
" Jadi stop Anna untuk menghalangi ku. Aku tau Olive teman kamu adik dari Athar. Tetapi aku tidak peduli dan hanya ingin Mahendra bersamaku. Walaupun Olive itu adik Derry sekalipun. Tetapi tetap saja. Aku tidak peduli sama sekali. Jadi jangan mencegahku," ucap Aurelia menegaskan dan langsung pergi dari hadapan Anna yang dipastikan akan mengejar Mahendra.
" Kak Aurelia!" panggil Anna yang berteriak sekencangnya. Namun Aurelia tetap pergi yang tidak mempedulikan Anna sama sekali.
" Aisss sial bagaimana ini. Apa yang harus aku katakan pada Derry. Kak Aurelia tidak mau ikut denganku," ucap Anna yang menjadi frustasi dengan mengacak-acak rambutnya. Lalu meninggalkan tempat itu yang mungkin akan berpikir setelah ini mau melakukan apa.
Sementara Derry sendiri yang mendengar hal itu membuang napasnya perlahan kedepan. Yang pasti Derry sangat shock dengan apa yang di dengarnya.
Namun Derry masih bisa tersenyum dengan kata-kata Aurelia yang menjelaskan tadi bahwa semala ini Aurelia sama sekali tidak menyukai Derry dan hanya menganggap Derry sebagai teman dan perasaan Aurelia justru kepada Mahendra.
" Aku benar-benar kepedean selama ini. Aku mengira Aurelia menyukaiku. Tetapi pada kenyataannya tidak sama sekali. Dia tidak menyukaiku. Dia menyukai orang lain," ucap Derry dengan kata-kata yang begitu sulit untuk keluar di mana dadanya sangat sesak karena melihat kenyataan yang begitu sangat mengejutkannya.
**********
Sementara Anna kembali masuk ke gedung dengan mulutnya yang tidak berhenti merocos sejak tadi.
" Apa yang harus aku katakan sama Derry. Aku tidak mungkin mengatakan jika kak Aurelia menyukai orang lain. Seharunya aku lebih memaksa kak Aurelia tadi. Jadi biar dia dan Derry yang mengurus masalahnya. Jika seperti ini yang adanya aku yang nggak enak sama Derry. Di kirain nanti tidak mau membantunya lagi," cerocos Anna panjang lebar sembari berjalan buru-buru.
Sampai Anna tidak menyadari ada orang di depannya dan terjadi tabrakan.
" Auhhhhh!" pekik Anna merasa tubuhnya hampir melayang dengan tubuh kokoh di depannya.
" Kalau jalan pakai mata!" ucap Anna merasa sakit dan melihat kearah yang menabraknya yang tidak lain Athar. Yang mana sekarang Athar melihatnya dengan penuh keheranan dengan 1 alis Athar yang terangkat.
" Issss!" Anna berdesis kesal dengan wajahnya yang cemberut.
" Minta maaf padaku," ketus Anna.
" Kamu kenapa?" tanya Athar yang merasa kekasihnya itu sedang kesurupan.
Anna berdecak kesal dengan menggertakkan telapak kakinya ke atas lantai dan langsung memeluk Athar membuat Athar heran.
" Menyebalkan. Aku harus memikirkannya sendiri. Kepalaku mau pecah. Kau sudah tidak sanggup berpikir lagi," ucap Anna mengumpat dengan penuh kekesalan yang membuat Athar semakin heran saja.
Namun dia tau kekasihnya itu sedang di limpah masalah. Jadi ada sebaiknya dia memeluknya. Agar kekasihnya itu bisa tenang.
__ADS_1
" Ada apa sayang?" tanya Athar. Kenapa kepalamu ingin pecah dan apa yang terjadi kenapa marah-marah. Apa lagi Pms," ucap Athar dengan lembut.
Setaunya mood wanita akan berubah 180 derajat. Jika tamu yang tidak diundang datang dan mungkin saja. Anna mengalami perubahan mood itu. Makanya kesurupan seperti itu.
" Tadi Mama mengatakan. Kamu mencariku. Ada apa sayang?" tanya Athar. Anna menghela napasnya dan melepas pelukannya dari Athar.
" Aku memang mencarimu. Ingin bertukar pikiran," ucap Anna dengan wajah cemberutnya.
" Masalah apa?" tanya Athar heran.
" Sayang kamu tau tidak kalau Derry ingin melamar kak Aurelia," ucap Anna membuat Athar terkejut.
" Dia janjian sama Gibran," sahut Athar.
" Aku mana tau kalau masalah itu yang jelasnya Derry melamar kak Aurelia dan Derry sudah menyiapkan tempatnya dan menyuruhku membawa kak Aurelia ke sana. Tetapi aku sudah berusaha dan ternyata kak Aurelia menolak dan bahkan memarahiku dan lagi-lagi alasannya. Karena dia menyukai Mahendra," jelas Anna.
" Lalu sekarang bagaimana?" tanya Athar.
" Aku juga tidak tau makanya kepalaku sakit," ucap Anna dengan kesal.
" Sayang aku ingin melakukan itu. Tetapi aku kasian sama Derry. Jadi maksudku biarkan saja Derry mengatakan perasaannya pada kak Aurelia dan sisanya ya itu urusan mereka," ucap Anna.
" Iya aku tau. Tetapi lihat apa yang terjadi. Aurelia juga tidak mau kan," ucap Athar.
" Makanya semuanya sangat menyebalkan," ucap Anna kesal yang penuh kebingungan.
Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt
Handphone Anna bergetar dan membuat Anna langsung melihatnya. Dan langsung panik ketika melihat panggilan masuk dari Derry.
" Sayang Derry. Bagaimana ini? pasti Derry menayakan kenapa aku belum datang
Bagaimana ini sayang," ucap Anna yang kepanikan.
" Ya sudah kamu angkat aja bilang aja semuanya," jawab Athar.
__ADS_1
" Nggak semudah itu dong sayang," sahut Anna yang adanya semakin panik.
" Lalu bagaimana?" tanya Athar yang juga kebingungan.
" Aku juga bingung," sahut Anna.
" Ya sudah angkat aja. Kamu ulur waktu saja," ucap Athar memberi saran. Anna pun mengangguk dan mengangkat telpon itu yang mungkin akan mencari alasan.
" Iya Derry, sebentar aku...."
" Tidak usah Anna," sahut Derry yang memotong pembicaraan Anna.
" Maksudnya?" tanya Anna heran.
" Maaf ya aku merepotkan mu masalah Aurelia. Aku tiba-tiba mengurungkan niatku. Aku rasa memang terlalu cepat dan lagian persiapannya juga tidak sempurna. Jadi kau tidak perlu lagi mengajaknya. Aku juga sudah pulang. Jadi maaf ya sekali lagi sudah merepotkan mu dan membuatmu jadi kepikiran. Dan terima kasih ya untuk semuanya," ucap Derry yang membuat Anna diam.
" Derry jadi hari ini tidak jadi?" tanya Anna yang berharap tidak salah dengar.
" Iya Anna. Hari ini tidak jadi. Aku minta maaf ya," ucap Derry yang langsung menutup telponnya dan membuat Anna bernapas lega dengan keluar senyum dari wajahnya.
" Ada apa sayang?" tanya Athar.
" Derry tidak jadi hari ini melamar kak Aurelia," ucap Anna dengan senangnya, " Alhamdulillah akhirnya aku di selamatkan hari ini juga aku benar-benar lega," ucap Anna yang wajah cemberutnya sudah hilang.
" Syukurlah kalau begitu. Jadi kamu tidak kepikiran lagi," ucap Athar
" Tetap kepikiran. Hanya sebentar saja," ucap Anna. Athar tersenyum dengan membawa Anna kedalam pelukannya.
" Tidak apa-apa sayang yang penting hari ini semua baik-baik saja," ucap Athar. Anna tersenyum dengan mengangguk-angguk yang benar-benar begitu lega.
Ternyata Derry yang menelpon Anna tidak jauh dari Athar dan Anna.
" Maafkan aku Anna. Aku tidak sadar sudah membuatmu menjadi korban selama ini. Kau pasti merasa terbebani. Seharunya kau sadar dari awal Derry. Jika Aurelia tidak mungkin menyukaimu. Mau kau terus di sampingnya atau melakukan apapun kepadanya," batin Derry yang terlihat sangat kecewa.
Bersambung
__ADS_1