Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 321


__ADS_3

Pagi yang cerah yang begitu indah yang sama sekali tidak membuat Anna dan Athar bangun dari tidur mereka. Mereka berdua ketiduran sampai tidak ingat waktu untuk Anna yang harus pulang. Mungkin karena hujan dan tidur saling berpelukan membuat mereka ber-2 merasa nyaman sampai sekarang masih tertidur dengan Anna berada di pelukan Athar di kamar Athar.


Athar perlahan membuka matanya dengan mengerjap-ngerjapkan matanya. Silaunya matahari yang masuk dari sela-sela jendela membuat Athar mau tidak mau harus bangun. Atha menoleh ke arah sampingnya yang mana Anna masih tertidur di pelukannya.


Atha tersenyum dengan semakin memeluk erat Anna sembari jarinya yang memainkan anak rambut Anna yang meutupi wajah cantik itu. Athar mencium lembut kening Anna.


"Sayang bangun. Ini sudah pagi," ucap Athar dengan lembut membangunkan kekasihnya itu. Jari lembutnya mengusap-usap pipi Anna yang sangat dingin.


"Sayang!" tegur Athar lagi dengan suara indahnya dan membuat Anna perlahan membuka matanya. Dia masih mengantuk dan saat terbangun Anna langsung mendapati wajah tampan skekasihnha yang sangat dekat dengannya.


"Hmmm, apa sudah pagi?"tanya Anna dengan suara seraknya khas bangun tidur.


"Iya ini sudah pagi. Kita ketiduran,"jawab Athar.


"Aku mengantuk sekali soalnya," ucap Anna yang tidak bisa menahan rasa kantuknya.


"Aku juga mengantuk makanya ketiduran," jawab Athar.


"Kalau begitu aku masih mau tidur," ucap Anna semakin mengeratkan pelukannya dan membuat Athar tersenyum.


"Kamu harus bangun kita harus bekerja," ucap Athar.


"Ini hari Sabtu. Mana ada bekerja jari Sabtu," ucap Anna.


"Tapi aku tidak libur hari ini. Kau banyak pekerjaan kan kamu tau sendiri. Jennie sedang tidak ada jadi aku yang akan menyelesaikannya semua pekerjaannya," ucap Athar.


Anna melonggarkan pelukannya dan menghadap Athar, "lalu kapan liburnya. Ini kan weekend. Apa salahnya jika kamu libur dan kita bisa jalan-jalan hari ini," ucap Anna dengan wajah cemberutnya yang ingin pacarnya menemaninya.


"Memang kamu mau jalan-jalan kemana?" tanya Athar.


"Kemana aja yang penting sama kamu. Kita sudah lama tidak pergi, sudah lama tidak jalan-jalan berduaan," ucap Anna.


"Bukannya kita habis dari Bali. Kita sudah liburan," ucap Athar.


"Beda dong sayang itukan acaranya Gibran yang waktunya di manfaatkan untuk berduaan. Tetapi untuk kita berdua yang kita rencanakan belum ada. Kita tidak pernah jalan-jalan 1 harian. Aku tidak minta kemana-mana yang penting kita berdua," ucap Anna.


Athar tersenyum dengan mengusap-usap lembut pipi Anna, "aku akan menyiapkan waktu untuk kita berdua untuk liburan," ucap Athar.


"Serius?" tanya Anna dengan wajah senangnya.


"Iya sayang. Kita akan liburan bersama. Tetapi bukan saat ini. Aku akan mempercepat semua pekerjaan dan ketika Jennie sudah masuk. Kita akan liburan," ucap Athar.


"Ini sungguhan kan?" tanya Anna yang merasa jika Athar berbohong.


"Iya sayang ini sungguhan. Kamu mau kan liburan bersamaku," ucap Athar.


"Ya jelas aku mau lah," sahut Anna dengan bahagianya. Athar juga sangat bahagia jika dia bisa menuruti keinginan Anna. Dia juga menyadarinya padatnya pekerjaan membuatnya jarang ada waktu untuk Anna. Jika bukan Anna yang menghampirinya kekantor di pastikan mereka bisa tidak bertemu.


"Makasih sayang," ucap Anna langsung mencium pipi Athar. Athar mengangguk-angguk dan mendekatkan bibirnya lada Anna yang pasti ingin meraih bibir itu. Anna memejamkan matanya saat tau Athar akan menciumnya.


"Athar mama pulang!" tiba-tiba Anjani datang dan memasuki kamar Athar. Anjani terkejut dengan melihat Anna dan Athar yang mau berciuman di atas ranjang dalam keadaan tertidur. Anna dan Athar juga sama-sama terkejut dan langsung menjauh.


"Apa yang kalian lakukan!" tunjuk Anjani dengan wajah schocknya melihat putranya dengan kekasihnya yang berada di kamar berduan. Apa lagi Anna hanya menggunakan bathrobe.


"Mama jangan salah paham. Kami tidak melakukan apa-apa kok," sahut Athar yang langsung duduk dengan wajah paniknya menjelaskan pada mamanya.

__ADS_1


"Benar Bu Anjani kami berdua tidak berbuat apa-apa," sahut Anna yang juga panik dan membantu Athar untuk meyakinkan Anjani.


"Bagaimana tidak melakukan apa-apa. Kalian berdua wanita dan Pria berada di dalam 1 kamar tidak ada orang di rumah ini dan Anna kamu juga pakai pakaian seperti itu. Mana mungkin kalian tidak melakukan hal yang aneh-aneh," ucap Anjani yang kelihatan yang tidak percaya.


"Ya ampun mah memang benaran kamu itu tidak melakukan apa-apa. Kami hanya ketiduran saja. Karena tadi malam hujan jadi Anna mampir kemari," jelas Athar.


"Tadi malam hujan," sahut Anjani.


"Iya Bu hujan. Jadi baju Anna basah dan makanya kemari," sahut Anna.


"Hujan, baju basah, berduaan di dalam kamar, di atas ranjang, masih mengatakan kalian tidak berbuat aneh-aneh," sahut Anjani dengan pemikirannya yang traveling.


"Mah sudahlah emang tidak ngapain-ngapain kok. Aku sama Anna tidak berbuat apa-apa. Lagi pula mana mungkin melakukan itu. Mama pikirannya jangan kemana-mana. Kami hanya tidur dan berpelukan. Tidak lebih dari itu," tegas Athar.


"Benar Bu Anjani. Anna juga mana mungkin membiarkan Athar macam-macam dengan Anna. Anna masih jaga diri Tante," sahut Anna yang juga terus meyakinkan Anjani.


"Sudah-sudah sekarang kalian berdua turun dari ranjang dan kamu Anna ganti pakaian. Mama tunggu di bawah. Argh tidak tau apa kalian ber-2 bisa di percaya atau tidak," ucap Anjani memijat kepalanya yang begitu berat dan langsung keluar dari kamar itu. Anna dan Athar saling melihat.


"Kamu sih seharunya membangunkanku. Jadi Bu Anjani tidak berpikir yang aneh-aneh pada kita," ucap Anna.


"Anna aku juga ketiduran," sahut Athar.


**********


Anna yang sudah mengganti pakaiannya sekarang berada di dapur yang membuatkan minuman untuk Athar dan Anjani di mana ibu dan anak itu duduk di meja bar dan di pastikan Anjani sekarang memarahi Athar.


"Bisa-bisanya kamu itu bawa anak gadis orang pulang ke rumah tidak ada orang di sini dan mengajaknya tidur di kamar lagi," oceh Anjani.


"Anna hanya ganti baju saja. Pakaiannya basah. Athar tidak mungkin membiarkannya memakai pakaian yang basah," ucap Athar yang terus membela dirinya.


"Siapa yang alasan memang benar kok Anna pakaiannya basah," sahut Athar.


"Modus saja," sahut Anjani dengan wajah kesalnya. Anna hanya tersenyum dengan mengaduk jus yang sepertinya sangat menikmati jika kekasihnya di marahai Anjani.


"Makanya anak orang itu di nikahi jangan hanya di pacarin terus, di bawah kerumah. Kalau anak orang sampai kamu buat hamil bagaimana," ucap Anjani.


"Mama itu pikirannya terlalu jauh," sahut Athar.


"Mama itu hanya mengingatkan kamu jangan sampai kamu itu merusak anak orang," ucap Anjani.


"Mah Athar bukan laki-laki seperti itu. Mama bisa tanya sama Anna. Athar tidak pernah melakukan hal-hal yang akan merugikannya. Athar mencintainya itu dengan tulus. Bukan hanya karena nafsu semata," ucap Athar membuat Anna mendengarnya melayang-layang dengan senyuman indah di wajahnya.


"Athar tau batasnya sampai mana. Athar pacaran bukan hanya sekedar pacaran saja. Tetapi juga menjaga dirinya. Jadi mama jangan khawatir Athar itu tidak melakukan apapun kepadanya. Walau kami tidur satu ranjang berduaan," tegas Athar yang jujur apa adanya.


"Makanya kamu cepat-cepat menikahi Anna. Nanti di ambil orang baru tau rasa.


"Mah pernikahan itu tidak mudah dan Athar tidak mau menikah buru-buru dan akhirnya akan berakhir. Athar harus mempersiapkan segalanya untuk menuju kesana dan sama dengan Anna. Lagian Anna juga masih sangat mudah. Baru merintih karir. Athar tidak mau menyia-nyiakan masa-masa mudanya untuk berpikir yang lebih panjang. Jadi mama jangan khawatir soal pernikahan pasti. Tetapi ada waktunya mama doakan saja yang terbaik untuk hubungan kami berdua," ucap Athar yang bicara dengan lembut uang meyakinkan mamanya.


"Hhhhhhh. Ya sudahlah kalau memang seperti ini. Mama pasti mendoakan yang terbaik untuk kalian dan semoga kamu benar-benar bisa menjaga Anna dengan baik," ucap Anjani.


"Itu pasti mah. Jangan khawatir," ucap Athar.


"Minumannya sudah selesai," Anna tiba-tiba datang dan langsung menghidangkan minuman itu.


"Makasih Anna," sahut Bu Anjani.

__ADS_1


"Iya Bu Anjani," sahut Anna tersenyum.


Athar menepuk kursi di sebelahnya. Agar Anna duduk di sampingnya dan Anna memang duduk dan Athar menggenggam erat tangan Anna.


"Apa sekarang mama sudah percaya jika kami memang tidak melakukan apa-apa?"tanya Athar.


"Iya mama percaya. Lain kali jangan modus membawa anak orang pulang kerumah. Keluarganya pasti mencarinya," ucap Anjani aku.


"Iya mah," sahut Athar. Anna hanya tersenyum saja mendengarnya.


***********


Aurelia berlari menuju parkiran yang mengejar seorang wanita paruh baya.


"Bu tunggu sebentar!" panggil Aurelia dengan mempercepat langkahnya dan berhasil mencegah wanita yang ingin memasuki mobil itu.


"Ada apa lagi Aurelia?" tanya wanita itu dengan ketus.


"Bu saya mohon tolong jangan batalkan kerja sama kita. Ini adalah impian saya untuk melakukan pegelaran fashion. Saya mohon Bu untuk memberi kesempatan pada saya," ucap Aurelia dengan suaranya yang memohon.


"Maaf Aurelia. Tetapi kamu yang menyia-nyiakan kesempatan ini. Kamu membuat saya kecewa. Tidak tepat waktu dan banyak-banyak desain-desain kamu yang berantakan dan bahkan sangat kuno. Bukan hanya itu. Bu Siwi yang sudah mempercayai kamu. Kamu juga mengecewakan dia. Jadi saya tidak bisa mengambil resiko tinggi untuk mengadakan Fashion week untuk karya-karya kamu," tegas wanita itu dengan wajah yang penuh dengan kekecewaan.


"Tetapi saya mohon Bu. Sekali ini saja. Tolong saya Bu," sahut Aurelia dengan suara permohonannya dan bahkan menyatukan ke-2 tangannya memohon pada wanita itu untuk di kasihani.


"Saya sudah mengatakan saya tidak bisa maka tidak bisa. Kamu kurang konsisten dan karya-karya kamu tidak laku di pasaran. Kamu sekolah desain yang terkenal. Tetapi apa yang kamu buat tidak sebanding dengan pendidikan yang kamu jalani. Kamu jauh berbeda dengan Anna adikmu. Anna jauh lebih disiplin dan tidak neko-neko seperti kami. Jadi saya tidak bisa bekerja sama dengan kamu," tegas wanita itu yang langsung dengan cepat memasuki mobilnya.


"Tapi Bu kasih saya kesempatan, saya akan melakukan yang terbaik untuk ibu. Tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Saya mohon Bu," Aurelia masih berusaha dengan mengetuk-ngetuk kaca mobil itu agar wanita yang menjadi harapannya bisa memberinya kesempatan.


Namun semuanya sia-sia. Karena mobil itu berjalan meninggalkan Aurelia.


"Bu! panggil Aurelia berteriak.


" Arggh!" umpat Aurelia menyibak rambutnya kebelakang sembari mengusap kasar wajahnya.


"Semuanya sia-sia kerja keras ku selama ini. Aku kehilangan banyak kesempatan. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi," ucap Aurelia yang sudah putus asa.


"Aku seba-iknya telpon Derry. Aku bisa gila memikirkan semua ini," ucap Aurelia yang langsung mengambil handphonnya untuk menghubungi Derry. Belum sempat dia melakukannya. Jarinya terhenti seketika mengingat sesuatu.


"Mana mungkin Derry peduli kepadaku. Dia sudah tidak seperti dulu lagi. Dia menghindariku dan sangat jauh dariku," batin Aurelia dengan air matanya menetes yang menyadari orang yang bisa menghiburnya sekarang tidak ada lagi.


Aurelia jadinya menagis dengan berjongkok sembari menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya. Dia harus menagis untuk melepas stres yang di alaminya. Kehilangan banyak klien, kehilangan banyak kesempatan. Bahkan karya-karyanya mulai di caci yang membuat hatinya sangat terluka, dia sudah bekerja keras semua sia-sia dan biasanya saat-saat dia jatuh. Ada Derry dan masalah itu seakan pergi begitu saja. Namun sekarang Derry sudah tidak ada. Aurelia hanya bisa menangisi semuanya dengan sendiri.


**********


Aurelia kebingungan dan tidak punya tempat untuk cerita. Anna pasti tau masalahnya. Dan Anna hanya memberi semangat dengan sekedarnya saja. Ya dia pasti sedih dengan apa yang di alami kakaknya. Sama dengan Maya juga yang menasehati Aurelia untuk mengambil pelajaran dengan apa yang terjadi.


Agar lain kali lebih konsisten, lebih menghargai orang lain dan pasti juga memberi semangat untuk Aurelia agar Aurelia merasa tidak sendirian.


Namun Aurelia tetap sedih. Aurelia yang berjalan di pinggir jalan dengan langkah yang tidak bersemangat sama sekali. Di mana terlihat Aurelia yang masih menagis dengan tangannya yang menyeka air matanya.


Ternyata di ujung jalan sanaada Derry yang di dalam mobil yang sejak tadi mengikuti Aurelia. Dia sangat mengkhawatirkan Aurelia. Tetapi masih menahan diri untuk tidak menghampiri Aurelia.


Wajah Derry terlihat sangat sedih, begitu kasihan pada wanita yang di cintainya yang sekarang sedang terpuruk. Derry bahkan sangat gelisah dan rasanya ingin cepat-cepat turun dari mobil untuk menghampiri Aurelia, memeluknya dan memberinya semangat. Namun semuanya harus di tahan Derry dan hanya bisa melihat Aurelia dari kejauhan yang ikut merasakan kesedihan Aurelia.


"Aku percaya kamu bisa melewati semua ini Aurelia. Kamu telah memilih orang lain dan belajarlah untuk mandiri. Kamu wanita hebat Aurelia dan walau aku tidak ada di hatimu. Tetapi tetap bagiku kamu adalah wanita yang hebat," batin Derry dengan perasaannya yang bercampur aduk di dalam sana.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2