
Chandra mungkin panik, jika Anna benar-benar akan mengatakan apa yang sebenarnya pada wartawan. Padahal apa yang di katakan Anna pasti tidak benar sama sekali dan dia juga mana mungkin mengatakan pada wartawan.
Dia hanya ingin membuat papanya kesetanan dan seperti saat ini sampai takut dia melakukan apa-apa harus mengejarnya sampai sudah kejalan raya dengan terus memanggil nama Anna. Anna juga tidak perduli dan hanya berlari terus yang tidak tau ingin kemana.
Sampai Anna juga berjalan tidak menentu sehingga tidak menyadari ada mobil yang melaju dengan kencang tidak jauh dari arahnya dan Chandra yang mengejar Anna menghentikan langkahnya ketika melihat mobil itu. Chandra kaget dengan matanya yang melotot yang terus memperhatikan kecepatan mobil itu.
" Berhenti Anna!" teriak Chandra yang panik dengan keselamatan Anna, berusaha membuat Anna berhenti.
Anna tidak mendengar dan terus berjalan. Yang lainnya pun akhirnya melihat Chandra dan melihat Anna yang begitu dekat dengan mobil yang membuat mereka kaget.
" Minggir Anna!" Chandra masih terus mengingatkan agar Anna minggir. Anna terus berlari dengan melihat yang tidak peduli dengan suara yang dapat di dengarnya itu.
" Anna awas!" Teriak Derry dengan suara kencang membuat langkah Anna takhirnya terhenti karena mendengar suara lain
Anna pun langsung melihat ke arah cahaya yang semakin dekat yang membuatnya kaget dengan matanya yang terbuka lebar.
" Anna!" yang lainnya terus berteriak-teriak menyuruh Anna minggir.
" Aaaaaaa," teriak Anna menyilangkan tangannya dengan memejamkan matanya saat mobil itu akan menabrak dirinya.
" Anna!!!!!!!!!"
" Anna!!!!"
" Annan!"
Mereka kaget berteriak yang bahkan tidak sanggup melihat Anna akan tersambar mobil yang berwarna biru itu. Namun tiba-tiba Athar datang yang berlari kencang seperti angin ****** beliung dan mendorong Anna sehingga Anna terjatuh kepinggir.
Brukkkk
Suara tabrakan tetap terdengar dan Athar lah yang tertabrak sampai naik kedepan mobil lalu bergulinga dan terjatuh di aspal dengan tubuhnya yang juga beberapa kali terguling sampai Athar tergelatak dengan membusungkan dadanya.
Anna yang di pinggir jalan yang terjatuh kaget melihat apa yang terjadi di depan matanya. Athar tergelatak dengan darah yang mengalir dari kepala Athar membuat Anna shock sampai menutup mulutnya.
__ADS_1
Yang ada di sana juga kaget dengan Athar yang sudah bersimbah darah.
" Athar!" teriak Anna dan langsung berlari mengejar Athar yang terbaring di aspal. Sementara mobil yang menabrak itu langsung melaju kencang yang melarikan diri.
" Athra!"
" Athar!"
" Athar!"
Yang lain juga kaget dan langsung berlari melihat Athar. Anna sudah berada di sana di samping Athar dan melihat wajah Athar yang penuh dengan luka di wajahnya dengan darah yang mengalir.
" Athar bangun! Atahr!" Teriak Anna ketakutan dengan meletakkan kepala Athar di pahanya tangannya penuh dengan darah dan mata Athar yang terbuka sipit dengan mata yang juga terdapat darah melihat Anna yang berteriak-teriak dengan air mata Anna yang jatuh pada dirinya
" Athar apa yang kamu lakukan, bangun Athar, Athar, Athar!" Anna terus menyebut nama itu dengan suaranya yang serak dan wajahnya yang penuh dengan ketakutan.
Athar yang terus melihat Anna semakin membuat pandangan Athar yang tidak jelas dan akhirnya membuat Athar memejamkan matanya dengan perlahan dengan tangannya Jang jatuh ke aspal, suara teriakan Anna itu semakin jauh tidak terdengar lagi di telinganya.
" Athar! Athar! Athar!" teriak Anna yang terus menangis yang tidak percaya jika Athar akan menyelamatkan dirinya dan nyawa Athar di korbankan untuknya.
" Athar!" Aurelia juga begitu terkejutnya dengan kondisi Athar yang begitu parah.
Mereka hanya berteriak-teriak mencoba membangunkan Athar lagi. Derry juga mengecek kondis nadi Athar masih hidup dan Derry langsung menelpon ambulan agar Athar di larikan Kerumah sakit.
**********
Suara ambulan pun akhirnya terdengar di mana Athar di bawa langsung kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Setibanya sampai di rumah sakit Athar langsung di bawa keruang gawat darurat.
" Untuk keluarga, silahkan tunggu di luar," ucap suster yang langsung menutup pintu UGD.
Anna berada di sana dengan penuh ketakutan. Olive pun menghampirinya dan langsung memeluk Anna dia tau Anna begitu ketakutan jika terjadi sesuatu pada Athar.
" Aku yang salah, seharusnya dia tidak melakukan itu," ucap Anna dengan suaranya yang bergetar
__ADS_1
" Ini bukan kesalahan kamu. Jangan takut Anna, jangan menyalahkan diri kamu," ucap Olive menenagnkan Anna.
" Itu memang kesalahan kamu," sahut Aurelia yang langsung main sambar, " karena kamu selalu mencari perhatian. Lihat apa yang terjadi padanya, dia seperti itu karena perbuatan kamu!" gertak Aurelia menyalahkan Anna.
" Kak Aurelia jangan salahkan Anna. Kak Athar hanya menolong Anna. Ini kecelakaan. Anna juga tidak menginginkan hal ini dan justru Om Chandra yang harus di tanyai kenapa mengejar-ngejar Anna. Lihat akibat dari perbuatannya," sahut Olive menegaskan yang membuat Aurelia diam dan Chandra tidak mampu membantah perkataan Olive yang benar apa adanya.
" Sudah hentikan! Kalian jangan ribut di sini. Athar sedang kritis. Jangan main salah-salahan," bentak Ari Purnama dengan tegas.
" Jika terjadi sesuatu pada Athar kau yang harus bertanggung jawab," ucap Aurelia mengancam Anna.
Anna hanya diam dengan menagis yang mana masih terbayang di pikirannya. Athar yang penuh darah yang telah menolongnya dan sekarang Athar berada di dalam sana yang berjuang.
" Maafkan aku, kenapa harus melakukan itu. Seharusnya ini tidak terjadi," batin Anna yang merasa bersalah dengan kejadian yang barusan di alaminya.
Athar sedang di tangani oleh Dokter yang di mana dia begitu kritis. Dengan beberapa selang di tubuhnya dengan fungsi masing-masing.
************
Athar akhirnya bisa melewati masa kritisnya dia juga sudah di pindahkan keruang perawatan. Namun walau Athar melewati masa kritisnya dia tidak belum sadar dia berada di ruang perawatan dengan bagian dahinya yang di kelilingi perban. Dan juga masih memakai alat pernapasan.
Tidak ada orang sama sekali di sana. Memang Dokter belum mengijinkan untuk melihat Athar. Namun di Anna terus memantau Athar dengan berdiri di depan pintu yang melihat Athar dari kaca yang sedikit.
Wajahnya tidak dapat di pungkiri, jika Anna begitu takut jika akan terjadi sesuatu pada Athar walau tadi dia begitu lega. Karena Athar sudah melewati masa kritisnya.
" Aku minta maaf Athar, seharusnya ini tidak terjadi. Maafkan aku. Aku sudah banyak membuatmu terluka, kau sudah sering menolongku. Maafkan aku Athar," Anna hanya menagis yang merasa menyesal dengan kejadian ini.
" Lalu anak kami kapan akan siuman!" terdengar suara Maharani membuat Anna cepat-cepat mengusap air matanya. Langkah yang terdengar cepat itu membuat Anna pergi dari ruangan Athar.
" Kita lihat besok pagi Bu, semoga putra ibu sudah siuman," sahut Dokter.
" Apa kami bisa sekarang melihatnya?" Ari Purnama.
" Baiklah, tapi jangan lama-lama ya," sahut Dokter yang memberi izin.
__ADS_1
Bersambung