
Akhirnya Athar dan Derry sudah berada di Apartemen Athar dan Athar mempersilahkan Derry untuk masuk.
"Duduklah! kamu mau minum apa?" tanya Athar.
"Air putih saja," jawab Derry. Athar pun langsung mengambil air putih yang di inginkan Derry dan meletakkan di atas meja di depan Derry. Lalu kemudian Athar duduk di dekat Derry.
"Katakan kepada ku. Apa yang membuat kamu sampai sini dan dari mana kamu tau kalau aku tadi ada di rumah sakit?" tanya Athar.
"Untuk pertanyaan pertama. Kakak sudah tau jawabannya. Karena pasti aku datang kemari karena berhubungan dengan masalah yang kakak hadapi dan yang kita bahas di telpon dan untuk pertanyaan ke-2, aku mendapatkan informasi dari Jennie," jawab Derry dengan singkat dan padat.
"Jadi Jennie," sahut Athar.
"Iya dia yang memberitahuku alamat kakak dan tadinya aku ingin langsung ke Apartemen. Namun Jennie mengatakan jika kakak tidak ada di sana. Karena sedang konsultasi. Jadi aku memutuskan untuk langsung menemui kakak di rumah sakit dan benar apa adanya kakak sedang ada di rumah sakit," jelas Derry lagi.
"Ya semakin lama Jennie tidak bisa merahasiakan keberadaanku," sahut Athar dengan mengangkat ke-2 bahunya.
"Itu karena dia juga ingin melakukan yang terbaik dan bisa membantu kakak," sahut Derry.
"Kamu terlalu serius Derry. Tidak ada yang perlu di bantu dan masalahku juga tidak tidak perlu di perbesar. Jangan berlebihan Derry," sahut Athar yang begitu santainya.
"Tidak ada yang berlebihan kak Athar. Memang apa yang terjadi adalah masalah besar dan kakak masih santai seperti ini. Apa kakak tidak kasihan dengan Anna," ucap Derry yang mulai bicara begitu serius.
"Pasti sangat kasihan dan tidak mungkin tidak," sahut Athar n.
"Lalu!" sahut Derry.
"Kak Athar aku tidak menyalahkan apa yang kakak alami dan walau aku tidak percaya. Jika selama ini kakak mengalami hal ini. Tetapi ini juga tidak masuk akal. Jika orang yang aku lihat sangat kuat bisa mengalami hal ini sampai detik ini aku masih tidak percaya saat mendengar dari Anna. Jika kakak tidak bisa menikah karena sebuah prinsip. Tetapi kakak mengatakan karena kakak tidak siap untuk semua resikonya karena berhubungan dengan keluarga kita," ucap Derry.
"Dan meski aku tidak bisa memahami dan mengambil kesimpulan dengan semudah itu. Dan aku punya opini sendiri. Jika ada hal lain yang lebih besar dan bukan ini," jelas Derry.
"Apa maksud kamu Derry?" tanya Athar.
"Katakan kepadaku. Apa memang hanya karena ini alasannya?" tanya Derry.
"Jadi menurut kamu apa lagi. Apa ada alasan lain. Aku sudah mengatakan Derry saat di telpon aku tidak bisa bersama Anna. Karena aku belum bisa mengendalikan pikiranku dan Anna mendesak di saat aku belum siap dan aku juga tidak mungkin memaksanya untuk menungguku," jelas Athar.
__ADS_1
"Jika memang hanya trauma sebagai alasannya. Lalu kenapa tidak mengatakannya pada Anna?" tanya Derry.
Athar terdiam yang tidak langsung menjawab pertanyaan itu dengan tangannya yang mengusap wajahnya dengan kasar.
"Aku tidak mungkin menceritakannya. Aku tidak ingin Anna kepikiran," jawab Athar.
"Dan kakak menanggung semua ini?" tanya Derry.
"Aku berusaha Derry untuk berobat. Aku tidak putus asa dan tetap ingin yang terbaik dan harapan untuk bersama Anna walau sangat kecil. Aku tidak peduli yang penting aku berusaha untuk sembuh dulu, untuk yakin, untuk pikiran yang tenang. Hanya itu yang aku lakukan," ucap Athar.
"Lalu bagaimana jika Anna akhirnya menemukan orang lain. Dia tidak pernah tau ala yang terjadi. Bagiamana jika akhirnya dia memilih orang lain. Apa kakak juga siap dengan hal itu?" tanya Derry.
Athar berdiri dari tempat duduknya dengan melangkah mendekati jendela kaca.
Athar berdiri menghadap jendela kaca di Apartemennya dengan ke-2 tangannya yang berada di sakunya.
"Semua yang terjadi adalah kesalahanku dan jika hal itu terjadi itu adalah resiko. Seperti yang aku katakan. Aku hanya berusaha untuk sembuh," sahut Athar menjawab dengan tenang.
"Kak tetapi semua ini Anna yang menjadi korbannya. Apa kakak tidak kasihan kepadanya?" tanya Derry.
"Aku tidak ada bermaksud untuk jahat pada Anna. Aku hanya takut jika semuanya nanti justru akan membuat Anna semakin tersakiti. Jadi jalan yang kami pilih mungkin terbaik. Dan aku juga bukan menyerah begitu saja dan jika pun resiko itu datang aku juga sudah siap," ucap Athar dengan tenang.
"Apa maksud kamu?" tanya Athar.
"Aku juga anak dari kehidupan yang keluarganya juga tidak sempurna. Jika di tanya takut apa tidak aku pasti takut menjalani rumah tangga. Apa lagi aku juga takut jika ada Derry ke-2 yang menjadi korban. Namun untuk menghilangkan rasa takutku. Aku hanya berusaha untuk berpikir positif menjalankan yang terbaik," ucap Derry.
"Jika kakak seperti ini. Maka aku akan mendampingi kakak sampai benar-benar sembuh," ucap Derry yakin. Athar hanya terdiam mendengarnya. Dari wajah Derry terlihat memang sangat serius.
Dia juga tau apa yang di alami Athar tidak mudah dan dari pada dia sibuk menceramahi Athar yang pasti tidak ada gunanya. Mending dia membantu Athar. Mungkin akan lebih cepat untuk membuat Athar sembuh.
***********
Malam ini Derry berada di Apartemen Athar. Tidak tau sampai kapan dia berada di sana yang intinya sekarang dia sedang menikmati makan malam bersama Athar.
"Jadi Lisa akan menikah dalam Minggu ini?" tanya Athar.
__ADS_1
"Iya, bagaimana dengan kakak. Tidak datang kepernikahan nya?" tanya Derry.
"Bagaimana mau datang. Dia tidak mengundangku," jawab Athar sembari mengunyah makananya.
"Lalu bagaimana jika Lisa mengundang kakak. Apa bisa pulang untuk datang ke pernikahannya?" tanya Derry.
"Sepertinya memang tidak bisa," jawab Athar.
"Lisa karyawan kita. Apa salahnya menghadiri pernikahannya," sahut Derry.
"Tanggal pernikahannya bertepatan dengan rapat besar yang di adakan nanti. Jadi sama saja aku tidak bisa datang dan hanya akan mengirim hadiah untuk Lisa dan juga Marko," jelas Athar.
"Lalu pernikahan Jennie?" tanya Derry.
"Ya aku juga tidak tau. Nanti akan lihat jadwal lagi," jawab Athar dengan singkat.
Derry hanya diam yang tidak tau mau menanggapi apa lagi.
"Aku juga tidak bisa memaksa kakak. Dan semua itu terserah kakak," sahut Derry.
"Makanlah lagi dan langsung istirahat. Aku sudah menyiapkan tiket kepulangan mu besok," ucap Athar.
"Aku sudah mengatakan tidak akan pulang," sahut Derry.
"Derry jangan meninggalkan Perusahaan. Aku juga di sini bukan main-main. Jadi pulanglah," ucap Athar.
"Aku juga tidak main-main kak Athar," sahut Derry dengan keseriusannya.
"Jangan seperti ini Derry aku akan baik-baik saja Derry. Kau tidak perlu berpikiran apa-apa dan terlalu khawatir," ucap Athar.
"Rasa khawatir ku akan hilang. Jika aku benar-benar memastikan kakak baik-baik saja dan aku serius akan mendampingi kakak," ucap Derry.
"Terserah kamu saja," sahut Athar menghela napasnya yang sepertinya apapun yang di katakannya. Derry tidak akan mendengarkannya.
"Kak Athar anggap saja ini pengabdian sebagai adik kepada kakaknya," seloroh Derry.
__ADS_1
"Terserah kamu Derry," ucap Athar dengan kesal yang tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Derry hanya menyunggingkan senyumnya saja saat mendengarnya.
Bersambung