Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 177 sama-sama terluka


__ADS_3

Athar menjauh dari Anna dengan melepas tangannya dari pundak Anna dengan mengusap kasar wajahnya dengan ke-2 tangannya, lalu mengatur napasnya yang naik turun, mencoba untuk menenangkan dirinya


" Keluar dari sini!" usir Athar dengan menunjuk pintu keluar.


" Aku tidak akan pergi, sebelum kamu mendengarkanku. Aku tidak pernah niat untuk menyakitimu dan apa yang aku katakan tidaklah benar," ucap Anna.


" Tutup mulutmu! Semua kata-kata yang keluar dari mulutmu hanyalah sampah. Kau sudah menghancurkan segalanya. Apa kau puas melakukannya. Aku berlari seperti orang gila hanya untuk mencarimu. Bertaruh nyawa hanya untuk dirimu. Tetapi sayang itu hanyalah rencanamu. Kau mengatur semuanya dengan caramu yang murahan itu. Kau sungguh wanita murahan Anna. Kau sampai ingin mati hanya untuk menjalankan niat busukmu itu!" Maki Athar yang tidak bisa mengendalikan dirinya.


" Tidak Athar. Itu bukan rencanaku. Tetapi itu benar. Aku sungguh di culik, aku mengatakan semua itu kepada mereka karena....."


" Diam!!!! jangan berpura-pura lagi di depanku. Kau sudah menang, kau sudah menang Anna. Kau sudah membuat aku tergila-gila kepadamu. Kau berhasil membuat mengobrak-abrik perasaanku. Kau berhasil membuat perhatianku tertuju padamu. Kau sudah menang Anna. Tertawa lah Anna, tertawa lah karena membuatku menjadi Pria bodoh!" teriak Athar.


" Tidak Athar, tidak!" sahut Anna yang masih ingin menjelaskan pada Athar.


" Cukup!!!! jangan bicara lagi. Aku bilang keluar dari ruanganku! sebelum aku mengusirmu paksa," ucap Athar memberi ancaman.


" Aku tidak akan pergi. Aku tidak akan pergi sebelum kamu memberiku waktu untuk menjelaskan semuanya," sahut Anna tetap ingin bertahan.


" Aku bilang pergi!" teriak Athar. Anna tetap diam di tempatnya. Athar yang emosi kembali mendekatinya dan mencengkram tangan Anna kuat dengan matanya yang tajam menatap Anna.


" Keluar aku bilang!" ucap Athar dengan suara rendahnya yang terlihat lelah. Anna yang berlinang air mata menggelengkan kepalanya.


" Jangan bersandiwara di depanku Anna. Kau sudah berhasil menghancurkan perasaanku. Kau hanya menganggap semua permainan. Kau sungguh hebat Anna. Kau mempermainkan hatiku. Kau benar-benar wanita hebat," ucap Athar dengan suara penuh kekecewaan. Anna memegang pipi Athar.


" Aku tidak pernah mempermainkanmu, aku berani bersumpah. Jika semua yang terjadi bukanlah rencana. Aku tidak pernah mempunyai rencana untuk menjadikanmu alat, aku bersumpah," ucap Anna dengan tangisnya. Membuat Athar tersenyum penuh arti.


" Penipu! Munafik, kau wanita munafik," umpat Athar pelan.


" Athar!" lirih Anna.

__ADS_1


" Keluar!" usir Athar lagi. Anna menggeleng.


" Aku bilang keluar!" teriak Athar dengan mendorong Anna ke arah pintu sampai Anna terhempas dan akhirnya jatuh dan terduduk di lantai.


" Keluar dari ruanganku!" teriak Athar lagi. Anna tetap diam dan hanya melihat kemarahan Athar.


Tiba-tiba Jennie memasuki ruangan Athar dan kaget melihat apa yang terjadi di ruangan itu. Ruangan itu berantakan dan Anna yang menagis terduduk.


" Athar ada apa ini!" pekik Jennie.


" Bawa dia pergi dari sini!" teriak Athar menunjuk Anna.


Jennie masih kebingungan dan melihat Athar yang terluka parah di tangannya.


" Aku bilang bawa dia pergi dari sini!" teriak Athar membuat Jennie tersentak dan buru-buru berjongkok di dekat Anna.


" Ayo Anna kita sebaiknya keluar!" ucap Jennie yang langsung membantu Anna berdiri. Anna masih melihat Athar yang kesetanan dengan napas Athar yang naik turun.


" Arggghh!" teriak Athar kembali menggila dengan memukul-mukul dingding yang membuat Anna dan Jennie yang sudah di luar menengok kebelakang dan melihat Athar yang kembali melukai dirinya sendiri.


Pasti rasanya tidak menyangka untuk Athar yang jatuh cinta pada Anna dan ternyata Anna hanya mempermainkan perasaannya. Athar mungkin merasa dirinya bodoh karena merasa di tipu. Sementara Anna juga merasa sakit dengan Athar yang tidak mau mendengarkannya dan melihat Athar yang terluka membuatnya merasa sakit hati.


*********


Hujan deras yang membasahi bumi. Membuat Athar yang menyetir di dalam mobilnya dengan kecepatan tinggi. Wajah yang merah mata yang berkaca-kaca, bahkan air mata sempat jatuh, rahang kokoh itu mengeras dan tangannya masih saja terluka dan mungkin darahnya sudah mengering.


Hancur Athar benar-benar hancur yang telah di tipu oleh Anna, merasa di permainkan membuat emosinya tidak reda sampai sekarang.


" Argggghhh!" Athar berteriak dan memukulkan tangannya ke stir motor.

__ADS_1


" Kau memang bodoh Athar. Seharusnya kau tidak mempercayai wanita sepertinya. Lihat Athar dia sekarang menertawakanmu. Kau sudah tau dia wanita yang tidak pernah serius. Lihat Athar, lihat kau masuk perangkapnya," teriak Athar kembali menggila.


Sama dengan Anna. Anna juga berada di atas motornya yang berkendara memakai helmnya, di bawah guyuran air hujan. Di balik helm itu terlihat dia menagis senggugukan.


" Aku tidak mempermainkanmu, aku tidak melakukannya. Kamu harus mendengarkan penjelasan ku. Aku sama sekali tidak mempermainkanmu. Anna apa yang kamu lakukan. Dia begitu marah kepadamu Anna, dia terluka dan menyakiti dirinya sendiri," ucap Anna di dalam tangisnya sambil mengendari sepeda motor.


Anna pasti tidak percaya jika Athar ada di ruangannya dan mendengarkan dia bicara dengan Aurelia. Pasti Anna hanya bicara sembarangan agar papanya marah. Dia tidak tau jika hal itu membuat Athar menggila.


Sering melihat Athar marah. Namun kali ini marahnya Athar benar-benar di luar dugaannya. Anna tidak percaya Athar melukai dirinya hanya karena Anna.


Tatapan mata Athar yang sudah berubah menjadi membencinya. Rasa marah kecewa dan kesalnya Athar telah jelas terlihat di mata Anna.


***********


Hujan deras yang masih membasahi bumi. Membuat Athar tidak pulang dan masih berada di dalam mobilnya yang sudah berhenti dengan menyandarkan punggungnya di jok mobil.


Athar begitu hancur seperti layaknya orang putus cinta. Mencintai terlalu dalam dan mendapatkan hasil seperti ini membuatnya seperti orang kehilangan kesadaran.


Kebersamaannya bersama Anna bahkan terlintas. Sangat manis dan tidak terlihat pura-pura. Wajah Anna yang polos, yang marah-marah dan banyak melakukan kebodohan mampu menggetarkan hatinya.


Tidak terlihat jika itu adalah sandiwara atau suatu rencana. Apa yang terlihat itu membuat Athar harus tersenyum menahan luka.


" Aku tidak percaya jika aku bisa jatuh cinta kepadamu Anna. Kau sudah membuatku menggilaimu. Kau benar-benar hebat Anna. Kau mempermaikan ku. Terima kasih Anna untuk menjadikanku orang bodoh selama ini. Kau tau betapa takutnya jika ada orang yang menyakitimu. Tetapi di sisi lain kau hanya menganggap semua permainan. Kau sungguh melukaiku dengan caramu yang kampungan," ucap Athar dengan linangan air matanya.


Tidak pernah menangis dan mungkin terakhir kali Athar menagis saat kecil dan sekarang harus menagis karena seorang wanita.


Sementara Anna juga memberhentikan motornya di pinggir jalan. Anna menangis senggugukan di bawah guyuran hujan dan Anna sudah tidak memakai helm lagi. Dia menagis seakan melupakan jika hujan sedang membasahinya.


" Maafkan aku, aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk melukaiku. Aku minta maaf, aku minta maaf Athar," ucap Anna yang merasa bersalah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2