Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 141 Panik


__ADS_3

" Anna malah menyetir seperti orang bingung yang tidak tau cara membawa mobil dan malah tiba-tiba menjadi panik dengan penuh kebingungan.


" Anna kamu kenapa masih tetap di jalur ini sih, cepat pindah jalur. Nanti kita di kejar-kejar polisi lo," ucap Lisa memberi saran.


" Ya cara pindah jalurnya bagaimana. Nggak lihat apa dari tadi kurus terus mobilnya. Caranya gimana coba," sahut Anna. Lisa kaget mendengarnya.


" Apa maksud kamu caranya giman. Jangan bilang kamu tidak bisa bawa mobil," sahut Lisa menebak.


" Memang kapan aku bilang bisa," sahut Anna yang mulai gemetar dengan menyetir yang sudah mulai tidak menentu.


" Apa!" Pekik Olive, Sana dan Lisa serentak. Lisa dan Sana langsung memegang pegangan bagian atas dengan kuat karena sudah merasa ada yang tidak beres.


" Kamu bercanda Anna," sahut Lisa mulai dek-dekan


" Aku tidak becanda, memang iya aku tidak tau apa-apa," jawab Anna dengan santai.


" Anna kamu nggak bisa bawa mobil. Lalu kenapa tidak bilang dari tadi," ucap Olive yang terus berpegangan kuat.


" Ya kamu tidak tanya. Asal kasih kunci aja. Jadi mana salahku," sahut Anna membela dirinya.


" Lalu kenapa mau Anna," sahut Sana yang sudah mulai takut. Dengan gemetar yang mereka berada di tengah jalan yang sudah memasuki jalan yang besar dan lalu lintas semakin padat.


" Ya kan tidak ada yang bisa. Jadi ya sudah aku bawa saja," sahut Anna yang santainya minta ampun.


" Mampus kita. Kita bisa mati di sini," sahut Lisa yang melihat kiri kanan banyak mobil melintas dan Anna menyetir entah seperti apa.


"Jadi ini bagaiman?" tanya Anna mulai panik.


" Mana kita tau, ya kamu juga salah, udah tau nggak bisa bawa mobil sok-sokan lagi pakai ambil kunci," sahut Lisa kesal.sahut mereka serentak.


" Ya udah nih kalian yang nyetir," sahut Anna melepas tangannya dari setir mobik dan stir itu berputar sendiri.


" Anna!" teriak mereka heboh dengan kecerobohan Anna dan membiarkan stri itu tanpa di pegang.


" Isss, malah teriak, salah-salahin orang lagi," desis Anna yang kembali memegangnya.


" Anna kamu jangan main-main deh, pakai lepas-lepas segala lagi," sahut Sana.

__ADS_1


" Ya kalian bukannya bantuin malah nakut-nakuti.


" Ya makanya kalau tidak tau di bilang, jangan kayak gini," sahut Lisa geram.


" Aku mana tau kalau akan beda menyetiri mobil sama motor," sahut Anna.


" Ya bedalah Anna," sahut mereka serentak.


" Tuh kan bentak lagi," sahut Anna menoleh kebelakang.


" Lihat depan!" teriak Lisa heboh sendiri menunjuk di depan.


" Iya," sahut Anna.


" Kak Lisa kakak gantiin Anna cepat! sebelum terjadi sesuatu," ucap Olive.


" Yang ada setelah ini tanganku tidak berfungsi lagi. Kamu liat apa tanganku," sahut Lisa darah tinggi pagi-pagi.


" Ya gimana dong sekarang. Anna nggak bisa nyetir mobil dan cuma kakak yang bisa," sahut Olive dengan wajah paniknya.


" Anna sudah sekarang kamu tenang, belok kanan ambil jalan sepi cepat, biar bisa belok," ucap Lisa yang mencoba menenangkan Anna agar tidak panik malah seperti mengajari orang menyetir mobil.


" Kamu sih Anna," ucap Lisa.


" Nyalahin mulu dari tadi, nih nyetir sendiri," ucap Anna kesal.


" Lampu sennya hidupi, kalau mau kekanan," ucap Lisa yang memerintah dan lagi-lagi Anna tidak mengerti.


" Ya gimana caranya aku tidak tau," sahut Anna bertambah bingung.


Mereka berada di dalam mobil semakin panik dengan Anna yang tidak bisa menyetir, tidak tau apa-apa yang sok-sok-an bisa menyetir.


Lisa dan Sana yang berada di belakang membuka jendela mobil dengan menyuruh kenderaan di belakang agar memelankan kendaraannya agar Anna bisa membelok mengambil jalur yang sepi.


" Mohon pak, bantuannya, mohon pak, kami sedang ada insiden mohon pak!" mereka berteriak-teriak mengeluarkan kepala mereka dari kendala dengan tangan yang memberi kode untuk pelan.


" Anna kamu fokus, kamu tenang, kamu santai, anggap ini motor kamu," ucap Olive yang memberikan ketenangan untuk Anna dan Anna mulai santai dan lama kelamaan Anna bisa memasuki jalur kanan dan Olive Lisa, dan Sana langsung bernapas lega dengan tubuh mereka yang bersandar di jok mobil.

__ADS_1


" Hahhhhh, ternyata kita masih selamat untung bisa berjalan di tempat sepi," ucap Sana yang merasa lega dan sementara Anna terus melaju dan tiba-tiba Anna melaju kencang yang membuat mereka kaget.


" Anna kok seperti ini?" tanya Sana dengan panik.


" Aku tidak tau tiba-tiba seperti ini," sahut Anna panik.


" Anna, sudah Manding kita berhenti aja," sahut Olive panik.


" Anna, awas di depan ada tiang listrik!" Lisa yang melihat Anna terlalu pinggir berkendara sampai di depannya ada tiang listrik dan berteriak pada Anna.


" A-a-a--a-a-a!" teriak mereka dengan suara ricuh


Bruk Anna menabrak tiang listrik tersebut dan membuat tubuh mereka maju kedepan dan lagi-lagi hampir kejedot gara-gara Anna dan jangan tanya mobil bagian depan itu lecet gara-gara tertabrak tiang listrik.


" Anna kamu ya," ucap Lisa dengan kesal.


" Maaf-maaf, kalian tidak apa-apa kan?" tanya Anna tanpa dosa.


" Mending kita turun ayo cepat!" sahut Sana yang mengambil kesempatan saat mobil berhenti dan langsung membuka pintu mobil begitu di buka tiba-tiba mobil itu mundur dan mereka sama-sama kaget dan bertambah panik.


" Kok gini?" tanya Anna heran yang tidak melihat mobil itu mundur begitu saja. Sana kembali menutup pintu mobil dan mereka semakin panik.


" Ahhhh, tidak, kita bisa mati, bagaimana ini," tanya Olive yang kepanikan.


" Aku juga tidak tau," sahut Anna yang kembali bereaksi dengan menarik gas mobil dan dengan cepat mobil itu melaju kencang tanpa rem dan hanya ada suara teriakan ketakutan yang ada di dalam mobil itu.


Di tengah kencangnya mereka berkendara. Sampai menabrak palang polisi yang sedang ada razia. Olive, Sana dan Lisa sudah pasrah dengan lajunya mobil itu dan belum lagi melewati polisi dan hampir menabrak Polisi.


Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu. Tiba-tiba terdengar suara sirene Polisi yang mengejar mereka.


" Apa itu. Apa yang terjadi kok bisa tiba-tiba polisi ada di belakang kita," ucap Lisa bertambah panik.


" Aku mana tau," sahut Anna.


" Kayak ngejar kita deh," sahut Olive.


" Kok bisa," sahut Sana semakin panik. Belum lagi mobil itu bertambah kencang melaju dengan tidak jelas dan bahkan ini lebih parah dibandingkan saat mereka di kejar beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2