
" Astaga ada apa ini?" tanya Jennie yang begitu schok. Dan bahkan Athar terlihat emosi dengan napas yang naik turun yang terlihat sesak.
Athar masih diam dengan napas naik turun yang memegang kuat tongkat tersebut yang tidak sabar ingin memukulkan pada Gibran.
" Athar tenangkan diri kamu. Biar aku yang menyelesaikannya. Bukan seperti ini caranya dia bisa mati," ucap Jennie yang mencoba menenangkan Athar sebelum Gibran benar-benar akan mati di tangan Athar.
Mendengar suara Anna yang menangis merasakan tubuh Anna bergetar membuat Athar mengontrol dirinya dan menjatuhkan tongkat bisbol itu tepat di samping Gibran yang sudah tidak berdaya sama sekali.
Athar mengatur napasnya yang tidak terkontrol sejak tadi.
" Kau urus si brengsek ini sebelum aku benar-benar akan menghabisinya!" ucap Athar dengan suara rendahnya.
" Iya aku akan mengurusnya. Kau pulanglah bawa Anna pergi," ucap Jennie.
Athar langsung membawa Anna pergi dari tempat itu. Anna kelas merasa lega dengan kedatangan Jennie yang membuat Athar menghentikan kegilaannya.
" Kau benar-benar Gibran bukan manusia. Hampir saja kau mati di tangannya," umpat Jennie yang geleng-geleng.
" Urus dia!" perintah Jennie pada 3 bodyguard yang di bawanya tadi.
" Baik Bu," sahut mereka yang langsung membawa Gibran untuk pergi dari tempat itu. Dia juga tidak ingin mengurusi Gibran dan menyerahkan pada anak buah yang ikut bersamanya.
Yang mana 3 orang itu membawa Gibran dari tempat itu yang tidak tau apa yang ingin di lakukan mereka kepada Gibran.
**********
Sementara Athar terus menarik Anna dengan berjalan cepat yang membawa Anna pergi. Tetapi tidak tau mau kemana Athar membawa Anna.
Namun langkah Anna terhenti membuat Athar harus menghentikan langkahnya dan melihat ke belakangnya yang mana Anna menatapnya dengan tatapan sayu.
" Aku tidak apa-apa," ucap Anna dengan pelan. Athar langsung memeluk Anna dengan erat.
" Maafkan aku. Aku terlambat datang sampai membuatmu hampir celaka. Maafkan aku Anna," ucap Athar yang pasti menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi.
__ADS_1
" Ini bukan kesalahan kamu jangan meminta maaf jika kamu tidak bersalah. Aku yang meminta maaf karena aku dia hampir mati di tanganmu," ucap Anna.
" Aku memang akan membunuhnya. Karena hanya dengan dia mati berhenti mencelakai mu," ucap Athar.
" Jangan melakukan hal bodoh Athar. Kamu sangat berbeda dengan Gibran. Jika kamu melakukan hal itu. Kamu saja dengan Gibran yang tidak punya hati dan sangat jahat. Aku tidak mau kamu sampai kenapa-kenapa yang bahkan mengakibat terjadi sesuatu. Karena hanya kemarahan mu padanya. Menghadapi orang seperti Gibran tidak bisa seperti itu," ucap Anna yang mencoba untuk memberi ketengan pada Athar yang masih di landa emosi.
Anna sendiri juga masih begitu kaget dengan apa yang terjadi. Namun dia tau Athar masih di penuhi dengan amarah. Makanya dia harus memberikan Athar ketengan dengan memeluknya erat yang ke-2nya sama-sama menenangkan diri masing-masing. Mereka terus berpelukan untuk menenangkan diri mereka.
Yang mana Anna begitu takut dengan Athar yang emosian seperti itu. Apalagi Gibran yang celaka yang entah seperti apa.
**********
Sekarang Anna dan Athar sudah berada di rumah Anna. Mereka memang langsung pulang setelah menghadapi kejadian yang tidak bisa di katakan itu.
Anna sekarang sedang mengobati luka Athar yang ada di bawahnya.
" Issss," terdengar suara rintihan dari Athar saat Anna mengobati di bagian pipi Athar.
" Apa begitu sakit?" tanya Anna khawatir.
" Aku akan pelan kan lagi, maafkan aku apa begitu sakit," ucap Anna.
" Tidak terlalu sakit Anna jangan minta maaf," sahut Athar.
" Maafkan akuAthar hanya mengangguk pelan dan Anna kembali mengobati luka di wajah Athar.
Yang mana Athar terus menatap wajah Anna yang menyembunyikan ketakutannya. Hal itu dapat di sadari Athar. Athar mengangkat tangannya memegang pipi Anna sembari mengusapnya dengan lembut.
" Apa kamu masih takut?" tanya Athar dengan menatap intens wajah itu.
Anna menggelengkan kepalanya, " jika kamu ada di sampingku aku tidak mungkin takut," jawab Anna dengan suara lembutnya yang juga sudah melihat Athar.
" Maafkan aku Anna. Maaf untuk semua yang terjadi. Apa yang aku lakukan pasti membuatmu takut," ucap Athar.
__ADS_1
Anna menggelengkan kepalanya, " Athar aku sudah mengatakan jangan meminta maaf ini bukan kesalahan kamu," sahut Anna.
" Aku berjanji ini terakhir kalinya dia melakukan ini kepada kamu. Aku tidak akan mengampuninya lagi," ucap Athar.
Mendengar pernyataan Athar membuat Anna heran, " terakhir kali. Apa kamu tau jika selama ini Gibran ingin mencelakai ku? tanya Anna.
Athar mendengarnya justru heran dengan pertanyaan Anna, " kamu tau Gibran yang selama ini mencelakaimu?" Athar kembali bertanya.
" Jadi kamu tau juga?" Anna kembali bertanya. Athar akhirnya menganggukkan kepalanya.
" Anna kamu tau dari mana?" tanya Athar begitu penasaran.
" Athar bukan aku yang di celakai Gibran awalnya. Tetapi kamu. Kamu dan aku hanyalah umpan saja," sahut Anna.
" Jadi kamu juga tau jika kamu hanya di jadikan umpan?" tanya Athar yang benar-benar tidak percaya. Jika Anna mengetahui hal itu.
" Iya, aku tau semuanya. Aku tidak sengaja mendengar percakapan Gibran dengan seseorang di perusahaan dan itu aku mendengarnya setelah kita pulang dari desa. " Saat aku baru mengetahui rencana Gibran lah yang mengikuti kita saat kita di hutan kemarin dan bahkan dia juga yang menyuruh orang-orang itu menabrakku yang membuat kamu terluka yang mengejar kita saat itu. Aku mendengar semuanya dan dia melakukan itu karena ingin menyerang kamu. Ingin mencelakai aku dan aku hanya umpannya saja," ucap Anna yang menceritakan apa yang sudah di pendamnya selama ini.
" Iya kamu benar. Dia memang perlakukannya dan Jennie sudah mengetahui itu. Yang terjadi selama ini dengan kita dia adalah perlakukannya dan bahkan dia juga ingin menabrak Jennie," sahut Athar membenarkan pikiran Anna membuat Anna terkejut.
" Bu Jennie hampir di tabrak?" tanya begitu terkejut mendengar Jennie yang tertabrak.
" Iya Jennie hampir di tabrak dan Gibran pelakunya," jawab Athar.
" Ya Allah kejam sekali dia," sahut Anna yang semakin tidak percaya.
" Anna bukan hanya aku yang ingin di lenyapkan nya. Tetapi kamu yang juga pasti tau rahasianya dan Jennie juga. Dia ingin melenyapkan kita semua," ucap Athar yang sudah bisa menebak apa yang terjadi.
" Kenapa dia melakukannya?" tanya Anna yang benar-benar ingin tau alsasan nya.
" Hanya karena ambisinya yang ingin mengalahkan ku di Perusahaan yang berhubungan dengan proyek besar yang aku tangani," jawab Athar.
" Hanya karena itu dia sampai ingin mencelakaimu," ucap Anna yang benar-benar tidak percaya.
__ADS_1
" Iya," jawab Athar.
Bersambung