
" Bagaimana apa ibu mau jagung bakar, di jamin pasti enak?" tanya Anna yang terus merekomendasikan.
" Hmmm, kayaknya memang nikmat. Boleh-boleh," sahut Anjani membuat Anna tersenyum.
" Hmmm, ya sudah kalau begitu Anna beli dulu," ucap Anna yang langsung berdiri.
" Kamu yakin akan pergi sendiri?" tanya Anjani.
" Iya dekat kok. Ibu tunggu di rumah saja. Hanya 15 menit Anna akan kembali kerumah lagi," ucap Anna.
" Baik Anna, ibu akan menunggu. Kamu hati-hati ya," sahut Anjani. Anna mengangguk dengan tersenyum, lalu Anna langsung pergi.
Anjani pun melihat Anna yang pergi dan melihat tiba-tiba di kertas yang di gambar Anna yang mana tanpa Anna sadari jika dia sempat menuliskan nama Athar.
" Aku yakin dia sebenarnya hanya menutupi kesedihannya. Ya Allah kasihan sekali anak itu. Kenapa dia seberat itu menanggung semuanya. Di saat ada Pria yang mencintainya dan aku yakin sangat menerimanya apa adanya. Tetapi dia di hadapkan dengan situasi yang seperti. Bagaimana dia menghadapinya ya Allah dan Athar bagaimana Athar menghadapi semua ini ya Allah, kasihan sekali Anna dan juga Athar," batin Anjani yang terlihat mengkhawatirkan Anna dan juga Athar yang hubungan mereka telah di uji. Perasaan belum terungkap. Tetapi sudah di uji.
**********
Anna tadi sempat mengikuti antrian untuk membeli jagung bakar yang di janjikan nya pada Anjani dan memang sepertinya sangat nikmat sampai banyak orang yang datang untuk membelinya.
Anna yang sudah selesai membeli pun langsung pulang. Anna yang berjalan di pinggir jalan dengan menenteng jagung bakar yang di masukkan kedalam kantung plastik.
Anna tampak santai walau pikirannya sama sekali tidak santai. Beberapa kali Anna membuang napasnya dengan kasar kedepan. Hembusan napas berat itu menandakan jika Anna sedang tidak baik-baik saja. Anna terus berjalan di pinggir jalan yang lumayan sepi.
" Biarlah!" hanya 1 kata itu yang keluar dari mulut Anna yang tidak tau apa artinya dan mungkin sudah menggandakan semuanya.
Di tengah Anna yang berjalan santai tiba-tiba 1 mobil berhenti di depan Anna yang membuat Anna menghentikan langkahnya dan kebingungan melihat mobil tersebut.
" Mobil siapa itu," batin Anna heran.
__ADS_1
Dan tiba-tiba keluar dari mobil itu orang-orang yang sama sekali tidak di kenali. Di mana ada 3 Pria berbadan besar yang membuat Anna kaget di mana orang-orang itu tergesa-gesa dan mengarah kepadanya. Anna yang panik pun langsung mencoba untuk lari. Namun tidak sampai dia lari tangannya sudah di tarik.
" Siapa kalian lepaskan aku! lepaskan!" Anna mencoba memberontak saat di tarik paksa.
" Siap kalian, lepaskan, lepaskan!" teriak Anna yang memberontak dan berteriak minta tolong.
Karena memberontak yang akhirnya salah satu Pria itu memukul pundaknya dan akhirnya Anna pingsan dan dengan cepat orang-orang itu membawa Anna memasuki mobil dan jagung yang di bawa Anna jatuh dan mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi yang tidak tau siapa yang sudah menculik Anna. Karena tidak satupun dari ke-3 pria itu yang di kenali Anna.
Anna tidak sadarkan diri di dalam mobil duduk di bangku belakang dengan 2 Pria di kiri dan kanannya dan satu Pria yang duduk di samping supir tampak menelpon.
" Dia sudah di tangan kami," ucap Pria itu yang tampaknya memberi laporan.
" Selesaikan dia tanpa jejak," sahut sang penelpon yang terdengar suara seorang Pria.
" Baik bos," sahut Pria itu menyunggingkan senyumnya dan langsung menutup telponnya.
***********
" Bukannya katanya hanya pergi sebentar saja. Dan juga jualannya hanya ada di ujung jalan sana. Lalu kenapa Anna lama sekali sampainya. Apa jualannya jangan sangat ramai. Makanya Anna sangat lama," batin Anjani yang tiba-tiba merasa khawatir.
" Ini sudah lebih 15 menit bahkan sudah 30 menit lebih. Anna tidak kembali juga. Kemana Anna? apa aku susul saja. Sebentar lagi hujan," ucap Anjani semakin panik dan baru saja di bilangnya hujan sudah turun.
" Aku sebaiknya menyusulnya kasihan Anna, nanti yang ada Anna terkena hujan, dia bisa sakit nanti," ucap Anjani yang langsung mengambil keputusan untuk langsung pergi dengan membawa payung karena takut Anna sampai kenapa-kenapa.
*********
Sementara di pesta pertunganan Aurelia terlihat Athar yang hanya berbicara pada tamu yang tadi menyapanya yang tak lain kolega bisnisnya dan mana mungkin tidak di sapanya yang mana Athar juga sebenarnya malas. Karena orang-orang hahya memberikannya selamat atas pertunangannya yang sama sekali tidak ingin di dengarnya.
Sementara di sisi lain Olive hanya berdiri dengan raut wajahnya yang begitu manyun yang pasti dia tidak ingin berada di acara tersebut. Namun terpaksa datang karena memang dia tidak punya pilihan lain. Karena papanya pasti marah padanya.
__ADS_1
" Issss, apa-apaan sih kak Athar, bisa-bisanya dia tunangan, sejak kapan dia itu suka banget ngasih cewek PHP benar-benar ya kak Athar sangat menyebalkan," batin Olive dengan ke-2 tangannya di lipatnya di dadanya dan wajahnya yang tampak begitu manyun yang terus melihat ke arah kakaknya di ujung sana.
" Isssss, menyesal baru tau rasa. Kalau dia tidak ada perasaan sama Anna. Lalu kenapa coba sok manis banget sama Anna. Dia pikir orang nggak tau apa kelakuannya. Issss menyebalkan," gerutu Olive di dalam hatinya dengan megertakkan ke-2 kakinya di lantai.
" Semoga saja dia benar-benar kualat," Olive malah menyumpahi kakaknya sendiri.
" Olive!" tegur Derry yang tiba-tiba menghampiri adiknya dan melihat wajah adiknya yang begitu manyun.
" Kak Derry!" sahut Olive.
" Kamu kenapa wajahnya kok, di tekuk seperti itu?" tanya Derry.
" Nggak apa-apa," sahut Olive dengan ketus.
" Nggak apa-apa bagaimana. Lihat wajahnya seperti itu," sahut Derry.
" Aku kesal lihat kak Athar dan semoga saja pertungannya berantakan," ucap Olive yang langsung to the point membuat Olivekesal dengan wajahnya yang penuh kemarahan dan Derry sama sekali tidak mengerti kenapa adiknya itu bisa sampai semarah itu.
Lain dengan Jennie yang terlihat panik dan kepalanya berkeliling yang sepertinya mencari seseorang dan arah matanya tepat pada Athar dan Jennie langsung berjalan cepat untuk mendekati Athar yang berbicara pada tamu. Jennie menundukkan kepalanya pada tamu tersebut.
" Ada apa?" tanya Athar. Jennie pun langsung berbisik. Apa yang di bisikkan Jennie membuat Athar kaget dengan matanya yang langsung melotot. Athar pun langsung berlari dengan cepat.
" Athar tunggu!" panggil Jennie yang ingin menyusul Athar.
Olive dan Derry heran melihat Jennie yang tiba-tiba sudah main lari saja keluar dari lokasi pesta.
" Mau kemana mereka?" tanya Derry.
" Mana Olive tau," sahut Olive mengangkat ke-2 bahunya yang tidak mau tau. Tetapi dia juga penasaran kenapa wajah kakaknya begitu panik dan pergi tiba-tiba bahkan keluar dari area pesta yang membuatnya bertanya-tanya.
__ADS_1
Bersambung