel Sanjaya dengan nama ayah Ari Purnama dan ibu Anjani. Anna menganga yang benar-benar begitu terkejut dengan kenyataan yang di depannya.
" Jadi ibu juga punya seorang putra?"
" Iya Anna, dia pergi saat masih kecil, bukan pergi tetapi di ambil dari ibu,"
Anna mengingat kata-kata Anjani. Anna mengingat pertama kali dia menemui Anjani saat berlibur bersama teman-temannya dan Anjani yang mencuri-curi untuk melihat Athar. Anna menyangka Anjani menyukai Athar. Tetapi justru ada sesuatu rahasia besar.
" Kau itu sama sepertinya. Sama-sama anak haram. Kalian berdua memang cocok," kata-kata Gibran pun teringat di kepala Anna yang menghina Athar dan bahkan Olive juga yang pernah sedikit bercerita mengenai Athar buang di mana ibu Athar tidak di ketahui di mana
" Astaga jadi Athar anak Bu Anjani dan pak Ari Purnama," ucap Anna dengan napas saling memburu yang mengambil kesimpulan sendiri. Kejelasan yang di depannya membuatnya bisa menarik kesimpulan secepat itu.
" Jadi selama ini hadirnya Bu Anjani, itu punya alasan tertentu. Bibi pernah bilang Bu Anjani kesepian saat putranya pergi. Saat dia meninggalkan anaknya dan kembali tetapi anaknya telah di ambil. Apa itu artinya Athar adalah anak yang di katakan itu. Selama ini Athar juga tidak tau di mana ibu kandungnya. Dia bahkan terus bermimpi buruk dengan memanggil ibunya. Bu Anjani adalah ibu Athar," batin Anna yang tidak salah dengan kesimpulannya.
" Pantasan saat acara itu. Aku melihat sendiri Bu Anjani terus melihat Pak Ari Purnama. Jadi selama ini Pak Ari yang memisahkan Athar dari ibu kandungnya. Aku tidak tau alasan yang benar. Tetapi pada nyatanya Bu Anjani adalah ibu Athar," ucap Anna dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya.
" Aku harus bilang sama Athar. Athar harus tau kebenaran ini," batin Anna dengan buru-buru memebereskan semuanya.
" Tapi ini masih hujan, sebaiknya besok saja aku mengatakannya pada Athar," batin Anna yang mengurungkan niatnya untuk tidak bicara pada Athar.
Anna benar-benar tidak percaya jika bisa menemukan kenyataan masalah Athar dan Anjani. Ya selama ini Anna hanya berpikiran Anjani menyukai Athar. Namun siapa sangka jika sebenarnya wanita yang bersamanya selama ini adalah wanita yang tak lain adalah ibu dari Pria yang baru beberapa jam meminta maaf dan mengatakan cinta kepadanya.
__ADS_1
Pantasan banyak kemiripan antara Anjani dan Athar. Dari makanan dengan rasa masakan yang sama dan bahkan ke-2nya sama-sama begitu pembersih dan higenis yang bertolak belakang dengan Anna.
Bersambung