
Akhirnya acara yang di tunggu-tunggu juga datang. Acara akhir dari perusahaan yang sudah hampir beberapa bulan dan inilah final dari semua acara itu. Anna salah satu kompetisinya yang bersaing sendiri dengan kakaknya Aurelia.
Dengan gaun abu-abu dengan payet-payet di bagian dadanya. Anna tampak jantung menggunakan gaun tanpa lengan itu yang menunjukkan bagian pundak indahnya. Gaun itu memanjang sampai mata kakinya yang sedikit bervolume di bagian bawahnya.
Untuk rambutnya Anna hanya menarik dari ujung kiri dan kanan lalu mempertemukannya di bagian tengah dan di berikan pita. Tidak lupa untuk aksesorisnya, anting kecil dan di bagian lehernya kalung pemberian pacarnya tercinta.
Anna dan Athar pasti berangkat bersamaan menuju perusahaan dengan mereka yang duduk di belakang dan Jennie harus menyetiri orang yang pacaran itu. Ya Jennie harus bersabar karena menjadi obat nyamuk dari Athar dan Anna yang lagi maklum-maklumnya bucin tingkat dewa.
Setelah melakukan perjalanan yang tidak berapa jauh. Anna dan Athar akhirnya sampai ke perusahaan dan Bodyguardnya yang menunggu di depan pintu langsung membukakan pintu untuk mempersilahkan atasan mereka keluar dari mobil.
" Wajah Anna tidak henti-hentinya mengeluarkan senyum indahnya yang mana dia begitu semangat hari ini. Bahkan saat sama-sama keluar dari mobil. Anna dan Athar yang berdiri sejajar saling melihat dan Anna langsung merangkul lengan Athar yang mana mereka memasuki perusahaan dengan bergandengan.
Di dalam perusahaan sudah jelas di tata sedemikian rupanya dan juga banyak orang-orang yang berkepentingan yang juga meluangkan waktunya untuk even Perusahaan itu.
Anna dan Athar yang berjalan melewati orang-orang ramai tidak perlu lagi malu-malu menyembunyikan kemesraan mereka. Anna memang terang-terangan dan sangat bangga karena berpacaran dengan Athar CEO perusahaan Glossi.
Ya jelas sebenarnya keromantisan Anna dan Athar menjadi sorotan orang-orang yang belum tau pasti penasaran dan membuat iri para karyawan, tetapi mereka tidak boleh julid karena sebelumnya Athar sudah mengingatkan Karyawan dan memberikan teguran untuk tidak mengganggu pacarnya itu.
Para media ingin sekali mewawancarai. Namun sebelumnya bodyguard Athar sudah memberi arahan akan ada sesi wawancara di akhir acara dan jika tidak mengikuti peraturan silahkan untuk tidak berada di perusahaan. Jadi makanya media sangat tertib.
Di sana pasti tidak ketinggalan sahabat sejati Anna. Olive, Sana dan juga Lisa.
" Anna!" teriak Sana.
Anna langsung menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Sana yang melambaikan tangan mengajaknya.
" Kita kesana!" ucap Anna pada Athar. Athar mengangguk dan mereka menghampiri teman-teman Anna.
Olive langsung mendekati kakaknya dan bahkan merangkul lengan kakaknya yang menggeser lengan Anna.
" Isss, Olive," Anna langsung protes dan tidak membiarkan hal itu terjadi.
__ADS_1
" Giliran ku sekarang," ucap Olive kesal yang bermanja pada Athar bahkan menempelkan kepalanya di dada Athar membuat Anna kesal dengan merapatkan giginya dan menjauhkan Olive dari Athar menarik Athar ke sisinya.
" Dia itu pacarku!" tegas Anna.
" Tapi ini giliranku sekarang," sahut Olive tidak mau kalah.
" Enak aja pakai giliran," sahut Anna yang menarik Athar tidak mau kalah dari Olive. Lisa dan Sana hanya saling melihat dengan menghela napas ya tangan Athar bisa putus dengan kelakukan 2 wanita itu.
" Anna, Olive stop!" gertak Sana dan Lisa secara serentak dan membuat Anna dan Olive tidak memegang tangan Athar lagi.
" Kalian ini apa-apaan sih. Kayak nggak ada kerjaan aja. Kasian bos Athar," ucap Lisa.
" Sok perhatian," sahut Anna dan Olive serentak dengan wajah mereka yang judes.
" Isss kalian berdua ini memang ada-ada saja kelakukannya. Eh Anna aku itu tau kamu itu baru pacaran. Tapi nggak usah gitu-gitu juga kali bikin orang iri aja dan kamu Olive buruan cari pacar biar kakak kamu itu bisa bebas pacaran," tegas Sana yang menceramahi ke-2nya.
Athar hanya diam saja yang merasa begitu hebat yang sudah di perebutkan.
" Alah bilang aja modus supaya di kasih pacaran," sahut Anna.
" Siapa juga yang modus," sahut Lisa geram.
" Sudah-sudah jangan pada berisik semuanya. Ini itu acara untuk merebutkan penghargaan bukan untuk merebutkan ku. Jadi Anna maupun Olive jangan bertengkar lagi," tegas Athar.
" Iyaaa," sahut Anna dan Olive serentak.
" Hmmm, semoga saja Anna menang hari dan hari ini kamu cantik sekali Anna," sahut Sana yang memuji sahabatnya itu.
" Iya makasih Sana. Mungkin ini karena baju pilihan dari Olive," sahut Anna. Olive tersenyum mendengarnya.
" Ya ampun adik ipar yang baik," sahut Sana mencubit pipi Olive.
__ADS_1
" Sakit tau, kebiasaan deh," protes Olive dengan kesal.
Mereka terakhirnya hanya tertawa-tawa saja. Ya begitulah. Tadi ribut dan baikan lagi dan sekarang ribut lagi.
Tiba-tiba di dalam tawa itu. Muncul Maharani yang datang bersama dengan Ari Purnama yang mana Anna pertama kali melihatnya dan membuat tawa Anna menjadi hilang.
Athar, Olive, Lisa dan Sana pun akhirnya berhenti tawa dan melihat ke arah Anna yang fokus dengan apa yang ternyata adalah Maharani.
" Mamah!" ucap Olive yang langsung menghampiri mamanya. Maharani tersenyum.
" Anna semangat ya untuk hari ini. Semoga kamu bisa menampilkan yang terbaik," ucap Maharani yang sedikit gugup menyampaikan ucapan selamatnya pada Anna.
" Iya Tante," jawab Anna dengan mengangguk tersenyum kaku. Dia juga tidak mudah bersikap biasa saja setelah apa yang telah terjadi.
" Aku tau Anna masih belum bisa memaafkan mama. Tetapi aku yakin perlahan-lahan Anna akan memaafkan mama. Karena aku tau Anna itu adalah wanita yang baik," batin Olive dengan harapannya yang banyak.
" Semoga saja Anna bisa memaafkanku dan kami bisa seperti dulu lagi. Aku harus mencari waktu yang tepat untuk bicara berdua dengannya," batin Maharani.
Tidak lama setelah itu terlihat juga Aurelia yang datang bersama dengan Derry yang mana mereka memasuki tempat tersebut dan melihat-lihat di sekitar mereka. Pandangan Anna juga jatuh pada Aurelia melihat Aurelia yang mana Aurelia juga melihat dirinya. Kakak beradik itu hanya saling melihat dari kejauhan dengan perasaan yang berdebar yang menunjukkan rasa kerinduan di antara ke-2nya.
" Ayo Aurelia!" ajak Derry. Aurelia mengangguk dan mengikuti saja.
" Ya sudah Anna, sebaiknya kamu siap-siap saja. Sebentar lagi kompetisinya akan di mulai," ucap Lisa.
" Iya Lisa," sahut Anna. Namun Anna melihat-lihat di sekitarnya yang kelihatan mencari seseorang.
" Kamu tenang saja mama akan segera datang," ucap Athar pelan yang tau apa yang di cari Anna. Anna menganggukkan kepalanya dan akhirnya pergi bersama Lisa untuk berada di tempat kompetisi.
Gibran juga hadir di tempat acara tersebut. Gibran dan Athar sempat saling melihat. Namun tidak ada reaksi apa-apa. Ke-2nya juga sangat dingin.
Tidak hanya Gibran. Chandra juga datang dan Amelia juga datang namun mereka datangnya secara berbeda. Karena rumah tangga mereka yang retak yang akhirnya membuat ke-2nya tidak datang dengan bersamaan.
__ADS_1
Bersambung.