Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 261 perkataan Gibran.


__ADS_3

" Kau Anna Fariza Citra Maya adalah wanita yang merusak pertunangan Athar dan Aurelia yang pada akhirnya membuat Aurelia melakukan percobaan bunuh diri. Akibat perbuatan adiknya yang sok polos ini," ucap Gibran dengan suara pelan bicara tepat di depan wajah Anna.


Anna mendengarnya benar-benar terkejut tidak tau apa dia harus percaya dengan Gibran atau tidak. Namun jantungnya berdetak tidak menentu saat mendengarkan kata-kata itu. Tubuhnya juga seketika bergetar mendengarkan apa yang di katakan Gibran.


" Hidupnya terlantar. Karena Chandra mengusirnya yang mana Aurelia berani membatalkan pertunangan itu. Dan kau taukan siapa Chandra. Jadi kau seharusnya paham dengan dia yang sudah tidak peduli pada Aurelia dan bahkan mencampakkan Aurelia. Dia harus bunuh diri karena perbuatan mu," ucap Gibran yang membuat jantung Anna berdetak dengan kencang dengan matanya melotot.


" Jadi kau lah pembunuh yang sudah membunuh mental Aurelia dengan caramu yang murahan dan membuatnya bunuh diri!" tegas Gibran.


" Kau pikir aku percaya kata-kata mu," sahut Anna dengan suaranya yang bergetar. Dia memang mendadak cemas. Namun berusaha tenang agar tidak termakan dengan omongan Gibran.


Gibran menyunggingkan senyumnya melihat Anna yang mendadak cemas. Melihat Anna seperti itu membuat kebahagian tersendiri kepadanya.


" Aku tidak mungkin bicara tanpa ada kenyataan," sahut Gibran dengan sinis. Lalu Gibran langsung menunjukkan layar ponselnya pada Anna.


" Kau bisa melihat bagaimana wanita yang kau hancurkan itu," ucap Gibran menyunggingkan senyumnya memperlihatkan Vidio kepada Anna yang mana Vidio itu terlihat Aurelia yang berada di di Titi jembatan yang ingin melakukan percobaan bunuh diri dan untung ada Derry menyelamatkannya dan Aurelia terlihat masih memaksakan diri untuk melanjutkan perbuatannya yang tertunda.


Tidak terasa air mata Anna menetes ketika mengetahui ternyata kakaknya itu begitu hancur dengan kebersamaannya dengan Athar. Bahkan sampai melakukan tindakan bunuh diri. Gibran tersenyum penuh kemenangan melihat Anna yang menunjukkan penyesalan dan rasa bersalah dan Gibran langsung mematikan rekaman itu.


Napas Anna terlihat naik turun dengan arah pandangan tidak menentu yang lebih melihat kebawah.


" Kak Aurelia tidak mungkin melakukan itu," batin Anna yang tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.

__ADS_1


" Apa yang aku katakan tidak benar Anna. Jadi siapa yang pembunuh di antara kita. Kau apa aku?" tanya Gibran. Anna masih diam dengan perasaannya yang gelisah dan mendadak panik.


" Kau lihat diri mu Anna. Kau sudah menghancurkan hidup Aurelia. Kau datang merebut calon suaminya dan kau masih bangga dengan kebersamaan mu dan Athar. Lihat kakakmu menjadi korbannya. Kau itu wanita jahat yang tertawa-tertawa bersama dengan Pria yang kau rampas," ucap Gibran yang sengaja membuat Anna merasa bersalah dan bahkan ingin menghancurkan mental Anna.


" Kau itu benar-benar sampah Anna. Kau itu sangat menjijikkan. Dasar murahan!" umpat Gibran lagi.


" Diam!" teriak Anna yang dengan menutup ke-2 telinganya yang menatap tajam Gibran, " jaga bicaramu. Kau jangan terus-terusan mengataiku. Aku bukan wanita seperti itu!" tegas Anna menunjuk Gibran.


" Kenapa kau tidak menerima kenyataan dengan apa yang aku katakan. Itu kenyataannya. Dirimu itu wanita murahan. Kau masih merasa jauh lebih baik dari pada ku hah! kepolosanmu kau manfaatkan hanya untuk kesenangan mu dan masih bisa mengatakan kau tidak melakukan apa-apa," ucap Gibran.


" Tutup mulutmu! aku dan kau tidak sama. Aku tidak melakukan apa-apa. Aku tidak pernah merebut Athar dari siapapun!" tegas Anna.


" Hahahahaahah," Gibran tertawa terbahak-bahak mendengarnya.


" Diam kau Gibran, brengsek!" umpat Anna dengan makannya. Yang mana air mata Anna terus keluar dengan wajahnya memerah yang seperti merasa bersalah dan itu yang di inginkan Gibran yang sengaja membuat seperti orang gila dengan kesalahannya. Karena dia memang menambah- nambahi cerita.


" Karena perbuatanmu dia terlantar dan di campakkan. Kau itu wanita jahat, kejam dan sadis," desis Gibran. Anna menutup telinganya dengan ke-2 tangannya yang tidak tahan mendengar kata-kata Gibran. Anna bahkan berlutut dengan ke-2 tangannya yang masih menutup telinganya.


Gibran benar-benar puas melihat reaksi Anna dengan perbuatan yang di lakukannya. Namun tiba-tiba Gibran melihat Athar yang sepertinya ingin menghampiri Anna.


" Kau akan tetap merasa bersalah dengan perbuatanmu. Kau akan selamanya mempunyai gelar menghancurkan kehidupan kakakmu," ucap Gibran mengakhiri perkataannya. Sebelum Athar melihatnya Gibran pergi dari tempat itu meninggalkan Anna yang masih seperti orang yang frustasi gara-gara perkataan Gibran yang menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Aurelia.

__ADS_1


Athar sudah sampai lokasi dan betapa terkejutnya Athar saat melihat Anna yang seperti itu Athar langsung berlari menghampiri Anna.


" Anna kamu kenapa?" tanya Athar panik yang sudah di depannya dengan tangannya memegang ke-2 pipi Anna yang mana wajah Anna memerah dengan air mata yang membasahi pipinya.


" Katakan apa yang terjadi. Kamu kenapa?" Athar bertanya kembali dengan paniknya yang melihat Anna begitu berantakan seperti orang ketakutan.


" Apa aku telah merebutmu dari kak Aurelia?" tanya Anna dengan tangisan tersedu-sedu. Athar geleng-geleng dengan cepat.


" Apa yang kau katakan. Siapa yang merebutku. Aku dan Aurelia tidak pernah ada hubungan apa-apa. Aku tidak mencintainya dan tidak ada yang merebut. Jadi apa yang kamu bicarakan," ucap Athar yang terus menekankan pada Anna.


" Tetapi apa yang terjadi pada kak Aurelia adalah kesalahanku. Dia melakukan percobaan bunuh diri karena batal bertunangan dengan mu. Dia hancur karena perbuatanku," ucap Anna yang mengakui bahwa dia lah yang salah selama ini.


" Apa yang kamu bicarakan Anna. Apa yang terjadi pada Aurelia dan aku tidak hubungannya dengan kamu dan sebaliknya apa yang terjadi antara kamu dan Aurelia aku juga tidak ada hubungannya. Jadi kenapa kamu mengakui jika ini kesalahanmu. Kamu tidak bersalah Anna," tegas Athar yang menatap dalam-dalam mata Anna.


" Katakan kepadaku siapa yang mengatakan ini kepadamu. Kamu sampai seperti ini. Siapa yang berani bicara kepadamu?" tanya Athar.


Dari apa yang terjadi. Athar yakin pasti ada yang mengusik Anna selama dia pergi sebentar. Dia sangat paham mengenai Anna. Anna bukan wanita yang sangat mudah lemah. Namu. pasti ada titik yang di lakukannya sampai membuatnya sehancur ini dalam sekejap.


" Katakan Anna kepadaku. Siapa yang melakukannya?" Athar bertanya lagi.


" Gibran!" jawab Anna dengan jujur.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2